Penyerangan Legendaris Günther Prien di Scapa Flow




Scapa Flow adalah momok mengerikan bagi para tentara Jerman. Pangkalan armada Inggris yang dikelilingi oleh pulau-pulau dan semenanjung itu dijaga ketat. Masuk ke dalamnya berarti sama dengan bunuh diri. Meriam-meriam di pantai siap meledakkan kapal-kapal musuh. Maka tidak heran kalau tak ada yang akan menyangka bahwa serangan Günther Prien ke Scapa Flow pada Oktober 1939 itu akan menuai sukses besar, apalagi sampai menenggelamkan kapal tempur andalan Inggris, Royal Oak.

Günther Prien baru berusia 31 tahun saat mengemban tugas sebagai komandan kapal U-Boot Jerman. Pria yang lahir di Liepzig pada 16 Januari 1908 ini merupakan anak buah komodor Karl Doenitz, komandan armada kapal selam Jerman yang dikenal disiplin, berani, dan juga penuh pertimbangan. Maka tak heran pada suatu hari di bulan Oktober 1939, Doenitz memanggil Prien untuk memintanya menerobos Scapa Flow.

Günther Prien

Sebenarnya pada Perang Dunia I, U-Boot pernah dua kali mencoba masuk ke Scapa Flow. Salah satunya bahkan diisi oleh perwira-perwira berpengalaman. Tetapi usaha untuk menerobos ke pangkalan armada Inggris tersebut ternyata bukanlah pekerjaan gampang.

Baca juga: Die Glocke, Senjata Rahasia Nazi yang Misterius

Scapa Flow sebenarnya memiliki arus air yang tenang karena tempat ini dikelilingi oleh semenanjung dan juga pulau-pulau. Tetapi arus air di bagian pintu masuk pangkalan ini terkenal sangat berbahaya, bahkan bagi kapal selam canggih sekali pun.

Bahkan kalau pun berhasil masuk, maka mereka harus bersiap dengan gempuran meriam-meriam yang ada di pantai. Maka siapa pun yang ingin masuk ke wilayah ini pasti akan berpikir seribu kali.

Scapa Flow

Maka pada tanggal 14 Oktober 1939, ketika kapal selam Jerman U-47 di bawah komando Günther Prien berhasil memasuki "sarang macan" tersebut, sekaligus juga menenggelamkan kapal tempur kebanggaan Inggris, Royal Oak yang beratnya nyaris 30.000 ton lengkap dengan 800 perwira dan juga anak buahnya, maka gemparlah rakyat Inggris. 

Prien bukan hanya berhasil menenggelamkan Royal Oak tetapi juga berhasil lolos dengan selamat dari Scapa Flow tanpa kerusakan berarti pada kapalnya.

Bahkan Winston Churchil yang saat itu merupakan Menteri Kelautan menyatakan kekagumannya pada keberhasilan serangan tersebut. Sekembalinya ke Jerman, Hitler memberikan bintang kehormatan kepada Prien dan juga anak buahnya. Dia adalah komandan U-Boot pertama yang menerima the Knight's Cross of the Iron Cross with Oak Leaves dari Nazi Jerman. Sebuah penghargaan super prestisius.

Günther Prien bersama dengan para awak U-47 menerima penghargaan dari Adolf Hitler

Lalu bagaimana kisah sang komandan militer sampai berhasil memperoleh keberhasilan yang gemilang dalam serangan perdananya itu?


Gunther Prien dengan U-47 Menerobos Scapa Flow

Saat Perang Dunia II baru berjalan sekitar satu bulan, di suatu hari di bulan Oktober 1939, Komandan Karl Doenitz memanggil Günther Prien. Doenitz saat itu ada di markas besarnya dengan sebuah peta kepulauan Inggris yang tergambar Scapa Flow dalam genggamannya.

Doenitz sekonyong-konyong bertanya apakah bawahannya itu bersedia menyerang Scapa Flow, sambil menunjuk ke arah pintu masuk Scapa Flow, di mana dahulunya U-Boot dari Perang Dunia I mati tak berdaya persis di depan Scapa Flow.

Doenitz tidak mengharapkan jawaban diberikan Prien saat itu juga. Prien diberi waktu untuk berpikir selama dua hari. Ia juga tidak dipaksa untuk mengambil tugas tersebut. Namun setelah dua hari Prien mempelajari peta dan dokumen terkait Scapa Flow, ia dengan yakin untuk menerima tugas itu.

Baca juga: Project Paperclip, Operasi Perekrutan Ilmuwan Nazi

Prien beserta awak kapal kemudian berangkat dengan kapal selam U-47 dari pangkalan Kiel menuju perairan Inggris pada 8 Oktober 1939.

Günther Prien

Sementara itu di Scapa Flow, panglima armada Inggris, Sir Admiral Charles Forbes telah mendapat kabar keberangkatan kapal penjelajah tempur Jerman Gneisenau. Kapal itu beserta teman-temannya telah meninggalkan pelabuhan Jerman untuk menyergap kapal-kapal dagang Inggris.

Keesokan paginya tanggal 8 Oktober 1939, Laksamana Forbes meninggalkan Scapa Flow bersama dengan sejumlah kapal raksasa mulai dari kapal tempur Nelson, Rodney, kapal induk Furious, kapal penjelajah New Castle dan kapal tempur Royal Oak berangkat bersama mengarungi samudera dengan satu tujuan: Mencegat Gneisenau. Namun sampai lebih dari seminggu, kapal tempur Jerman itu tak juga ditemukan.

Setelah pencarian yang melelahkan dan tanpa hasil itu, kapal Royal Oak kembali ke Scapa Flow dan berlabuh disana sampai malam yang menentukan itu tiba.

Sebenarnya kapal tempur Jerman Gneisenau itu hanya untuk mengalihkan perhatian saja. Setelah semua kapal tempur Inggris bergerak mencari untuk menangkapnya, mereka tidak tahu kalau Günther Prien dan awak kapal U-Boot sedang menuju Scapa Flow.

Rute perjalanan U-47 menumbangkan Royal Oak di Scapa Flow

Keadaan yang Tak Terduga

Malam hari tanggal 12 Oktober, cuaca buruk menggelayuti Kepulauan Orkney, dekat Scapa Flow. Prien menunggu sambil sesekali menyelam dengan U-47. Ia berlayar ke arah pantai dengan menggunakan mesin diesel. Ada sebuah kapal kecil penangkap ikan di sana, tetapi Prien sama sekali tak mengganggunya. Itu bukanlah mangsa yang diincarnya. Malam itu keadaan tenang.

Sesungguhnya hanya Prien-lah yang tahu rencana menentukan itu akan dilakukan kapan dan bagaimana. Setelah memerintahkan agar semua anak buahnya berkumpul, barulah ia mengatakan bahwa mereka akan masuk ke Scapa Flow besok.

Anak buah Prien di dalam U-Boot dengan tenang menerima berita mendebarkan ini. Semua lampu-lampu yang tidak diperlukan dipadamkan dan digantikan dengan tenaga accu.

Siang harinya tanggal 13 Oktober, U-47 ada di dasar laut tanpa diketahui oleh siapa pun di Scapa Flow. Hingga akhirnya malam pun tiba.

Kapal Selam U-47

Menurut perhitungan, pada pukul 7 malam seharusnya suasana sudah gelap. U-47 perlahan naik ke permukaan laut. Untuk berjaga-jaga, sejumlah dinamit telah dipersiapkan untuk antisipasi kalau-kalau musuh tiba-tiba bergerak. Tetapi setelah pukul 7.15, nyatanya keadaan di darat masih terang! Padahal biasanya di musim gugur itu pukul 7 sudah gelap. Prien terkejut. Ini benar-benar di luar dugaannya.

Prien pun berhitung. Bila U-47 masuk lagi ke dalam laut dan menunggu keesokan harinya untuk melakukan serangan, maka anak buahnya bisa kehilangan semangat. Padahal saat itu semangat mereka sedang memuncak. Setelah dilakukan perundingan, akhirnya diputuskan serangan tetap akan dilakukan malam itu juga!


Penyerangan Scapa Flow yang Melegenda

Pukul 11 malam U-47 menuju Holm Sound, tetapi mereka terpaksa kembali lagi menyelam karena ada kapal dagang yang lewat. Lewat tengah malam, mereka akhirnya berhasil masuk ke Scapa Flow. Sekarang mereka bahkan sudah begitu dekat dengan daratan, Prien bahkan bisa melihat lampu sebuah sepeda. Ini berarti Prien berhasil mencapai apa yang belum pernah dicapai Jerman sebelumnya.

Prien lalu bergerak ke arah utara. Awalnya ia menduga di sana ada banyak kapal tempur, tetapi ternyata hanya ada satu kapal tempur yaitu Royal Oak dan sebuah kapal pengangkut yang sudah tua, seaplane carrier, kapal induk untuk pesawat Pegasus. Saat itu pukul 1.16 dini hari.

Baca juga: Kisah Maria Orsic, Aldebaran, dan Vril Society

Prien beraksi dalam keheningan malam. Torpedo dilepaskan satu mengenai Pegasus, dan dua torpedo lainnya diarahkan ke Royal Oak tetapi tidak kedengaran letusannya. Pukul 1.21 setelah mengisi torpedo baru, terdengar ledakan hebat dari Royal Oak. Air dan api muncrat ke angkasa yang disusul dengan pecahan puing-puing kapal. Scapa Flow yang tadinya tenang mendadak panik. Orang-orang berlarian di tengah malam itu.

Ilustrasi bagaimana terbakarnya Royal Oak, sementara U-47 segera melarikan diri dari Scapa Flow

Setelah semua torpedo kosong, U-47 segera meninggalkan Scapa Flow pukul 01.28. Sementara itu setelah 13 menit diterjang torpedo, Royal Oak miring lalu perlahan tenggelam ke dasar lautan. Pada saat itu Inggris bahkan belum mengetahui bagaimana bisa kapal raksasa itu bisa tenggelam. Beberapa hari kemudian barulah Berlin mengumumkan kesuksesan mereka di bawah komando Günther Prien dengan U-47 nya.

Pada tanggal 17 Oktober 1939, Günther Prien yang mendadak terkenal berkat keberhasilannya tiba di pangkalan Wilhelmshaven pukul 11 siang. Prien beserta seluruh anak buahnya lalu dibawa ke Kiel. Di sana Groszadmiral Erich Raeder, yaitu pimpinan tertinggi dari seluruh armada Jerman telah menantikan para pahlawan baru itu.

Kedatangan U-47 beserta awak yang disambut meriah

Mereka kemudian berangkat ke Berlin, di mana Hitler telah menunggu kedatangan mereka di sana. Hitler menganugerahkan Bintang Ritter Kreuz, Salib satria kepada Prien. Sebuah penghargaan bergengsi Nazi. Prien berhasil membuat Inggris terheran-heran sekaligus takjub bagaimana bisa sebuah kapal selam bisa masuk ke pangkalan yang penuh dengan ranjau dan meriam, bahkan berhasil meloloskan diri tanpa ada kerusakan yang berarti. Sungguh sebuah keberuntungan.

Tetapi ini ternyata bukan hanya soal dewi fortuna. Kunci sebenarnya berada pada spionase intelijen Jerman belasan tahun sebelumnya. Nanti kapan-kapan akan saya bahas kisah spionase luar biasa seorang mantan perwira armada Jerman yang berhasil membongkar rahasia pertahanan di Scapa Flow.

Referensi:

P.K. Ojong. 2009. Perang Eropa. Jakarta: Penerbit Kompas.
https://en.wikipedia.org/wiki/G%C3%BCnther_Prien


2 Responses to "Penyerangan Legendaris Günther Prien di Scapa Flow"