Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kisah Mike Marcum dan Mesin Waktunya



Ada banyak kisah tentang orang-orang yang mencoba membuat mesin waktu, entah itu untuk menengok ke masa depan atau sekadar melihat masa lalu. Namun di antara orang-orang itu tak sedikit yang cenderung fiktif. Nah, kisah berikut ini adalah tentang seorang pria yang mencoba membuat mesin waktu. Dia adalah sosok yang benar-benar nyata, pernah dipenjara karena kasus pencurian, bahkan pernah diundang beberapa kali dalam siaran radio sebelum akhirnya menghilang misterius. Apakah ia berhasil melakukan perjalanan waktu?!

Bagi saya selalu menarik membahas kemungkinan manusia bisa melakukan penjelajahan waktu. Begitu pun bagi sebagian besar orang. Jadi tidak heran kalau kalian melihat banyak sekali artikel atau video Youtube yang membahas misalnya tajuk :"orang-orang yang berhasil melakukan penjelajahan waktu" mendapat views yang luar biasa tak peduli itu sungguhan atau bukan.

Salah satu orang yang mencoba melakukan perjalanan waktu dengan membuat mesin waktu adalah Prof Ronald Mallet. Prof. Mallet begitu teobsesi untuk kembali ke masa lalu dengan tujuan bertemu lagi dengan ayahnya yang sudah meninggal.

Bila Prof Mallet melakukannya untuk alasan itu, berbeda dengan pria yang akan diceritakan ini. Seperti kata Enigma, kisah pria ini sangat menarik karena dia sama seperti orang-orang kebayakan. Tidak punya alasan khusus atau pun mulia untuk membuat mesin waktu, hanya ingin mengetahui nomor lotere yang akan keluar. Tetapi justru karena niat polosnya itu kisah ini jadi sungguh menarik.

Namanya Mike Marcum. Orang-orang yang mengenalnya menyebutnya "Mad Man" alias pria gila. Barangkali itu karena obsesinya yang tidak biasa, membuat mesin waktu.

Mike Marcum

Pada suatu hari di awal tahun 1995, Marcum mencoba membuat mesin waktu di teras rumahnya di Missouri, Amerika Serikat. Usianya saat itu baru 21 tahun dan dia adalah seorang mahasiswa jurusan kelistrikan. Bila dibandingkan dengan teman-temannya, Marcum bisa dibilang tergolong cerdas.

Tak punya uang dan punya kemampuan mumpuni mengutak-atik alat-alat listrik lah yang tiba-tiba membuat imajinasi Marcum melejit. Ia berpikir bagaimana caranya membuat mesin waktu untuk menengok masa depan, sekadar mengintip nomor lotere yang akan menjadi pemenang. Tujuan yang sangat sederhana.

Maka Marcum mulai bekerja dengan menggunakan Tangga Yakub. Apa itu Tangga Yakub?

Tangga Yakub adalah semacam alat yang terdiri dari dua batang logam yang bila dialiri listrik maka akan menciptakan percikan-percikan listrik di antara batang logam tersebut. Saat membuat Tangga Yakub itulah, Marcum melihat munculnya lingkaran yang berkilauan aneh di atas peralatan tersebut. Marcum tak tahu dengan pasti apa yang terjadi pada alat itu, namun ia sangat penasaran. Ia lalu melemparkan sebuah sekrup logam ke dalam lingkaran tersebut.
Tangga Yakub

Menurut Marcum, sekrup tersebut sempat menghilang begitu dilemparkan. Ia menambahkan kalau benda itu lenyap sekitar 1 detik dan kemudian muncul kembali beberapa meter dari tempat ia berdiri. Entah bagaimana Marcum lalu menyimpulkan kalau sekrup itu pergi ke masa depan. Setelah yakin akan hal tersebut, Marcum segera merencanakan membuat tangga yakub seukuran manusia dengan 168 elektromagnetik.

Membuat tangga Yakub sebesar itu, Marcum mendapatkan kendala. Apalagi kalau bukan sumber listrik. Dengan peralatan yang sedemikian besar, ia harus memiliki tegangan listrik yang jauh lebih besar. 

Awalnya Marcum mencoba untuk membeli trafo untuk eksperimennya, namun karena tak ada biaya, ia akhirnya nekat mencuri. Marcum lalu pergi ke pembangkit listrik setempat. Marcum tadinya cuma berniat ingin mengambil 3 trafo saja, namun ia mengambil seluruh trafo yang jumlahnya enam.

Untuk menghindari kecurigaan orang-orang akan eksperimennya yang tidak biasa, Marcum melakukan percobaannya pada malam hari. Lagi pula menurutnya, eksperimennya sempat beberapa kali merusak barang-barang di rumahnya.  


Niat Marcum untuk melakukan eksperimennya itu gagal total. Sherif setempat, Eugene Lupfer yang mengetahui pencurian itu langsung menuju rumah Marcum. Hari itu tanggal 29 Jauari 1995. Dengan surat perintah penggeledahan, petugas masuk ke rumah Marcum melalui pintu yang tidak terkunci di mana mereka menemukan Mike sedang tertidur. 

Di antara barang-barang yang mereka temukan adalah pemantik rokok elektrik yang terbuat dari oven microwave, alat-alat listrik, dan 6 trafo curian senilai sekitar $13.000. Dengan penemuan bukti tersebut, Mike diseret ke penjara. Ia menjalani hukuman selama 60 hari di sana. 

Kisah inilah yang kemudian diceritakan Mike pada Art Bell di sebuah acara radio bernama Coast to Coast tak lama setelah dirinya keluar dari penjara. 

Marcum mengatakan bahwa dia sedang merencanakan eksperimen lain tetapi tidak memiliki ruang dan dana. Di akhir acara, Mike memberikan nomor teleponnya dan dia menerima banyak panggilan telepon selama 3 hari. Wawancara tersebut sangat membantu Mike karena banyak pendengar yang membantunya dalam ide dan pendanaan.

Marcum kemudian diketahui pindah ke sebuah apartemen di wilayah St. Joseph dan mulai mengerjakan mesin waktunya lagi. Namun seperti diduga, eksperimennya diklaim mengganggu dan akhirnya pemilik apartemen tersebut mengusirnya. 

Setelah bantuan mengalir dari para pendengar radio Coast to Coast, proyek mesin waktu Mike berikutnya jauh lebih besar dan lebih kuat dari yang sebelumnya. Jika mesin sebelumnya bekerja pada level kilowatt, mesin terbarunya dirancang untuk 3 juta watt. 

Mike Marcum

Selain itu alih-alih menggunakan laser cd, Mike menggunakan medan magnet berputar seperti yang digunakan dalam Eksperimen Philadelphia. Alasannya adalah bahwa medan magnet yang berputar lebih efisien. 

Pada tahun 1996, Art Bell kembali mengundang Marcum di acara radio Coast to Coast. Dengan bersemangat Marcum mengatakan bahwa ia sedang bereksperimen dengan mesin waktu yang lebih canggih. Ia juga sesumbar bahwa 30 hari lagi mesin waktu ciptaannya itu akan selesai. 

Oh ya, pada salah satu kesempatan salah satu pendengar acara tersebut (yang juga pernah membantu Mike dalam wawancara pertama) bertanya pada Mike tentang insiden sofa. Mike tidak yakin apakah harus menceritakan hal tersebut. Namun setelah didesak ia akhirnya bercerita.

Menurutnya pada suatu malam saat ia sedang berpesta dengan teman-temannya di rumahnya, salah satu temannya yang sedang duduk sofa kemudian berdiri meminta bir. Ketika Marcum mengambil bir itu, dia melihat kalau sofanya hilang. 

Dia berkata, "Teman-teman, di mana sofa saya?" Dia berpikir mereka sedang mengerjainya. Tetapi dia sudah mencari-cari sampai keluar rumah barangkali sofa itu disembunyikan di luar. Tapi ia tidak menemukan sofa itu. 

"Sofa sebesar itu sangat sulit disembunyikan. Satu-satunya jalan keluar rumah adalah pintu belakang yang saat itu dihalangi oleh trafo yang sangat besar." ujar Marcum. Mungkinkah sofa itu masuk ke dalam mesin waktu?

Kembali ke acara wawancara radio Coast to Coast. Art Bell sempat meminta agar Marcum memberi tahukannya bila mesin waktu ciptaanya selesai. Ia ingin mendokumentasikan bukti konsklusif pertama adanya perjalanan waktu dalam sejarah. Di akhir acara Mike memutuskan untuk memberikan alamatnya. Siapa pun yang tertarik dapat melihat ke rumahnya.


Wawancara itu diakhiri dengan Marcum yang mengklaim bahwa dia telah berhasil menjalankan mesin waktu yang dimaksudnya hanya tinggal beberapa perbaikan. Ketika ditanya apa yang dia bawa untuk menjalankan mesin tersebut, Marcum menjawab hanya ponselnya.

Tetapi sayangnya kemunculannya Marcum di acara tersebut adalah kemunculannya yang terakhir. Marcum tak pernah lagi terlihat setelah itu. Pada Januari 1997, ia dinyatakan menghilang.

Apakah Mike Marcum berhasil menciptakan mesin waktunya dan melakukan penjelajahan waktu? Atau apakah semua aliran listrik yang sangat besar itu telah membunuhnya? Atau seperti kata Enigma, ia menyerah dengan percobaannya dan menjalani hidup sebagai petugas listrik di Missouri? Tak ada yang tahu.

Tak lama setelah Marcum menghilang, seorang pendengar radio Coast to Coast dari Orange County menelepon Art Bell untuk membicarakan sebuah cerita aneh yang ia temukan. 

Menurut sang penelepon, ia ingat dengan sebuah foto dari surat kabar tahun 1920-an. Menurut surat kabar tersebut, polisi menemukan seorang pria mati di sebuah pantai di California. Tubuh pria itu hancur dalam sebuah tabung logam besar yang aneh. 

Malangnya pria tersebut tidak dapat dikenali dan perangkat misterius ditemukan di dekat tubuhnya. Para polisi saat itu tidak bisa mengidentifikasi peralatan itu dan juga identitas mayat. Penyebab kematiannya juga tidak dapat dipecahkan.

Coba kalian tebak perangkat apa yang ditemukan itu? Ya, sebuah perangkat mirip ponsel. Sama seperti apa yang dikatakan Marcum pada kemunculannya yang terakhir. Apakah Mike Marcum telah berhasil melakukan perjalanan lintas waktu ke masa lalu? Apakah mayat pria tersebut adalah Marcum? Entahlah. Seperti biasa misteri ini ditutup dengan: Tak terpecahkan!

Referensi:

http://www.enigmablogger.com/2009/10/mike-marcum-kisah-seorang-pria-yang.html
http://esp-realm.blogspot.com/2011/11/mysterious-disappearance-of-mike-marcum.html
http://from-the-shadows.blogspot.com/2007/01/mike-marcum-and-time-machine.html
http://coreyandleighsblog.blogspot.com/p/mike-madman-marcum.html


Kasih komentar yaa.. Tanpa kalian apalah arti aku menulis. Kalian adalah penyemangat setiap kalimat demi kalimat yang kutulis, setiap artikel yang kuposting.. ;)

Perhatian: Mohon hargai penulis dengan tidak mengambil atau copy paste artikel di blog ini untuk dijadikan postingan blog/website ataupun konten Youtube. Terima kasih.. ^^

Eya
Eya Mystery and World History Enthusiast

16 comments for "Kisah Mike Marcum dan Mesin Waktunya"

  1. Astaga kalo beneran itu mayatnya mike, berarti mesin waktu memang pernah diciptakan tetapi hanya bisa ke masa lalu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sayangnya foto dari surat kabar tahun 1920an yang dimaksud tidak pernah muncul ke publik. Jadi agak meragukan. Kalau sosok Mike Marcum sih memang benar-benar ada, cuma di internet pun minim sekali foto-fotonya. Padahal berharap bisa melihat penampakan mesin waktu yang dibuatnya.

      Delete
  2. Kak bisa bahas Pierre Tendean ga?hehe

    ReplyDelete
  3. Saya lebih setuju dengan teori kegagalannya dengan menjadi teknisi listrik, tentang berita 1920an kemungkinan yg mati seperti itu banyak bisa siapa aja.

    Mesin waktu menarik, tapi hanya kehendak-Nya itu bisa semua terjadi seperti kisah Ashabul Kahfi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh, ada Harllie.. iya kisah tentang mesin waktu dan kemungkinan manusia bisa melakukan perjalanan waktu entah itu ke masa depan atau masa lalu memang sangat menarik ya.

      Delete
  4. Wah,antara percaya ama nggak sama mesin waktu :v
    Gk ada foto surat kabar tahun 1920-an itu :v

    ReplyDelete
    Replies
    1. Meskipun banyak cerita tentang orang-orang yang berhasil membuat mesin waktu, pada kenyataannya sampai saat ini belum ada yang benar-benar terbukti.

      Delete
  5. Kayaknya teori Stephen Hawking tentang mesin waktu yang cuma bisa ke masa lampau itu bener, deh. Soalnya masa depan itu terlalu bercabang dan rumit, jadinya sudah buat pergi ke sana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah menarik ini. Saya pernah baca, kalau kata Einstein jika kita ingin menjelajah waktu maka kita harus bergerak dengan sangat sangat cepat. Jadi misal ada pesawat berkecepatan cahaya melakukan perjalanan yg jaraknya 40 tahun cahaya dari bumi ke suatu tempat lain, maka saat pesawat itu kembali ke bumi, awak pesawat akan menemukan orang-orang yang dikenalnya sudah menua dan bahkan sudah meninggal. Ini akibat waktu yang berjalan lebih lambat. Bagi orang bumi awak pesawat sudah pergi selama puluhan tahun. Kira-kira ini yang disebut pelebaran waktu. Tapi ya kembali lagi, kalau pun pesawat berkecepatan cahaya itu benar-benar bisa diciptakan, tubuh manusia tidak akan bisa menahan tekanan yang disebabkan oleh kecepatan sebesar itu.

      Delete
  6. Cerita yang menarik kak .
    Selalu posting hal hal yang menarik terus ya kak .

    ReplyDelete