Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Buku Harian Dr. Campbell (Part 1)


Tak ada yang menyangka Dr. Harold Campbell yang ramah dan penyayang itu membunuh dengan keji istrinya sendiri. Lora Belle, bisa dikatakan memang bukan istri yang baik. Ia bermulut tajam dan peminum berat. Tampaknya dia juga depresi karena mimpinya untuk menjadi penyanyi terkenal tak kunjung terwujud. Tentu saja, karena kemampuannya memang menyedihkan. Tapi yang lebih buruk dari itu semua adalah sikapnya. Seolah tak sadar dirinya sudah bersuami, ia tetap saja menggoda pria lain.

Tapi sebuah buku harian yang ditemukan oleh Inspektur Levi Leone di ruang bawah tanah kediaman Dr. Campbell mengubah segalanya. Di sana tertulis bagaimana menyedihkannya kehidupan yang dijalani sang dokter yang tampaknya mengarah pada tindakan nekadnya yang brutal.

Hickory Hotel, Brooklyn (14 April 1902)

Aku bertemu dengannya 3 hari yang lalu, setelah berada di sini sejak 7 bulan. Aku sedang menyaksikan pertunjukan waltz saat tiba-tiba hidungku menangkap aroma yang sangat menggoda. Seorang wanita muda yang mengenakan mantel bulu lengkap dengan lipstik merah menyala itu kemudian menoleh padaku. “Pertunjukan yang bagus, bukan?,” tanyanya tiba-tiba. Itulah awal pertemuanku dengannya.

Aku tidak menampik kalau dia memang sangat menarik. “Namanya Lora Belle,” ujar seorang pria di sampingku yang sepertinya tahu kalau mataku tidak bisa lepas dari wanita itu. Sepanjang pertunjukan itu aku bisa melihat beberapa pria mencuri pandang ke arahnya.


Hickory Hotel, Brooklyn (22 Mei 1902)

Setelah pertemuan pertama itu, kami bertemu lagi. Kali ini di sebuah café. Dari pembicaraan awal yang basa-basi, kemudian sampai ke kehidupan pribadi. Dia memberitahuku kalau ia sudah punya suami. Sebuah pernikahan dini, katanya. Hatiku patah. Namun kemudian dia mengatakan kalau sebenarnya suaminya itu hanya memanfaatkannya sejak usianya 18 tahun.


Inspektur Leone membolak-balik halaman buku harian itu. Tampak enggan karena isinya berturut-turut tentang bagaimana menariknya Lora Belle di mata Campbell, bagaimana ia sangat memujanya dan begitu jatuh hati pada wanita itu. Tampaknya dia akan melakukan apa saja untuk bisa bersamanya.


New York, 1 September 1904

Aku dan Lora menikah. Akhirnya. Setelah ia bercerai dengan pria yang tampak seperti ayahnya itu. Usiaku 31 dan Lora 23 tahun. Jarak yang cukup jauh. Tapi ia tidak mempermasalahkannya. Begitu juga dengan statusku yang pernah menikah.

Kami menetap di New York. Dia masih mengejar mimpinya untuk menjadi penyanyi panggung. Sementara aku membuka praktik di sebuah klinik di pinggiran kota.


London, 9 Maret 1907

Hari ini kami pindah ke London. Lora bilang karirnya akan lebih baik di kota ini. Aku mengalah. Sebenarnya kualifikasi medis Amerika tidak cukup untuk membuka praktik di Inggris. Jadi aku bekerja sebagai distributor obat.


London, 30 Juni 1907

Hari ini dia mabuk lagi. Aku harus berhadapan dengan tempramennya yang buruk setiap hari. Dia mengeluh tidak mendapatkan kesempatan untuk pertunjukan yang diidamkannya. Ia bermimpi bernyanyi di atas panggung megah itu. Aku sudah berusaha menghibur dan juga membiayai kursus menyanyinya. Tapi memang suaranya tidak bisa ditolong walaupun dia ikut kursus itu sampai karatan!


11 Februari 1908

Namanya Esther Neave. Dia baru bekerja selama beberapa minggu, setelah aku memasang iklan membutuhkan juru ketik dan dia diterima. Sebenarnya dia wanita yang biasa saja. Penampilannya tidak secanggih Lora. Tapi sikapnya yang pendiam lama-lama membuatku tertarik. 


“Menemukan sesuatu yang bagus, Pak?,” tanya anak buah Leone ketika melihat sekilas bibir pria itu tersungging membaca petualangan cinta Dr. Campbell.

“Sepertinya begitu,” jawab Inspektur Leone tersenyum sambil mendongakkan kepala dan cepat-cepat kembali melanjutkan bacaannya.


5 Mei 1908

Kami bertengkar hebat. Dia menuduhku berselingkuh dengan Neale. Pasti teman-temannya yang melaporkan. Aku memang dekat dengan Esther. Tapi itu hanya pekerjaan saja. Lusa kemarin aku mengantarnya sampai ke rumah karena hujan dan itu sudah cukup larut. Tapi itu tampaknya menjadi bahan gosip.

Lora mengoceh sambil mengisap rokoknya. Dia tidak ingin bercerai, katanya di sela-sela ucapannya. Benci sekali aku dengan asap yang dikepul-kepulkannya itu. Tapi aku lebih memilih diam lalu pergi dari pertegkaran itu, dan seperti biasa dia akan menutupnya dengan tangisan. Entah itu sungguhan atau palsu, aku tak dapat membedakannya. Tampaknya dia sudah jadi aktris sekarang.


18 Agustus 1909

Hubunganku dengan Esther semakin dekat saja. Sepertinya tuduhan Lora menjadi kenyataan. Aku benar-benar nyaman bersamanya. Dia begitu perhatian padaku. Benar-benar berbeda dengan Lora.

Aku sudah tak peduli lagi pada wanita itu. Terakhir kali aku memergokinya berjalan dengan seorang pria yang tidak kukenal. Berbeda dengan pria yang sebelumnya pernah kulihat. Sepertinya dia dekat dengan banyak pria. 


29 Desember 1909

Aku rasanya ingin membunuhnya. Mungkin meracuninya atau mencekiknya, tidak akan terlalu sulit tampaknya. Hah, Ya Tuhan apa yang kupikirkan?


Lalu Inspektur Leone tiba pada halaman-halaman terakhir.


1 Januari 1910

Lora mengundang teman-temannya pada tahun baru. Aku tidak tahu apa maksudnya. Barangkali dia ingin memperlihatkan hubungan kami baik-baik saja. Aku bergabung di pesta itu dengan enggan. Di antara mereka aku bisa melihat ada pasangan Gloria dan Ivan Mitchell.

Pasangan sialan! Kedua orang itu sepertinya selalu menguntitku. Apakah Lora membayar mereka untuk itu? Aku benar-benar sudah tidak tahan lagi!


*** 


Dr. Campbell berdiri di depan cermin. Dan merasa puas dengan penampilan barunya. Ia mencukur kumis dan merapikan rambutnya. Sedikit perubahan gaya rambut juga bisa membuat perbedaan. Dengan begitu tak ada seorang pun yang akan mengenalinya. Begitu pikirnya.

Lalu diliriknya Esther yang ada di sebelahnya. Setelah memotong pendek rambutnya dan memakai setelan pria biru gelap dan juga sebuah topi, ia sekarang benar-benar seperti orang lain. Lebih tepatnya seperti seorang pemuda.

Esther tampak gugup. Berkali-kali ia melirik dirinya di cermin. “Apakah ini akan berhasil?”, tanyanya was-was.

“Tentu saja. Kita akan baik-baik saja.”

Minggu lalu pasangan Mitchell mengunjungi rumahnya dan menanyakan keberadaan Lora. Mereka mengatakan bahwa mereka tidak bisa menemukannya. Ia juga sudah beberapa hari tidak datang ke tempat pertunjukan seperti biasanya.

Awalnya Campbell mengatakan kalau istrinya itu sudah kembali ke Amerika karena sakit. Tapi ia terpaksa tetap tinggal karena urusan pekerjaan. Tapi beberapa hari yang lalu ia mengatakan kalau istrinya itu sudah meninggal.

Ivan dan Gloria terang saja tidak percaya. Sampai akhirnya beberapa hari yang lalu mereka kembali datang ke kediaman Campbell, dan celaka karena Esther yang membuka pintunya. Setelah menanyakan keberadaan Lora dengan nada curiga, mereka segera menyadari kalau Esther memakai gelang perak milik Lora. Keduanya segera melaporkan kecurigaan mereka.

Polisi dari Scotland Yard mengunjungi rumah Campbell dan dengan tenang pria itu mengatakan kalau sebenarnya istrinya sudah meninggalkannya demi seorang aktor Amerika dan ia sekarang mungkin bersama pria itu. Campbell mengatakan kalau ia sengaja berbohong pada teman-teman Lora karena malu sudah ditinggalkan istrinya demi mengejar pria lain.

Keesokan harinya Inspektur Leone bersama dengan beberapa anggota polisi kembali mendatangi kediaman Campbell. Tapi pria itu tidak ada di sana begitu juga dengan Esther Neale. Keduanya sudah melarikan diri. Petugas lalu menggeledah rumah itu.


***


Dengan tergesa-gesa Dr. Campbell dan Esther Neale menuju Belgia. Di sana mereka menginap di sebuah motel dan mengubah penampilan sedemikian rupa. Rencana mereka tampaknya berjalan mulus. Resepsionis sepertinya tidak memperhatikan kalau saat check in keduanya adalah pasangan pria dan wanita, lalu ke luar sebagai dua pria.

Sementara itu di kediaman Dr.Campbell.

“Pak, kami menemukan sesuatu di ruang bawah tanah,” lapor seorang petugas.

Inspektur Leone menutup buku harian yang tengah dibacanya dan bergegas ke ruang bawah tanah. Di balik sebuah tembok batu bata, mereka mendapati sisa tubuh manusia tanpa kepala. Jasad itu sudah dalam keadaan dipotong-potong dengan organ seksual yang sudah hilang.

Beberapa orang berusaha menutup rapat hidung mereka. Potongan tubuh itu tampaknya belum lama dikubur di sana.

“Kita harus menemukan Campbell!” seru Leone geram.

Dr. Campbell dan Esther Neale yang berpikir kalau pelarian mereka berjalan mulus tiba di pelabuhan. Rencananya mereka akan ke Antwerp dengan menaiki kapal menuju Kanada. SS Ancreon hari itu tidak begitu ramai, apalagi mereka naik ke kelas bisnis.

Sementara itu di atas kapal, beberapa penumpang berbisik-bisik karena ada dua pria dengan gerak-gerik aneh dan selalu berpegangan tangan. Penampilan pria yang lebih kecil agak janggal dengan tingkah laku yang luar biasa kikuk. Entah pakaiannya atau penampilannya. Tapi bila diperhatikan lebih dekat ia lebih mirip wanita.

Kapten kapal Henry Hodell yang mendengar tentang kedua orang aneh di antara para penumpang awalnya tidak begitu memperhatikan. Namun ia ingat ada dua orang buronan yang tengah dicari, pasangan pria dan wanita. Kapten kapal tidak bisa melepaskan pandangannya dari kedua orang itu.

“Orang-orang terus mengawasi kita. Apakah kita sangat mencolok?,” bisik Esther khawatir.

“Cobalah untuk mengalihkan pandanganmu,” gumam Campbell pelan.

Kapten kapal yang curiga kemudian segera mengirim telegram nirkabel ke pihak berwenang Inggris.


Bersambung….


*Jumlah komentar minimal 13, satu orang hanya dihitung satu komentar (nama "Unknown" hanya dihitung satu orang). Batas terakhir tanggal 13 Januari 2021 pukul 21.00 yaa.. :)

Perhatian: Mohon hargai penulis dengan tidak mengambil atau copy paste tulisan di blog ini untuk dijadikan postingan blog/website ataupun konten Youtube. Terima kasih.. ^^ 

Eya
Eya Mystery and World History Enthusiast

36 comments for "Buku Harian Dr. Campbell (Part 1)"

  1. Kebongkar pasti nanti penyamaran nya. Iya kan min :v

    ReplyDelete
  2. Replies
    1. Terima kasih yaa.. sayang namanya Unknown :(

      Delete
  3. Lanjutkan thor. Semoga part 2 nya muncul.

    ReplyDelete
  4. Please pada komen semoga lanjut aminn

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hastin, akhirnya muncul juga ya di blog hehe.. Semoga lanjut :)

      Delete
  5. Menurut saya sih, Lora Belle tidak sengaja dibunuh oleh Dr. Campbell, karena lora belle memergoki suaminya dan ester sedang bermesraan. Terjadi cekcok lalu tidak sengaja Dr Campbell membunuh istrinya, karena kaget mereka berdua memasukkan mayatnya ke tembok. Hanya opini saya saja yah hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh wow thanks Alice udah baca dan kasih komentar tentang ceritanya. Jadi salah satu teori ya.. Good job! ^^

      Delete
  6. great stories ;) please keep translating more western unsolved cases, looking foward to it !

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks Novelin, but i didn't translate it. Actually i wrote the story ^^

      Delete
  7. Nice cases.. Sayang sekali.. Padahal Dr. Campbell bisa jd penulis yang hebat😁

    Dilanjutkan yaa kak ceritanya. Penasaran nih

    Semangat kak😁

    ReplyDelete
  8. Ini keren. Membuat cerita dengan gaya anda sendiri but based on true story? Overall i love how you presented it.

    Aku juga punya blogku sendiri, dan beberapa terinspirasi dari merinding.com. Terima kasih sebelumnya, dan jangan lupa mampir ke blog aku ya di rumahmisteri.com.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks a lot, Changna! Rumahmisteri.com ya, blognya keren loh.. Keep posting yah! Semangat!!^^

      Delete
    2. Yang berbau misteri saya kunjungi 👍

      Delete
    3. Iya Harllie mampir juga ke sana ya. Jangan lupa tinggalin komentar. Harllie nih rajin blogwalking, suka keliling ke blog-blog misteri. Tukang pantau hehe..^^

      Delete
  9. Kak kok konsepnya beda sama Enigma yg kasus misterius dan diteliti dan dicari risetnya

    Kakak kaya copy-paste novel jaman Conan Doyle
    Kurang seru kak. Beda sama enigma yg mau kakak tuju.
    Ayo kak ini saran baik

    ReplyDelete
  10. Saya mendukung adanya part 2

    ReplyDelete
  11. Akan seperti apa kelanjutan nya

    ReplyDelete
  12. Dari part 1 ini yang dapat kita tuduhkan Dr. Campbell dan Esther Neale, karena dari buku harian dan sikap mereka. Lalu apa memang mereka yang membunuh sadis Lora Belle? mungkin gak sesederhana itu atau memang iya Dr. Campbell pelakunya atau ada twist yg lain 🤔😏👍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Akhirnya keluar juga analisa Harllie hehe.. Kita tunggu kelanjutannya ^^

      Delete
  13. Semangat bos!! paling suka cerita2 misteri kaya gini. ditunggu postingan berikutnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih ya sudah baca. Jangan panggil bos, panggil Eya aja hehe..^^

      Delete
  14. Komentar ditutup. Jumlah komentar ada 13 orang. Cerita akan lanjut ke part 2. Sampai ketemu lagi hari Senin yaa..^^

    ReplyDelete
  15. Ini kasus Hawley Harvey Crippen kah?

    ReplyDelete