Benarkah Bumi Itu Berongga? Teori Konspirasi Hollow Earth




Seorang penjelajah dan penerbang asal Amerika melakukan penjelajahan terbang ke kutub utara dalam sebuah misi. Dalam catatan pribadinya ia menceritakan melihat hamparan hijau yang subur di sana, sebuah kesakian yang sangat aneh mengingat itu adalah wilayah kutub utara yang ditutupi es. Tiga tahun kemudian ia pergi lagi menjelajahi kutub selatan dan dalam pengakuannya ia mengklaim telah menemukan pintu masuk ke dalam peradaban maju yang berada di rongga bumi!

Penjelajahan umat manusia ke luar angkasa setiap tahunnya selalu mengalami perkembangan. Jika sebelumnya manusia hanya dapat mengirimkan pesawat tanpa awak ke luar angkasa, maka kita mengalami kemajuan dengan berhasil mengirimkan manusia dengan selamat sampai ke luar angkasa dan bahkan tinggal selama beberapa waktu di sana.

Kita lebih aktif dalam proyek program luar angkasa. Kita bahkan bisa menceritakan tentang bagaimana bentuk permukaan bulan, tetapi kita tidak bisa memecahkan misteri apa yang ada di bawah samudera kita sendiri, di dalam lapisan bumi terdalam. 

Ya, bumi yang kita tinggali saat ini tidak kalah misteriusnya dengan kehidupan di luar angkasa. Bahkan jauh lebih misterius. Konon, bumi sebenarnya memiliki rongga yang sangat luas yang terdapat di dalamnya. 

Percayakah kalian jika bumi yang kita tinggali ini memiliki rongga di dalamnya yang ditinggali oleh makhluk yang memiliki peradaban jauh lebih hebat dibandingkan apa yang ada di dunia kita sekarang? Inilah dia salah satu teori konspirasi paling terkenal dan masih menimbulkan perdebatan sampai hari ini (meskipun ini telah dianggap sebagai pseudoscience).

Teori Bumi Berongga (Hollow Earth) adalah teori yang menyatakan bahwa planet bumi seluruhnya berongga atau berisi ruang interior yang cukup besar di dalamnya.



Para ilmuwan yang meneliti mantel bumi mengumumkan bahwa mereka telah menemukan apa yang mereka yakini sebagai genangan air yang sangat luas bahkan 3 kali volume air samudera yang ada di bumi jika digabungkan yang mengandung lapisan mineral 400 mil di dalam bumi.

Kenyataannya, pengeboran yang dilakukan manusia sepanjang sejarah yang paling terdalam "hanya" sejauh sekitar 8 mil vertikal ke dalam, dan kita tidak dapat melanjutkan lagi pengeboran lebih jauh karena temperatur yang luar biasa panas di dalam sana. Singkatnya belum ada pengeboran yang bisa sampai melebihi kedalaman tersebut.

Baca juga: Suara Misterius di Lubang Siberia

Padahal sebenarnya butuh sekitar 4.000 mil untuk mencapai dasar atau inti bumi, sementara kita baru menggali 8 mil saja. 

Sejumlah teori mengatakan bahwa menurut mitologi zaman dahulu, terdapat "bumi lain" yang ada di lapisan dalam bumi. Setidaknya hal ini dipercaya dalam sejumlah mitos dan cerita dari kebudayaan kuno nyaris di seluruh dunia, bahwa ada dunia lain di luar bumi kita, yang keberadaannya justru terletak di dalam planet kita sendiri.

Mungkinkah ada "bumi" lain di dalam lapisan bumi terdalam?

Bumi Berongga (Hollow Earth) Dalam Berbagai Mitologi, Cerita Rakyat, dan Kepercayaan

Pada zaman kuno, konsep kehidupan bawah tanah di Bumi muncul dalam mitologi, cerita rakyat, dan juga legenda. Gagasan tentang alam bawah tanah juga disebutkan dalam kepercayaan Budha Tibet. Menurut satu cerita dari tradisi Budha Tibet, ada sebuah kota kuno bernama Shamballa yang terletak di dalam Bumi.

Dalam kepercayaan agama Budha, ada juga cerita mengenai sebuah tempat yang disebut dengan Agartha atau Agharti yang berarti "di dalam dunia/bumi". Tempat itu dipercaya dihuni oleh ras manusia yang memiliki kebudayaan tinggi. Tidak hanya itu mereka juga memiliki kendaraan khusus untuk berpindah di dalam tempat di lapisan bumi (inner Earth). Bisa dikatakan bahwa Shamballa dan Agartha merujuk pada tempat yang sama.

Ilustrasi gambaran Shamballa atau Agartha

Sementara itu, menurut orang-orang Yunani kuno, ada gua-gua yang merupakan pintu masuk yang mengarah ke dunia bawah tersebut. Gua-gua tersebut beberapa di antaranya adalah gua-gua di Tainaron di Lakonia, di Troezen di Argolis, di Ephya di Thesprotia, di Herakleia di Pontos, dan di Ermioni.

Dalam legenda Thrakia dan Dasia, dikatakan bahwa ada gua-gua yang diduduki oleh dewa kuno bernama Zalmoxis. Dalam agama Mesopotamia ada sebuah kisah tentang seorang pria yang setelah melakukan perjalanan melalui kegelapan terowongan di gunung bernama Mashu, memasuki sebuah taman bawah tanah.

Baca juga: 7 Teori Konspirasi Paling Menggemparkan dalam Sejarah

Dalam mitologi Celtic ada legenda sebuah gua yang disebut "Cruachan", juga dikenal sebagai "Gerbang Irlandia ke neraka", sebuah gua mitos dan kuno yang darinya menurut legenda makhluk aneh akan muncul dan terlihat di permukaan bumi.

Ada juga kisah para ksatria abad pertengahan dan orang-orang kudus yang melakukan ziarah ke sebuah gua yang terletak di Station Island, County Donegal di Irlandia, di mana mereka melakukan perjalanan di dalam Bumi ke tempat api penyucian. Di County Down, Irlandia Utara juga ada mitos yang mengatakan terowongan mengarah ke tanah bawah tanah Tuatha De Danann, sekelompok orang yang diyakini telah memperkenalkan Druidisme ke Irlandia, dan kemudian kembali ke bawah tanah.

Kapel menara lonceng di Station Island yang menurut beberapa mitos terdapat tempat masuk ke dalam Bumi

Dalam mitologi Hindu, dunia bawah disebut Patala. The Angami Naga suku India mengklaim bahwa nenek moyang mereka muncul di zaman kuno dari negeri bawah tanah di dalam bumi. Suku Taino di Kuba percaya leluhur mereka muncul pada zaman kuno dari gua di gunung bawah tanah.

Penduduk asli Kepulauan Trobriand percaya bahwa leluhur mereka berasal dari tanah bawah tanah melalui lubang gua yang disebut Obukula.

Di abad pertengahan, mitos Jerman kuno menyatakan bahwa beberapa gunung yang terletak di antara Eisenach dan Gin Jerman memiliki portal ke Bumi bagian dalam. Sebuah legenda Rusia mengatakan orang Samoyed, suku Siberia kuno melakukan perjalanan ke kota gua untuk tinggal di dalam Bumi.

Dalam mitologi penduduk asli Amerika, dikatakan bahwa nenek moyang orang Mandan pada zaman kuno muncul dari tanah bawah tanah melalui sebuah gua di sisi utara Sungai Missouri. Sementara itu, orang-orang Brasil yang tinggal di sepanjang Sungai Parima di Brasil, mengklaim nenek moyang mereka muncul pada zaman kuno dari bawah tanah. Leluhur Inca juga diduga berasal dari gua-gua yang terletak di sebelhah timur Cuzco, Peru.

Pada tahun 1781 Le Clerc Milfort, seorang perwira militer Perancis dan juga petualang memimpin perjalanan dengan ratusan orang Indian Creek ke serangkaian gua di dekat Sungai Merah di atas persimpangan Sungai Mississippi. Menurut Milfort, leluhur asli Creek di India diyakini telah muncul ke permukaan bumi pada zaman kuno dari gua-gua. Milfort juga mengklaim gua-gua yang mereka lihat dapat dengan mudah menampung 15.000-20.000 keluarga.


Mungkinkah ada "Bumi" lain yang lokasinya berada di dalam bumi yang kita pijak sekarang?

Matematikawan dan ilmuwan terkemuka sudah lama berspekulasi tentang adanya rongga di dalam bumi yang dihuni oleh makhluk yang tidak kita kenal namun memiliki peradaban jauh lebih tinggi dibandingkan manusia sekarang.

Ilmuwan Edmond Halley adalah ilmuwan yang terkenal karena penemuannya yaitu Komet Halley (dinamai sesuai namanya). Halley rupanya juga sangat tertarik dengan teori Bumi Berongga ini dan telah lama mencoba untuk mencari tahu seperti apa sebenarnya struktur yang ada di dalam Bumi.

Edmond Halley

Halley memiliki teori yang sangat mengejutkan. Menurutnya bumi sebenarnya tidak hanya berongga, tetapi juga memiliki sejumlah lapisan-lapisan di dalamnya.

Baca juga: Where is Everybody? The Fermi Paradox

Pada tahun 1692 ia mengemukakan gagasan tentang Bumi yang terdiri dari cangkang kosong setebal 800 km, dua cangkang konsentris salam, dan sebuah inti terdalam. Atmosfer memisahkan cangkang ini, dan setiap cangkang memiliki kutub magnetnya sendiri. Dia membayangkan atmosfer di dalam sebagai bercahaya dan mungkin berpenghuni dan berspekulasi bahwa gas yang keluar menyebabkan Aurora Borealis.



Tetapi gagasan ini secara tentatif dibantah oleh Pierre Bouguer pada tahun 1740, dan secara definitif dibantah pula oleh Charles Hutton dalam eksperimen Schiechallion-nya sekitar tahun 1774.

Pada abad ke-18, seorang matematikawan bernama Leonhard Euler menetapkan teori bumi berongganya sendiri. Menurutnya planet Bumi tidak hanya berongga tetapi kutub juga sebenarnya tipis dan mereka memiliki pintu masuk ke dalam inti bumi yang letaknya berada di kutub utara dan selatan bumi. Euler juga mengatakan kemungkinan bahwa ada peradaban sangat maju yang tinggal di dalam sana.

Leonhard Euler

Sir John Leslie memperluas ide Euler. Ia mengatakan ada dua matahari pusat bernama Pluto dan Proserpine. Leslie memang mengusulkan bumi yang berlubang pada 1829 Elements of Natural Philosophy (1844-53), tetapi tidak menyebut matahari bagian dalam.

Pada tahun 1818, John Cleves Symmes, Jr. menyarankan bahwa Bumi terdiri dari cangkang berongga sekitar 1.300 km tebalnya dengan bukaan sekitar 2.300 km melintas di kedua kutub dengan 4 cangkang dalam masing-masing terbuka di kutub. Symmes menjadi orang yang paling terkenal dari para pendukung Hollow Earth. Ia mengusulkan untuk melakukan ekspedisi ke lubang Kutub Utara berkat upaya salah satu pengikutnya James McBride.

John Cleves Symmes, Jr.

William Reed, seorang pendukung teori ini pada abad ke-20 menulis Phantom of the Poles pada tahun 1906. Ia mendukung gagasan tentang bumi berlubang, tetapi tanpa cangkang bagian dalam atau matahari bagian dalam.

Penjelajah Ferdinand Ossendowski menulis sebuah buku pada tahun 1922 berjudul Beasts, Men, and Gods. Ossendowski mengatakan dia diberitahu bahwa ada kerajaan bawah tanah yang ada di dalam bumi. Itu dikenal oleh umat Budha sebagai Agharti.

George Papashvily dalam bukunya Anything Can Happen (1940) mengklaim penemuan di pegunungan Kaukasus sebuah gua yang berisi kerangka manusia dengan kapala sebesar keranjang gantang dalam sebuah terowongan kuno yang mengarah ke pusat bumi. Seorang pria memasuki terowongan dan tidak pernah kembali.

Menurut penulis Peter Kolosimo, sebuah robot terlihat memasuki sebuah terowongan di bawah sebuah biara di Mongolia. Kolosimo juga mengklaim cahaya terlihat  dari bawah tanah di Azerbaijan. Kolosimo dan penulis astronot lainnya Robert Charroux mengaitkan kegiatan ini dengan UFO.

Para pendukung teori Hollow Earth mengklaim sejumlah lokasi berbeda untuk pintu masuk yang mengarah ke dalam bumi. Selain kutub utara dan selatan, pintu masuk di lokasi yang dikutip meliputi: Paris di Perancis, Staffordshire di Inggris, Montreal di Kanada, Hangchow di China, dan Hutan Hujan Amazon.

Seorang penerbang dan penjelajah Amerika, Admiral Richard Evelyn Byrd terbang dalam sebuah misi ke kutub utara pada tahun 1947. Byrd dikenal merupakan penjelajah khusus wilayah kutub.

Richard Evelyn Byrd

Byrd diduga mencatat dalam jurnal pribadinya tentang sebuah tempat misterius di luar kutub utara yang disebutnya sebagai pusat dari sesuatu yang besar dan misterius. Dalam catatannya ia mengatakan penerbangannya kala itu melewati wilayah hamparan hijau dan subur. Jelas ini sangat tidak masuk akal karena kutub utara tertutup lapisan es sepanjang mata memandang. Bagaimana bisa ia melihat hamparan hijau yang seharusnya tidak ada di sana.

Tiga tahun kemudian Byrd melakukan penjelajahan lagi, kali ini ke Kutub Selatan. Rumor yang beredar mengatakan bahwa Admiral Byrd sebenarnya mencapai Antartica dan menemukan pintu masuk ke dalam sebuah peradaban yang terletak di rongga bumi yang dihuni oleh makhluk yang sangat maju.

Admiral Byrd membuat banyak pernyataan yang sangat tidak biasa dan aneh, termasuk di dalamnya pernyataan tentang apa yang ia sebut sebagai kendaraan pesawat model baru yang dapat terbang dari satu kutub ke kutub lainnya.

Saat Byrd kembali ke Amerika, ia dibawa kembali ke Washington D.C, di mana di sana ia diinvestigasi tentang pernyataannya yang aneh itu.

Apakah ini mungkin bahwa memang ada pintu masuk ke dunia lain yang bisa ditemukan di kutub bumi? Dan jika demikian, apakah Admiral Byrd sebenarnya telah melewati tempat itu seperti yang diceritakannya?


Bantahan Teori Bumi Berongga (Hollow Earth)

Meskipun ada sejumlah ilmuwan dan nama-nama terkenal yang berpendapat bahwa bumi itu berongga, namun tak sedikit pula yang mengemukakan bantahannya. Bantahan mereka terhadap teori ini setidaknya ada tiga yang mendasari, yaitu dari segi seismik, gravitasi, dan juga melalui pengamatan langsung.

Baca juga: 7 Bantahan Teori Konspirasi Pendaratan Manusia di Bulan

Seismik

Gelombang seismik adalah gelombang yang merambat di bagian dalam Bumi dan akan sampai ke bagian Bumi yang lain. Nah, dari jenis gelombang seismik yang diterima inilah, maka kita akan mengetahui apa sebenarnya komposisi inti bumi, karena tentu saja kita tidak bisa menggali sampai ke dalam inti bumi.

Gambaran struktur Bumi yang telah sampai pada gelombang seismik sangat berbeda dari Bumi yang sepenuhnya berlubang, tetapi tidak menyangkal bahwa ada area interior yang substansial. Waktu yang diperlukan untuk gelombang seismik untuk melakukan perjalanan melalui dan di sekitar Bumi secara langsung bertentangan dengan bola yang sepenuhnya kosong.

Bukti menunjukkan bahwa Bumi sebagian besar diisi dengan batuan padat (mantel dan kerak), paduan besi-nikel cair (inti luar) dan besi-nikel padat (inti dalam). Jadi bumi sama sekali tidak kosong berongga seperti teori yang dipercaya dalam Hollow Earth.



Gravitasi

Salah satu alasan ilmiah lainnya yang diyakini bertentangan dengan teori bumi berongga adalah gravitasi.

Benda-benda besar cenderung menggumpal bersama secara gravitasi, menciptakan benda-benda bulat yang tidak berongga seperti halnya planet dan bintang. Sementara itu bila ada bentuk bulat yang berongga atau kosong di dalamnya, maka energi yang ada tidak cukup kuat untuk mendukung terhadap gaya gravitasi. Jadi bila ada cangkang kosong seukuran planet dengan ketebalan kerak bumi maka tidak akan mampu mencapai keseimbangan hidrostatik dengan massanya sendiri yang akan menyebabkan bumi akan hancur.

Pengamatan Langsung

Pengamatan langsung tentu tidak memungkinkan dilakukan terhadap hipotesis ini dengan menggali lubang pengeboran. Seperti telah disebutkan di atas, lubang terdalam yang pernah dibor hingga saat ini adalah Kola Superdeep Borehole, dengan kedalaman bor vertikal sebenarnya lebih dari 7,5 mil (12 km). Namun jarak ke pusat bumi sendiri hampir 4.000 mil (6.400 km)! Tentu kedalaman yang tidak sebanding.

Kola Superdeep Borehole

Sampai saat ini teori Bumi Berongga (Hollow Earth) masih merupakan bagian dari pseudosains populer dan tidak lagi menjadi hipotesis yang layak secara ilmiah. Tetapi mari kita berandai-andai. Seandainya (terlepas dari berbagai bantahan di atas) bumi benar-benar berongga dan di dalamnya dihuni oleh makhluk yang memiliki kecerdasan di atas manusia, bukankah itu akan sangat mengerikan? Jika itu benar-benar ada pula, tampaknya sejarah kita akan berubah secara besar-besaran. Hmmm....


Referensi:

https://en.wikipedia.org/wiki/Hollow_Earth


0 Response to "Benarkah Bumi Itu Berongga? Teori Konspirasi Hollow Earth"

Post a Comment