Legenda Charlie No-Face (Glowing Green Man)




Ada sebuah legenda urban yang sangat terkenal di Pennsylvania barat pada era tahun 1950an. Kisahnya mengenai seorang pria tanpa wajah yang dikenal dengan Charlie No-Face. Ia disebut kerap meneror dan mengganggu orang-orang yang lewat di jalan sepi. Selain itu diceritakan pula kalau tubuhnya bersinar hijau. Namun ternyata kisah itu bukan sekedar legenda urban karena sosok Charlie tanpa wajah itu memang sungguh-sungguh ada. 


Kisah legenda The Green Man atau Charlie No-Face berkembang pada sekitar tahun 1950an dan 1960an di Pennsylvania Barat. Mengenai pria tanpa wajah yang muncul di jalanan terpencil pada malam hari.

Menurut legenda, dia menjelajah jalanan sepi di malam hari, menakuti dan mengejar orang-orang. Tempat biasanya dia menampakkan diri adalah Piney Fork Tunnel, sebuah terowongan yang tidak lagi digunakan di Hillsville. Mitos mengatakan jika seseorang sedang berkendara dan bertemu dengan Charlie, pastikan untuk menginjak pedal gas sekeras mungkin karena Charlie bisa mematikan mesin mobil hanya dengan menyentuhnya. Sosok ini juga dikatakan memancarkan sinar hijau mengerikan.



Selain dikabarkan kerap menampakkan diri di terowongan Piney Fork, ia juga kabarnya meneror orang di South Park atau North Hills, atau jalur pedesaan di sekitar Washington, Pennsylvania. Meskipun dikisahkan sangat menakutkan, tetapi ternyata Charlie bukanlah sosok fiktif melainkan orang sungguhan yang menderita cacat fisik karena kecelakaan.

Baca juga: Asal Usul Legenda Bloody Mary

Pria tersebut bernama Raymond Robinson. Ia mengalami kecelakaan fatal saat masih anak-anak yang membuat wajahnya menjadi cacat permanen.



Pada tahun 1919, ketika Raymond Robinson berusai 8-9 tahun, dia naik ke atas pohon untuk melihat sarang burung yang berada di atas kawat trolly. Di dekat pohon itu rupanya ada tiang listrik bertegangan tinggi. Saat ingin meraih sarang burung itulah ia tersetrum. Raymond kecil jatuh ke atas tanah. Wajahnya terbakar. 

Kejutan bertegangan tinggi itu bukan hanya membakar wajah dan lengannya tetapi juga meninggalkan lubang di mata dan hidung. Ia mengalami cedera yang sangat mengerikan. Awalnya dokter yang menanganinya hampir putus asa, nyawanya tampak tak dapat diselamatkan lagi. Memang belum genap setahun peristiwa serupa juga terjadi pada seorang anak dan naasnya dia meninggal.

Namun rupanya Raymond kecil menunjukkan jika ia bisa bertahan hidup. Bocah kecil itu juga masih bisa berbicara dan mendengar walaupun sebagian organnya itu mengalami kerusakan. Meskipun Raymond kecil berhasil sembuh, tetapi ia mengalami cacat permanen. Karena ini pulalah Raymond menutup diri dari dunia luar. Sehari-hari dihabiskannya di rumah keluarganya di Koppel, Pennsylvania, membuat ikat pinggang, dompet, dan keset bersama dengan saudara-saudaranya yang kemudian dijual.



Raymond diketahui hanya akan meninggalkan rumahnya untuk berjalan-jalan keluar pada tengah malam demi menghindari menakut-nakuti orang dengan penampilannya. Dari kegiatan jalan-jalan pada tengah malam inilah awal mula munculnya legenda Charlie No-Face yang mulai berkembang ketika sejumlah orang melihatnya berjalan di sepanjang State Route 351.

Baca juga: Legenda Manusia Biru

Sementara itu julukan "Green Man" atau "Glowing Green Man" berasal dari sorotan lampu mobil akan memantul ke arah Raymond ketika mereka melewatinya di malam hari. Wajahnya yang terlihat bersinar itu merupakan hasil dari petroleum jelly yang dia gunakan untuk melapisi kulitnya yang rusak.

Sedikit yang diketahui tentang kehidupan Raymond, karena dia lebih banyak hidup menyendiri. Raymond meninggal dunia pada tahun 1985 pada usia 74 tahun karena sebab-sebab alamiah. Tetapi meskipun dia sudah meninggal, legenda The Green Man dan Charlie No-Face masih hidup sampai sekarang.


2 Responses to "Legenda Charlie No-Face (Glowing Green Man)"

  1. Walah sedih bacanya orang yg cacat malah dibuat urban legend disono.

    ReplyDelete
  2. Hebat lo dia bsa berthan selama itu:(

    ReplyDelete