Hewan-Hewan yang Menjelajah ke Luar Angkasa




Jauh sebelum manusia pertama dikirim ke luar angkasa, hewan-hewan telah lebih dulu menjelajah antariksa. Mulai dari monyet, simpanse, anjing, kura-kura, tikus, kucing, hingga lalat buah. Hewan-hewan ini lah yang dikirim untuk mengetahui reaksi tubuh terhadap gaya berat di luar angkasa hingga ketahanan fisik dan kemungkinan bertahan hidup. Hewan-hewan ini boleh jadi adalah pahlawan dunia antariksa yang membuat kemungkinan manusia bisa sampai ke sana...

Pada masa-masa awal ilmu penjelajahan ruang angkasa, tidak ada yang tahu jika manusia bisa selamat dari perjalanan jauh keluar dari bumi. Maka untuk melihat kemungkinan itu, digunakanlah hewan untuk mengetahui kemungkinan bertahan hidup di tempat yang belum pernah dijejaki itu.

Pengiriman hewan ke luar angkasa pada awalnya bertugas untuk menguji kemampuan bertahan sebelum percobaan antariksa dengan mengirimkan manusia benar-benar dilakukan. Hewan-hewan ini diterbangkan untuk menyelidiki berbagai proses biologis sampai efek gaya berat mikro pada penerbangan ruang angkasa. Selain itu juga tentu saja digunakan untuk menguji keamanan dan kelayakan meluncurkan makhluk hidup ke luar angkasa dan membawanya kembali ke Bumi tanpa terluka.

Roket yang mengirimkan Albert II

Setelah sejumlah hewan sukses dikirimkan ke luar angkasa, barulah manusia benar-benar dikirimkan ke sana. Seperti kita ketahui, manusia pertama yang menjelajah ke luar angkasa adalah kosmonot Rusia, Yuri Gagarin. Gagarin berangkat dengan Vostok 1 pada 12 April 1961. Dua tahun kemudian, kosmonot dari negara yang sama, Valentina Tereshkova juga pergi ke luar angkasa dengan Vostok 6 dan sekaligus menjadikannya sebagai wanita pertama yang ke luar angkasa.

Sementara itu, sejumlah hewan telah diluncurkan dalam program luar angkasa secara berkelanjutan termasuk monyet, anjing, kura-kura, tikus, tawon, kumbang, lalat, cacing, ikan, laba-laba, kelinci, lebah, semut, katak, jangkrik, kadal air, siput, ngengat, udang, ubur-ubur, babi guinea, kupu-kupu, kalajengking, dan juga kecoa.

Baca juga: Fenomena Hujan Binatang (Raining Animals)

Sampai saat ini tujuh program ruang angkasa nasional dari berbagai negara telah menerbangkan hewan ke luar angkasa yaitu Uni Soviet atau Rusia, Amerika Serikat, Perancis, Argentina, China, Jepang, dan juga Iran yang pada 3 Februari 2010 untuk pertama kalinya mengirimkan hewan-hewan (tikus, kura-kura, dan cacing) ke luar angkasa dengan roket Kavoshgar 3.




Hewan-Hewan Pertama, Misi yang Berhasil dan Misi yang Gagal

Sebenarnya hewan-hewan telah digunakan dalam penjelajahan aeronautika sejak tahun 1783. Saat itu, Montgolfier Bersaudara yaitu Joseph-Michael dan Jacques-Etienne Montgolfier mengirimkan seekor domba, seekor bebek, dan seekor ayam tinggi-tinggi di sebuah balon udara panas untuk melihat apakah hewan-hewan darat dapat bertahan hidup. Montgolfier Bersaudara ini adalah penemu dari balon udara gas panas Montgolfiere.

Sementara itu pada abad ke-20, pengiriman hewan untuk penjelajahan luar angkasa sudah semakin modern dengan mengirimkan mereka menggunakan teknologi roket.

Hewan pertama yang tercatat dikirimkan ke luar angkasa adalah lalat buah di atas roket V-2 yang diluncurkan AS pada 20 Februari 1947 dari White Sands Missile Range, New Mexico. Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengeksplorasi efek paparan radiasi pada ketinggian tertentu.

Roket yang membawa lalat buah itu berhasil mencapai 68 mil dalam 3 menit dan 10 detik, melampaui capaian Angkatan Udara AS yang hanya 50 mil. Kapsul Blossom dikeluarkan dan berhasil mengarahkan parasutnya. Lalat buah di dalamnya ditemukan hidup-hidup. Misi V-2 lainnya membawa sampel biologis, termasuk lumut.

Pada 14 Juni 1949 Albert II, monyet rhesus, menjadi monyet pertama di luar angkasa. Albert II diluncurkan denga V-2 Amerika Serikat. Sebelum Albert II berhasil dikirimkan, pendahulunya yaitu Albert I gagal. Albert I hanya mencapai 30-39 mil (48-63km), sementara Albert II mencapai 83 mil (134km).

Albert II

Sayangnya, Albert II meninggal pada tabrakan setelah kegagalan parasut. Banyak monyet dari beberapa spesies diterbangkan Amerika selama kurun waktu 1950an dan 1960an. Monyet-monyet tersebut dipasangkan sensor dan sebagian besar hewan-hewan ini dibius selama peluncuran. Tingkat kematian di antara monyet pada tahap ini sangat tinggi, sekitar dua pertiga dari semua monyet yang diluncurkan pada 1940an dan 1950an meninggal dalam misi atau setelah pendaratan.

Pada tanggal 22 Juli 1951, giliran Uni Soviet meluncurkan penerbangan R1 membawa anjing-anjing Tsygan dan Dezik ke luar angkasa, tetapi tidak ke orbit. Kedua anjing ini adalah organisme hidup pertama yang berhasil pulih dari pesawat antariksa. Kedua anjing antariksa selamat dari penerbangan, meskipun yang satunya mati pada penerbangan berikutnya.

Baca juga: Kisah Tragis Topsy, Gajah Sirkus yang Dieksekusi Mati

Usaha mengirim hewan ke luar angkasa yang dilakukan Uni Soviet tidak berhenti sampai di sana. Pada 3 November 1957, Uni Soviet mengejutkan dunia dengan peluncuran Sputnik 2. Di atas satelit kecil itu ada seekor anjing kecil bernama Laika yang merupakan hewan pertama yang mengorbit Bumi.

Laika adalah seekor husky muda Siberia. Dia diselamatkan dari jalanan Moskow. Ilmuwan Soviet berasumsi bahwa seekor anjing liar akan belajar untuk bertahan dalam kondisi kelaparan dan suhu dingin yang keras. Laika dan dua anjing lainnya dilatih untuk perjalanan luar angkasa dengan disimpan di kandang kecil dan belajar makan gel bergizi yang akan menjadi makanan mereka di luar angkasa.

Laika, sebelum dikirimkan dalam misi luar angkasanya

Nama anjing itu awalnya adalah Kudryavka atau Little Curly, tetapi ia dikenal secara Internasional sebagai Laika, sebuah kata Rusia untuk beberapa jenis anjing yang mirip husky. Wartawan Ameika menjulukinya Muttnik sebagai pelesetan dari Sputnik.

Sayangnya perjalanan Laika ke luar angkasa hanya satu arah. Bagaimana roket itu dapat masuk kembali tidak dapat diselesaikan pada waktunya. Tidak diketahui persis berapa lama Laika hidup di orbit, mungkin beberapa jam atau beberapa hari. Sputnik 2 terbakar di atmosfer bagian atas pada April 1958.

Patung Memorial Laika di Rusia

Pada 13 Desember 1958, Angkatan Laut Amerika Serikat mengirim monyet tupai bernama Gordo dari Cape Canaveral. Tetapi sayangnya parasut gagal beroperasi dan Gordo hilang. Setahun kemudian monyet bernama Able dan Baker menjadi monyet pertama yang selamat dari luar angkasa setelah penerbangan mereka tahun 1959.

Pada 19 Agustus 1960, Uni Soviet kembali dengan misi penerbangan hewan. Mereka meluncurkan Sputnik 5 yang juga dikenal dengan Korabl-Sputnik 2, yang membawa anjing-anjing Belka dan Strelka, bersama dengan kelinci abu-abu, 40 tikus, 2 tikus, dan 15 lalat buah dan tanaman. Itu adalah pesawat ruang angkasa pertama yang membawa hewan dan tanaman ke orbit dan mereka semua kembali dalam keadaan hidup.



Pada tanggal 31 Januari 1961, seekor simpanse bernama Ham diluncurkan dengan kapsul Merkurius di atas roket Redstone. Ham telah dilatih untuk menarik tuas untuk menerima hadiah pelet pisang dan menghindari kejutan listrik. Penerbangannya menunjukkan kemampuan untuk melakukan tugas selama penerbangan.


Ham sejak awal telah menjalani pelatihan intensif untuk melakukan tugas penerbangan luar angkasa. Nama Ham diambil dari singkatan Holloman Aerospace Medical Center tempat ia dilatih. Di sana, Ham menjadi terkenal terutama setelah penerbangannya pada 31 Jnauari 1961. Dia berhasil menjadi hewan pertama yang benar-benar berinteraksi dengan kapal ruang angkasa dari pada hanya naik di dalamnya.

Ham Simpanse

Setelah itu 3 bulan kemudian Amerika mengirim Alan Shephard ke luar angkasa. Sementara itu Enos simpanse menjadi simpanse yang pertama orbit pada 29 November 1961 di roket Mercury-Atlas 5.

Seolah tak mau kalah, Perancis kemudian diketahui menerbangkan tikus pertama ke luar angkasa pada 22 Februari 1961. Dua tikus lagi diterbagkan pada Oktober 1962. Perancis juga mengirimkan kucing bernama Felicette di atas roket Veronique AGI No. 47. Cina kemudian juga mengirim tikus pada ahun 1964 dan 1965 serta dua ekor anjing pada tahun 1966.

Sementara itu, selama program Voskhod, dua anjing antariksa Soviet bernama Veterok dan Ugolyok diluncurkan pada 22 Februari 1966 di atas kapal Cosmos 110 dan menghabiskan 22 hari di orbit sebelum mendarat pada 16 Maret. Penerbangan dengan durasi ini memecahkan rekor ini tidak terlampaui oleh manusia sampai Soyuz 11 meluncur pada tahun 1971.


Sampai saat ini pengiriman hewan-hewan ke luar angkasa masih terus berlangsung, meskipun menurut situs Nasa, jumlahnya sudah jauh berkurang. Tetapi satu hal yang pasti, hewan-hewan ini berperan dalam kemajuan dunia penjelajahan luar angkasa. Meskipun sebagian besar mereka bahkan tidak bernama.

Referensi:

https://en.wikipedia.org/wiki/Animals_in_space
https://www.space.com/17764-laika-first-animals-in-space.html
https://history.nasa.gov/animals.html


0 Response to "Hewan-Hewan yang Menjelajah ke Luar Angkasa"

Post a Comment