Kisah Mengerikan Radium Girls, Ketika Para Pekerja Terkena Radiasi Radium




Selama Perang Dunia I, ratusan gadis-gadis muda bekerja di sebuah pabrik jam, mengecat jam dengan cat radium bercahaya. Mereka juga bersenang-senang dengan radium yang diklaim perusahaan aman. Tetapi setelah beberapa tahun, gadis-gadis ini mulai merasakan efek radiasi radium. Beberapa di antara mereka mulai mengeluh sakit kepala, pendarahan, hingga berujung pada tumor dan kanker mengerikan. Banyak pekerja meninggal dunia di usia muda sementara sisanya menderita cacat fisik seumur hidup. 

Gadis-gadis Radium (Radium Girls) adalah pekerja pabrik perempuan yang terkena keracunan radiasi dari pengecatan jam dengan menggunakan radium. Akivitas kerja ini dilakukan di tiga pabrik United States Radium Corporation (USRC) yaitu di Orange, New Jersey (mulai sekitar 1917), di Ottawa, Illinois (dimulai awal 1920an) dan di Waterbury, Connecticut.

United States Radium Corporation awalnya bernama Radium Luminous Material Corporation, perusahaan ini beraktivitas dalam pemurnian radium dari bijih carnotite untuk menghasilkan cat bercahaya, yang kemudian dipasarkan dengan merek dagang "Undark". Bijih itu ditambang dari Paradox Valley di Colorado dan "tambang Undark" lainnya di Utah.



USRC juga merupakan pemasok utama jam tangan radioluminescent kepada militer. Jam tangan itu ketika telah diberikan radium, akan secara alami bersinar dan membuat angka-angka pada jam jadi lebih mudah dibaca pada malam hari atau di parit gelap, yang merupakan situasi yang memang dihadapi oleh militer kala itu.

Dalam waktu singkat, permintaan akan jam ini meningkat pesat. Perusahaan kemudian juga mulai merekrut lebih banyak pekerja wanita untuk mengecat jam dengan radium. Pada masa puncak kesuksesannya, pabrik mereka di Orange, New Jersey, mempekerjakan ratusan pekerja wanita.



Pada tanggal 10 April 1917 seorang wanita berusia 18 tahun bernama Grace Fryer, mulai bekerja sebagai pengecat jam di USRC di Orange, New Jersey. Dua saudara laki-laki Grace pergi ke medan perang. Grace yang masih muda berupaya untuk mencari nafkah untuk keluarganya. 

Pada tahun 1917, sejumlah gadis muda menganggap diri mereka beruntung telah mendapatkan pekerjaan di sebuah kompleks gudang besar di Orange, New Jersey. Saat itu pekerjaan sebagai pengecat jam merupakan pekerjaan bergengsi khususnya bagi gadis-gadis dari keluarga menengah ke bawah.

Pekerjaan yang relatif mudah dan sederhana (hanya duduk dan mengecat jam) dan juga bayaran yang tinggi (kira-kira 3 kali upah pekerja perempuan umumnya) dengan cepat membuat banyak gadis-gadis tertarik untuk bekerja di sana. Sementara itu, banyak dari mereka yang telah bekerja kemudian merekomendasikan saudara perempuan mereka untuk bekerja di tempat yang sama. Maka tak heran kalau di sana cukup banyak yang memiliki hubungan keluarga.



Gadis-gadis itu bekerja mengecat jam dengan radium. Radium sendiri ditemukan pada tahun 1898 oleh fisikawan dan ahli kimia Pierre dan Marie Currie. Penemuan ini membuat mereka memenangkan Nobel dan sekaligus membuat Marie menjadi wanita pertama yang mendapatkan penghargaan bergengsi tersebut.

Cat yang diresapi radium adalah penemuan baru pada tahun 1917. Meskipun Pierre dan Marie Curie sebenarnya pertama kali mengindentifikasi elemen tersebut pada tahun 1898, namun baru pada tahun 1910 Marie berhasil mengisolasi sampel untuk dikerjakan.

Namun seiring berjalannya waktu, pasangan ini segera tahu bahwa penemuan mereka berbahaya. Marie Curie yang bekerja dengan sejumlah besar radium murni awalnya tidak mengetahui bahaya zat tersebut, sehingga terlalu sering melakukan kontak langsung yang akhirnya membuatnya terkena anemia parah. Marie sendiri meniggal dunia pada 3 Juli 1934.

Kembali lagi pada jam tangan radium bercahaya. Radium ternyata bila dicampur dengan jenis cat yang tepat, maka akan bercahaya setelah terpapar cahaya. Arloji yang dicat tersebut dapat menyerap energi di siang hari dan terlihat bersinar sepanjang malam.

Sebenarnya para pekerja pria yang bekerja untuk USRC mengenakan celemek timbal untuk melindungi diri mereka dari radiasi ini, yang diketahui memiliki efek kulmulatif. Tetapi gadis-gadis itu justru tidak diberi perlindungan apa pun dan bahkan didorong untuk menjilati kuas agar mendapatkan detail pekerjaan yang lebih baik.



Sementara itu, Grace dan rekan-rekannya bekerja dengan menerapkan teknik khusus yaitu dengan menjilat kuas dan menyentuhkannya ke bibir setiap kali akan menerapkan radium ke dalam jam. Tujuannya agar ujung kuas bagus dan mudah mengaplikasikannya. Hal ini otomatis membuat mereka akan menelan sedikit cat hijau yang berkilauan itu.

Setiap wanita di perusahaan tersebut telah diberitahu bahwa cat radium yang digunakan tidak berbahaya. Mereka bahkan memegang toples-toples berisi radium seolah itu bukan apa-apa. Beberapa dari mereka juga kemudian mulai bersenang-senang dengan zat kimia itu dengan mengecat kuku, wajah, hingga gigi mereka. Bahkan beberapa gadis memakai gaun terbaik mereka untuk bekerja pada hari Jumat dan sengaja menaburkan radium dengan tujuan agar bersinar di pesta dansa akhir pekan.

Tidak hanya itu saja, gadis-gadis itu juga mengecat kuku mereka dengan radium, menaburkan serpihan ke rambut mereka, dan bahkan mengoleskannya ke gigi. Cat ini secara alami memang akan membuat pakaian dan kulit para wanita itu bersinar ketika mereka pulang kerja. Gadis-gadis itu mengira hal ini sangat menyenangkan, tanpa mengetahui sama sekali akibat mengerikan apa yang akan menimpa mereka.


Para Pekerja Wanita Mulai Jatuh Sakit

Setiap sampel radium sebenarnya akan memancarkan partikel alfa ke segala arah. Biasanya, radiasi alfa tidak berbahaya dalam dosis kecil. Sumber radiasi alami yang tidak terhitung jumlahnya dapat ditemukan di dapur atau kamar mandi rata-rata. Bahkan alam penuh dengan itu karena partikel berenergi rendah mengalami kesulitan menembus satu lapisan kulit pun. Di luar tubuh, zat ini sebenarnya aman.

Namun ketika masuk ke dalam tubuh, radium akan mendatangkan malapetakan yang mengerikan pada jaringan tubuh. Radium cahaya itu ditimbulkan oleh atom unsur yang bertindak seperti baterai kecil. Foton cahaya menyerang atom radium, menabrak elektronnya ke orbit yang lebih tinggi.

Oleh karena itulah, saat matahari terbenam dan keadaan menjadi gelap, elektron-elektron itu secara otomatis akan jatuh ke orbit yang lebih rendah, memancarkan partikel dan beberapa foton. Ketika radium ditempatkan bersebelahan dengan sel manusia atau dalam aliran darah, maka itu akan bersarang di jaringan tubuh. Radium kemudian menembakkan partikel demi partikel pada jarak yang sangat dekat, yang akhirnya bermutasi dan membunuh sel-sel sehat di dalam tubuh.



Maka tak heran setelah beberapa waktu kontak dengan zat radium ini, banyak wanita yang kemudian mulai menderita penyakit-penyakit aneh. Mereka merasakan sakit kepala parah, anemia, patah tulang, dan nekrosis rahang, suatu kondisi yang sekarang dikenal sebagai radium rahang. Selain itu pula diduga bahwa penggunaan mesin sinar-X selama pemeriksaan yang digunakan oleh penyelidik medis mungkin juga telah berkontribusi pada kesehatan pekerja yang sakit dengan menjadikan mereka terkena radiasi tambahan. 

Namun perusahaan USRC dan perusahaan-perusahaan yang menggunakan radium menolak klaim bahwa pekerja yang sakit adalah hasil dari paparan radium. Perusahaan bahkan selama beberapa waktu meminta dokter, dokter gigi, dan peneliti untuk tidak merilis data mereka. Tidak hanya itu saja, kematian para pekerja kemudian disebut dikaitkan dengan penyebab lain. Mereka menyebut para wanita itu sebenarnya menderita Sifilis, penyakit infeksi seksual menular yang terkenal pada waktu itu.


Mulai dari Anemia, Pendarahan Hebat, Hingga Menderita Tumor dan Kanker

Pada Januari 1922, gadis radium bernama Mollie Maggia menderita sakit gigi. Dia pergi ke dokter gigi yang mengatakan padanya bahwa giginya perlu dicabut. Beberapa minggu kemudian Mollie kembali lagi, kali ini untuk manarik gigi di sebelahnya. Namun luka akibat pencabutan gigi itu tidak ada yang sembuh. Lukanya justru semakin parah dan bernanah di mulut Mollie. Setelah itu bahkan lebih banyak giginya yang harus dicabut.

Pada bulan Mei di tahun yang sama, dokter gigi mengira kalau Mollie perlu dioperasi untuk menghilangkan abses yang tumbuh cepat di rahangnya. Namun ketika dia membuka gusinya, tulangnya tidak terlihat benar karena terlalu pucat dan abu-abu. Dokter dengan perlahan-lahan mendorong dengan jarinya. Mengejutkan, seluruh tulang itu hancur.

Alih-alih menghilangkan tumor, sang dokter malah menggali seluruh rahang kiri Mollie. Tanpa sepengetahuannya, radium rupanya telah melubangi sel-sel tulang dan melepaskan kalsium. Mollie menderita pembengkakan wajah yang sangat parah. Bagian dagunya bahkan seperti tumbuh daging. Musim panas itu, sisa rahang Mollie keluar, diikuti oleh sedikit bagian dalam telinganya.



Pada September 1922, delapan bulan setelah sakit gigi pertamanya, Mollie meninggal. Tumor telah memotong vena jugularisnya dan membanjiri tenggorokannya dengan darah. Mencekiknya sampai mati di tempat tidur.

Mollie bukan satu-satunya gadis yang mengalami hal ini. Radium dengan mudah melewati gusi dan masuk ke dalam darah. Gigi mereka tanggal dan rambut mengalami kerontokan hebat. Beberapa gadis menderita keruntuhan total tulang belakangnya, sementara yang lainnya menderita kanker kulit, katarak, kanker tenggorokan, dan penyakit lain akibat dari paparan radiasi jangka panjang.




Perusahaan USRC Membela Diri

Pada saat itu, meskipun radium diketahui sangat berbahaya, tapi tidak ada yang punya pengalaman dengan penyakit radiasi. Kematian Mollie seperti kematian pekerja lainnya dikaitkan dengan penyakit sifilis. Perusahaanmelakukan klaim ini setelah tuduhan dan tuntutan hukum mulai bergulir bersamaan dengan kematian para pekerja.

Pada 1924, ketika puluhan gadis sakit atau mati, sebuah penelitian independen membuktikan bahwa cat radioaktif memang berbahaya ketika tertelan. Marah pada konsekuensi akibat penelitian ini, USRC kemudian membayar studi lainnya untuk menemukan fakta bahwa menelan cat radium itu tidak berbahaya.

Setahun kemudian seorang petugas medis dari Essex County dan juga peneliti independen bernama Harrison Martland mempelajari kasus ini. Ia membuka kembali kasus Mollie. Pada saat otopsi, mayat Mollie sama sekali tidak menunjukkan tanda sifilis seperti yang dituduhkan perusahaan, tetapi jelas telah hancur oleh radiasi. Hasil serupa terjadi pada gadis-gadis lain yang telah meninggal dan pada akhirnya USRC dihancurkan oleh biaya medis dan pengadilan yang harus ditanggung oleh perusahaan itu.



Namun penemuan ini cukup terlambat. Banyak dari pekerja yang mati muda, biasanya dalam kesakitan dan ketakutan yang mengerikan. Sementara sisanya hidup bertahun-tahun dengan tulang yang melemah, kehilangan gigi, dan berbagai bentuk kanker.

Setelah tuntutan pengadilan yang berkepanjangan, akhirnya beberapa gadis diberi kompensasi oleh perusahaan. Mabel Williams dari Olympia, Washington, mungkin menjadi gadis radium terakhir yang hidup. Pada tahun 2015, dia berusia 104 tahun dan telah bekerja untuk USRC pada usia 16 tahun. Ia meninggal dunia pada 23 Juli 2015. Ia sangat beruntung karena tidak menderita komplikasi radium. Menurutnya, ia tidak pernah menjilat ujung kuas seperti gadis lainnya. Bahkan ketika malam tiba dan suaminya mengatakan bahwa rambutnya bersinar karena terkena radium, ia akan langsung mencucinya.

Pekerjaan Dr. Martland telah menarik perhatian, dan pada tahun 1930-an, beberapa lembaga penelitian memintanya untuk menangani elemen-elemen seperti uranium dan plutonium. Selama beberapa dekade setelahnya komisi energi atom AS memuji penelitian dan pengalaman yang diperoleh di pabrik USRC yang membantu mereka dalam merancang protokol penanganan dan keselamatan kerja.



Dampak Historis

Kisah Radium Girls memmegang peranan penting dalanm sejarah kesehatan dan gerakan hak-hak buruh. Hak pekerja individu untuk menuntut ganti rugi dari perusahaan karena penyalahgunaan tenaga kerja ditetapkan sebagai hasil dari kasus Radium Girls. Setelah kasus ini, standar keselamatan industri terbukti ditigkatkan selama beberapa dekade.

Kasus ini akhirnya diselesaikan pada musim gugur tahun 1928. Masing-masing korban mendapatkan kompensasi $10.000 dan $600 per tahun anuitas ditambah $12 per minggu untuk semua nyawa mereka (setara dengan $8.900 pada tahun 2019). Semua biaya medis dan hukum yang dikeluarkan untuk kasus ini juga ditanggung oleh perusahaan.

Referensi:

https://en.wikipedia.org/wiki/Radium_Girls
https://allthatsinteresting.com/radium-girls/4
https://www.buzzfeed.com/authorkatemoore/the-light-that-does-not-lie
https://www.dignitymemorial.com/obituaries/tumwater-wa/mabel-williams-6529794


0 Response to "Kisah Mengerikan Radium Girls, Ketika Para Pekerja Terkena Radiasi Radium"

Post a Comment