Pembunuhan Sandra Rivett dan Misteri Hilangnya Lord Lucan




Kasus hilangnya Lord Lucan pada 8 November 1974 meninggalkan misteri yang telah menarik perhatian orang Inggris dan juga dunia selama empat dekade. Pembunuhan itu terjadi di London Belgravia. Malam itu seorang wanita berlumuran darah terhuyung-huyung datang ke sebuah pub bernama Plumber's Arms meminta bantuan sembari menangis...

Lord Lucan terlahir dengan nama Richard John Bingham, Earl ke-7 Duncan pada tahun 1934. Lucan adalah bangsawan Inggris-Irlandia dan juga putra sulung George Bingham. Ia memulai karirnya di ketentaraan sebelum akhirnya pindah ke bidang perbankan.

Lucan adalah sosok pria yang gemar hidup mewah. Dia dikenal karena seleranya yang mahal. Lucan biasa mengendarai perahu listrik dan tunggangan mewah macam Aston Martin. Maka tak heran ia pernah dipertimbangkan untuk peran James Bond.



Pria necis ini punya karir yang bagus di bidang perbankan. Di saat-saat luang ia sesekali menghabiskan waktunya untuk berjudi. Ia pernah memenangkan judi dan mendapat 26.000 poundsterling. Sebuah keberuntungan yang luar biasa. Ia bahkan sampai dijuluki Lucky Lucan. Kegemaran yang dimulai tahun 1960 inilah yang nantinya akan menghancurkannya.

Pada suatu ketika di awal tahun 1963, ia bertemu dengan Veronica Duncan dalam sebuah pertemuan klub golf di London. Tak lama setelah berkencan, keduanya kemudian memutuskan untuk menikah pada November di tahun yang sama.

Pernikahan Lord Lucan dan Veronica Lucan

Pasangan ini gemar pergi berlibur ke luar negeri dan menggunakan fasilitas mewah. Mereka juga sering membawa kamera untuk mengabadikan setiap momen kebersamaan.

Baca juga: Misteri Hilangnya Michael Rockefeller di Papua

Tetapi kehidupan indah dan bahagia pasangan ini tidak berlangsung lama. Lucan memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya di perbankan dan fokus untuk menjadi penjudi profesional karena dirinya yakin keberuntungan selalu menaunginya.

Lord Lucan dan Lady Lucan

Tetapi malang, julukan Lucky Lucan itu hilang entah ke mana. Pria necis yang gemar mempertaruhkan sejumlah besar uang di meja judi ini harus menderita kekalahan demi kekalahan dalam setiap pertaruhannya. Hutangnya menggunung di mana-mana. Hal ini kemudian mengantarkannya pada jurang kebangkrutan.

Keluarga Lucan segera mendapatkan masalah keuangan yang serius. Pasangan yang telah dikaruniai 3 orang anak George, Camilla, dan Frances itu selalu terlibat pertengkaran hebat. Akhirnya pada tahun 1963 pasangan ini berpisah. Istri Lucan, Veronica, mendapatkan rumah keluarga. Sementara itu Lucan pindah ke sebuah apartemen yang jaraknya tidak begitu jauh. Padahal menurut Lucan, bila rumah itu dijual, maka ia bisa menyelesaikan hutang-hutangnya.

Selain itu, hak asuh atas ketiga anak mereka juga jatuh ke tangan Veronica, dengan catatan wanita itu harus mempekerjakan pengasuh.

Apa sebabnya? Rupanya selama bertahun-tahun didera masalah keuangan dan pertengkaran dengan suaminya membuatnya depresi berat. Setelah kelahiran anak ketiganya, wanita ini bahkan lebih sering lagi mengkonsumsi pil anti depresi yang membahayakan kesehatan mentalnya selama bertahun-tahun berikutnya.



Kronologi Pembunuhan

Meskipun telah bercerai, Lucan mendapatkan hak untuk mengunjugi anak-anaknya setiap akhir pekan atau ketika hari libur datang. Tetapi meskipun demikian, tetap saja perceraian itu adalah hal yang sulit diterima anak-anaknya. Lagi pula hubungan antara Lucan dan istrinya tetap memanas, sementara, Lucan berusaha untuk dekat dan mengambil hati anak-anaknya.

Suatu ketika tak lama setelah perpisahan, Lucan mengirim anak kucing sebagai hadiah bagi anak-anaknya. Lucan bermaksud agar ia bisa dekat dengan anak-anaknya dan kucing itu bisa menjadi hewan peliharaan keluarga. Tetapi hanya beberapa jam setelah kucing itu diberikan, sebuah kiriman datang di kotak suratnya. Anak kucing itu mati dibunuh dengan sayatan di lehernya.

Baca juga: Kasus Hilangnya Margaret Clement (Lady of the Swamp)

Lucan berang. Ia yakin istrinya dendam kesumat padanya. Ia juga percaya kesehatan mental istrinya semakin buruk dan tidak seharusnya mengasuh ketiga anak mereka.

Veronica mempekerjakan seorang pengasuh anak bernama Sandra Rivett. Wanita 29 tahun itu baru bekerja selama 6 minggu di rumah keluarga Lucan. Rivett adalah pengasuh anak Lucan yang paling bungsu. Wanita ini biasanya libur setiap kamis malam. Namun pada malam itu, dia tetap berada di rumah dan menyiapkan teh untuk keluarga pada sekitar pukul 9 malam.

Sandra Rivett

Rivett menuruni anak tangga untuk membuat teh di ruang bawah tanah. Pada saat itu kebetulan ruang bawah lampunya mati. Kebetulan pula Rivett memiliki fisik yang hampir sama dengan Veronica. Saat Rivett kembali, Veronica turun ke bawah. Pada saat itulah seseorang menyerangnya dalam kegelapan. Veronica berhasil menyelamatkan diri dengan lari ke pub lokal terdekat, Plumber's Arms dan meminta bantuan di sana. Tetapi malang, Rivett yang masih berada di rumah itu menjadi sasaran.

Veronica yang berlumuran darah dan terluka di bagian kepala datang ke pub sekitar pukul 21:50. Polisi yang dipanggil, Sersan Donald Baker segera menanggapi laporan Veronica yang memberitahunya bahwa Lord Lucan, suaminya lah yang telah melakukan penyerangan dan usaha pembunuhan.

Setelah mengevakuasi Veronica ke dalam ambulans, Sersan Baker kemudian pergi untuk memeriksa rumah keluarga tersebut. Dia menemukan ketiga anak-anak dalam keadaan baik-baik saja. Tetapi di kamar tidur ia menemukan noda darah. Dia lalu berjalan sampai ke ruang bawah tanah di mana di sana ia menemukan tubuh Sandra Rivett sudah terbujur kaku. Rivett adalah pengasuh anak-anak Lucan. Di dekat jasadnya darah menggenang. Ia dipukuli sampai mati. Sementara itu Lord Lucan sudah melarikan diri dengan sebuah mobil pinjaman.

Kediaman Lord Lucan

Di rumah sakit St. George, Veronica mengatakan pada polisi bahwa suaminya yang telah menyerangnya dan membunuh Sandra Rivett. Veronica sendiri menerima 60 jahitan di kepalanya.


Apa yang Terjadi Pada Malam Pembunuhan?

Baik Lucan maupun Veronica memiliki versi cerita masing-masing tentang apa yang sebenarnya terjadi pada malam pembunuhan itu. Setelah meninggalkan tempat kejadian, Lord Lucan pergi ke rumah seorang teman bernama Susan dan menceritakan apa yang baru saja menimpanya. bagaimana ia berjalan melitas di depan rumah mereka dan melihat istrinya sedang bergumul dengan pria asing. 

Lucan mengatakan ia masuk ke dalam rumah dan mengusir pengganggu itu. Tetapi istrinya histeris dan mengatakan bahwa dialah yang mengirim pria itu untuk membunuhnya. Setelah itu, wanita tersebut lari ke pub lokal untuk meminta bantuan, Lucan segera menyadari bahwa hal buruk mungkin bisa menimpanya karena istrinya yang telah menuduhnya.

Sekitar pukul 11:30 malam, Lord Lucan datang ke rumah seorang temannya, Susan Maxwell Scott. Susan sekaligus yang akan menjadi orang terakhir yang melihatnya hidup dan satu-satunya orang yang pernah mendengar kisah apa yang terjadi malam itu versi Lord Lucan.

Menurut Susan malam itu ketika Lucan datang ke rumahnya, ia menggambarkan pria itu terlihat tenang tetapi shock. Dia menceritakan bahwa dirinya sedang berjalan melewati rumah istrinya dan ketika itulah ia melihat istrinya itu sedang diserang seorang pria tidak dikenal. Alih-alih memanggil polisi atau mencari bantuan, dia justru langsung ke ruang bawah tanah.

Tempat pembunuhan Sandra Rivett, kediaman Lord Lucan

Ia berusaha untuk membantu Veronica dan melawan pria asing itu. Tetapi Veronica histeris dan berteriak bahwa ia ingin membunuhnya. Veronica sambil memegangi kepalanya yang terluka pergi mencari bantuan. Saat itulah Luncan menyadari bahwa mungkin posisinya tidak bagus. Bisa saja ia yang dituduh melakukan penyerangan. Maka ia segera melarikan diri. Begitulah kira-kira cerita versi Lord Lucan yang diceritakan kepada Susan Maxwell Scott.

Sebelum meninggalkan rumah Susan, Lord Lucan menulis dua surat. Satu surat untuk pemilik mobil yang ia pinjam dan satu surat lagi ditujukan kepada saudara iparnya, Bill Sahnd-Kitt. Kedua surat itu isinya mengklaim bahwa dirinya tidak melakukan pembunuhan. Dalam suratnya yang ia tujukan kepada saudara iparnya mengatakan keinginannya agar anak-anaknya diasuh oleh iparnya itu, bukan istrinya. Ia juga menulis bahwa istrinya memiliki masalah kesehatan mental yang parah.

Lord Lucan lalu meninggalkan rumah Susan. Sebelum pergi, ia memberitahu Susan bahwa ia harus pergi untuk menyelesaikan masalah dan akan memberitahu Susan bagaimana kelanjutannya nanti. Setelah itu Lord Lucan tidak pernah terlihat lagi.

Susan Maxwell Scott

Sementara itu kesaksian versi Veronica berbeda dengan yang diklaim Lucan. Menurutnya memang Lucan lah orang yang melakukan penyerangan dan pembunuhan terhadap pengasuh anak mereka. Tetapi sebenarnya Lucan tidak sengaja membunuh pengasuh anak mereka karena ia salah mengenalinya di malam itu karena listrik yang padam di lantai bawah.

Malam itu, Veronica sedang menonton televisi dengan putrinya Frances di tempat tidur di kamar utama. Tepat sebelum pukul sembilan, pengasuh mereka, Sandra Rivett, memeriksa dan bertanya apakah mereka mau minum teh. Mereka menjawab ya.

Veronica sempat pergi ke dapur di ruang bawah tanah dan mendapati lampu di ruangan itu mati. Tiba-tiba dia mendengar suara datang dari bawah tangga, dan kemudian seseorang memukul kepalanya setidaknya 4 kali. Veronica menjerit dan berusaha melawan penyerangnya. Ia sempat dicekik sampai akhirnya berhasil melarikan diri.

Baca juga: Kasus Pembunuhan Misterius JonBenet Ramsey

Kedua versi ini dibagikan dalam persidangan di mana Lucan kemudian dinyatakan bersalah atas pembunuhan tersebut.


Lord Lucan Hilang Misterius

Sementara itu Lord Lucan tidak pernah terlihat lagi setelah terakhir mendatangi rumah Susan. Anehnya bila ia memang ingin pergi, mengapa ia pergi tanpa paspor, buku cek, SIM, atau bahkan atm banknya.

Mobil yang dikenadarai Lucan sebelum menghilang adalah mobil Ford Corsaire yang dipinjamnya dari temannya yang bernama Michael Stoop sebelum pembunuhan terjadi. Menurut keterangan Stoop, Lucan sudah meminjam mobil itu secara khusus beberapa hari sebelum peristiwa itu terjadi.

Michael Stoop

Stoop sendiri sebenarnya punya 2 mobil, di mana mobil yang satunya lagi lebih bagus daripada Corsaire yang dipinjam Lucan. Menurut keterangan Stoop, dia sudah menawarkan pada Lucan mobil yang lebih bagus, tetapi Lucan lebih memilih Corsaire. Polisi menduga bahwa mobil itu memang sengaja dipilih untuk membuang mayat. Anehnya, Lord Lucan sebenarnya punya mobil Marcedes tetapi mengapa ia meminjam mobil teman itu.

Ford Corsaire yang dipinjam Lord Lucan

Ford Corsaire yang dipinjam Lucan ditemukan 3 hari kemudian terparkir di sebuah pelabuhan di New Haven. Entah mengapa mobil itu ada di sana. Tetapi diketahui bahwa Lord Lucan sangat akrab dengan perahu. Dia cukup sering ikut berkompetisi dalam balapan perahu.

Polisi berspekulasi bahwa Lucan melarikan diri menggunakan perahu dan pergi dari daerah itu. Pelabuhan kemudian digeledah tetapi Lucan tidak ditemukan. Di dalam mobil yang tertinggal tersebut ditemukan noda darah yang sama yang ditemukan di lokasi kejadian di rumah Veronica Lucan. Selain itu di bagasi mobil, polisi juga menemukan topi dan pipa timah panjang. Kemungkinan besar senjata inilah yang digunakan dalam pembunuhan Sandra Rivett.

Sampai saat ini tidak ada yang tahu ke mana Lord Lucan pergi. Ia menghilang begitu saja. Sementara itu beberapa teori percaya bahwa ia sudah tewas dan tubuhnya terkubur di tanah milik temannya sendiri yaitu Susan Maxwell-Scott yang merupakan orang terakhir yang ditemuinya. Sementara yang lain percaya Lucan tidak mati dan berhasil melarikan diri.

Misteri Hilangnya Lord Lucan

Menurut penuturan beberapa orang yang melaporkan penampakan Lord Lucan, pria ini diklaim terlihat di 70 negara berbeda di seluruh dunia, termasuk Afrika Selatan, Peru, Irlandia, Belanda, dan Amerika Serikat.

Ada sebuah laporan yang menyatakan bahwa Lucan masih hidup dan menjalani hari-harinya sebagai musisi hippy bernama Jungly Barry. Sebuah laporan aneh lainnya menyatakan bahwa Lucan tinggal di Land Rover, Selandia Baru bersama seekor kambing pada tahun 2007.

Baca juga: 7 Tokoh Terkenal yang Hilang Misterius

Dari semua klaim dan teori penampakan orang-orang yang diduga adalah Lucan, cerita yang paling aneh mungkin adalah kisah dari pria pengelola klub judi yang sering dikunjungi Lord Lucan. Pria yang juga penjaga kebun binatang bernama John Aspinall itu dalam beberapa laporan mengatakan bahwa tubuh Lord Lucan telah diumpankan ke harimau setelah ia bunuh diri.

Sementara itu, putra Lucan dengan Veronika, George Bingham menjadi Earl ke-8 Lucan setelah ayahnya itu dinyatakan mati secara hukum tahun 2016. George selalu percaya bahwa ayahnya memang sudah meninggal dunia. George baru berusia 7 tahun saat pembunuhan itu terjadi.

Veronica Lucan bersama dengan tiga anaknya

Pada tahun 1982 atau 8 tahun setelah pembunuhan Sandra Rivett dan menghilangnya Lord Lucan, ketiga anak Lucan dipisahkan dari ibu mereka. George, Camilla, dan Frances ditempatkan dalam pengasuhan saudara perempuan ibu mereka dan suaminya, Christina dan Bill Shand Kydd. Veronica Lucan sendiri yang telah memiliki masalah gangguan kesehatan mental menolak untuk berkomunikasi dengan anak-anaknya sampai ia meninggal tahun 2017.

Bill Shand Kydd

Persidangan yang melibatkan pembunuhan Sandra Rivett dimulai pada 5 Juni 1975. Saat itu ilmu forensik masih berada pada masa awal. Sampel darah diajukan sebagai barang bukti dan hanya butuh setengah jam bagi juri untuk memutuskan bahwa Lucan bersalah atas pembunuhan terhadap Sandra Rivett.

Misteri terbesar dalam kasus ini adalah apa yang terjadi pada Lord Lucan. Apakah ia telah melarikan diri dan hidup dengan identitas baru? Apakah ia bunuh diri? Tetapi mengapa tubuhnya tidak pernah ditemukan? Mungkinkah Lucan pergi ke pelabuhan, naik kapal dan menenggelamkan diri ke dalam air hingga jasadnya tidak pernah ditemukan?

Referensi:

https://en.wikipedia.org/wiki/John_Bingham,_7th_Earl_of_Lucan
https://www.ranker.com/list/disappearance-of-lord-lucan/rachel-souerbry

3 Responses to "Pembunuhan Sandra Rivett dan Misteri Hilangnya Lord Lucan"

  1. suka sama semua cerita yang ada terutama pembunuhan, kasus tak terpecahkan dan hal unik lainnya. semangat terus tambah materi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih Arly, terus support merinding yahh.. :D

      Delete
  2. Seandainya dia tidak bermain judi mungkin ini semua tidak akan pernah terjadi.

    ReplyDelete