Siapa Sebenarnya Bangsa Viking? Sejarah, Fakta, dan Mitos




Setidaknya sejak akhir abad ke-8 Masehi, bangsa yang terkenal suka bertarung dan gemar menjarah meneror kawasan dekat perairan di seluruh wilayah Eropa. Bangsa ini terkenal brutal dan kejam, yang dalam setiap aksinya mereka merampok, menjarah, dan tak segan membunuh di kawasan padat penduduk dekat pantai. Lalu setelah menjalankan aksi barbarnya, mereka pergi dengan kapal panjang yang layar petak berwarna merah dan putih. Bangsa ini dikenal dunia dengan sebutan Viking.


Sejarah dan Asal Usul Bangsa Viking

Viking merupakan bangsa Skandinavia atau Eropa Utara yaitu Denmark, Norwegia, dan Swedia. Bangsa yang dikenal dengan keahlian melaut dan juga bertarung ini sangat ditakuti oleh penduduk Eropa terutama yang tinggal di dekat laut atau perairan.

Bagaimana tidak, bangsa ini biasanya mendatangi pemukiman penduduk di pinggir pantai dan melakukan penjarahan harta benda lalu melarikan diri dengan kapal khas mereka. Menyebutkan nama mereka saja sudah membuat penduduk Eropa kala itu bergidik ngeri.

Bangsa Viking mulai melakukan penyerbuan melalui laut ke berbagai wilayah Eropa pada sekitar tahun 400an Masehi. Penyerbuan itu bahkan sampai ke Sisilia dan Italia Selatan di Laut Tengah. Bangsa yang sering disebut bar-bar ini juga menyerang pesisir Atlantik Perancis selatan hingga wilayah pesisir timur Inggris.

Nama "Viking" sendiri tidak diketahui dengan pasti asal usulnya. Nama ini diduga berasal dari bahasa Skandinavia kuno yaitu "vikingr" yang berarti "bajak laut". Selain itu, ada pula yang mengatakan kalau kata "Viking" berasal dari Viken, yaitu sebuah tempat yang letaknya di dekat Teluk Oslo, Norwegia. Nama "Viking" sendiri lama kelamaan lekat dengan orang-orang Skandinavia yang gemar melakukan penjarahan.



Sejarawan menyebutkan bahwa masa di mana bangsa Viking aktif melakukan aksi brutalnya di Eropa dengan "Zaman Viking" atau Viking Age. Aktivitas penjarahan dan perampokan yang dilakukan bangsa ini diperkirakan mulai dilakukan sejak abad ke 7 Masehi. Mereka melakukan penjarahan di kawasan Eropa karena beberapa alasan di antaranya jumlah penduduk Skandinavia yang semakin padat, ancaman dinasti Kristen, serta masih belum stabilnya kondisi Eropa setelah runtuhnya Romawi Kuno.

Selain itu kondisi wilayah Skandinavia yang sebagian besar beriklim dingin membekukan membuat orang-orang di sana dipaksa untuk mencari kebutuhan hidup di luar wilayah Skandinavia yang punya iklim lebih bersahabat.

Baca juga: Misteri Sea People (Orang-Orang Laut) yang Menghancurkan Peradaban

Zaman Viking ini umumnya mengacu pada periode dari tahun 800 Masehi, beberapa tahun setelah serangan paling awal yang tercatat, hingga tahun 1050an, beberapa tahun sebelum penaklukan Norman di Inggris tahun 1066. Selama masa ini, jangkauan orang-orang Skandinavia meluas ke seluruh penjuru Eropa utara dan banyak negara lain.

Peta Pelayaran bangsa Viking dari masa ke masa

Bangsa Viking memang sejak lama dikenal sebagai bangsa bar-bar yang gemar bertarung dan menjarah, tetapi sebenarnya sebagian dari orang-orangnya juga tidak hanya menjalankan aktivitas semacam itu saja. Dalam masa di luar peperangan, bangsa Viking umumnya bekerja sebagai petani, pedagang, hingga pengrajin. Komoditi yang mereka hasilkan juga biasanya dijual kepada orang-orang di luar Skandinavia.

Bahkan catatan perdagangan bangsa Viking yang paling jauh dilaporkan berada di Baghdad. Di sana mereka berdagang barang-barang seperti bulu, taring, dan lemak.

Orang-orang Viking biasanya hidup dalam perkampungan yang dipimpin oleh kepala suku. Bangsa ini juga mengenal pembagian masyarakat sosial. Pada kelas teratas ada golongan penguasa (Jarl), golongan kedua atau kelas bawah (Karl), dan terakhir adalah golongan budak (Thrall).

Pada tahun 861 M, sebagian bangsa Viking melakukan migrasi ke Rusia. Di sana mereka berdagang dengan Konstantinopel. Di Rusia inilah, bangsa ini secara perlahan-lahan mulai bercampur dengan bangsa Slav yang sudah lebih dulu tinggal di sana hingga terbentuklah negara yang sekarang kita kenal sebagai Rusia.

Di sepanjang Jalur Sutra, dua bangsa ini berdagang menjual bulu dan wol kepada orang-orang Samaniyah, sedangkan bangsa Samaniyah menjual sutra kepada Viking yang mereka dapatkan dari China.



Bangsa Viking dan Slav inilah yang kemudian menyerbu wilayah Romawi Timur di sekitar Konstantiopel, meskipun mereka tidak bisa merebut wilayah itu. Melihat kemampuan bangsa Viking ini, kekaisaran Bizantium merasa tertarik untuk merekrut mereka menjadi tentara. Jadi pada masa pertempuran Manzikert (1071) di mana Bizantium bertempur melawan Seljuk, bangsa Viking lah sebenarnya maju berperang.

Baca juga: Sejarah Awal dan Asal Usul Bangsa Inggris

Pada sekitar tahun 1000 Masehi, sebagian bangsa Viking telah bermukim di Perancis utara, di mana mereka kemudian disebut sebagai bangsa Norman atau Northman di mana wilayahnya disebut Normandy. Seratus tahun kemudian, pada sekitar tahun 1100 hampir semua orang-orang Viking itu telah memeluk agama Kristen. Mereka juga diketahui berlayar ke wilayah-wilayah barat seperti Greenland, Islandia, dan Nova Scotia dan menikah dengan wanita-wanita lokal di sana.



Pada abad ke 11 terutama sejak raja-raja Viking salah satunya yaitu Olaf II Haraldson dari Norwegia memeluk agama Kristen yang diikuti oleh sebagian besar rakyatnya, sejak saat itu pulalah secara berangsur-angsur orang-orang Viking ini meninggalkan kebiasaan mereka dan mulai hidup dengan damai.


Kapal Bangsa Viking yang Legendaris

Untuk memudahkan aktivitas mereka, bangsa Viking membuat kapal layar khas mereka yang disebut kapal panjang (longship). Seperti namanya, kapal ini memiliki bentuk panjang namun tidak luas dengan layar berbentuk persegi berwarna merah dan putih. Kapal yang bergerak dengan bantuan angin ini juga dilengkapi dengan beberapa pasang dayung.

Dengan bentuk kapal yang kecil dan ringan namun tetap lincah di lautan inilah, orang-orang Viking dengan leluasa dapat masuk ke teluk-teluk sempit bahkan mampu menjangkau muara sungai yang tidak bisa dimasuki kapal besar. Seperti diketahui pantai-pantai di kawasan Skandinavia memang dikenal dengan telu dan semenanjung yang kecil.

Kapal Viking yang legendaris

Bentuk kapal seperti ini memang mampu memberikan kemampuan beradaptasi yang tinggi yang digunakan di laut dan sungai.

Keterampilan pembuatan kapal yang khas selama 10 abad ini kemudian membentuk kehidupan Norse yang berlayar di laut dan mengubah sejarah Eropa. Mereka dahulunya membuat kapal penangkap ikan kecil dan kargo besar, lalu mulai mendesain kapal panjang yang digunakan untuk merampok.

Orang-orang Viking rupanya memiliki perhatian pada seni kerajinan. Kapal-kapal panjang mereka biasanya dihiasi pula dengan kepala naga berukir di haluan, yang menurut keyakinan mereka dapat mengusir roh jahat. Kepala naga ditambah dengan layar kotak berwarna merah dan putih diingat penduduk Eropa dulu sebagai teror yang mengerikan. Kapal itu menimbulkan ketakutan di hati orang Eropa selama tiga abad lamanya.

Kerajinan pembuatan kapal Viking ini sebenarnya telah dimulai sejak abad ke 7 Masehi ketika bangsa ini menemukan balok struktural yang membentang dari haluan ke buritan dan berada lebih rendah dari badan utama kapal.

Replika kapal Viking di Viking Ship Museum

Fitur inilah yang meningkatkan kecepatan dan stabilitas kapal yang pada akhirnya memungkinkan orang-orang Viking melakukan perjalanan dalam jarak jauh bahkan sampai melintasi Atlantik Utara. Kapal bangsa Viking ini ini sekarang disebut sebagai pelopor dan revolusioner dalam desain dan sejarah teknologi perkapalan.


Penyerangan Awal Bangsa Viking

Salah satu serangan awal Viking yang tercatat adalah penyerbuan terhadap sebuah biara di Pulau Lindisfarne, sebuah pulau kecil yang terletak di pantai timur laut Inggris. Serangan yang terjadi pada tahun 793 Masehi ini sekaligus menandai dimulainya migrasi Viking dari Sakndinavia. Biara di Lindisfarne ini adalah biara tempat belajar yang cukup terkenal dengan juga dilengkapi dengan perpustakaan yang besar.

Baca juga: Peta Vinland yang Misterius

Selama masa penyerangan oleh bangsa Viking, para biarawan terbunuh, ada yang dilemparkan ke laut, dan sebagian lagi diambil untuk dijadikan sebagai budak. Harta benda dirampas dan perpustakaan dibakar habis. Sejak saat itulah bangsa Viking memiliki reputasi sebagai bangsa yang kejam dan biadab.

Ilustrasi penjarahan dan kerusakan yang ditimbulkan Viking

Pada tahun-tahun setelah itu, banyak peristiwa penggerebekan dan penyerangan tempat-tempat di tepi pantai wilayah Eropa yang dilakukan oleh orang-orang Viking. Penduduk yang tinggal sekitar perairan yang merasa terancam dan ketakutan akan kedatangan Viking, mulai mendirikan benteng dengan bentuk pelabuhan berdinding batu yang menghadap laut.


Mitos dan Fakta Bangsa Viking

Selama berabad-abad bangsa ini digambarkan sebagai bangsa dengan orang-orang besar dan berotot yang kerap melakukan penjarahan dan perampokan. Mereka juga dikenal bengis dan kejam yang tidak akan segan-segan membantai siapa pun yang menghalangi mereka.

Namun ada beberapa mitos yang selama ini beredar yang sebenarnya tidak sesuai dengan bangsa Viking sebenarnya.


  • Helm Bertanduk

Perlengkapan ini sangat terkenal digunakan oleh bangsa Viking. Kita biasa melihatnya dalam beberapa film maupun gambar. Tetapi apakah benar mereka mengenakan helm bertanduk dalam setiap aksinya?

Kenyataannya sunggug benar-benar terbalik. Bangsa Viking secara tradisional biasanya pergi tanpa topi atau mengenakan helm kulit. Bahkan kalau pun mereka mengenakan penutup kepala, bentuknya sama seperti yang banyak dikenakan tentara Eropa pada abad pertengahan. Bahkan arkeolog yang menemukan salah satu helm milik Bangsa Viking kuno di pemakaman Gjermundbu, utara kota Oslo, mengatakan tidak ada sama sekali tanduk pada helm tersebut.

Ilustrasi orang Viking yang digambarkan mengenakan helm bertanduk

Gagasan mengenai helm bertanduk muncul dari kebangkitan bangsa ini pada masa pemerintahan Victoria. Pada abad ke 19, para pelukis Eropa melakukan "dramatisasi" pada penampilan orang-orang Viking yang mereka lukis. Gambaran penampilan seperti ini kian lekat tatkala film-film Hollywood menampilkan sosok orang-orang Viking seperti lukisan-lukisan abad ke 19 tersebut.


  • Orang-Orang Viking Jorok

Dalam beberapa film garapan sineas Hollywood, penggambaran orang-orang Viking yang kumal dan dan kotor sangat terasa. Seolah-olah bangsa ini tidak mengenal adab membersihkan diri. Tetapi kenyataannya sungguh berbeda.

Para arkeolog yang meneliti bangsa ini justru menemukan bukti adanya alat-alat pembersih seperti sisir, pengorek telinga, pisau, dan tusuk gigi, serta peralatan perawatan lainnya yang menunjukkan bahwa orang-orang Viking sangat menjaga kebersihan diri mereka. Bahkan sebagian arkeolog yakin bahwa bangsa Viking sebenarnya malah jauh lebih bersih dibandingkan dengan orang-orang Eropa pada masa itu


Referensi:

https://www.livescience.com/32087-viking-history-facts-myths.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Viking
https://www.re-tawon.com/2019/09/sejarah-penyebaran-bangsa-viking-di.html?m=1

0 Response to "Siapa Sebenarnya Bangsa Viking? Sejarah, Fakta, dan Mitos "

Post a Comment