Benarkah Ada Konspirasi di Balik Kematian Kobe Bryant?




Kobe Bryant tutup usia pada tanggal 26 Januari 2020. Sang legenda basket tewas dalam kecelakaan helikopter bersama dengan putrinya, Gianna. Kabar kepergian Kobe jelas sangat mengejutkan dunia. Namun di balik duka yang menyelimuti itu, ada beberapa pihak yang dengan terang-terangan mengaitkan kematian Kobe dengan teori konspirasi. Salah satunya yaitu kesamaan antara kecelakaan yang menewaskan Kobe Bryant dengan salah satu episode kartun singkat Comedy Central yang ceritanya sangat mirip dengan akhir tragis sang legenda.

Kematian beberapa pesohor dunia terkadang dikaitkan dengan sejumlah teori konspirasi, beberapa di antaranya bahkan sangat tidak masuk akal. 

Nah, kematian Kobe Bryant dalam kecelakaan helikopter pada Minggu, 26 Januari 2020 lalu juga tak luput dari berbagai teori konspirasi. Namun sebelum kita membahas itu, kita lihat dulu bagaimana kronologi kecelakaan helikopter naas yang menimpa Kobe Bryant bersama dengan putrinya Gianna dan beberapa penumpang lainnya yang jatuh di Calabasas, California, Amerika Serikat pada Minggu pagi waktu setempat.



Kronologi Kecelakaan Helicopter Kobe Bryant

Kobe Bryant bersama dengan putriya Gianna Maria-Onore Bryant (13) hari itu menumpang helikopter Sikorsky S-76 bersama dengan 7 orang lainnya (termasuk pilot). Mantan pemain La Lakers yang sudah pensiun tahun 2016 lalu itu rencananya akan berangkat menuju Mamba Academy yang terletak di dekat Thousand Oak, California. 

Para penumpang di dalam helikopter tersebut, yaitu: Kobe Bryant, Gianna Bryant (putri Kobe Bryant), John Altobelli (pelatih bisbol Orange Coast College), Keri Altobelli (istri John Altobelli), Alyssa Altobelli (putri John Altobelli dan juga rekan setim Gianna), Christina Mauser (pelatih Harbor Day School), Payton Chester (rekan setim Gianna), Sarah Chester (ibu Payton), dan Ara Zobayan (pilot helikopter).

Para korban kecelakaan helikopter

Kobe Bryant menuju Thousand Oaks untuk melatih tim basket putri bernama Lady Mambas yang rencanaya akan melakoni pertandingan yang dimulai pukul 12:00 siang. Sang putri Gianna menjadi bagian dari tim tersebut bersama dengan dua rekannya yaitu Alyssa Altobelli dan Payton Chester yang juga berada dalam helikopter.

Baca juga: Misteri dan Konspirasi di Balik Kematian Marilyn Monroe

Kobe menyewa helikopter carteran Sikorsky S-76B dari Island Express Helicopters. Berdasarkan pengakuan para saksi, data penerbangan, dan juga rekaman pembicaraan, berikut ini adalah detik-detik bagaimana helikopter itu jatuh dan akhirnya menewaskan semua penumpang di dalamnya.

Pagi hari sebelum pertandingan, Kobe dan Gianna sempat pergi ke gereja dan menerima komuni. Dia datang sebelum pukul 7 pagi untuk menghadiri misa pertama dan pergi sekitar pukul 06.50 waktu setempat.

Gianna dan Kobe Bryant

Sekitar pukul 09:06  waktu setempat, Helikopter Sikorsky S-76B yang membawa Bryant dan 8 orang lainnya meninggalkan Orange County, California. Helikoper tersebut lalu menuju utara pinggiran Los Angeles.

Pada pukul 09.21 helikopter mulai mengitari Glendale, dekat Burbank. Pemandu lalu lintas udara (ATC) Burbank saat itu sempat mengatakan pada pilot Ara Zobayan untuk tetap mengudara di luar wilayah udara Burbank kelas C karena ada pesawat yang mendekat. Zobayan mengikuti instruksi. Tak lama berselang, rekaman audio menunjukkan bahwa pilot tersebut meminta izin untuk terbang dengan visual khusus.

Pilot memang memiliki kemungkinan untuk terbang dalam kondisi cuaca lebih buruk dari batas biasa atau kondisi cuaca yang tiba-tiba berubah. Izin biasanya diberikan asalkan pilot tetap berhubungan dengan petugas ATC.

Beberapa menit kemudian sekitar pukul 09.24, petugas ATC meminta Zobayan untuk menunggu sesaat lagi. Zobayan kembali mengikuti instruksi tersebut. Biro Keselamatan Transportasi Amerika (NTSB) saat itu memang mengungkapkan bahwa lalu lintas tengah dalam kondisi padat.

Jenis helikopter yang ditumpangi Kobe Bryant, putrinya dan 7 orang korban lainnya

Helikopter kemudian diketahui menuju utara pada pukul 09:33. Petugas ATC meminta pilot mengikuti jalur jalan tol nomor 5 sembari tetap menggunakan mode terbang dengan visual khusus. Tidak lama kemudian, petugas ATC Burbank meminta helikopter untuk melanjutkan komunikasi dengan petugas ATC Van Nuys. Saat itu Zobayan melaporkan berada pada ketinggian 1.400, sementara itu petugas Van Nuys merespon dengan mengatakan kondisi saat itu yakni: angin tenang, jarak pandang 2 1/2, langit 1.100 mendung, altimeter Van Nuys kelas D, di timur laut Van Nuys.

NTSB menjelaskan, Zobayan kemudian meminta bantuan radar dari menara pengawas demi menghindari lalu lintas udara. Namun petugas ATC Van Nuys meminta Zobayan agar terbang lebih tinggi supaya masuk radar. Namun Zobayan justru menyampaikan ke menara pengawas niat untuk terbang lebih tinggi dengan alasan menghindari kabut. Permohonan ini adalah transmisi terakhir yang diterima menara ATC Van Nuys dari helikopter naas tersebut.

Baca juga: Konspirasi Kematian Paul McCartney

Pukul 09:42, petugas ATC Van Nuys mencoba menghubungi pilot helikopter tapi tidak ada respon sama sekali. Tiga menit kemudian helikopter itu benar-benar menghilang dari radar. Pada pukul 09:47 telepon darurat dari saluran 911 memberitahukan adanya kecelakaan.

Menurut sejumlah sumber, sebelum kecelakaan helikopter tersebut terbakar. Beberapa saksi mata menyebutkan bahwa mereka sempat mendengar suara mesin helikopter mengeluarkan bunyi sebelum jatuh ke tanah. Melalui panggilan 911, pada pukul 09:47 waktu setempat, Kantor LA County Sheriff mendapat kabar bahwa telah terjadi kecelakaan dan kebakaran helikopter.

Lokasi di mana helikopter terjatuh dan terbakar

Delapan menit kemudian setelah telepon tersebut, petugas tiba di lokasi. Api baru bisa benar-benar dipadamkan sekitar satu jam kemudian. Ada beberapa video yang beredar di mana terlihat helikopter yang diduga ditumpangi Kobe Bryant dan putrinya oleng sebelum jatuh di perbukitan sekitar 7,6 km dari pusat kota Los Angeles.

Helikopter tersebut langsung terbakar saat menghantam perbukitan. Federal Aviation Administration (FAA) atau lembaga regulator penerbangan sipil di Amerika Serikat sempat melaporkan ada 5 orang tewas dalam kecelakaan itu.

Namun setelah itu, kantor LA County Sheriff memberikan laporan terbaru dengan menyebutkan bahwa ada 9 orang penumpang yang semuanya meninggal dalam insiden itu, termasuk di dalamnya seorang pilot dan 8 penumpang. Tidak ada seorang pun yang selamat dalam insiden naas tersebut termasuk Kobe Bryant.



Kobe meninggal dunia di usia 41 tahun. Selama 2 dekade, pebasket berjuluk Black Mamba itu membantu Los Angeles (LA) Lakers memenangkan 5 kejuaraan NBA dan 18 kali tampil di All-Star Games sebelum akhirnya ia pensiun pada tahun 2016.

Menurut FAA, helikopter yang ditumpangi Kobe Bryant dibuat pada 1991 dan berada di bawah perusahaan Island Express Holding Corp.

Penyebab kecelakaan didiga kuat adalah kondisi yang tidak bersahabat karena berkabut membuat helikopter sulit dikendalikan dan akhirnya kehilangan kendali di dekat Las Virgenes Road, kawasan selatan Agoura Road.

Helikopter itu terlihat terbang rendah, sebelum akhirnya terjatuh dan terbakar di sebuah bukit wilayah Calabasas, California, Amerika Serikat. Beruntung saat helikopter itu jatuh tidak menimpa pejalan kaki atau rumah yang ada di sekitar lokasi.

Seorang petugas tengah berada di antara puing helikopter

Perusahaan yang melayani carter helikopter Sikorsky S-76B yang disewa Kobe adalah Island Express Helicopters disebut tidak memiliki sertifikat untuk terbang dalam kondisi pilot hanya bisa mengandalkan instrumen kokpit, tanpa bisa melihat situasi di luar helikopter.

Perusahaan carter helikopter tersebut ternyata hanya memiliki sertifikasi untuk beroperasi berdasarkan aturan penerbangan visual. Maksudnya adalah pilot harus bisa melihat jelas keadaan di luar helikopter pada siang hari. Sementara itu pada saat kecelakaan terjadi, lereng bukit di Calabasas, California tengah dalam kondisi berawan dan berkabut, sehingga jarak pandang pilot terbatas.

Baca juga: Misteri Pembunuhan Tupac Shakur

Sebelum terbang, pilot Ara Zobayan disebut sempat melaporkan kondisi cuaca saat ini cukup untuk penerbangan visual. Untuk mendukung proses investigasi kecelakaan, Island Express Helicopters memutuskan untuk menghentikan seluruh operasional perusahaan hingga waktu yang belum ditentukan.


Teori Konspirasi di Balik Kematian Kobe Bryant?

Beberapa saat setelah kematian Kobe Bryant diumumkan, beberapa warga net mulai menghubungkan kematian sang legenda dengan teori konspirasi. Mereka menilai bahwa ada beberapa kejanggalan dan keanehan di balik kematian Kobe, seolah-olah sudah direncanakan sebelumnya.

Tidak hanya itu saja, beberapa akun bahkan secara terang-terangan mengaitkan kematian Kobe dengan organisasi rahasia macam Illuminati. Jadi bisa kalian bayangkan media sosial seperti Twitter dipenuhi dengan ribuan teori konspirasi iluminati seputar kematian Kobe Bryant.

Baca juga: 7 Tokoh Dunia yang Diduga Dibunuh oleh Illuminati

Selain beberapa desas-desus yang mengaitkan kematian Kobe dengan Illuminati, sebuah video yang berasal dari tahun 2016 kembali ramai diperbincangkan. Pasalnya video tersebut dikatakan telah memprediksi kematian Kobe bertahun-tahun sebelumnya.

Salah satu adegan dalam animasi episode End of Day di mana sebuah helikopter terjatuh

Video tersebut adalah video komedi animasi dari ComedyCentral. Dalam episode yang bertajuk Legends of Chamberlain Heights : The End of Days yang ditayangkan pada tahun 2016 diceritakan helikopter yang ditumpangi Kobe menabrak bangunan dan terjatuh. Kobe terlihat keluar dari helikopter sementara tangannya memegangi beberapa piala.

Karakter Kobe Bryant terlihat sedang memegangi piala-pialanya dari dalam helikopter

Beberapa karakter lain dalam video itu memberi tahu Kobe bahwa mereka akan menolongnya jika Kobe bersedia memberikan piala-piala tersebut. Kobe menolak permintaan itu dan seketika helikopter meledak.

Helikopter Kobe terlihat meledak

Bagian yang sangat mengejutkan adalah laporan pertama kecelakaan helikopter naas itu benar-benar mirip. Menurut berbagai laporan, penyebab kematian para penumpang bukanlah jatuhnya helikopter melainkan kebakaran dan ledakan yang terjadi kemudian. 

Legends of Chamberlain Heights sendiri membuat cerita Kobe Bryant meninggal karena kecelakaan helikopter hanya didasarkan pada kebiasaan sang legenda saja. Kobe memang kerap kali lebih memilih naik helikopter untuk bepergian. Hal itu bukan dilakukannya demi memiliki lebih banyak waktu bersama keluarganya.

Pihak ComedyCentral sendiri cepat tanggap saat film animasi yang menggambarkan Kobe Bryant tewas dalam kecelakaan helikopter yang dibuat tahun 2016 lalu menyebar kembali dan ramai diperbincangkan, saluran televisi kabel dan televisi satelit tersebut langsung menghapusnya.

Tapi sayangnya film animasi itu sudah terlanjur menyebar dan dijadikan sebagai konten oleh para Youtubers. Pihak ComedyCentral sendiri meminta agar klip video tersebut tidak lagi dibagikan ke publik untuk menghargai dan menghormati keluarga Kobe Bryant.

Bagaimana menurut kalian, Merrior?

Referensi:

https://www.liputan6.com/bola/read/4164497/kronologi-tewasnya-kobe-bryant-menurut-saksi-mata
https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20200127070329-178-468900/kronologi-kecelakaan-helikopter-penyebab-kobe-bryant-tewas
https://www.mainmain.id/r/5088/4-tahun-lalu-animasi-ini-ceritakan-kobe-bryant-meninggal-akibat-kecelakan-heli

2 Responses to "Benarkah Ada Konspirasi di Balik Kematian Kobe Bryant?"

  1. Kebetulan saja utk kartunnya, kobe kesehariannya emang naik heli , mungkin konspirasi ini kuat jika hanya kobe yg jadi korban, tapi faktanya korban lainnya kulit putih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya animasi itu memang dibuat berdasarkan kebiasaan Kobe Bryant yang suka naik helikopter.

      Delete