Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pesan Misterius di Balik Lagu Stairway To Heaven




There's a lady who's sure all that glitters is gold
And she's buying a stairway to heaven
When she gets there, she knows if the store are all closed
With a word she can get what she came for


Sepanjang sejarah dunia musik, ada sebuah lagu yang sangat kontroversial, memicu perdebatan, sekaligus menyimpan misteri selama bertahun-tahun sejak pertama kali dirilis. Lagu yang berasal dari band asal Inggris, Led Zeppelin itu berjudul Stairway to Heaven.

Stairway to Heaven adalah sebuah single yang dirilis pada 8 November 1971 di bawah naungan Atlantic Records dalam sebuah album bertajuk Led Zeppelin IV Zoso. Band yang beranggotakan Robert Plant (vocal), Jimmy Page (gitar), John Paul Jones (bass), dan John Bonham (drum), ini berhasil membuat lagu Stairway to Heaven merajai stasiun-stasiun radio saat itu dan menjadi salah satu lagu yang paling sering dibawakan di seluruh dunia hingga hari ini.

Led Zeppelin

Stairway to Heaven adalah sebuah lagu yang unik bila tidak ingin dikatakan suram dan agak misterius. Diawali dengan lantunan akustik gitar yang terdengar amat rapuh, lagu ini kemudian berhasil membius hingga ke dalam lirik-liriknya. Nuansa zaman pertengahan juga amat kental terasa pada lagu ini. Namun yang membuat tercengang dan sulit dipercaya terletak pada liriknya yang diduga mengandung ajakan penyembahan setan.


Cover album Led Zeppelin IV Zoso yang juga memuat lagu Black Dog dan Rock and Roll

Bait-bait pertama lirik lagu Stairway to Heaven diawali dengan kalimat : "There's a lady who's sure all that glitters is gold. And she's buying a stairway to heaven. When she gets there, she knows if the store are all closed. With a word she can get what she came for.." (Ada seorang wanita yang yakin jika semua yang berkilau itu emas. Dan ia membeli sebuah tangga ke surga. Saat sampai di sana, ia tahu semua toko telah tutup. Dengan sepatah kata ia bisa mendapatkan apa pun yang diinginkan).

Lirik awak lagu Stairway di atas sepertinya biasa saja, tidak ada unsur satanisme seperti rumor yang kencang berhembus. Berikut ini adalah lirik dari lagu Stairway to Heaven yang kontroversial itu:




Lirik lagu Stairway to Heaven terdengar seperti lirik lagu pada umumnya bukan? Yah, walaupun memang nuansa lagu ini sendiri agak kelam dan dingin. Lalu di mana letak unsur satanisme seperti yang banyak dikatakan orang terdapat pada lagu ini? Ternyata bait-bait yang diduga berisikan pemujaan pada setan itu akan muncul dan membuat merinding begitu lagu ini diputar secara terbalik (backward).

Berikut ini adalah lirik lagu Stairway to Heaven bila diputar secara terbalik, pesan-pesan bernuansa satanisme berada di mana-mana sepanjang lagu ini.


Pada bait Refrain lagu Stairway to Heaven terdengar : "If there's a bustle in your hedgerow; don't be alarmed now; It's just a spring clean for the May Queen; Yes there are two paths you can go by; But in the long run; There's still time to change the road can go by" (Jika ada kesibukan di pagar pepohonanmu; Jangan kaget; Itu hanya saat bebersih untuk ratu bulan Mei; Ya, ada dua jalan yang bisa kau lalui namun dalam jangka panjang; Ada waktu untuk mengubah jalan yang kau lalui.).

Refrain tersebut bila diputar secara terbalik, maka akan liriknya akan terdengar mengerikan dan berisi pesan dan ajakan pemujaan setan: "Oh, here's to my sweet Satan; The one whose little paths would make me sad; Whose power is Satan; He'll give you give you 666; There was a little toolshed; Where he made us suffer; Sad Satan". 

Analisis lagu Stairway to Heaven pernah dilakukan oleh Paul Crouch dalam acara televisinya di Trinity Broadcasting Network pada Januari 1982. Crouch menuturkan keterkejutannya pada lagu itu setelah diputar secara terbalik. Hal yang mengherankannya adalah bagaimana mungkin bisa tercipta lirik seperti itu (bila memang adalah kesengajaan) mengingat pada era itu teknologi digital belum ditemukan, perekaman masih analog.

Led Zeppelin sendiri membantah tuduhan adanya pesan bernuansa satanisme pada lagunya. Lirik lagu Stairway to Heaven sendiri dikarang oleh Robert Plant yang mengaku bahwa lagu itu sebenarnya hanya bercerita tentang seorang wanita yang tengah mengumpulkan uang di tengah kesulitan hidupnya untuk memenuhi keinginannya masuk surga.

Awal penggarapan lagu Stairway to Heaven dilakukan di rumah sang gitaris sekaligus pemimpin band ini, Jimmy Page dengan menggunakan fasilitas rekam 8 track. Penggarapan lagu kemudian mengalami penundaan karena jadwal tur mereka yang padat. 

Pada Oktober 1970, Jimmy Page dan Robert Plant mulai mengerjakan lagu itu di sebuah cottage bernama Bron-Yr-Aur di Welsh. Pada bulan Desember di tahun yang sama, Led Zeppelin mulai melakukan proses rekaman di Island Studios London

Namun karena suatu alasan mereka memilih untuk berpindah-pindah studio musik hingga akhirnya mereka melakukan rekaman di Headley Grange di Liphook Road, Headle, Hampshire. Tempat ini merupakan bangunan artistik tanpa listrik yang menurut Page dan Plant amat cocok untuk kesempurnaan lagu ini. 

Dikisahkan bahwa Robert Plant sang penulis lirik tengah duduk di depan tungku api di Headley Grange. Menurut pengakuannya pada para jurnalis suatu ketika, ia merasa sedang sangat tidak bersemangat untuk menulis lagu. Namun tiba-tiba entah kenapa seperti ada sesuatu yang menggerakkan jari jemarinya untuk segera menuliskan lirik dengan sebuah pensil: ...there's a lady who's sure all that glitter is gold...

Pengakuan ini sontak membuat dugaan berkembang bahwa Plant tengah dirasuki oleh sesuatu saat menulis lirik Stairway to Heaven. Dugaan pun seakan menguat tatkala Page, sang pemimpin grup ini diketahui memiliki keterikatan dengan aliran spiritual Aleister Crowley yang merupakan seorang pemimpin gereja iblis. Beberapa kali Page didapati mengunjungi kediaman Crowley di Skotlandia. Dalam berbagai bukunya, Crowley mengajarkan pada pengikutnya untuk membaca dan berbicara secara terbalik.
Jimmy Page di depan kediaman Aleister Crowley (Boleskin)
Meskipun hingga band ini bubar setelah kematian salah satu personilnya yaitu pemain drum, John Bonham, hingga bertahun-tahun setelahnya tuduhan adanya lirik setan selalu dibantah oleh Led Zeppelin. Namun sepertinya dugaan yang memperkuat tuduhan itu tidaklah melemah. Apalagi bila kita melihat logo-logo aneh di cover albumnya.
Logo-Logo misterius yang mewakili masing-masing anggota Led Zeppelin

Empat buah logo yang dikatakan mewakili keempat orang anggota personil dinilai amat kental bernuansa paganis. Dalam sebuah wawancara, Page mengatakan bahwa logo itu diambil dari Book of Signs karangan Rudolf Koch (1955) yang merupakan koleksi simbol-simbol kuno dan magis dari seluruh dunia.

Namun logo yang mewakili sang leader, Jimmy Page yang bertuliskan Zoso itu tak pernah diungkap Page apa makna dibaliknya.

Eya
Eya Mystery and World History Enthusiast

7 komentar untuk "Pesan Misterius di Balik Lagu Stairway To Heaven"

  1. Dibalik pesan misteriusnya, lagu ini tetap masterpiece sepanjang masa, dilihat dari parmainan gitarnya Jimmy Page yang sangat melegenda

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Harllie, lagu ini memang masterpiece. Menurut saya sama legendarisnya juga dengan lagu Queen yang Bohemian Rhapsody.

      Hapus
  2. iya si benar juga dipikir pikir, enakan di nikmati saja udah beli mahal

    BalasHapus
  3. q dulu pernah download lagu ini,
    ya emang ga cuma grup band ini aja yg lagunya mengandung pesan tersembunyi....
    menyinggung ratu bulan mei di salah satu lirik lagu ini mengingatkan pada film mitsomar karya ary aster....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Haidar memang banyak lagu-lagu yang diduga mengandung pesan tersembunyi. Kalau lagu Stairway to Heaven ini dari musiknya saja sudah ada aura misteriusnya. Ditambah lagi penggalan liriknya bikin merinding beneran. Ah iya ada May Queen..

      Hapus
  4. sebenarnya nggak ada pesan tersembunyi, cuma nuansa mistis. coba dengar intro child in time...nuansa gothic.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terlepas dari pesan tersembunyi jika lagu tersebut diputar balik, saya merasa lagu ini memang tidak biasa. Seperti ada sesuatu di dalamnya, penggalan liriknya pun terasa misterius..

      Hapus