Misteri Peta Piri Reis




Dunia kartografi modern dikejutkan dengan penemuan sebuah peta di sudut ruangan Istana Topkapi, Istambul. Peta itu memiliki keakuratan yang mengejutkan mengingat tahun pembuatan peta berasal dari abad ke 16 di mana teknologi bahkan belum maju. Salah satu hal yang mengagumkan dari peta itu adalah telah digambarkannya Antartika dengan kontur sama persis, padahal benua itu baru ditemukan 3 abad kemudian! Peta itu bernama Piri Reis.

Peta Piri Reis (Piri Reis Map) adalah sebuah potongan peta kuno yang berasal dari abad ke 16 tepatnya tahun 1513 Masehi. Peta tersebut menggambarkan pantai timur Amerika dan bagian utara Antartika dengan keakuratan yang mengagumkan. 

Peta yang disebut-sebut jauh melampaui masanya tersebut, bahkan dalam beberapa artikel sebelumnya, saya memasukkannya dalam 7 artefak out of place paling kontroversial ini, ditulis di atas potongan kulit rusa dengan ukuran 90 x 65 cm. Karena ini hanyalah sebuah potongan peta, diduga masih ada bagian peta yang lebih besar untuk melengkapi utuhnya peta ini. Namun sayangnya, bagian peta tersebut hilang dan tak pernah ditemukan.

Nama peta Piri Reis diambil dari nama pembuatnya yaitu Haji Ahmed Muhiddin Piri. Berikut ini adalah profil singkatnya.


Sekilas Tentang Piri Reis




Piri Reis memiliki nama lengkap Haji Ahmed Muhiddin Piri, sedangkan kata "Reis" berarti Kapten. Piri Reis adalah seorang kapten kapal, geograf, sekaligus kartograf muslim terkemuka Ustmaniyah Ottoman yang hidup sekitar tahun 1465/1470 - 1554/1555.

Piri Reis dilahirkan di sebuah wilayah pantai bernama Gallipoli yang terletak di Turki. Tumbuh besar dalam lingkungan pelaut ulung, membuatnya paham seluk beluk ilmu kelautan sejak usia belia. Apalagi dirinya kerap menghabiskan waktu bersama pamannya seorang Laksamana Kekhalifahan Ottoman yang juga terkenal bernama Kemal Reis.

Dari pamannya inilah, Piri banyak mempelajari tentang kelautan, pelayaran, hingga ilmu pembuatan peta (kartografi). Setiap kali perjalanannya dalam mengemban tugas dari kerajaan Ottoman, dirinya melakukan pencatatan selama pelayaran.

Piri Reis dikenal sebagai orang yang berjasa dalam bidang kartografi. Ia juga berjasa menyumbangkan berbagai ilmu pengetahuan bidang pemetaan dan kelautan bagi peradaban Islam. Pada tahun 1513 dirinya juga diketahui membuat navigasi dan buku yang dinamakan Kitab I Bahriye, dan membuat peta kedua pada tahun 1528 yang memuat informasi navigasi kelautan yang sangat berguna bagi para penjelajah dan pelaut setelahnya.




Peta Piri Reis yang Mengagumkan

Peta Piri Reis pertama kali ditemukan di Istana Topkapi, Turki. Peta kuno itu sebenarnya berbentuk potongan yang berukuran 90 x 65 cm, sehingga diasumsikan ada potongan lainnya untuk melengkapi Peta Piri Reis. Namun sayangnya sisa potongan yang lainnya tak pernah ditemukan sampai sekarang.

Peta Piri Reis yang ditandatangani oleh Piri Reis sendiri tertanggal 919 Hijriyah (sekitar 9 Maret - 7 April 1513) sebenarnya sempat hilang selama ratusan tahun. Hanya bagian yang ditemukan itulah yang berhasil selamat. Peta Piri Reis yang dibuat di atas kulit rusa ini disebut pula sebagai peta terlengkap pertama di dunia.

Peta Piri Reis sempat menghebohkan dunia kartografi modern karena keakuratannya yang mengagumkan, padahal peta ini dibuat pada abad ke 16. Sepertinya sangat mustahil membuat peta yang akurat dan detail pada saat teknologi belum semaju seperti saat ini.

Dalam peta tersebut tergambar Laut Atlantik, pantai-pantai Afrika, serta Antartika dengan tingkat presisi yang tinggi bahkan konturnya sama persis dengan aslinya. Bahkan garis pantai Antartika tertutup es setebal 1 mil sejak 4000 tahun sebelum masehi, khususnya wilayah yang bernama Pulau Queen Maud. Padahal saat itu, Antartika saja belum ditemukan. Baru setelah 3 abad kemudian seorang Kapten kapal Angkatan Laut Inggris yang bernama James Cook tiba di Antartika tahun 1773. Wilayah Afrika saat itu juga belum tersentuh penjajah-penjajah dari Eropa.

Peta Piri Reis

Menurut beberapa sumber, peta Piri Reis dibuat secara manual. Pembuatannya dilakukan dengan menggunakan beberapa peta di seluruh dunia yang berjumlah 34 buah (20 peta dari zaman Alexander Agung, 8 peta dari geografi muslim, 4 peta dari pelaut Portugis, dan satu peta sisanya dari Columbus) yang kemudian digabungkan dan disamakan skalanya.

Peta tersebut juga dilengkapi dengan ekologi dan kebudayaan dari masing-masing lokasi yang tergambar di peta. Informasi-informasi tersebut didapatkan Piri Reis semasa ia melakukan penjelajahan.




Kontroversi Peta Piri Reis

Sejak pertama kali ditemukan, peta Piri Reis ini diliputi misteri dan rupanya sempat memicu kontroversi. Kontroversi tak lain timbul karena beberapa pihak tak yakin kalau peta kuno tersebut mampu menggambarkan beberapa lokasi di dunia dengan amat tepat. Mustahil membuatnya di abad 16. Hal inilah yang membuat peta Piri Reis sempat disangsikan.

Ada sebuah kejadian menarik mengenai peta ini dan seorang pakar peta kuno bernama Arlington T. Mallerey. Mallerey awalnya sempat bingung dengan peta Piri Reis. Menurut pendapatnya peta tersebut berada dalam posisi yang tidak tepat, begitu juga dengan data geografis di dalamnya.

US Navy Hydrographic Bureau kemudian membantu membuat grid lalu kemudian menransfer peta tersebut ke dalam sebuah globe. Betapa terkejutnya Mallerey menemukan fakta bahwa peta tersebu benar-benar akurat.



Beberapa pihak menganggap bahwa Peta Piri Reis bukanlah buatan Piri Reis. Menurut teori ini, Piri hanya menemukannya lalu mengklaim penemuan itu sebagai buatannya. Teori lainnya mengatakan bahwa Peta Piri Reis dibuat oleh kebudayaan yang lebih maju, misalnya saja kebudayaan Atlantis yang hilang. Namun teori ini tak pernah bisa dibuktikan.

Teori lainnya yang agak tak masuk akal mengatakan bahwa pembuatan peta itu dibuat dengan bantuan alien dan mengaitkannya dengan UFO dan makhluk ekstra terestrial lainnya yang menggunakan teknologi maju yang mereka punya sehingga peta itu dapat begitu akurat dan tepat.

Terlepas dari berbagai teori dan kontroversi yang menyelimutinya, Piri Reis sendiri tetaplah dianggap orang yang sangat berjasa dalam bidang pemetaan kemaritiman. Peta-peta buatan Piri Reis yang lainnya telah banyak membantu para pelaut selama berabad-abad sebelum peta modern ditemukan.


0 Response to "Misteri Peta Piri Reis"

Post a Comment