Kisah Belle Gunness, Sang Pencabut Nyawa dari La Porte




Andrew Helgelien tengah memandangi kolom iklan surat kabar Minneapolis Tidende. Seorang janda berusia 46 tahun memasang iklan hendak mencari pendamping hidup. Wanita pemilik lahan pertanian La Porte tersebut tak mematok standar yang tinggi untuk calon suaminya. Ia menceritakan bahwa dirinya adalah wanita yang gemar memasak dan melukis di kala senggang. Tertarik dengan iklan tersebut, Helgelien berangkat ke La Porte bersama dengan sejumlah uang. Namun pria ini tak pernah menyadari bahwa ia telah menyodorkan nyawanya ke sana...

Belle Gunness lahir dengan nama Brynhild Paulsdatter Storset pada 11 November 1859 di Selbu, Norwegia. Ia merupakan bungsu dari 8 bersaudara, putri dari seorang tukang batu. Belle menjalani masa kecil yang cukup sulit karena berasal dari keluarga tak mampu. Pada tahun 1881, ia memutuskan untuk bermigrasi ke Amerika Serikat mengikuti jejak kakak perempuannya. Di sana ia mengganti namanya menjadi Belle Peterson dan bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Chicago.

Tiga tahun kemudian ia menikah dengan Mats Ditley Anton Sorenson, seorang penjaga keamanan toserba. Setelah menikah beberapa lama mereka memutuskan untuk mengadopsi beberapa orang anak.

Belle Gunness

Pada tahun 1894, pasangan ini diketahui membeli sebuah toko permen, namun sayangnya toko itu malah merugi. Beberapa bulan kemudian toko permen yang sepi pembeli itu mengalami kebakaran hebat. Pihak penyelidik sebenarnya menemukan kejanggalan pada peristiwa kebakaran tersebut dan menduga api memang sengaja dibuat. Namun karena tak cukup bukti, akhirnya peristiwa itu dinyatakan sebagai kecelakaan dan perusahaan asuransi memberikan ganti rugi.

Enam tahun kemudian atau tahun 1900 pasangan ini kembali mengalami insiden kebakaran. Kali ini yang terbakar adalah rumah mereka. Akibat dari peristiwa ini, Belle kembali mendapatkan klaim asuransi atas rumahnya sebesar $2000, uang yang cukup besar saat itu.

Anehnya, di tahun yang sama suami Belle, Sorenson meninggal dunia. Pria tersebut disebut-sebut mengalami pendarahan otak yang menyebabkannya meninggal mendadak. Menurut Belle, suaminya itu pulang ke rumah dalam keadaan tak sehat dan mengeluhkan sakit di kepalanya. Belle kemudian memberinya obat sakit kepala yang terkenal ampuh pada masa itu, bubuk kina. Namun tak lama setelah obat itu diberikan, Sorenson ditemukan sudah tak bernyawa. Dokter yang memeriksa Sorenson menduga bahwa apoteker tempat Belle membeli obat telah salah memberinya morfin, bukan bubuk kina.


Apa yang terjadi kemudian? Ya kalian benar, Belle lagi-lagi mendapatkan klaim asuransi atas kematian suaminya. Kali ini ia mendapat klaim asuransi jiwa dengan jumlah uang yang jauh lebih besar, $5.000.

Dengan uang-uang yang didapatkannya dari beberapa klaim asuransi, Belle kemudian membeli sebidang lahan pertanian yang sangat luas di La Porte, Indiana, pada tahun 1901 atau hanya setahun setelah kematian suaminya. Lahan pertanian itu luasnya tak main-main, 48 hektar.

Setahun kemudian, Belle menikah kembali dengan seorang pria Norwegia bernama Peter Gunness, yang kemudian namanya menjadi nama terakhir Belle. Namun 8 bulan setelah pernikahan yang diduga banyak orang akan bahagia itu, Peter ditemukan tewas di pertanian dengan kepala belakang hancur.

Belle yang ditanyai polisi perihal kematian suaminya menangis histeris dan menjelaskan bahwa sebuah alat penggiling daging jatuh di atas kepala Peter. Dikarenakan tidak adanya bukti kekerasan dan lain sebagainya, polisi kemudian menetapkan kematian Peter sebagai kecelakaan. Dan lagi-lagi Belle mengklaim asuransi suaminya tersebut.

Setelah kematian suami keduanya ini, Belle Gunness tampak rutin memasang iklan di surat kabar Minneapolis Tidende. Dalam surat kabar berbahasa Norwegia tersebut, Belle dikatakan tengah mencari pendamping hidup. Ia mendeskripsikan dirinya sebagai seorang janda yang suka memasak dan melukis. Tak banyak kriteria yang diminta Belle, ia hanya meminta calon suaminya itu membawa sejumlah uang dan datang ke pertaniannya untuk kemudian menjalani pernikahan dan kehidupan yang bahagia di lahan pertanian yang luas tersebut.

Foto-foto Belle Gunness bersama anak-anak angkatnya

Pria-pria itu pada umumnya menuliskan surat pada Belle selama beberapa bulan sebelum akhirnya menemui wanita itu. Dengan banyak kata-kata indah dan juga rayuan, pria-pria itu percaya saja pada Belle dan datang ke kediamannya seorang diri beserta sejumlah besar uang. Belle juga mensyaratkan agar calon suaminya merahasiakan pernikahan mereka dari keluarga pria dengan dalih untuk memberikan kejutan. Sebuah rencana yang sempurna.

Satu persatu pria-pria kesepian itu kemudian datang ke La Porte. Seorang pria bernama Christian Hilkven menjual lahan pertaniannya sebesar $2.000 lalu berangkat mengunjungi Belle. Ada pula George Berry yang datang dengan uang $1.500, Emil Tell membawa $2.000, John Moe dan Ole Budsberg menguras tabungan mereka dan membawa $1.000. Deretan pria-pria ini setelah beberapa waktu datang ke pertanian, kemudian tak pernah lagi terlihat.

Ketika ditanyai tetangganya, Belle hanya mengatakan bahwa pria-pria itu tak serius dengannya. Mereka pergi begitu saja meninggalkan dirinya. Belle mengatakan pria-pria itu pergi ke Oregon, ke California, atau ke St.Louis. Belle begitu lihai mengelabui orang-orang. Seorang putri angkat Belle yang akan melanjutkan kuliah ke California juga menghilang.

Pada tahun 1907, Belle mempekerjakan seorang pria bernama Ray Lamphere sebagai tukang kayu di pertanian itu. Keduanya diketahui memiliki hubungan istimewa. Namun Belle mendadak mengusir Lamphere ketika seorang pria muda dan kaya, Andrew Helgelien datang. Lamphere marah besar. Belle kemudian melaporkan pria itu dengan tuduhan melakukan kekerasan. Belle juga mengatakan bahwa Lamphere mengancam akan membunuhnya dan membakar pertanian.

Pada malam tanggal 27 April 1908 terjadi kebakaran besar di lahan pertanian Belle. Saat api telah mulai dapat dijinakkan, petugas menemukan 4 mayat di ruang bawah tanah. Tiga mayat anak-anak dan satu mayat wanita dewasa. Namun jasad wanita itu sudah tak lagi berkepala sehingga menyulitkan saat identifikasi.

Area pertanian La Porte yang terbakar

Para sukarelawan kemudian melakukan penggalian di sekitar area pertanian tersebut untuk mencari kepala mayat yang hilang. Namun pada tanggal 3 Mei yang mereka temukan sungguh mengejutkan.

Orang-orang itu menemukan potongan tubuh manusia seperti lengan, kaki, dan beberapa bagian tubuh lainnya yang telah terpotong-potong. Anggota tubuh itu diidentifikasi sebagai milik Andrew Helgelien yang sebelumnya datang mengunjungi Belle.

Jasad Andrew Helgelien

Salah seorang pekerja di pertanian tersebut mengaku Belle seringkali memintanya membawa gerobak dorong ke area belakang pertanian. Karena penasaran, petugas meminta untuk dilakukan penggalian di belakang pertania Belle. Onggokan tulang belulang ditemukan terkubur di beberapa tempat yang berbeda.

Baca juga: Kisah H.H. Holmes, Pembunuh Berantai Pertama di Amerika

Sementara itu masih banyak lagi temuan anggota tubuh manusia terkubur di ladang pertanian itu.  Termasuk di antaranya para tunangan Belle yang menghilang dan juga anak angkatnya yang dikatakannya pergi ke kuliah ke California. Total diperkirakan ada 12 mayat yang ditemukan di ladang pertanian La Porte.

Beberapa korban Belle Gunness

Berita mengenai penemuan ini segera menyebar ke seantero Amerika. Belle Gunness segera mendapat julukan Hell's Belle, The Black Widow, dan Lady Bluebeard.

Baca juga: Madame LaLaurie

Jumlah korban Belle Gunness sendiri belum begitu jelas. Jika semuanya digabungkan dengan suami dan anak-anaknya, total sekitar 25-40 orang telah menjadi korban pembunuhan berantainya.

Bagian yang misterius adalah jasad tanpa kepala itu rupanya bukanlah Belle Gunness. Jasad jauh lebih pendek dan kurus dibanding dengan Belle. Sementara itu dokter yang melakukan pemeriksaan pada jasad tanpa kepala itu memastikan bahwa wanita itu sama sekali tak meninggal karena terbakar melainkan karena diracun. Lagi pula beberapa hari sebelum kebakaran terjadi, seorang wanita bertubuh kurus dan pendek dilaporkan datang ke pertanian La Porte.

Rumah Belle Gunness di mana ditemukan tiga mayah anak-anak dan satu mayat wanita tanpa kepala

Meskipun beberapa pihak percaya bahwa tubuh tanpa kepala itu memang Belle Gunness, namun tak sedikit pula yang meragukannya. Apalagi menurut keterangan pihak bank, Belle sempat menarik semua uang yang ada di rekeningnya beberapa hari sebelum kebakaran itu terjadi. Seolah-olah ia telah merencanakan untuk pergi ke suatu tempat. Bertahun-tahun setelah kecelakaan itu ada beberapa orang melaporkan telah melihat Belle Gunness.

Surat kabar yang memberitakan tentang aksi pembunuhan Belle Gunness

Tak ada seorang pun yang mengetahui nasib dan apa yang sebenarnya terjadi pada Belle Gunness. Kemungkinannya hanya dua. Ia tewas dalam kebakaran itu atau ia sebenarnya telah berhasil melarikan diri.

Referensi:

https://www.historicmysteries.com/belle-gunness-femme-fatale/
https://nationalgeographic.grid.id/read/13658468/kisah-belle-gunness-gadis-petani-yang-membunuh-pria-pria-kesepian?page=all
https://en.wikipedia.org/wiki/Belle_Gunness


1 Response to "Kisah Belle Gunness, Sang Pencabut Nyawa dari La Porte"

  1. i never know the use of adobe shadow until i saw this post. thank you for this! this is very helpful. Cita previa para renovar pasaporte y dni urgente

    ReplyDelete