Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Robert Johnson, Pria yang Menjual Jiwanya Pada Iblis?




Early this morning
When you knocked upon my door
And I said "Hello Satan I believe it's time to go"
Me and the Devil
Was walkin' side-by-side

(Me And The Devil Blues - Robert Johnson)


Namanya Robert Johnson. Pria ini disebut-sebut sebagai pelopor dan legenda musik blues. Sepanjang hidupnya, sang jenius musik ini tak pernah memperoleh kesuksesan finansial. Jalanan dan dance hall adalah tempat di mana ia seringkali memamerkan kemampuannya bermain gitar.

Namun kehidupan sang legenda yang singkat itu diselimuti misteri yang tak kunjung usai. Mulai dari kehidupannya yang misterius, kematiannya yang ganjil, dan tentu saja yang paling menyita perhatian adalah rumor bahwa ia melakukan perjanjian dengan iblis di sebuah perempatan jalan yang sepi demi sebuah kemampuan bermain gitar yang tiada tertandingi.

Satu-satunya foto terkenal Robert Johnson adalah potret dirinya yang diambil di sebuah studio di Memphis tahun 1935. Pada foto itu, terlihat Robert mengenakan setelan jas rapi dan juga topi, sambil tersenyum sembari memetik senar-senar gitar 1926 Gibson L-1 dengan jari-jarinya.

Robert Johnson (1935)

Rekaman ulang lagu-lagu Robert Johnson dirilis tahun 1961 dalam album kompilasi yang berjudul King of The Delta Blues Singers. Karya-karyanya kemudian menarik perhatian luas. Para pemusik dunia kemudian mengakui karyanya dan menyebutnya sebagai salah satu musisi paling berpengaruh di dunia.

Tak kurang dari Eric Clapton dan Keith Richards menyebut Robert Johnson sebagai musisi blues paling penting dalam penting yang pernah ada.

Nama Robert Johnson sendiri telah diabadikan dalam daftar legenda aliran musik Rock & Roll. Pada tahun 2010, namanya masuk ke dalam daftar 100 Pemain Gitar Terhebat Sepanjang Masa versi majalah Rolling Stone.


Musisi yang Menjual Jiwanya?

Robert Leroy Johnson lahir di Hazlehurst, Mississippi pada 8 Mei 1911. Sejak kecil Robert telah menujukkan ketertarikan pada dunia musik. Ia diketahui memiliki kemampuan memainkan harmonika dengan sangat baik saat masih anak-anak. Namun diketahui ia sama sekali tak memiliki kemampuan untuk memetik senar-senar gitar.



Pada suatu hari ia pergi meninggalkan rumahnya di Robinsonville, Mississippi, dan pergi berkeliaran di beberapa wilayah lokal selama berbulan-bulan. Begitu kembali, ia tiba-tiba dapat memainkan gitar dengan amat lihai layaknya seorang dewa gitar.

Rumor pun santer terdengar bahwa pria berkulit hitam itu telah mengadakan kesepakatan atau perjanjian dengan iblis demi menukarnya dengan kemampuan bermain gitar. Menurut kisah yang beredar, pada tengah malam, Robert mendatangi sebuah perempatan (crossroad) sepi dengan membawa sebuah gitar bersamanya.

Di tempat itulah ia bertemu dengan sosok misterius. Sosok itu kemudian mengambil gitar Robert. Ia lalu mulai memainkan beberapa lagu dan kemudian mengembalikannya pada Robert. Segera setelah itu Robert Johnson memperoleh kemampuan bermain gitar yang sangat hebat. Dikabarkan ia telah menjual jiwanya pada iblis demi menukarnya dengan menjadi gitaris blues terhebat di dunia.



Rumor pun menyebar. Namun bukannya membantahnya, Robert malah menuliskan sebuah lagu berjudul "Me And The Devil" yang seolah membenarkan kisah-kisah miring tentang dirinya.



Namun anehnya talenta dan kemampuan dahsyat yang dimiliki Robert tak membuatnya dirinya menjadi terkenal dan kaya raya. Ia masih saja menjadi pemusik jalanan dan tidak memperoleh pendapatan komersil yang layak untuk karya-karyanya. Robert malah mendapatkan pendapatan untuk kehidupannya sehari-hari dari mengamen di jalanan dan keluar masuk cafe dengan memainkan lagu-lagu ciptaannya.

Baca juga : 7 Orang Dalam Sejarah yang Diduga Menjual Jiwanya Pada Iblis

Hingga akhirnya mimpi buruk terjadi pada Agustus 1938. Saat itu Robert seperti biasa tengah memainkan musiknya dekat Greenwood, Mississippi. Malam itu seseorang memberinya sebotol whisky hingga ia mabuk berat. Menurut cerita yang beredar, minuman itu telah dicampur dengan racun. Namun siapa yang memasukkan racun ke dalam minumannya tak pernah diketahui.

Robert Johnson sakit keras selama 3 hari setelah itu hingga akhirnya meninggal dunia pada tanggal 16 Agustus 1938. Usianya baru 27 tahun saat itu. Usia yang tak asing bukan? Faktanya memang banyak musisi berbakat dan terkenal yang meninggal dunia di usia tersebut yang kemudian dikenal dengan Kutukan Club 27. Dan, Robert Johnson adalah orang pertama dalam daftar tersebut.

Kematian Robert kemudian menjadi misterius karena rupanya tak ada seorang dokter atau ahli medis pun yang memberikan keterangan bahwa ia meninggal akibat diracun. Sebuah teori bahkan mengatakan bahwa sang musisi meninggal dunia disebabkan karena penyakit sifilis.

Robert Johnson (kiri) bersama rekan-rekannya

Selain kematiannya, makam Robert Johnson rupanya juga tak pernah diketahui dengan pasti. Bertahun-tahun setelah kematiannya, tiba-tiba saja beberapa orang mengklaim mereka telah menguburkan jasad Robert Johnson.

Gereja Mount Zion Missionary Baptist dekat kota Morgan, Mississippi, mengklaim bahwa Robert Johnson dikuburkan di sebuah makam tanpa nisan di area pemakaman gereja. Tidak diketahui pasti lokasi kuburannya, namun pihak gereja membangun sebuah monumen penghormatan untuk Robert Johnson pada tahun 1990.

Makam Robert Johnson #1

Pada tahun yang sama, Payne Chapel dekat Quito, Mississippi, membangun sebuah batu nisan atas nama Robert Johnson dan mengklaim bahwa di tempat itulah sang legenda beristirahat dengan tenang.

Makam Robert Johnson #2

Terakhir, sebuah tanda di pemakaman Little Zion Church dekat Greenwood, Mississippi menyatakan bahwa lokasi itu merupakan tempa asli di mana jasad sang jenius musik dimakamkan.

Makam Robert Johnson #3

Referensi :

https://id.wikipedia.org/wiki/Robert_Johnson
https://jbonamassa.com/robert-johnson-and-the-devil-blues/

Eya
Eya Mystery and World History Enthusiast

Posting Komentar untuk "Robert Johnson, Pria yang Menjual Jiwanya Pada Iblis?"