Benarkah Hitler Sebenarnya Keturunan Yahudi? Menguak Kisah Hidup dan Masa Lalu Adolf Hitler




Meskipun dikenal sebagai diktator yang kisah hidup dan kematiannya ditulis dalam berbagai artikel dan buku, tetapi pada kenyataannya sedikit sekali yang memuat mengenai masa kanak-kanak dan remaja sang fuhrer. Bahkan banyak kisah yang beredar tidak lebih dari fantasi dan mitos. Lalu seorang Austria menyelidiki arsip-arsip lama Hitler dan menguak asal usul, masa kecil, hingga bagaimana pria asal Austria itu menjadi orang nomor satu di Jerman.

Seorang anak petani di Dollersheim, Austria bernama Marianne Schicklgruber berangkat ke ibukota Vienna untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Pada tahun 1837, saat dirinya berusia 41 tahun, wanita itu kembali lagi ke desanya. Ia kembali dalam keadaan tengah mengandung. Tidak diketahui siapa ayah dari bayi yang dikandungnya itu.

Beberapa waktu kemudian, Marienne diketahui melahirkan seorang bayi laki-laki. Bayi itu lalu diberi nama Alois Schicklgruber, nama belakangnya sesuai dengan nama ibunya. Alois inilah yang kelak akan menjadi ayah kandung Adolf Hitler. Tetapi siapa ayah biologis Alois alias kakek Adolf Hitler? Sampai kini tidak pernah diketahui jawabannya.

Dollersheim, kampung halaman Alois Hitler

Seorang pemimpin perpustakaan di kota Linz, Austria, yang bernama Franz Jetzinger pada suatu waktu menyelidiki arsip-arsip lama dan mengadakan wawancara selama 10 tahun dengan orang-orang yang memiliki informasi akurat tentang identitas Hitler.

Menurut sumber yang didapat Dr. Jetzinger, diketahui bahwa saat bekerja di Vienna, Marianne diketahui bekerja pada satu keluarga bernama Frankenberger. Majikan Marianne itu punya seorang anak laki-laki berusia 19 tahun.

Ada dugaan bahwa mungkin anak laki-laki itulah ayah kandung Alois. Kalau hal ini benar, maka Hitler memang benar adalah keturunan Yahudi. Sebab Frankenberger adalah seorang Yahudi! Sangat miris jika memang itu benar, karena semasa hidupnya Hitler dikenal sangat membenci Yahudi.

Tetapi sumber-sumber yang lainnya yang telah diperiksa Dr. Jetzinger membantah teori bahwa Hitler punya kakek laki-laki seorang Yahudi. Singkatnya adalah tidak ada bukti yang benar-benar valid dan dapat dipertanggung jawabkan bahwa Hitler adalah keturunan Yahudi.

Adolf Hitler

Ketika Alois Schicklberger berusia 5 tahun, Marianne menikah dengan pria bernama J. George Hiedler. Ayah tiri Alois ini adalah seorang pria pemalas yang tidak pernah bekerja. Tak lama setelah pernikahan, keluarga ini jatuh miskin dan hidup dalam kesulitan ekonomi. Marianne sendiri kemudian meninggal dunia setelah 5 tahun menikah dengan George.

Tetapi George Hiedler rupanya punya adik yang keadaan ekonominya jauh lebih baik. Namanya J. Nepomuk Hiedler. Dialah kemudian yang mengasuh Alois kecil. Nepomuk memperlakukan Alois seperti putranya sendiri. Saat berusia 40 tahun, Alois kemudian mengubah namanya dari Schicklgruber menjadi Hiedler atau Hitler.

Alois Hitler, ayah kandung Adolf Hitler

Saat berusia 36 tahun, Alois sempat menikah dengan seorang janda berusia 50 tahun bernama Anna Glassl. Janda ini rupanya janda kaya. Alois hidup mewah setelah menikah dengannya. Tetapi ia kemudian diketahui main serong dengan seorang juru masak yang bekerja di rumahnya sendiri. Wanita itu bernama Fanni Matzelsberger. Mengetahui hal ini, Anna Glassl kemudian minta cerai.

Jarak usia Alois dan Fanni sangat jauh. Alois saat itu sudah 46 tahun sedangkan Fanni masih 22 tahun. Tetapi pernikahan kedua Alois dengan wanita muda ini tak berjalan mulus. Keduanya sering terlibat pertengkaran. Alois ternyata tidak juga setia pada istri keduanya ini. Fanni kemudian meninggal dunia dan setahun setelah kematian istrinya itu, Alois menikah lagi.

Wanita ketiga itu bernama Klara Polzl yang ternyata tak lain merupakan cucu dari J. Nepomuk Hiedler, ayah angkat Alois sendiri. Klara waktu itu masih berusia 25 tahun. Klara inilah yang kemudian akan melahirkan anak yang diberi nama Adolf Hitler.

Klara Hitler

Adolf Hitler lahir pada hari Sabtu, 20 April 1889 pukul 18.30 di Desa Baranau yang letaknya di pinggir Sungai Inn, masih termasuk wilayah Austria-Hungaria (sekarang Austria), tetapi tepat di seberang sungai itu terletak kekaisaran Jerman.

Baca juga: Misteri Kematian Geli Raubal, Cinta Pertama Adolf Hitler

Klara Hitler sebenarnya punya 6 anak, tetapi kebanyakan mereka mati muda, hanya 2 orang saja yang bertahan hidup yaitu Adolf Hitler dan saudara perempuannya, Paula yang lahir pada 21 Januari 1896.

Klara Hitler adalah wanita yang tenang dengan pakaian sederhana. Ia tidak seperti ibu-ibu pada umumnya yang suka bergosip dengan tetangga atau semacamnya. Dalam sebuah tulisan, Hitler pernah menuliskan sendiri tentang ibunya. Menurutnya ibunya itu adalah wanita yang mengabdikan diri untuk keluarga dan sangat sayang terhadap anak-anaknya.

Adolf Hitler saat balita

Pada usia 6 tahun, Adolf mulai bersekolah. Ia digambarkan sebagai anak yang penurut tetapi lincah. Hitler kecil tidak suka berkelahi, tetapi ia selalu unggul dalam permainan perang-perangan. Dalam setiap permainan itu ia selalu menjadi pemimpin. 

Selain gemar bermain perang-perangan, Hitler kecil juga menyukai buku. Sebagaimana lazimya orang yang agak berkedudukan di Austria (ayah Hitler punya pangkat di pabean), keluarga Hitler punya perpustakaan sendiri di rumahnya. Saat usianya 10 tahun, ia suka melihat sejumlah buku dan majalah bergambar yang terbit saat perang Jerman-Perancis. Buku-buku seperti itulah yang menjadi favoritnya. 

Sementara itu di sekolah, Hitler dikenal malas. Nilai-nilai untuk pelajaran eksak sangat buruk. Di sekolah ia hanya pandai pelajaran menggambar. Itulah sebabnya saat ia duduk di kelas satu SMP, ia pernah tertinggal kelas. Tetapi tidak ada yang meragukan otaknya yang tajam. Pada masa-masa inilah, ayah Hitler, Alois Hitler tutup usia sebelum Hitler genap berusia 14 tahun.

Masa kecil Hitler

Hitler muda tidak suka menerima nasihat dan kritik orang lain. Semua orang harus tunduk padanya. Agaknya inilah yang kemudian mempengaruhinya hingga dewasa. Tetapi anak muda yang punya wajah pucat dan kurus itu memiliki mata yang istimewa. Mata itu luar biasa, memancarkan sesuatu yang meluap-luap.

Baca juga: Father Krespi adalah Adolf Hitler?

Setelah menyelesaikan pendidikannya, Hitler tidak pernah menghubungi teman-temannya. Ia juga tidak bergaul dengan anak-anak tetangganya. Ia hanya diketahui punya satu sahabat. Namanya August Kubizek.

Hitler sangat cocok dengan Kubizek. Hitler sangat suka berbicara (merupakan kelebihannya sejak muda), sementara Kubizek adalah pendengar setia. Bersama Kubizek inilah, Hitler pergi menonton sandiwara, berjalan-jalan, dan mengobrol hingga dini hari pukul 2 atau 3 pagi. 

August Kubizek

Sementara itu, ibu Hitler tidak mengetahui seperti apa kehidupan Hitler. Ia mengira putranya itu belajar dengan keras di sekolah, jadi Klara selalu menuruti kemauan Hitler, mengirimkan uang padanya dalam jumlah lumayan. Maklum juga, Alois meninggalkan warisan yang lumayan besar. Tetapi meskipun kehidupan Hitler tidak teratur seperti itu, tetapi Hitler bukan perokok, tidak minum-minuman keras, dan juga tidak main perempuan. Setidaknya inilah yang membuat Klara tidak begitu khawatir pada Hitler.

Adolf Hitler adalah pribadi dengan fantasi luar biasa. Ia selalu terlihat seperti hidup dalam dunia lain, dunia impiannya. 

Saat usianya 18 tahun, Hitler berangkat ke Vienna untuk masuk ke akademi kesenian, tetapi sayangnya ia tidak lulus ujian. Hitler terus tinggal di Vienna, hidup bermalas-malasan, menonton sandiwara setiap hari, dan bangun siang. Ia tidak khawatir kekurangan uang. Ibunya terus mengiriminya uang. Tetapi wanita itu kemudian meninggal dunia pada tahun 1907.

Adolf Hitler dan saudara perempuannya mendapatkan uang warisan. Ia menyewa kamar kos dan mengajak Kubizek tinggal di kosnya. Semua orang di desa mengira Hitler sedang menempuh pendidikan di Vienna, padahal ia sedang menganggur. Tiap malam ia dan Kubizek pergi menonton sandiwara.

Tetapi pada suatu hari Hitler meninggalkan Kubizek, entah karena apa. Semenjak saat itu keduanya tidak pernah bertemu lagi, sampai Hitler merebut Rusia tahun 1938 atau 30 tahun kemudian. Hitler juga mendadak memutuskan kontak dengan keluarganya.

Sementara itu, warisan dari ayahnya habis dalam satu tahun. Tak lama kemudian kondisi keuangan Hitler hancur berantakan. Karena tidak bisa lagi menyewa, ia pun tidur di atas bangku taman dan di bawah pintu gerbang, kesimpulannya ia telah menjadi gembel. Ada masa-masa di mana Hitler harus mengantre untuk sekedar mendapatkan sup dari biara. Ia sempat pula melukis dan menjual lukisannya itu, tetapi beberapa kali juga ia pernah tertipu.

Lukisan-lukisan karya Adolf Hitler

Saat cukup umur, Hitler muda yang sudah seharusnya masuk militer (wajib militer) malah tak melaporkan diri. Ia justru pergi ke luar negeri yang tak lain adalah kota Muenchen, Jerman. Hitler kemudian dikejar oleh polisi Austria sebegai desertir. Ia sempat ditahan, tetapi kemudian dibebaskan lagi karena sakit. Hitler lalu masuk ketentaraan Jerman dan berhasil mencapai tingkat kopral.

Setelah Perang Dunia I, Hitler masuk partai politik yaitu Partai Buruh Jerman dan melepaskan kewarganegaraan Austrianya. Ia resmi menjadi warga negara Jerman. Dengan kepandaiannya berpidato yang telah ada sejak kecil, Hitler kemudian mampu menjadi pimpinan partai tersebut. Sampai akhirnya ia mencoba merebut kekuasaan, tetapi kemudian ditangkap dan dipenjara di benteng Landsberg.

Baca juga: 7 Butterfly Effects yang Mengubah Sejarah Dunia

Saat dipenjara itulah, ia mulai membaca buku-buku bernilai. Di tempat itu pula ia mendiktekan bukunya yang berjudul Mein Kampf (Perjuanganku) kepada Rudolf Hess. Buku itu kemudian diterbitkan pada tahun 1925 dan laku keras. Hitler menjadi kaya karena buku tersebut.

Rudolf Hess dan Mein Kampf

Inilah awal mula bagaimana seorang Adolf Hitler, yang dulunya merupakan anak muda yang hidupnya bak gembel menundukkan seluruh Jerman dan nyaris seluruh daratan Eropa. Dan ia jugalah yang menyebabkan pecahnya perang luar biasa dalam sejarah dunia yang kita kenal sebagai Perang Dunia II.

Referensi:

Ojong, P.K. 2009. Perang Eropa. Jakarta : Kompas.
https://en.wikipedia.org/wiki/Adolf_Hitler

0 Response to "Benarkah Hitler Sebenarnya Keturunan Yahudi? Menguak Kisah Hidup dan Masa Lalu Adolf Hitler"

Post a Comment