Kasus Pencurian Lukisan Mona Lisa (1911)




Barangkali lukisan Mona Lisa karya Leonardo da Vinci tidak akan mencapai ketenaran seperti saat ini bila saja lukisan itu tidak dicuri oleh seorang pria Italia tahun 1911. Karena kasus pencurian itulah Mona Lisa mulai mendapat perhatian dan dibahas di mana-mana sampai-sampai lukisan ini menjadi lukisan yang paling banyak dibicarakan, diberitakan, bahkan paling sering dibuat parodinya di seluruh dunia.


Sejarah Lukisan Mona Lisa

Lukisan Mona Lisa karya Leonardo da Vinci juga yang juga dikenal sebagai La Gioconda adalah lukisan paling termasyur di dunia. Selama ratusan tahun karya ini telah banyak menarik minat mulai dari ahli seni hingga masyarakat awam yang tertarik dengan keindahan sekaligus misteri di balik lukisan maha karya da Vinci ini.

Leonardo da Vinci

Lukisan Mona Lisa adalah lukisan minyak setengah badan yang menggambarkan seorang wanita dengan pakaian Florentine tengah duduk dengan pemandangan pegunungan di belakangnya. Tatapannya ke depan dengan ekspresi dan senyum yang misterius.

Sampai saat ini tidak ada yang tahu siapa sebenarnya wanita dalam lukisan itu. Ada banyak teori yang mencoba menjawabnya. Salah satu teori yang cukup aneh bahkan percaya kalau wanita dalam lukisan itu sebenarnya adalah Leonardo da Vinci sendiri!

Baca juga: 7 Teori Mengejutkan di Balik Lukisan Mona Lisa

Leonardo mulai mengerjakan lukisan ini pada Oktober 1503 di Florence. Ia membawa lukisan ini bersamanya ketika ia diundang ke Perancis oleh Francis I pada 1516. Raja kemudian membelinya dan pada Revolusi Perancis lukisan itu ditempatkan di Louvre. Napoleon membawanya pergi untuk digantung di kamarnya hingga akhir hayatnya (Napoleon wafat tahun 1821).

Selama Perang Perancis-Prusia pada tahun 1870-1871, Mona Lisa dipindahkan dari Louvre ke Brest Arsenal. Lalu pada Perang Dunia II, dibawa ke Chateau d'Amboise, lalu ke Biara Loc-Dieu dan Chateau de Chambord, sampai akhirnya ke Museum Ingres di Montabaun. Pada tahun 1911, lukisan ini sama sekali belum populer di kalangan masyarakat awam.

Lukisan Mona Lisa

Pencurian Lukisan Mona Lisa


Pada tanggal 21 Agustus 1911, seorang pencuri yang menyamar dengan mengenakan baju pekerja putih memasuki Louvre. Hari Senin itu Louvre ditutup karena libur. Sang pencuri mengangkat lukisan itu dengan bingkainya dari dinding lalu melepaskan kacanya. Setelah mendapatkan Mona Lisa, ia menyembunyikan karya seni itu di balik bajunya dan melarikan diri.

Setelah 26 jam dicuri, akhirnya ada seseorang yang memperhatikan kalau lukisan itu sebenarnya telah hilang. Orang itu adalah pelukis Perancis, Louis Beroud yang datang ke The Louvre pada 22 Agustus 1911. Kedatangannya hari itu sebenarnya untuk membuat sketsa lukisan tersebut. Dia lalu meminta lukisan kepada penjaga. Para penjaga awalnya justru mengira kalau lukisan itu sedang difoto untuk iklan museum, sehingga tidak ada di dinding. Tapi ternyata mereka salah. Lukisan itu benar-benar hilang.

Salon Carre, Louvre, tempat di mana biasanya Mona Lisa disimpan

Mereka kemudian segera menghubungi pihak kepolisian. Malam itu juga polisi mengumumkan bahwa Mona Lisa telah dicuri. George Benedite, kurator Louvre, mengatakan kepada pers bahwa hanya pelawak yang akan mencuri lukisan itu karena terlalu sulit. Sementara itu polisi menunggu kalau-kalau pencuri akan menghubungi untuk menuntut uang tebusan dalam waktu 48 jam. Tapi bahkan sampai dua hari berlalu, sama sekali tidak ada seorang pun yang menghubungi dan mengklaim memiliki lukisan itu.

Sementara itu di tempat kejadian, pencuri meninggalkan sedikit petunjuk. Pihak keamanan menemukan gagang pintu dari tangga di luar gedung. Seorang tukang ledeng gedung mengatakan ia ingat pada hari lukisan itu hilang, ia telah membantu seorang pria untuk mengelas kenop pintu saat terkunci di tangga.

Seorang penjaga juga menemukan bingkai kayu dan kotak penutup kaca di tangga. Pada bingkai  lukisan, mereka menemukan satu sidik jari (ibu jari). Inspektur polisi Paris, Alphonse Bertillon, berencana untuk melakukan penyelidikan dengan teknik baru sidik jari. Tetapi saat itu tahun 1911, teknologi masih belum secanggih sekarang. Meskipun ia memiliki 750.000 file sidik jari, tetapi tentu saja terlalu banyak untuk diperiksa. Sebagai gantinya, ia kemudian memeriksa sidik jari 257 karyawan Louvre yang bekerja hari itu.

Berita hilangnya Mona Lisa

Polisi menyebarkan 6.500 selebaran dengan gambar lukisan itu dan menawarkan hadiah sebesar 40.000 franc. 

Polisi pertama kali mencurigai seniman bernama Geri Pieret. Ia dicurigai karena sebelumnya pernah mencuri di Louvre. Tetapi para penyelidik tidak menemukan Pieret di kota. Mereka lalu memutuskan menemui majikannya, Guillaume Apollinaire. Penyair ini juga dicurigai karena berkali-kali menyatakan kepada publik bahwa Louvre seharusnya dibakar. Dia ditangkap pada 7 September dan dipenjara walaupun akhirnya dilepaskan.

Salah satu kejadian unik dalam kasus pencurian ini adalah bagaimana seorang Pablo Picasso, seniman Spanyol yang terkenal juga dijadikan salah satu orang yang dicurigai. Picasso dicurigai karena sebelumnya ia membeli beberapa patung zaman perunggu Iberia dari Pieret. Ia sendiri sama sekali tidak tahu menahu kalau Pieret sebenarnya telah mencuri barang-barang dari museum. Ia lalu mengembalikan patung yang dicuri Pieret itu tahun 1907.

Baca juga: 7 Lukisan Paling Mengerikan di Dunia

Pencurian lukisan ini menciptakan sensasi luar biasa di media. Polisi dibuat bingung. Beberapa orang sempat diinvestigasi dan ditahan. Meskipun pada akhirnya merek semua dibebaskan karena tidak ada bukti yang cukup.

Selama lebih dari 2 tahun, lukisan itu tetap hilang. Dua tahun berlalu setelah kemudian pelaku sebenarnya berhasil ditemukan. Dia adalah seorang penjahat kelas teri dari Italia. Namanya Vincenzo Peruggia. Perugia rupanya pindah ke Paris pada tahun 1908 dan sempat bekerja di Louvre selama beberapa waktu.

Pelaku pencurian itu sebenarnya adalah pria bernama Peruggia. Pada hari pencurian itu, Perugia menyamar sebagai karyawan yang bekerja di Louvre. Mengenakan baju putih lalu bersembunyi di suatu tempat sampai malam tiba.

Bagaimana ketika Vicenzo Peruggia mencuri Mona Lisa (gambar:GettyImages)

Begitu tidak ada orang di sana, ia segera mengeluarkan Monalisa dari bingkainya. Begitu galeri dibuka keesokan harinya, Perugia berjalan santai ke luar, sementara lukisan itu disembunyikan di balik bajunya. Ia lalu membawanya ke kamarnya di Paris.

Vincenzo Peruggia, seorang warga negara Italia, adalah seorang tukang batu dan pelukis yang bercita-cita tinggi. Dia sempat bekerja untuk sebuah perusahaan yang memotong kaca untuk Louvre. Karena itulah ia bisa tahu dengan persis setiap sudut di Louvre dengan baik.

Baca juga: Kasus Pencurian Aneh di Museum Isabella Stewart Gardner yang Gagal Dipecahkan FBI

Peruggia adalah bagian dari kru kaca yang bekerja di Louvre. Polisi sebenarnya sempat mewawancarai Peruggia di apartemennya di Paris tahun 1911. Tetapi Peruggia mengemukakan alibinya. Dia mengatakan bahwa pada hari pencurian itu, ia sedang bekerja di lokasi lain. Padahal sebenarnya, tanpa sepengetahuan polisi, Mona Lisa ada di apartemen Peruggia.

Vicenzo Peruggia

Pada Desember 1913, Peruggia menulis kepada Alfredo Geri, seorang pedagang barang antik yang telah mengiklankan seni rupa di beberapa surat kabar Italia. Ia menandatangani suratnya dengan "V. Leonard", seolah-olah dialah pemilik Mona Lisa. Peruggia mengatakan bahwa lukisan itu diambil oleh Napoleon. Peruggia tentu saja mengharapkan hadiah dari negara karena telah mengambalikan lukisan itu ke tempat yang ia anggap sebagai tanah airnya. 

Geri kemudian menghubungi Giovanni Poggi, direktur Galeri Uffizi di Florence, dan mengatur pertemuan dengan Peruggia di Milan. Poggi mengautentikasi lukisan itu dan membujuk Peruggia untuk meninggalkannya untuk "diamankan". Kemudian mereka menghubungi polisi Italia.

Christopher Marinello dari Art Recovery International, sebuah perusahaan yang menyediakan layanan pemulihan seni untuk museum dan kolektor pribadi, mengatakan bahwa perilaku Peruggia, memegang dan menyembunyikan lukisan selama bertahun-tahun, adalah hal yang umum di antara pencuri seni.



Banyak orang Italia menyambut mahakarya ini. Mereka berbondong-bondong melihat di Galeri Uffizi.

Baca juga: 


Di pengadilan, Peruggia berulang kali berteriak dan menyela pengadilan. Dia berdebat dengan jaksa dan dengan pengacaranya juga. Hakim kemudian akan memukul palu memintanya untuk tenang. Tapi kemudian Peruggia akan mulai lagi. Sepanjang persidangan dia mengatakan bahwa tindakan pencurian itu adalah tindakan patriotisme.

Proses persidangan Peruggia

Patriotismenya ini kemudian menggugah juri. Pada 5 Juni 1914, ia dijatuhi hukuman ringan, hanya 6 bulan penjara. Setelah berjuang untuk Italia pada Perang Dunia I, Peruggia kembali ke Perancis, di mana ia meninggal pada tahun 1925.

Pada abad ke-19 kritikus mulai melihat karya ini sebagai puncak lukisan Renaissance Florentine. Pada tahun 1911 Mona Lisa belum dikenali. Faktanya ketika Washington Post pertama kali melaporkan pencurian itu dan menilai lukisan itu seharga $ 5 juta, koran itu secara keliru memuat gambar Monna Vanna, sebuah sketsa arang. Kasus pencurian ini lah yang kemudian mengubah cara dunia melihat Mona Lisa. 

Pada tahun 1932, sebuah cerita dari surat kabar yang diterbitkan di Saturday Evening Post mengklaim bahwa dalang pencurian Monalisa adalah orang Argentina, Eduardo de Valfierno, yang diduga telah membayar beberapa orang, termasuk Peruggia, untuk mencuri lukisan yang berharga itu.



Sementara itu ada banyak skandal yang terjadi pada lukisan itu selama beberapa dekade berikutnya. Pada tahun 1956, sebagian Monalisa rusak setelah dilemparkan asam oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Setitik pigmen di dekat siku kiri Mona Lisa juga rusak pada 30 Desember 1956, setelah batu dilemparkan di sana. Tetapi kerusakan itu dapat diperbaiki.

Pada tahun 1974, ketika lukisan itu dipajang di sebuah pameran tamu di Tokyo National Museum, seorang wanita yang kesal dengan kebijakan museum untuk orang cacat, menyemprotkan cat merah ke lukisan.

Yang terbaru pada tahun 2009, seorang wanita Rusia, tidak senang karena diberi kewarganegaraan Perancis, melemparkan cangkir teh yang dibeli di Louvre. Untungnya untuk insiden-insiden terakhir itu, lukisan tersebut tetap terjaga. Lukisan Mona Lisa juga dilindungi oleh kaca anti peluru.

Referensi:

https://en.wikipedia.org/wiki/Mona_Lisa
https://en.wikipedia.org/wiki/Vincenzo_Peruggia
https://www.washingtonpost.com/history/2019/10/20/how-theft-mona-lisa-made-it-worlds-most-famous-painting/
https://www.historytoday.com/archive/months-past/mona-lisa-stolen-louvre
https://www.thoughtco.com/mona-lisa-stolen-1779626


0 Response to "Kasus Pencurian Lukisan Mona Lisa (1911)"

Post a Comment