Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Akhir Tragis Joseph Goebbels dan Keluarganya Setelah Jatuhnya Nazi




Menteri Propaganda Nazi Jerman sekaligus orang terdekat Hitler, Goebbels, hanya menjabat sebagai Kanselir selama beberapa jam saja setelah menggantikan Hitler yang bunuh diri di bunkernya bersama wanita yang baru dinikahinya, Eva Braun. Sang ahli propaganda dan orator ulung kesayangan Hitler itu memutuskan untuk menyusul Hitler hanya sehari setelah kepergian Sang Fuhrer. Ia membawa serta istri dan 6 orang anaknya...

Paul Joseph Goebbels mungkin tak akan pernah dikenal dunia jika ia tak bergabung dengan Nazi dan menjadi orang terdekat dan kepercayaan Adolf Hitler. Pria kelahiran Rheydt pada 29 Oktober 1897 itu pada masa mudanya bercita-cita menjadi penulis, sama sekali tak ada sangkut pautnya dengan dunia politik. 

Memiliki tinggi hanya 165 cm, yang bagi ukuran orang Eropa cukup pendek, secara fisik ia tak begitu menonjol. Pria yang sejak kanak-kanan menderita radang paru-paru ini juga ternyata memiliki kaki kanan yang cacat. Goebbels harus mengenakan penyangga logam dan sepatu khusus agar dapat berjalan normal. Karena hal ini pulalah ia mengalami penolakan untuk dinas militer pada Perang Dunia II. 


Pernah bekerja menjadi guru privat dan juga jurnalis pada koran lokal, pada tahun 1924, Goebbels akhirnya menemukan idolanya dan sosok yang begitu dikaguminya hingga akhir hayatnya. Ya, orang itu tak lain adalah Adolf Hitler, bos Nazi. Pada tahun-tahun berikutnya, Goebbels akan menjadi orang terdekat sekaligus paling setia yang sangat mengagumi sosok Sang Fuhrer.

Adolf Hitler dan Joseph Goebbels

Begitu kagum dan setianya pada Hitler, bahkan nama anak-anaknya hasil pernikahan dengan istrinya, Magda, semua diawali dengan huruf H. Mereka adalah Helga (12), Hildegard (11), Helmut (9), Holdine (8), Hedwig (6), dan Heidrun (4).

Goebbels yang merupakan lulusan Universitas Heidelberg dan meraih gelar Doktor Filologi tersebut bergabung dengan Partai Nazi pada tahun 1924. Pada awal karirnya di sana, ia bekerja dengan Gregor Strasser di cabang utara sebelum akhirnya diangkat sebagai pemimpin distrik Berlin dua tahun kemudian.

Saat itulah, pria yang suka menulis itu mendapatkan bakatnya yaitu sebagai orator ulung sekaligus ahli propaganda. Kemampuan Goebbels ini membuatnya segera menjadi kesayangan Adolf Hitler. 

Joseph Goebbels, sang orator ulung dan ahli propaganda Nazi

Pada tahun 1933, setelah perebutan kekuasaan oleh Nazi, kementerian propaganda yang dipimpin Goebbels segera memperoleh kendali atas media berita dan informasi di seluruh Jerman. Media-media itu digunakannya untuk tujuan propaganda. Topik propaganda sendiri mencakup anti Semit alias anti terhadap Yahudi.


Goebbels dianggap sebagai pelopor bagi teknik propaganda modern. Teknik propaganda ciptaannya yang bernama Argentum ad nausem atau Big Lie (kebohongan besar) berhasil menyebarluaskan propaganda dan berita bohong di media massa.

"Sebarkan kebohongan berulang-ulang pada publik. Kebohongan yang diulang-ulang akan membuat publik menjadi percaya" (Paul Joseph Goebbels)

Jatuhnya Nazi dan Tewasnya Hitler

Joseph Goebbels termasuk salah satu orang yang sangat dekat dengan Hitler. Pada tahun 1943, ia mengusulkan mengenai Perang Total, di mana pada pertengahan tahun 1944, ia ditunjuk sebagai Reich Plenipotentiary untuk Perang Total. Namun sayangnya Perang Total itu gagal total. Jerman terdesak oleh pasukan sekutu dan mereka harus menghadapi kenyataan paling pahit dalam sejarah.

Adolf Hitler dan Joseph Goebbels dalam sebuah kesempatan

Pada akhir April 1945, Hitler mengumpulkan orang-orang kepercayaannya di bunkerfuhrer. Setelah menikahi Eva Braun yang disaksikan oleh Goebbels dan Martin Bormann, sekretaris pribadinya, ia menyalami mereka satu persatu. Salaman itu rupanya adalah salaman perpisahan. Sebelumnya ia telah berpesan untuk membakar jasadnya setelah ia tewas agar nasibnya kelak tak akan seperti Mussolini.


Setelah sang fuhrer wafat dengan cara menembak dirinya sendiri, Goebbels adalah satu dari segelintir orang yang dipercaya untuk membakar jasad Hitler dan Braun. 

Sesuai dengan wasiat Hitler, Goebbels kemudian diangkat menjadi Kanselir Jerman menggantikan Hitler. Tapi ia hanya beberapa jam saja menjabat karena keesokan harinya, sang ahli propaganda itu ditemukan tewas bunuh diri bersama dengan istrinya dan juga 6 orang anaknya yang semuanya masih anak-anak.

Goebbels berfoto bersama keenam anaknya

Kematian Tragis Joseph Goebbels dan Keluarganya

Tak pernah terbayangkan bahwa pria yang selalu bersemangat dan berapi-api di hadapan publik serta punya ide-ide brilian untuk memajukan Nazi itu akhirnya putus asa. Terlebih setelah kematian sosok sang idola. 

Pada tanggal 1 Mei 1945, keadaan makin memburuk. Reich Ketiga tampaknya akan benar-benar berakhir. Goebbels yang menjadi kanselir saat itu tahu bahwa tentara merah Uni Soviet telah makin mendekat ke Berlin dan satu-satunya cara untuk selamat adalah gencatan senjata dengan pihak Soviet. Sayang seribu sayang tawaran itu ditampik keras pihak Stalin.


Padahal sebelumnya, Goebbels telah menuliskan surat yang ditujukan kepada Jenderal Vasily Chuikov, perwira militer Uni Soviet. Isinya mengabarkan bahwa pimpinan Nazi, Adolf Hitler telah tewas dan ia juga meminta gencatan senjata. Hans Krebs, Jenderal Angkatan Darat Nazi Jerman kemudian ditugasi untuk mengantarkan surat tersebut. Tetapi permintaan itu ditolak. 

Di tengah situasi yang genting dan penolakan dari kubu Soviet membuat Goebbels putus asa. Tak dapat melarikan diri dan seolah tak ada lagi yang dapat dilakukan, ia kemudian memilih opsi terakhir yang bisa dipilihnya. Ia berniat bunuh diri. Tapi tak sendiri.

Magda Goebbels kemudian diketahui mendatangi Dr. Helmut Kunz pada akhir April 1945 seolah telah tahu kenyataan buruk apa yang harus mereka hadapi. Kunz adalah dokter gigi di divisi panzer SS yaitu Totenkopf. Ia juga dekat dengan Hitler dan bekerja di kantor Kanselir Jerman. 

Magda Goebbels

Dalam pertemuannya dengan Kunz tersebut, Magda Goebbels secara mengejutkan meminta agar Kunz membunuh anak-anaknya dengan terlebih dahulu memberikan anastesi. Helmut Kunz tentu saja menolak permintaan tak masuk akal itu.

Magda bersikukuh. Ia mencoba meyakinkan sang dokter dan menjelaskan situasinya. Ia bahkan kemudian mengatakan bahwa itu bukan permintaan, melainkan perintah dari Hitler.

Dr. Helmut Kunz

Kunz sempat berusaha kabur. Ia sebenarnya tak mau melaksanakan apa yang diminta Magda. Ia bahkan sempat melarikan diri, tetapi diketahui oleh Magda. Akhirnya malam penentuan itu pun datang.

Malam hari tanggal 1 Mei 1945, keenam anak-anak Goebbels dan Magda berada dalam satu kamar. Tetapi mereka tidak ada yang tidur. Keenam anak-anak itu tengah berbaring di ranjang dan tak tahu apa yang direncanakan ibu mereka. Magda hanya mengatakan bahwa mereka akan disuntik oleh dokter. Ia membohongi mereka bahwa semua anak-anak tentara juga mendapatkan suntikan itu.

Suntikan itu sebenarnya adalah morfin. Setelah ia keluar dari dalam kamar, Dr. Kunz kemudian menyuntik gadis paling sulung, Helga yang kemudian berlanjut ke anak laki-laki, dan terakhir semua anak-anak secara bergantian. Anak-anak itu dalam sekejap tak sadarkan diri.

Anak-anak Goebbels tewas setelah diberi sianida

Setelah itu, Magda masuk kembali ke dalam kamar. Di tangannya ia menggenggam beberapa kapsul sianida. Ia berada di kamar sambil memandangi wajah anak-anaknya yang sudah tak sadarkan diri sambil gemetar. Entah apa yang ada di pikirannya saat itu. Magda yang kalut terisak tak percaya akan apa yang akan dilakukannya. 

"Dokter, aku tak bisa melakukan ini. Kau lah yang harus melakukannya," kata Magda sambil menangis.

Kunz yang menerima pil sianida itu langsung menolak permintaan tersebut. Menyuntik mereka dengan morfin saja sudah jahat. Bagaimana ia bisa memasukkan pil sianida itu ke dalam mulut mereka. 

Kunz menolak keras permintaan tersebut yang akhirnya dilakukan oleh Dr. Ludwig Stumpfegger, dokter bedah pribadi Hitler. Ia kemudian memasukkan kapsul-kapsul sianida ke mulut anak-anak tersebut. Tak menunggu lama, denyut nadi dan nafas keenam anak tak berdosa itu pun hilang selamanya.

Dr. Ludwig Stumpfegger

Setelah peristiwa mengerikan tersebut, Goebbels menembak dirinya sendiri setelah sebelumya mencabut nyawa istrinya, Magda, dengan cara yang sama. Tamatlah riwayat keluarga Goebbels.

Goebbels bersama istri dan anak-anaknya, pria dengan pakaian seragam adalah anak tirinya, Harald Quandt

Semua detail dan gambaran kisah ini diceritakan oleh Dr. Helmut Kunz pada kesaksiannya di pengadilan yang tercantum dalam dokumen perkara tahun 1959.

Referensi:

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Joseph_Goebbels
https://www.liputan6.com/global/read/3954106/1-5-1945-putus-asa-ditinggal-hitler-pejabat-nazi-ini-bunuh-diri
https://www.britannica.com/biography/Joseph-Goebbels


Eya
Eya Mystery and World History Enthusiast

Posting Komentar untuk "Akhir Tragis Joseph Goebbels dan Keluarganya Setelah Jatuhnya Nazi"