Sejarah Kebakaran Besar London 1666




Inggris baru saja terlepas dari mimpi buruk wabah penyakit yang membunuh lebih dari 100.000 penduduknya. Pada suatu malam di musim panas yang kering, dari rumah seorang pembuat roti muncul api besar yang dengan cepat menjilat bangunan-bangunan di sekitarnya. Api itu menjalar dengan cepat hingga ke seluruh kota. Inilah salah satu insiden kebakaran terbesar dalam sejarah yang memusnahkan hampir sebagian besar London kala itu.

Selama 2 tahun (1665-1666) Inggris dilanda wabah penyakit mematikan yang dikenal dengan Wabah Besar London. Wabah itu begitu mematikan hingga merenggut nyawa 80.000 orang, yang artinya nyaris 20% dari populasi penduduk saat itu. Wabah penyakit ini diidentifikasi sebagai pes yang ditularkan oleh bakteri Yersinia pestis melalui kutu. Penyakit ini sendiri datang ke tanah Eropa 300 tahun sebelumnya yang kita kenal dengan wabah The Black Death.


Pada sekitar tahun 1500an atau seabad sebelumnya, ada beberapa ramalan mengerikan yang isinya mengatakan bahwa kota London akan hancur oleh api. Salah satu ramalan itu datang dari Daniel Baker tahun 1559.

Sementara itu saat yang bersamaa rupanya kota itu tengah dilanda xenofobia alias ketakutan atau ketidaksukaan pada orang asing. Hal ini menyusul Britania Raya yang kala itu tengah berperang melawan Belanda dan Perancis. 

Kota London saat itu memiliki tata kota yang kacau balau. Jauh sekali jika dibandingkan dengan saat ini. Saat itu pada abad ke 17, pemukiman kumuh di mana-mana, jalanan sempit dan berkelok, gang-gang berbatu memisahkan blok-blok dengan rumah-rumah penduduknya yang sebagian besar dibuat dari kayu dan atap rumbia. Rumah-rumah warga miskin bahkan terbuat dari kertas.

King Street, London (1600an)

Kerajaan sebenarnya telah melarang pembuatan rumah dengan menggunakan bahan-bahan itu karena sangat mudah sekali terbakar. Namun tak bayak yang bisa dilakukan warga karena bahan-bahan itulah yang paling murah.

Pada tahun 1664 dan 1665, London dilanda musim panas dan kekeringan yang luar biasa. Saat itulah mimpi buruk bagi kota ini terjadi.


Awal Mula Terjadinya Kebakaran Besar London (The Great Fire of London)

Seorang pembuat roti untuk istana, Thomas Farrier, tengah melakukan aktivitas memanggang roti seperti biasanya di tokonya di Pudding Lane. Hari itu tanggal 1 September 1666. Pada sekitar pukul 10 malam, Farrier selesai dengan pekerjaannya dan naik ke lantai atas untuk beristirahat. Toko roti itu ada di lantai bawah.

Beberapa jam kemudian sekitar pukul 2 pagi, ia dan beberapa anggota keluarga terbangun karena asap dan bau hangus dari lantai bawah. Ketika dilihat, api sudah membesar dan mereka bahkan tak sempat turun ke bawah untuk menyelamatkan apa pun yang ada di sana. Farrier dan keluarganya menyelamatkan diri dengan menyeberangi jendela lantai atas pintu rumah di sebelahnya.

Farrier dan keluarganya selamat, namun seorang budak di rumah itu terlalu takut untuk melompat, sehingga ia tewas dalam kebakaran itu yang disebut-sebut sebagai korban pertama kebakaran London ini. Para tetangga yang berusaha memadamkan api gagal. Api terus menjalar ke bangunan-bangunan di sebelahnya.

Dini hari itu begitu kacau. Angin yang kencang benar-benar membuat api semakin berkobar besar dan melahap dengan cepat bangunan-bangunan di sekitarnya. Sejam kemudian polisi kota tiba dan menyarankan untuk melakukan pembongkaran pada rumah-rumah di dekat sana yang sangat mudah terbakar.

Great Fire of London

Walikota London, Sir Thomas Bloodworth yang saat itu tengah tertidur pulas, bangun dengan tergopoh-gopoh begitu mendapati kabar ini. Namun, sang walikota yang dikenal sebagai orang yang cepat panik menghadapi situasi darurat tersebut malah menolak saran untuk membongkar rumah-rumah. Alasannya, rumah-rumah itu sewaan dan pemiliknya tak ada di tempat. 

Sementara itu api semakin besar dan menjalar ke mana-mana. Terlebih saat itu upaya pemadaman masih sangat sederhana. Ditambah lagi jalanan yang harus dilalui para pemadam sangat sempit dan penduduk menjejerkan barang yang mereka selamatkan di sepanjang jalan, membuat upaya memadamkan api semakin sulit.

Api mulai menjalar ke dermaga. Sialnya bangunan-bangunan di sana terbuat dari kayu-kayu reot dengan penuh berisikan mesiu. Maklum saja, saat itu mantan-mantan tentara masih menyimpan senjata-senjata di rumah mereka.

Kobaran api sampai ke dermaga

Tak hanya itu saja, lampu minyak, damar, dan minuman keras tersimpan di gudang-gudang. Kapal-kapal yang merapat di dermaga juga menyimpan berton-ton mesiu yang mampu meledakkan tempat itu dalam hitungan sekejap. Dan jangan lupa pula Menara London juga menyimpan bubuk mesiu dalam jumlah luar biasa. Jadilah itu semua sebagai mimpi buruk yang menjadi kenyataan.

Ketika fajar menyingsing, London Bridge mulai terbakar. Kepanikan melanda jalan-jalan di London. Terlebih lagi saat itu rumor mengenai orang-orang asing, Perancis dan Belanda, yang dicurigai telah menyulut api dan membuat kebakaran bertambah besar. Tak ayal imigran dari Perancis dan Belanda menjadi sasaran kecurigaan massa yang membuat situasi bertambah rusuh.

Sementara itu penduduk London yang panik berusaha sekuat tenaga menghindari api. Mereka berdesak-dasakan di gang sempit di pintu keluar. Sementara yang lainnya berlarian menuju Sungai Thames untuk naik perahu. Para pengemudi perahu memanfaatkan kesempatan ini untuk menaikkan tarif.

Penduduk yang panik menyelamatkan diri dengan perahu menyeberangi Sungai Thames

Api terus menjalar ke jalanan utama. Katedral Santo Paulus ikut terbakar dan mulai mendekat ke kediaman Raja Charles II di White Hall. Sementara upaya pemadaman terus dilakukan. Pasukan garnisun diterjunkan ke Menara London. Mereka menggunakan bubuk mesiu untuk membuat sekat api yang berfungsi untuk menghentikan penyebaran api.

Baca juga: Sejarah Gelap Raja Henry VIII dan Istri-Istrinya

Api berkobar hingga tanggal 5 September 1666. Peralatan yang sangat terbatas ditambah pula dengan infrastruktur dan tatanan kota yang buruk membuat upaya pemadaman benar-benar berjalan lambat.

Peralatan untuk memadamkan api yang masih sangat sederhana di abad ke 17

Sebanyak 13.200 rumah hangus terbakar, 85 gereja dari 109 gereja yang ada juga ikut hancur, dan juga beberapa bangunan penting mengalami kerusakan parah akibat peristiwa ini. Sementara itu lebih dari 100.000 orang kehilangan tempat tinggal.

Raja Charles II yang khawatir akan terjadinya pemberontakan oleh penduduk yang terlantar pasca kebakaran ini mulai mengevakuasi mereka ke tempat lain di luar London.

Raja Charles II

Jumlah korban yang meninggal dunia akibat peritiwa ini umumnya tidak diketahui pasti. Namun menurut keterangan resmi pemerintah, ada 6 korban tewas yang diverifikasi. Namun baru-baru ini muncul teori bahwa kemungkinan besar ada ribuan penduduk yang mati hangus terbakar. Orang-orang jompo, anak-kecil, bayi, dan orang-orang sakit diduga tewas terpanggang hidup-hidup. Tulang belulang ditemukan di banyak reruntuhan bangunan.

Baca juga: Kisah Ratu Mary I, Sang Bloody Mary

Setelah keadaan berangsur normal, pemerintah kota memerintahkan para arsitek untuk merancang sebuah kota baru di mana tatanan kota dibuat lebih baik dan seimbang. Hasil dari pekerjaan inilah yang bisa kita lihat sebagai tata kota London yang sekarang. Sejak peristiwa ini pula badan pemadam kebakaran di Inggris dan juga asuransi bencana kebakaran dibentuk untuk pertama kalinya.

Referensi:

https://id.wikipedia.org/wiki/Kebakaran_Besar_London
https://kumparan.com/potongan-nostalgia/kebakaran-besar-london-tahun-1666-1537874945604175202
https://www.liputan6.com/global/read/2099472/2-9-1666-ramalan-terbukti-kebakaran-besar-melanda-london
https://id.wikipedia.org/wiki/Wabah_Besar_London

0 Response to "Sejarah Kebakaran Besar London 1666"

Post a Comment