Tragedi Soyuz 11, Tewasnya Kosmonot Pertama di Luar Angkasa




Uni Soviet tengah bersuka cita lantaran berhasil mengirim tiga kosmonot mereka ke stasiun luar angkasa untuk pertama kalinya dalam sejarah dunia. Selama 23 hari ketiga kosmonot tersebut menghabiskan waktu di luar angkasa di mana aktivitas mereka ditampilkan dalam siaran langsung di televisi. Pada 30 Juni 1971 ketika mereka dijadwalkan kembali ke bumi, kapsul yang membawa mereka mendarat dengan mulus di lokasi peluncuran. Namun ketika kapsul itu dibuka, mimpi buruk yang tak pernah dibayangkan menjadi kenyataan...

Selepas Perang Dunia ke 2 usai, tampaknya Uni Soviet begitu berambisi dengan proyek luar angkasa mereka. Setelah berhasil mengirimkan Yuri Gagarin menjadi manusia pertama yang terbang ke luar angkasa selama 108 menit dengan pesawat roket Vostok I -nya, negara komunis itu kembali dengan proyek yang tak kalah ambisius. Tak heran Amerika begitu khawatir saat itu.

Proyek itu tak lain adalah peluncuran Salyut 1 di orbit bumi yang menjadi stasiun luar angkasa pertama dalam sejarah. Peluncuran stasiun luar angkasa perdana itu sukses besar pada 19 April 1971.

Baca juga: Misteri Black Hole, Monster di Ruang Angkasa

Setelah kesuksesan Salyut 1, Uni Soviet kemudian merencanakan akan membawa manusia ke sana. Misi luar angkasa sebelumnya yang dilakukan oleh pesawat luar angkasa Soyuz 10 gagal memasuki stasiun luar angkasa. Maka peluncuran Soyuz 11 menjadi rencana selanjutnya.

Peluncuran Soyuz MZ-11

Maka dipersiapkanlah tiga orang kosmonot yakni Komandan Georgy Dobrovolsky, insinyur penerbangan Vladislav Volkov, dan insinyur uji bernama Viktor Patsayev. Penerbangan ini adalah penerbangan pertama bagi Dobrovolsky dan Patsayev serta penerbangan kedua bagi Volkov. Namun penerbangan ini akan menjadi penerbangan terakhir bagi ketiganya.

Georgy Dobrovolsky, Vladiskov Volkov, Viktor Patsayev

Pada tanggal 7 Juni 1971 proyek peluncuran yang membawa ketiga kosmonot itu dilakukan. Penduduk Uni Soviet begitu antusias dengan penerbangan ke luar angkasa ini. Televisi hingga surat kabar penuh dengan berita peluncuran Soyuz 11. Ketiga kosmonot itu terkenal hingga penjuru negeri. Apalagi ketika dikabarkan bahwa mereka berhasil mencapai stasiun luar angkasa tersebut yang menjadi kemudian menjadi peristiwa besar bagi sejarah penerbangan luar angkasa Uni Soviet.

Baca juga: Kisah Maria Orsic, Aldebaran, dan Vril Society

Ketiga kosmonot tersebut tinggal di stasiun luar angkasa selama 23 hari lamanya. Selama periode tersebut, masyarakat yang sangat antusias rutin menyaksikan kosmonot mereka dari televisi yang memang menyiarkan aktivitas ketiganya selama di luar angkasa. 



Para kosmonot yang ceria selama berada di sana seolah menyiratkan bahwa tak ada hal buruk yang akan terjadi. Walaupun sempat menghadapi beberapa masalah seperti misalnya ventilasi yang salah dan juga adanya api pada hari kesebelas. Stasiun juga sempat mengalami getaran hebat saat mereka menggunakan treadmill kala peluncuran roket N1. Namun mereka dapat mengatasi semua masalah itu. Hingga tibalah hari terakhir di mana meraka akan kembali ke bumi.

Tanggal 30 Juni 1971, sesuai jadwal Soyuz 11 akan kembali ke bumi. Semua orang sangat antusias dan bersemangat menunggu di lokasi pendaratan yang juga menjadi lokasi peluncuran yang terletak di Kazakhstan. Lokasi ini merupakan dataran yang tak berpenghuni.

Proses pendaratan berlangsung sesuai petunjuk. Tak ada halangan apa pun yang berarti. Kapsul Soyuz 11 masuk kembali ke atmosfer bumi dan berhasil melakukan pendaratan dengan normal dan mulus. Bahkan kapsul yang membawa mereka terlihat tak ada kerusakan apa pun di bagian luar. Orang-orang yang telah menanti di lokasi peluncuran begitu bersemangat ketika mendekati kapsul.

Para petugas dan awak media mendekati kapsul kosmonot

Para petugas kemudian mengetuk sisi kapsul. Namun anehnya tak ada respon sama sekali dari dalam. Firasat tak baik mulai membayangi. Mereka kemudian membuka paksa kapsul itu dan menemukan kenyataan yang tak pernah dibayangkan sebelumnya.

Baca juga: Misteri Keberadaan Alien dalam Al-Quran

Ketiga kosmonot itu terbaring tak sadarkan diri. Darah mengalir dari telinga dan hidung mereka. Terdapat pula tanda biru kehitaman pada bagian wajah. Tubuh komandan Dobrovolsky ditemukan masih dalam keadaan hangat. Mereka segera mengeluarkan ketiganya dari dalam kapsul dan membaringkannya di tanah. Para peugas berusaha melakukan penyelamatan dengan upaya CPR. Tetapi sayang usaha itu sia-sia. Ketiga kosmonot itu telah meninggal dunia.

Para petugas berusaha mencoba memberikan pertolongan pada para kosmonot

Sebenarnya para awak di darat telah kehilangan kontak dengan para kosmonot itu sesaat ketika mereka berhasil masuk kembali ke atmosfer bumi. Para awak darat dan petugas sebenarnya telah bersiap untuk keadaan darurat. Tetapi kenyataan bahwa para kosmonot itu tewas benar-benar di luar bayangan mereka.

Menurut dokter yang melakukan CPR, para kosmonot itu meninggal dunia karena sesak nafas. Ahli patologi di Burdenko Military Hospital melakukan otopsi dan menemukan bahwa kosmonot meninggal karena pendarahan pada pembuluh darah yang terjadi terutama di otak dan juga dalam jumlah kecil di bawah kulit, di bagian telinga dalam dan juga rongga hidung.

Pendarahan itu terjadi akibat dari penurunan tekanan di dalam kapsul menjadi nol dalam waktu 15 menit. Paparan kondisi vakum di dalam kapsul juga menyebabkan oksigen dan nitrogen dalam aliran daran mendidih dan pecah. Para ahli patologi juga menemukan sejumlah besar asam laktat dalam darah yang menandakan stres ekstrem sebelum kematian terjadi.

Bagan pesawat Soyuz 11

Data dari sensor biomedis pada salah satu kosmonot menunjukkan bahwa kosmonot mengalami henti jantung dalam 40 detik setelah terjadinya penurunan tekanan tadi. Meskipun para kosmonot tetap dalam kondisi sadar selama 1 menit setelah dekomposisi, namun hanya dalam waktu detik ketika oksigen tak masuk ke dalam tubuh, organ-organ menjadi tak berfungsi.

Kapsul yang membawa ketiga kosmonot kemudian diperiksa dan menemukan penyebab dekompresi adalah pembukaan katup ventilasi pernafasan yang tidak disengaja. Katup ventilasi tersebut berada di antara modul orbital dan modul turun dan insinyur pesawat telah merancang itu untuk menutup secara otomatis.

Baca juga: 7 Bantahan Teori Konspirasi Pendaratan Manusia di Bulan

Pemerintah Uni Soviet menyelenggarakan pemakaman kenegaraan besar-besaran untuk ketiga kosmonot. Pemakaman berlangsung di Kremlin Wall Necropolis di Lapangan Merah Moskow. Ketiganya dimakamkan di berdampingan dengan makam kosmonot legendaris Uni Soviet yakni Yuri Gagarin. Sama seperti Gagarin, Georgy Dobrovolsky, Vladiskav Volkov, dan Viktor Patsayev menerima medali anumerta dan ditetapkan sebagai pahlawan negara.

Jenazah ketiga kosmonot Soyuz 11

Media pemerintah Uni Soviet kala itu tak mengumumkan penyebab kematian ketiga kosmonot mereka. Pengumuman baru dilakukan setelah hampir 2 tahun berlalu.

Referensi:

https://en.wikipedia.org/wiki/Soyuz_11
https://id.wikipedia.org/wiki/Yuri_Gagarin
https://www.ststworld.com/the-soyuz-11-tragedy-the-death-of-three-soviet-cosmonauts-in-space/
https://allthatsinteresting.com/soyuz-11
https://www.liputan6.com/global/read/2262116/30-6-1971-horor-kematian-pertama-manusia-di-luar-angkasa
Youtube AP Archiev : https://www.youtube.com/watch?v=yvSlLTyGbSo


10 Responses to "Tragedi Soyuz 11, Tewasnya Kosmonot Pertama di Luar Angkasa"

  1. Min, saya sarankan bikin yang kasus pembunuhan Denis Ten itu min :)

    ReplyDelete
  2. Salah satu fakta pada masanya teknologi luar angkasa masih banyak kekurangan, namun bagaimana bisa amerika dengan mudahnya membawa astronotnya dengan selamat dari bulan kembali ke bumi??
    https://bossdar.wordpress.com/2016/03/25/apollo-tak-mendarat-di-bulan-proyek-hoax-rp-2000-triliun/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi banyak timbul teori konspirasi pendaratan manusia di bulan ya..

      Delete
  3. Tapi menurut penelitian yg resmi.
    Penyebab kematian mereka adalah krn mereka ga hidup lg.😅😅

    ReplyDelete
  4. ngeriiii, baru tau ada kejadian seperti ini setelah yuri gagarin, terimakasih infonya bro

    ReplyDelete