Penemuan Menakjubkan Mumi Lady Dai yang Berusia 2.100 Tahun




Pada puncak masa perang dingin, sekelompok orang membangun tempat perlindungan dari serangan udara di dekat kota Changsa. Saat menggali di lereng bukit Mawangdui itulah tanpa sengaja mereka menemukan makam raksasa di bawah lapisan tanah yang cukup dalam. Bukan harta karun atau benda-benda kuno yang menarik perhatian, tetapi jasad seorang wanita yang tetap awet tanpa terlihat mengalami pembusukan sama sekali, padahal usianya sudah lebih dari 2.100 tahun!

Saat membaca kata "mumi", mungkin banyak di antara kalian yang langsung berpikir tentang mumi Firaun yang ada Mesir. Tetapi ternyata ada juga mumi berusia lebih dari 2.100 tahun yang ditemukan di China. Mumi ini membuat kagum para arkeolog dan peneliti sejak pertama kali ditemukan karena kondisinya yang masih sangat terjaga dengan baik, meskipun telah melewati dua milenium lebih di bawah lapisan tanah. Bagaimana ceritanya?


Penemuan Mumi Lady Dai

Mungkin para pekerja yang menggali di lereng bukit Mawangdui pada tahun 1971 untuk membuat tempat perlindungan dari serangan udara, tidak akan menyangka bahwa mereka akan menemukan jasad fenomenal dari Dinasti Han. Sebelum tahun 1971, tidak ada sama sekali yang tertarik melakukan penelitian arkeologi di sana sampai akhirnya ditemukanlah salah satu mumi paling menakjubkan dalam sejarah.

Di bawah banyak lapisan tanah dan batu, para pekerja itu menemukan makam raksasa yang rupanya berasal dari Dinasti Han. Makam itu ternyata bukan hanya berada jauh di ke dalaman tanah, tetapi juga ukurannya sangat besar. Begitu besarnya sampai-sampai proses penggalian membutuhkan waktu selama hampir satu tahun dengan melibatkan bantuan lebih dari 1.500 orang sukarelawan yang kebanyakan adalah siswa sekolah setempat.

Penggalian di dekat bukit Mawangdui di mana Mumi Lady Dai ditemukan

Pada saat penggalian, memang banyak benda-benda kuno dari masa lampau yang ditemukan, tetapi yang paling berharga dan menarik perhatian justru adalah jasad seorang wanita yang masih utuh sempurna, seolah-olah wanita itu baru saja meninggal dunia. Padahal usianya sudah ribuan tahun. Setelah itu berbondong-bondonglah sekelompok arkeolog dari berbagai negara datang ke situs tersebut.

Makam kuno itu adalah makam Li Chang yang megah, yang memerintah di provinsi tersebut pada masa pemerintahan Dinasti Han, sekitar 2.200 tahun yang lalu.

Baca juga: Kisah di Balik Mumi La Doncella, Children of Llullaillaco

Makam itu sendiri berisi sebanyak lebih dari 1.000 artefak berharga, termasuk di dalamnya patung-patung emas dan perak, barang-barang rumah tangga serta pakaian yang terbuat dari sutra kuno yang halus.

Namun penemuan ini tidaklah seberapa dibandingkan dengan penemuan mumi Xin Zhui, istri Li Chang. Mumi yang sekarang lebih dikenal dengan nama Mumi Lady Dai Xin Zhui (mumi Lady Dai) ini ditemukan dalam keadaan terbungkus 20 lapisan sutra dan disegel dalam empat peti mati yang rumit dan saling tertutup. Peti mati itu berada jauh di bawah lapisan tanah.

Jasad Lady Dai yang dibalut dengan puluhan kain sutra berlapis-lapis

Peti mati yang paling luar dicat hitam yang melambangkan kematian dan alam akhirat. Pada peti mati di bagian ini dihiasi dengan bulu dari berbagai jenis burung. Menurut kepercayaan Cina kuno, orang mati harus menumbuhkan bulu dan sayap sebelum mereka bisa hidup abadi di akhirat.

Para arkeolog dibuat tercengang oleh kondisi mumi yang masih sangat terjaga, sama sekali tidak ada tanda-tanda pembusukan. Meskipun memang ada beberapa mumi yang diawetkan dengan baik telah ditemukan sebelum ditemukannya Lady Dai ini, tetapi kondisi seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya. 

Rambut pada mumi ini masih utuh, sementara itu kulit tubuhnya juga masih lembut dan dalam kondisi lembab. Nyaris tidak ditemukan adanya kerusakan atau tanda-tanda pembusukan. Selain itu juga, otot-otot mumi ini berada dalam kondisi yang sangat baik bahkan anggota tubuhnya benar-benar bisa ditekuk. Padahal usianya saja sudah lebih dari 2.100 tahun.

Mumi Lady Dai Xin Zhui

Para peneliti menyimpulkan bahwa mumi Lady Dai kemungkinan besar dahulunya dimasukkan ke dalam sejenis cairan asam yang dapat mencegah terjadinya pembusukan. Namun cairan asam itu tidak dapat diidentifikasi.


Mumi Lady Dai Diotopsi

Otopsi Lady Dai dilakukan pada Desember 1972. Setelah proses otopsi terungkap bahwa wanita itu meninggal dunia pada usia 50 (antara tahun 178 atau 175 SM) yang kemungkinan besar karena serangan jantung yang diakibatkan oleh kesehatan yang buruk.

Otopsi juga mengungkapkan bahwa darah Lady Dai adalah tipe A dan kemungkinan besar dia menderita diabetes. Terlepas dari penyakitnya tersebut, ia nyatanya hidup lebih lama dibandingkan suaminya atau bahkan putrinya, yang keduanya ditemukan terkubur di makam yang sama di sampingnya, tetapi jenazah keduanya telah membusuk.

Baca juga: Otzi, Mumi Manusia Tertua dari Tahun 3300 SM

Menurut sejarawan, Xin Zhui adalah seorang wanita bangsawan terhormat yang menjalani kehidupan mewah. Dia kemungkinan terbiasa mengkonsumsi makanan mewah yang tidak bisa dimakan rakyat biasa saat itu seperti daging rusa, kerang, dan daging kambing, dan buah-buahan langka yang mahal.

Proses otopsi mumi Lady Dai

Saat proses otopsi, para peneliti juga menemukan biji melon di perut Lady Dai dan menyimpulkan bahwa dia makan melon hanya dua jam sebelum kematiannya. Sebanyak 138 biji melon yang tidak tercerna itu ditemukan di kerongkongan, perut, dan ususnya. Biji melon membutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk dicerna sehingga para ilmuwan dapat menentukan bahwa dia meninggal tak lama setelah makan beberapa melon.

Sementara itu, terlepas dari kenyataan bahwa dia telah dikuburkan selama lebih dari dua milenium, kulitnya masih lembab dan elastis, persendiannya masih fleksibel, setiap bagian masih utuh hingga ke bulu mata dan rambut di lubang hidungnya, dan darah masih tersisa di nadinya.

Kulit mumi Lady Dai yang masih tetap awet sempurna

Ketika dia dikeluarkan dari makam, oksigen langsung mempengaruhi tubuhnya di mana ia terlihat saat ini tidak secara akurat memperlihatkan bagaimana dia saat pertama kali ditemukan. Namun demikian, ketika para ilmuwan forensik melakukan otopsi pada mumi Lady Dai, mereka terkejut menemukan bahwa tubuh itu kondisinya dalam keadaan yang sama dengan tubuh orang yang baru saja meninggal dunia.

Otopsi mengungkapkan bahwa semua organnya masih utuh bahkan hingga ke paru-paru vagus, yang setipis rambut. Gumpalan darah ditemukan di pembuluh darahnya dan bukti ditemukan serangan jantung koroner, serta sejumlah penyakit lain seperti diabetes, tekanan darah tingi, kolesterol, penyakit hati, dan juga batu empedu. Lady Dai meninggal dunia karena serangan jantung pada usia 50 tahun disebabkan oleh obesitas atau kurang olahraga.


Apa yang Membuat Mumi Lady Dai Terjaga dengan Sangat Baik?

Para arkeolog dan ahli patologi belum menentukan dengan pasti faktor apa yang membuat mumi Lady Dai sampai begitu terjaga. Tetapi ada beberapa kemungkinan dan faktor yang telah ditelaah yang kemungkinan merupakan penyebab dibalik keawetan Lady Dai yang begitu sempurna.

Lady Dai ditemukan di sebuah makam kedap udara sedalam 12 meter di bawah tanah dan terkunci di dalam empat lapis peti mati. Tubuhnya Lady Dai juga terbalut dalam 20 lapisan kain sutra. Tidak hanya itu saja, jasadnya ditemukan di dalam 80 liter cairan yang tidak diketahui. Cairan yang agak asam dengan kandungan magnesium tinggi di dalamnya inilah yang diduga merupakan salah satu rahasia tubuhnya yang tidak rusak sama sekali.

Ilustrasi bagaimana jenazah Lady Dai ditempatkan di bawah lapisan tanah yang dalam

Peti mati Lady Dai tadi terletak di dalam kompartemen di tengah-tengah corong berbentuk, tanah liat, cemara besar, dan juga kubah pemakaman. Sementara itu sekitar lima ton arang penyerap kelembaban ditemukan di sekitar lemari besi. Bagian atas peti ditutup lagi dengan tanah liat tambahan setebal 3 kaki.

Baca juga: 7 Mumi Paling Fenomenal di Dunia

Peti mati Lady Dai

Dalam keadaan demikian maka makam Lady Dai benar-benar kedap udara. Bahkan bakteri penyebab pembusukan juga akan mati karena kekurangan oksigen di dalam sana. Air tanah yang biasanya berperan dalam pembusukan jenazah tidak bisa menembus ke dalam peti matinya. Mambuat makamnya itu otomatis berada di lingkungan yang benar-benar sangat lembab sekaligus steril.

Perlu kalian ketahui keadaan mumi Lady Dai yang kita lihat saat ini ternyata jauh sekali dengan keadaannya ketika pertama kali ditemukan. Saat ditemukan, kulitnya benar-benar menunjukkan seperti orang yang baru saja meninggal. Kulit tubuhnya masih lembut saat disentuh dan memiliki kelembababan dan elastisitas sempurna. Rambut aslinya masih utuh, termasuk di kepala, lubang hidung, serta alis dan juga bulu mata.

Namun mayat Xin Zhui yang diawetkan selama ribuan tahun itu segera menagalami oksidasi begitu oksigen di udara bebas menyentuh tubuhnya.


Penemuan Barang Berharga Lainnya

Selain menemukan mumi Lady Dai, para arkeolog menemukan juga menemukan lebih dari 1.000 barang berharga mulai dari kain sutra halus, hidangan aneh (seperti jamur ulat), lemari pakaian yang terisi lebih dari 100 pakaian sutra, 182 potong parnis, dan juga 162 patung kayu berukir. Patung berukir ini dipercaya mewakili pasukan pelayan yang akan menemani Lady Dai di kehidupannya di akhirat.

Ukiran kayu berbentuk manusia yang ditemukan di makam Lady Dai

Jika kalian pernah membaca artikel merinding.com tentang Kaisar China Qin Shi Huang maka kalian akan memahami bahwa pada masa kuno, para bangsawan yang memiliki kedudukan tinggi percaya bahwa menempatkan patung yang menyerupai orang atau hewan itu dimaksudkan agar begitu sampai di akhirat, maka patung-patung itu akan berubah menjadi manusia atau hewan sungguhan dan dapat menemani orang yang meninggal tadi.

Baca selengkapnya: Kisah Kelam Patung Tentara Terakota dan Obsesi Aneh Kaisar Qin

Selain kain sutra dan juga patung berukir, ditemukan juga berbagai macam piring, mangkuk, nampan, vas, baskom, dan alat-alat rumah tangga lainnya, juga ada peralatan mandi dan peralatan make-up. Sungguh luar biasa.

Perkiraan tampilan fisik Lady Dai

Menariknya lagi, bukan hanya kain, patung, dan berbagai alat rumah tangga, makamnya juga dipenuhi dengan banyak makanan. Di dalam beberapa lusin tembikar terdapat gandum, akar lotus, buah stroberi, pir, plum, kurma. Tak hanya itu ada juga berbagai macam daging seperti daging babi, daging sapi, daging domba, daging rusa daging kelinci, angsa, ayam, bebek, burung, ikan, hingga telur. Makanan ini dipercaya disajikan untuk dinikmati Xin Zhui di akhirat kelak.

Perlu diketahui bahwa pada masa itu, masyarakat biasa tidak makan makanan seperti itu. Makanan mereka biasanya hanya terdiri dari gandum, barley, dan kedelai.

Saat ini mumi Lady Dai dan sebagian besar artefak lainnya yang ditemukan di makam dapat dilihat di Museum Provinsi Hunan.

Referensi:

https://en.wikipedia.org/wiki/Xin_Zhui
https://www.thevintagenews.com/2018/02/25/lady-of-dai/
https://www.ancient-origins.net/ancient-places-asia/enduring-mystery-lady-dai-mummy-001357


0 Response to "Penemuan Menakjubkan Mumi Lady Dai yang Berusia 2.100 Tahun"

Post a Comment