Misteri dan Konspirasi di Balik Kematian Marilyn Monroe




Pagi hari tanggal 5 Agustus 1962, Murray tergopoh-gopoh menghubungi Dr. Greenson. Sang majikan telah berjam-jam mengunci dirinya di kamar. Setelah pintu berhasil didobrak paksa, mereka mendapati wanita itu dalam kondisi telanjang, tak bernyawa, dan menggenggam telepon. Di sekitarnya terserak puluhan pil. Wanita itu adalah Marilyn Monroe...

Norma Jeane Mortenson atau yang lebih dikenal dengan Marilyn Monroe adalah aktris dan model Amerika Serikat yang namanya melambung pada era 1950an-1960an. Monroe populer sebagai  gadis pirang bodoh sekaligus simbol seks. Selain itu ia juga merupakan aktris dengan bayaran paling tinggi pada masanya. 

Marilyn awalnya hanyalah gadis biasa. Ia lahir dan besar di Los Angeles. Ia bahkan sempat menghabiskan masa kecilnya di sebuah panti asuhan. Saat bekerja di pabrik Radioplane tahun 1944, Marilyn bertemu dengan seorang fotografer yang mengajaknya untuk menjadi model. Itulah awal mula perjalanan karir Marilyn sebelum akhirnya menapaki tangga kesuksesan dengan menandatangani berbagai kontrak dengan perusahaan film ternama seperti Twentith Century Fox dan Columbia Picture.

Marilyn Monroe saat bekerja di Radioplane (1944)

Pada hari Sabtu, 4 Agustus 1962, Marilyn menghabiskan harinya di rumahnya di 12305 Fifth Helena Drive, Brentwood, Los Angeles. Di sana ia ditemani oleh penjaga rumahnya Eunice Murray, fotografer Lawrence Schiller, seorang publikis Patricia Newcomb, dan seorang seorang psikiatris bernama Dr. Ralph Greenson.

Mulai awal tahun 1960an, Marilyn memang kerap bermasalah. Ia dipecat dari filmnya Something's Got to Give, ia juga mengalami pelecehan seksual, dan memiliki masalah pada kesehatannya.

Karena hal inilah Dr. Greenson yang menangani Marilyn meminta kepada Murray untuk menjaganya. Sekitar pukul 3 dini hari, Murray menghubungi Dr. Greenson dengan cemas. Ia mengatakan bahwa Marilyn telah mengunci dirinya berjam-jam di kamarnya dan tak menjawab. Dr. Greenson segera datang pada pagi buta itu.

Dr. Greenson kemudian mendobrak pintu kamar tidur Marilyn. Di atas tempat tidur, sang aktris tertelungkup. Ia telah tewas. Tak ada pakaian yang dikenakannya, hanya selembar selimut menutupi tubuhnya. Di tangannya ia menggenggam telepon, seolah itu adalah kegiatan terakhir yang dilakukannya sebelum meninggal. Dan puluhan pil penenang berhamburan di dekatnya.



Kematian mendadak sang aktris yang sebelumnya tengah berupaya memperbaiki citra publiknya dan tengah bernegosisi dengan perusahaan film Fox agar mau menerimanya kembali untuk film Something's Got to Give itu menghebohkan jagad dunia hiburan Hollywood. Tak ada yang menyangka bahwa wanita yang baru berusia 36 tahun itu harus pergi saat tengah berada di puncak popularitasnya.

Tidak ada bukti kejahatan yang dilakukan pada kematiannya. Kematian Marilyn kemudian dinyatakan secara resmi sebagai tindak bunuh diri yang disebabkan karena overdosis harbiturat (obat penenang).  Pernyataan ini disampaikan oleh Los Angeles County Departement of Medical Examiner Coroner.

Marilyn Monroe dimakamkan pada 8 Agustus 1962 di Westwood Village Memorial Park Cemetery.

Marilyn Monroe saat ditemukan di kamarnya (kiri) dan foto kematiannya (tengah dan kanan)

Meskipun pernyataan resmi telah keluar menyangkut penyebab kematiannya, namun sebagian publik percaya bahwa Marilyn tak mungkin melakukan bunuh diri begitu saja. Kematiannya menimbulkan berbagai teori konspirasi yang meyakini adanya kemungkinan bahwa ia telah dibunuh atau setidaknya didorong untuk melakukan bunuh diri.

Apalagi mengingat wanita ini bukan hanya seorang aktris dan model, namun juga terkait dengan kedekatannya dengan beberapa tokoh politik. Marilyn dikenal memiliki kedekatan dengan John F. Kennedy serta adik kandungnya yang juga politisi Robert Kennedy. Marilyn juga disebut-sebut memiliki hubungan dengan Sam Giancana, seorang bos gangster serta Jimmy Hoffa, pemimpin serikat buruh Amerika yang menghilang misterius pada tahun 1975.

Robert Kennedy, Marilyn Monroe, dan John F. Kennedy

Teori-teori konspirasi ini paling tidak mulai ramai pada di pada pertengahan tahun 1960an. Bagaimana tidak orang-orang di dekat Marilyn (setidaknya 4 pria di atas) tiga orang meninggal dunia ditembak, sementara satu orang sisanya hilang misterius. Mari kita bahas satu persatu.


Misteri dan Teori Konspirasi Kematian Marilyn Monroe



Marilyn diketahui menelepon seseorang pada pukul 7.00 malam waktu setempat hingga pukul 7.45 pada malam sebelum kematiannya, 4 Agustus 1962. Ada jarak 15 menit atara telepon pertama dan kedua. Ia berbicara dengan putra tirinya, Joe DiMaggio, Jr. serta aktor Peter Lawford.

Kemudian beberapa orang mengaku berbicara lewat telepon dengan Marilyn. Sementara itu menurut pengakuan Peter Lawford, Marilyn mengakhiri perbincangannya dengan agak aneh dan jaringan telepon Marilyn sibuk pada malam itu. Menurut pengakuan DiMaggio, ibunya berbicara dengan nada ceria, sementara Lawford mengatakan sebaliknya.

Setelah teleponnya dengan Marilyn terputus, Peter kemudian berusaha menghubunginya beberapa kali untuk memastikan wanita itu baik-baik saja. Namun gagal. Ia lalu menghubungi seorang pembantu di rumah Marilyn dan memintanya untuk memastikan bawa sang aktris baik-baik saja. Pembantu itu kemudian melihat kondisi Marilyn dan pembantu itu mengatakan bahwa Marilyn baik-baik saja.

Sekitar pukul 12 malam, menurut pengakuan pembantu rumah tangga itu, ia mulai khawatir karena Marilyn mengunci pintu kamar tidurnya. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk menghubungi psikiater yang menangani Marilyn, Dr. Greenson pada pukul 3 pagi. Saat pintu kamar berhasil dibuka, Marilyn ditemukan telah tiada.

Eunice Murray dan Dr. Ralph Greenson

Hal yang aneh adalah polisi tak dihubungi hingga pukul 4.30. Berarti ada jarak sekitar 1,5 jam jasad Marilyn tak ditangani. Beberapa saksi mata menyebutkan jasad Marilyn sempat dibawa ambulans namun kemudian kembali lagi.

Sementara itu menurut pengakuan beberapa tetangga, tak ada seorang pun yang datang selain Robert (Bobby) Kennedy yang tiba di kediaman Marilyn bersama dengan dua orang tak dikenal.

Menurut pengakuan polisi yang datang setelahnya, ada beberapa detail yang janggal. Pertama, kasur di mana mayat Marilyn ditemukan masih dalam kondisi bersih, seolah tidak ada tanda-tanda overdosis. Pembantu telah mencuci seprainya. Kemudian juga tak ada cangkir minum di sana. Padahal, Marilyn diketahui tak dapat menenggak pil tanpa air minum. Gelas anehnya muncul kemudian.

Polisi menetapkan kematian Marilyn sekitar pukul 12.30 dini hari. Awalnya waktu kematiannya diperkirakan antara pukul 9.30-11.30 malam tanggal 4 Agustus. Sementara itu Dr. Ralph Greenson menetapkan jam kematian Marilyn pada pukul 3.50 pagi. Waktu ini disesuaikan dengan keterangan pembantu Marilyn yang mengatakan bahwa ia baru menghubungi dokter itu pukul 3.00 pagi.

Berita kematian Marilyn Monroe menjadi headline di semua surat kabar

Ahli patologi menemukan indikasi bahwa Marilyn meninggal dunia bukan karena meminum pil penenang secara langsung atau menyuntikkan dirinya dengan sesuatu. Kenyataannya, sang aktris telah meminum beberapa pil penenang sepanjang hari itu sebelum kematiannya.

Mungkin saja sebenarnya Marilyn telah meninggal dunia beberapa jam sebelumnya, bahkan sebelum Dr. Greenson datang. Pengacara Marilyn, Milton Rudin kemudian diduga terlibat dalam kematian sang aktris. Rudin diketahui menghubungi Lawford pada pukul 1 dini hari memberitahukan bahwa Marilyn meninggal dunia.

Selain itu diketahui bahwa beberapa bukti penting seperti rekaman telepon dan laporan pihak kepolisian telah hilang atau dicuri. Beberapa teori mengatakan bahwa FBI juga terlibat dalam hal ini. Hal ini terkait dengan kedekatan Marilyn dengan Robert Kennedy.

John F. Kennedy meninggal dunia pada 22 November 1963 di atas mobil Ford terbuka di Dealey Plaza, Texas, saat melakukan kunjungan ke negara bagian itu bersama istrinya, Jackie. Meskipun orang yang diduga penembaknya telah tertangkap (tetapi kemudian melakukan bunuh diri), kematian pria yang menjabat sebagai presiden Amerika saat itu masih terselubung misteri.

Baca selengkapnya : Insiden Penembakan John F. Kennedy

Selain itu, rupanya Marilyn menjalin kedekatan dengan adik John F. Kennedy, Robert (Bobby) Kennedy. Marilyn bahkan pernah mengatakan mengenai hubungan dekatnya dengan Bobby. Hal ini bisa saja membuat jengah pihak-pihak tertentu yang akhirnya memaksa Marilyn untuk tutup mulut. Bobby Kennedy juga meninggal dunia dengan cara yang nyaris serupa dengan sang kakak. Ia ditembak pada 6 Juni 1968.

Baca juga : Kutukan dan Tragedi Keluarga Kennedy

Marilyn Monroe dan Robert Kennedy

Sementara itu Sam Giancana, bos gangster yang juga disebut dekat dengan Marilyn mengalami nasib yang serupa. Ia ditembak beberapa kali di dapur rumahnya saat tengah memasak. Giancana tewas pada 19 Juni 1975. Giancana diketahui sebagai orang yang pernah diminta untuk melakukan penembakan terhadap pemimpin Kuba, Fidel Castro.

Sebulan kemudian, orang yang juga dekat dengan Marilyn, Jimmy Hoffa hilang secara misterius pada 30 Juli 1975.

Baca juga : 7 Tokoh Terkenal yang Hilang Misterius

Hoffa diketahui mengunjungi Red Fox Restaurant pada pukul 2 siang untuk bertemu dengan 3 orang pria yang tak diketahui dengan jelas. Itu adalah terakhir kalinya pemimpin buruh ini terlihat sebelum akhirnya menghilang dan tak pernah ditemukan.

Referensi :

https://id.wikipedia.org/wiki/Kematian_Marilyn_Monroe
https://en.wikipedia.org/wiki/Sam_Giancana


0 Response to "Misteri dan Konspirasi di Balik Kematian Marilyn Monroe"

Post a Comment