Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

6 Jenderal Nazi Terhebat yang Tewas Bunuh Diri




Menjelang akhir kejatuhannya, ada banyak tokoh terkemuka Nazi yang tewas, baik karena perang atau pun bunuh diri. Mereka termasuk juga para pengikut, anggota angkatan bersenjata, serta para jenderal paling berpengaruh yang meninggal selama hari-hari terakhir Perang Dunia II. 

Tidak main-main, ada sebanyak 8 pimpinan regional NSDAP (Nationalsozialistiche Deutche Arbeiterpartei) yang memegang jabatan antara tahun 1926 dan 1945, 7 pimpinan SS, 53 jenderal Angkatan Darat, 14 jenderal Luftwaffe, 11 laksamana di Kriegsmarine dan sejumlah pejabat junior melakukan bunuh diri di hari-hari terakhir jatuhnya Nazi.

Kita tentu sudah tahu bagaimana pimpinan Nazi sendiri yaitu Hitler memutuskan untuk bunuh diri bersama dengan Eva Braun di bunkernya. Beberapa waktu yang lalu Merinding.com juga sudah membahas salah satu pentolan Nazi yang juga ahli propagandanya yaitu Joseph Goebbels melakukan bunuh diri bersama istri dan 6 orang anaknya tak lama setelah tewasnya Hitler.

Baca selengkapnya: Akhir Tragis Joseph Goebbels dan Keluarganya Setelah Jatuhnya Nazi

Rupanya masih ada sejumlah nama anggota Nazi lainnya yang melakukan bunuh diri baik yang mengajak keluarganya (bunuh diri bersama), maupun yang melakukannya segera setelah mereka ditangkap dan ditahan sekutu. Di antara sejumlah nama tersebut, 6 di antaranya merupakan jenderal besar paling hebat dan paling berpengaruh dalam sepak terjang Nazi selama Perang Dunia II. Inilah kisah 6 jenderal Nazi terhebat yang tewas dengan cara bunuh diri.


1. Gunther von Kluge



Gunther Adolf Ferdinand von Kluge (1882-1944) adalah panglima perang Jerman selama Perang Dunia II. Kluge punya peran penting dalam memegang komando di Front Barat dan Timur. Sosok inilah yang memerintahkan Angkatan Darat dari Wehrmacht selama invasi Polandia (1939) dan Pertempuran Perancis (1940).

Pria yang juga dikenal dengan nama Hans Gunther von Kluge ini juga memimpin Angkatan Darat ke-4 dalam Operasi Barbarossa (Uni Soviet) dan Pertempuran Moskow di tahun 1941. Kluge pernah mengalami kecelakaan mobil yang menyebabkannya terluka parah pada Oktober 1943, tetapi ia berhasil pulih. 

Pada Juli 1944, Kluge diangkat sebagai komandan tentara Jerman di Barat setelah pendahulunya yaitu Gerd von Rundstedt diberhentikan. Namun hanya sebulan kemudian, pada 15 Agustus mobilnya mengalami kerusakan yang diakibatkan oleh bom sekutu, sehingga ia sempat hilang kontak dengan pasukannya.

Hitler segera curiga bahwa Kluge bernegosiasi dengan Sekutu. Hitler akhirnya memberhentikannya dan menggantikannya dengan Walter Model. Saat Kluge dipanggil ke Berlin untuk sebuah pertemuan dengan Hitler, ia yakin dirinya akan dituduh terlibat dalam plot 20 Juli, yaitu sebuah plot untuk melawan Hitler.

Tanggal 19 Agustus, Kluge memutuskan bunuh diri dengan menggunakan potasium sianida. Dalam pernyataan terakhirnya, ia menegaskan betapa dirinya setia pada Hitler sampai akhir. Bukan hanya itu, ia juga memiliki pandangan bahwa Jerman perlu untuk mengakhiri peperangan.


2. Walter Model


Walter Model (1891-1945) adalah jenius dalam peperangan defensif dalam Perang Dunia II. Saat Perang Dunia II pecah, Model masih menjadi Kepala Staf IV Armeekorps dengan jabatan General Major. Namun berkat strategi cemerlangnya, ia mampu naik pangkat dua tingkat hanya dalam waktu dua tahun saja.

Jenderal Model merupakan andalan Hitler terutama saat perang melawan Uni Soviet di mana pasukan Jerman dikepung tentara merah dari segala penjuru. Berkat taktik jenius dan kegigihannya yang pantang menyerah, tentara Jerman menjadi momok menakutkan bagi pasukan musuh. Ia juga berhasil membangun pertahanan berlapis yang luar biasa sulit ditembus. 

Singkatnya, Model memiliki reputasi sebagai jenderal perang yang mumpuni. Hitler pun tidak main-main memberikan penghargaan padanya. Brillanten, medali tertinggi yang hanya dimiliki oleh 27 orang saja, dipersembahkan untuknya.

Namun sang dewa perang harus menyerah pada April 1945. Kala itu pasukan Jerman sudah sangat tidak tertolong. Gempuran sekutu sudah tak dapat lagi dibendung, sementara barisan terdepan diisi pasukan yang terlalu tua atau terlalu muda. Model yang tahu bahwa keadaannya sudah sangat terjepit dan tidak mungkin lagi untuk menang pergi seorang diri ke dalam hutan. Di sana ia menembak kepalanya dengan pistol yang dibawanya.


3. Erwin Rommel



Erwin Rommel yang juga dijuluki Rubah Padang Pasir (The Desert Fox) adalah marsekal pasukan Jerman pada Perang Dunia II. Saat perang meletus, ia ditunjuk sebagai pimpinan Divisi Panzer ke-7 ketika invasi Jerman ke Perancis. Ia jugalah yang memimpin pasukan Jerman di Normandia ketika menghadapi pasukan Sekutu.

Rommel yang merupakan prajurit saat Perang Dunia I ini mendapatkan banyak tanda jasa. Ia juga merupakan orang dengan gelar pahlawan nasional Jerman. Namun meskipun mendukung berkuasanya partai Nazi dan juga Adolf Hitler, namun sikap serta pemahamannya pada Nazi diragukan.

Pada tahun 1944, Rommel (sama seperti Kluge) terlibat dalam Plot 20 Juli. Ia dituduh berencana untuk membunuh Hitler. Begitu Hitler mengetahui keterlibatannya, pimpinan Nazi itu memutuskan untuk menyingkirkan Rommel secara diam-diam.

Rommel diberikan dua pilihan. Bunuh diri dengan cara terhormat dan keluarganya tidak akan pernah diusik usai kematiannya atau ia dibunuh bersama dengan keluarganya. Rommel memilih pilihan pertama. Saat pemakamannya usai, diumumkanlah bahwa Rommel tewas karena luka yang diderita saat mobilnya terkena peluru di Normandia.


4. Heinrich Himmler



Heinrich Luitpold Himmler (1900-1945) adalah komandan Schutzstaffel (SS) Jerman dan juga salah satu tokoh yang paling berpengaruh di Jerman Nazi. Ia merupakan organisator utama Holocaust yang bertugas di kamp konsentrasi Nazi.

Pada masa akhir keruntuhan Nazi, Himmler sempat mencoba mendekati Sekutu untuk perundingan perdamaian melalui ketua Palang Merah Swedia yaitu Pangeran Folke Bernadotte. Himmler meminta penghentian pembantaian massal untuk seluruh Yahudi. Hitler yang mengetahui penghianatan Himmler menjadi berang luar biasa dan mencopotnya dari semua jabatan.

Saat Jerman takluk di tangan Sekutu, Himmler sempat mencoba melarikan diri dengan menggunakan identitas palsu. Namun ia keburu ditangkap beberapa anggota SS di dekat Bremervorde (Niedersachen). Himmler kemudian memutuskan bunuh diri dengan menenggak sianida pada 23 Mei 1945. Jasadnya dimakamkan di sebuah makam tak bertanda di Luneburg.


5. Hermann Goering



Hermann Wilhelm Goering adalah pimpinan militer Jerman dan juga salah satu tokoh berpengaruh di Partai Nazi. Begitu Hitler menjadi Kaisar Jerman di tahun 1933, Goering menjadi menteri yang bertugas mengawasi pembentukan Gestapo. Ia juga diangkat sebagai panglima Luftwaffe (angkatan udara).

Pada September 1939, Hitler mengangkatnya sebagai penggantinya di semua kantornya. Pria ini juga bahkan dianugerahi pangkat khusus Reichmarchall yang otomatis memberikan dirinya senioritas di atas semua perwira angkatan bersenjata Jerman.

Namun pada sekitar tahun 1941, Goering diketahui perlahan menarik diri dari urusan militer dan politik. Bukan karena kondisi kesehatannya, tetapi justru karena sikap rakusnya. Ia memilih memusatkan perhatiannya untuk mengumpulkan segala properti dan karya seni yang merupakan hasil curian dari para korban Holocaust.

Pada 22 April 1945 desas-desus bahwa Hitler akan bunuh diri berhembus kencang. Goering serta merta mengirim telegram pada Hitler untuk meminta izin mengambil kendali atas Reich. Namun Hitler yang mengetahui pengkhianatan Goering segera memecatnya dari semua posisi dan mengusirnya. 

Setelah perang usai, Goering yang berhasil ditangkap oleh Sekutu menjalani hukuman atas kejahatan perang di pengadilan Nuremberg. Goering dijatuhi hukuman mati dengan digantung. Tetapi belum sempat hukuman itu diterimanya, ia melakukan bunuh diri dengan menalan sianida pada malam sebelum eksekusi.


6. Martin Bormann



Martin Ludwig Bormann adalah sekretaris pribadi Hitler. Sebelum bergabung dengan Nazi, Bormann hanyalah siswa dropout yang kemudian bekerja sebagai petani. Begitu Perang Dunia I usai, ia bergabung dengan Freikorps di mana di sana ia bertemu dengan Rudolf Hoss. Bormann sempat dipenjara selama 1 tahun sebelum akhirnya keluar dan bergabung dengan Nazi di tahun 1927.

Bormann ditunjuk sebagai bendahara partai pada tahun 1933, lalu pada tahun 1942 ia diangkat sebagai sekretaris pribadi Hitler. Ia bertugas dalam hal surat menyurat, membuat makalah, dan sebagainya.

Namun setelah kematian Hitler pada tanggal 30 April 1945, tidak diketahui nasib Bormann. Menurut beberapa rumor yang beredar, pria itu dibunuh  oleh pasukan sekutu. Sementara beberapa percaya bahwa sebenarnya ia tewas bunuh diri menenggak sianida mengikuti apa yang dilakukan Hitler.

Teori Bormann mati dengan menenggak sianida didapat dari sopir pribadi Hitler, Artur Axmann yang mengaku melihat saat-saat terakhir Bormann. Axmann mengatakan Bormann bunuh diri dengan meminum cairan sianida dan ia melihat mayatnya pada 2 Mei 1945 di Invalidentrasse, yaitu sebuah tempat yang terletak di utara Sungai Spree, Berlin.


Eya
Eya Mystery and World History Enthusiast

Post a comment for "6 Jenderal Nazi Terhebat yang Tewas Bunuh Diri"