Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Misteri Hilangnya Koloni Inggris di Pulau Roanoke




Pada abad ke 16, kapten laut Inggris menemukan sebuah pulau yaitu Roanoke dan mendirikan koloni di pulau tersebut. Beberapa tahun kemudian, karena alasan keamanan, sang gubernur memutuskan kembali ke Inggris untuk melapor dan meninggalkan 115 koloni. Namun saat kembali ke pulau tersebut, mereka tidak mendapati satu orang pun di sana. Yang tersisa hanya sebuah tulisan terpahat di pohon, Croatoan.

Pada abad ke 16 tepatnya tahun 25 Maret 1584, atas perintah dari Ratu Elizabeth I, Sir Walter Raleigh diberikan mandat untuk membangun koloni Inggris di wilayah Amerika Utara. Setelah sebuah ekspedisi pencarian dilakukan, pada tanggal 4 Juli 1584 tibalah kapal laut Inggris yang dipimpin oleh kapten kapal Philip Amadas dan Arthur Barlowe di sebuah pulau yaitu Roanoke. Pulau Roanoke terletak di Carolina Utara, Amerika. 

Sir Walter Raleigh

Setelah mendapati pulau yang strategis tersebut, tahun 1585 akhirnya Sir Walter Raleigh memerintahkan untuk membangun koloni Inggris di pulau tersebut. Kemudian berangkatlah 7 buah kapal berisikan orang-orang Inggris yang dipimpin Sir Richard Grenville menuju Pulau Roanoke. Mereka juga mulai membangun hubungan baik dengan penduduk asli pulau Roanoke yaitu Secotans dan Croatoans.

Kedatangan mereka ke pulau Roanoke ternyata juga membuat banyak orang Inggris lain yang kemudian tertarik dan mulai berdatangan ke pulau tersebut. Koloni ini dipimpin oleh seorang gubernur yang bernama John White yang merupakan sahabat Raleigh. Saat menetap di Roanoke, John White juga membawa serta istri dan juga anaknya.

Koloni Inggris menetap di Roanoke

Mereka pun akhirnya mulai membangun 115 kelompok koloni baru di Chesapeake Bay. Saat berada di pulau Roanoke itulah, sang anak melahirkan seorang anak perempuan yang bernama Virginia Dare. Yang menarik dari Virginia Dare adalah fakta bahwa ia ternyata adalah orang pertama keturunan Inggris yang dilahirkan di Amerika yaitu pada 18 Agustus 1587.

Pembaptisan Virginia Dare

Seperti kebanyakan koloni yang mencoba untuk hidup bersama dengan penduduk asli, kedatangan orang-orang Inggris ini dianggap sebagai sebuah gangguan oleh suku asli setempat. Seorang koloni Inggris bernama George Howe dibunuh oleh orang suku asli saat sedang mencari kepiting seorang diri di Albemarle Sound.

Pembunuhan yang dilakukan terhadap koloni Inggris ini membuat mereka ketakutan. Sehingga mendesak agar Gubernur John White kembali ke Inggris dan meminta bantuan. Akhirnya John White memutuskan untuk kembali ke Inggris pada akhir 1587

Sebelum berangkat, mereka menyepakati bahwa jika terjadi sesuatu pada koloni tersebut dan harus pergi meninggalkan pulau, mereka harus menuliskan tanda "maltese cross" yang berarti mereka dalam bahaya. John White pun kemudian pergi meninggalkan koloni yang terdiri dari 90 pria, 17 wanita, dan 11 anak-anak) di pulau Roanoke tersebut termasuk sang cucu Virginia Dare.


Kembali ke Pulau Roanoke

Rencana John White untuk kembali ke Inggris ternyata meleset. Ia harus menunda kembali ke Roanoke karena ternyata di Inggris terjadi perang besar antara Inggris dengan Spanyol. Saat itu menjadi kewajiban bagi warga Inggris untuk turut serta dalam perang.

Setelah terjadi penundaan selama hampir 3 tahun, akhirnya John White kembali ke Roanoke dan tiba di pulau tersebut pada tanggal 18 Agustus 1590, tepat pada hari ulang tahun cucunya, Virginia Dare.

Saat tiba di pulau tersebut, John White dan pasukannya tidak melihat adanya aktivitas atau bahkan tanda-tanda kehidupan di tempat koloni tersebut. Seluruh penduduk koloni tersebut lenyap bak ditelan bumi. Anehnya, tidak ada tanda-tanda penyerangan, peperangan, ataupun kehancuran di tempat tersebut. Semuanya masih dalam keadaan baik. Satu-satunya yang tersisa dan menjadi petunjuk adalah sebuah pahatan di pohon tak jauh dari gerbang benteng yang bertuliskan "CROATOAN" serta sebuah pahatan pada pohon lain bertuliskan kata "CRO".

Pahatan bertuliskan Croatoan yang ditemukan pada pohon dekat gerbang pemukiman koloni

Beberapa Teori Menghilangnya Koloni Inggris di Pulau Roanoake

Lenyapnya koloni Inggris di pulau Roanoake menyisakan misteri yang masih belum terjawab hingga saat ini. Namun terdapat beberapa teori yang mencoba menjawab apa yang sebenarnya terjadi pada koloni tersebut setelah ditinggalkan John White pada akhir tahun 1587.

Teori pertama menyebutkan bahwa telah terjadi perang antara koloni Inggris tersebut dengan penduduk asli setempat. Namun teori ini terlihat lemah mengingat tidak ada tanda-tanda telah terjadi peperangan, bahkan keadaan tempat tinggal mereka masih dalam kondisi baik.

Teori kedua yaitu kemungkinan koloni ini kembali ke Inggris. Seperti diketahui, John White dan pasukannya meninggalkan Roanoke dalam jangka waktu yang cukup lama yaitu hampir 3 tahun. Dalam masa itu, bisa jadi persediaan makanan telah menipis sehingga memaksa mereka kembali ke Inggris. Lalu mengapa koloni ini tidak pernah tiba di Inggris? Teori ini pun mengungkapkan bahwa kemungkinan kapal yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan dan mengakibatkan koloni tewas.

Teori ketiga menyebutkan bahwa mungkin saja koloni Inggris tersebut telah bergabung dengan penduduk asli pulau Roanoke yaitu suku indian croatoan yang dikenal ramah pada pendatang. Dengan demikian maka terjadilah asimilasi antara koloni Inggris dengan suku Croatoan. 

Dari ketiga teori, nampaknya teori yang terakhir merupakan teori yang paling masuk akal. Apalagi setelah seabad kemudian, di Pulau Croatoan ditemukan suku indian berkulit putih dan bermata biru.


Eya
Eya Mystery and World History Enthusiast

1 komentar untuk "Misteri Hilangnya Koloni Inggris di Pulau Roanoke"