Batu Rosetta (Rosetta Stone)




Tahukah kalian apa itu Batu Rosetta? Jadi begini, pada akhir abad ke 4 Masehi, hieroglif tidak ditemukan lagi. Pengetahuan tentang bagaimana cara menulis dan membacanya pun hilang. Nah, berkat penemuan batu inilah, para ahli akhirnya dapat menguraikan dan membaca huruf-huruf hieroglif yang merupakan sistem penulisan Mesir kuno sekaligus membuka tabir bagaimana kehidupan dan sejarah masyarakat pada masa itu..

Batu Rosetta (Rosetta Stone) sebenarnya adalah bagian yang rusak dari sebuah lempengan batu yang lebih besar. Memiliki ukuran panjang 112,3 cm, lebar 75,7 cm, dan tebal 28,4 cm, batu granit merah muda keabu-abuan ini memiliki tulisan di atasnya dalam dua bahasa yaitu Mesir dan Yunani. 

Batu Rosetta (Rosetta Stone)

Selain dua bahasa, rupanya terukir tiga skrip di atasnya yakni hieroglif, demotik Mesir dan juga Yunani. Dengan perincian: 14 baris skrip hieroglif; 32 baris dalam Demotic; dan 53 baris bahasa Yunani kuno. Inilah yang kemudian akan menjadi petunjuk pentig bagi para ahli untuk membaca hieroglif Mesir. Karena itulah penemuan ini sangat penting.



Sebelum batu ini ditemukan, tidak ada yang tahu bagaimana cara membaca hieroglif Mesir kuno. Aksara berupa gambar-gambar itu benar-benar tidak dapat diartikan oleh para ahli. 



Penemuan Batu Rosetta

Penemuan batu ini sebenarnya berawal dari ketidaksengajaan. Batu ini ditemukan pada saat Napoleon Bonaparte berkampanye di Mesir tahun 1798 hingga 1801, dengan tujuan untuk mendominasi Mediterania Timur dan mengancam kekuasaan Inggris di India. 

Pada tanggal 15 Juli 1799, pasukan Napoleon sedang menggali fondasi untuk penambahan benteng di dekat kota Rashid (Rosetta) di Delta Nil. Saat itulah mereka menemukan lempengan batu yang tampaknya merupakan bagian dari sebuah batu yang sangat besar. Seorang petugas yang bertanggung jawab saat itu, Pierre-Francois Bouchard yang menyadari bahwa batu ini mungkin saja penting kemudian memerintahkan untuk menyimpannya.

Batu itu bersama beberapa barang antik menjadi milik Perancis. Namun setelah kekalahan Napoleon melawan Inggris, batu itu kemudian menjadi milik Inggris di bawah Perjanjian Alexandria bersama dengan barang antik lainnya yang ditemukan Perancis. Batu tersebut kemudian dikirim ke Inggris dan tiba di Portsmouth pada Februari 1802.




Apa yang Tertulis di Batu Rosetta?

Pada tahun-tahun awal abad ke-19, para ahli dapat menggunakan tulisan Yunani pada batu ini sebagai kunci untuk menguraikannya isi dari tulisan yang terukir di atasnya. Thomas Young, seorang ahli fisika Inggris, adalah orang pertama yang menunjukkan bahwa beberapa hieroglif di Batu Rosetta menulis nama kerajaan yaitu Ptolomeus.

Thomas Young

Seorang sarjana Perancis, Jean-Francois Champollion kemudian menyadari bahwa hieroglif mencatat bahasa Mesir kuno. Ini merupakan dasar pengetahuan kita tentang bahasa dan budaya Mesir kuno. Champollion kemudian membuat langkah penting dengan memahami tulisan Mesir kuno ketika dia menyusun alfabet hieroglif yang digunakan untuk menulis nama-nama penguasa non-Mesir. 

Champollion mengumumkan penemuannya, yang didasarkan pada analisis Batu Rosetta dan teks-teks lainnya, dalam sebuah makalah di Academie des Inscription et Belles Lettres di Paris pada tahun 1882. Para hadirin yang hadir termasuk Thomas Young juga mencoba menguraikan hieroglif Mesir.


Champollion menulis salinan makalah ini dengan hieroglif alfabet. Champollion membuat terobosan penting pada tahun 1824, menyadari bahwa tanda-tanda alfabet digunakan tidak hanya untuk nama asing tetapi juga untuk bahasa dan nama Mesir. Champollion yang memiliki pengetahuannya tentang bahasa Koptik, yang berasal dari Mesir kuno, membuatnya mampu membaca prasasti hieroglif sepenuhnya.

Tulisan pada batu tersebut berisikan pesan resmi yang disebut dekrit, tentang raja Ptolemy V (memerintah 204-181 SM). Dekrit itu disalin pada lempengan batu besar yang disebut stelae, yang diletakkan di setiap kuil di Mesir. Dikatakan bahwa para imam sebuah kuil di Memphis (Mesir) mendukung raja. Nah, Rosetta Stone ini adalah salah satu dari salinan tersebut.

Setelah Batu dikirim ke Inggris pada Februari 1802, batu itu diserahkan ke Museum Inggris (British Museum) oleh Raja George III pada Juli 1802. Batu Rosetta dan patung-patung lainnya ditempatkan di bangunan sementara di halaman museum karena lantainya tidak cukup kuat untuk menahan beratnya.

Rosetta Stone berada di British Museum

Batu Rosetta telah dipajang di British Museum sejak 1802. Tetapi pernah sekali disimpan saat akhir Perang Dunia I pada tahun 1917 karena museum khawatir dengan pemboman besar-besaran di London saat itu dan memutuskan untuk memindahkannya ke tempat aman. Sampai saat ini Rosetta Stone ini masih tersimpan di British Museum dan ditempatkan di G4/CSE.

Referensi:

https://en.wikipedia.org/wiki/Rosetta_Stone
https://blog.britishmuseum.org/everything-you-ever-wanted-to-know-about-the-rosetta-stone/


0 Response to "Batu Rosetta (Rosetta Stone)"

Post a Comment