Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kisah Violet Jessop, Wanita yang "Tidak Bisa Tenggelam"




Selamat dari sebuah kecelakaan atau tragedi besar mungkin adalah sebuah kebetulan sekaligus keberuntungan. Tapi bagaimana jika selamat berkali-kali dalam insiden kapal tenggelam termasuk pada kecelakaan kapal Titanic. Inilah yang dialami Violet Jessop, "The Unsikable Woman".

Violet Constance Jessop adalah seorang pramugari dan perawat kapal Irlandia yang kisahnya mendunia karena selamat dari insiden tenggelamnya kapal RMS Olimpiade pada 1911, RMS Titanic pada tahun 1912 dan kapal HMHS Brittanic pada 1916. Bagaimana ceritanya?

Violet Jessop dilahirkan pada 2 Oktober 1887 dekat Bahia Blanca, Argentina, dari pasangan imigran Irlandia, William dan Katherine Jessop. Ia adalah anak pertama dari 9 bersaudara. Jessop menghabiskan masa kecilnya dengan membantu merawat adik-adiknya, mungkin inilah cikal bakal mengapa ia menjadi seorang juru rawat ketika dewasa kelak.

Saat masih kecil, Jessop pernah menderita tuberkulosis, tetapi dia berhasil selamat meskipun awalnya dokter memprediksi hidupnya tidak akan lama. Ketika Jessop berusia 16 tahun, ayahnya meninggal karena komplikasi dari operasi. Setelah itu ia dan keluarganya pindah ke Inggris, di mana di sana dia bersekolah di sebuah biara. Namun beberapa tahun kemudian ibunya jatuh sakit sakit yang membuat Jessop harus meninggalkan sekolahnya. 



Beberapa tahun kemudian, Jessop mengkuti jejak ibunya menjadi seorang pramugari. Pada usia 21 tahun, ia mendapatkan pekerjaan pertamanya sebagai pramugari di Royal Mail Line pada tahun 1908.


Selamat dari Insiden Tabrakan Kapal RMS Olimpiade (1911)

Pada tahun 1911, Jessop mulai bekerja sebagai pramugari untuk kapal RMS Olimpiade White Star. Olimpiade adalah kapal mewah yang merupakan kapal sipil terbear pada waktu itu.

Jessop bekerja di kapal itu tepat pada tanggal 20 September 1911, ketika Olimpiade meninggalkan Southampton dan bertabrakan dengan kapal perang Inggris HMS Hawke. Tidak ada korban jiwa dan meskipun mengalami kerusakan, kapal dapat kembali ke pelabuhan tanpa tenggelam.


Selamat dari Tenggelamnya Kapal Titanic (1912)

Jessop naik ke RMS Titanic sebagai pramugari pada 10 April 1912 pada usia 24 tahun. Empat hari kemudian, yaitu pada 14 April, kapal raksasa itu menabrak es di Atlantik Utara. Titanic tenggelam hanya sekitar 2 jam 40 menit setelah tabrakan terjadi. 

Jessop menjelaskan dalam memoarnya bagaimana ia diperintahkan di atas dek, karena ia bertugas sebagai contoh bagi para penumpang yang tidak berbahasa Inggris. Dia menjadi saksi mata detik-detik tenggelamnya Titanic, sementara para kru kapal sibuk memuat penumpang ke dalam sekoci di antara suasana yang sangat kacau itu.



Jessop kemudian diperintahkan masuk ke sekoci 16. Pada saat perahu sedang diturunkan, salah satu dari petugas Titanic tiba-tiba menitipkan seorang bayi kepadanya untuk dirawat. Pada keesokan paginya, Jessop bersama dengan beberapa penumpang lainnya yang selamat ditolong oleh RMS Carpathia. Menurutnya saat berada di atas kapal Carpathia itulah ada seorang wanita, mungkin ibu bayi itu, yang tiba-tiba mengambil bayi yang sedang digendongnya dan melarikan diri tanpa mengatakan apa pun.


Selamat Lagi dalam Tenggelamnya Kapal Britannic

Selama Perang Dunia I meletus, Jessop bekerja sebagai pramugari untuk Palang Merah Inggris. Pada pagi hari tanggal 21 November 1916, ia berada di atas kapal HMS Britannic. Kapal White Star ini telah dikonversi menjadi kapal rumah sakit, ketika kapal itu tenggelam di Laut Aegean karena sebuah ledakan yang tidak bisa dijelaskan.

Britannic tenggelam dalam 55 menit, menewaskan 30 penumpang dari 1.066 orang yang ada di dalamnya. Pihak berwenang Inggris berhipotesis bahwa kapal itu ditabrak oleh torpedo atau menabrak ranjau yang ditanam oleh pasukan Jerman. 

Ketika kapal Britannic tenggelam, Jessop dan penumpang lainnya hampir saja terbunuh oleh baling-baling kapal yang menghisap sekoci di bawah buritan. Jessop sendiri harus melompat keluar dari sekoci untuk menyelamatkan diri. Karena lompatan itu, ia mengalami cedera kepala traumatis, tetapi berhasil selamat. Jessop kembali bekerja untuk White Star Line pada tahun 1920.

Setelah perang usai, Jessop terus bekerja untuk White Star Line. Setelah itu ia bergabung dengan Red Star Line dan kemudian bekerja kembali dengan Royal Mail Line. 



Jessop sering kali dijuluki "Miss Unsikable" alias Wanita yang Tidak Bisa Tenggelam karena berhasil selamat berkali-kali dalam insiden kapal tenggelam. Violet meninggal dunia karena gagal jantung pada tahun 1971 di usia 83 tahun.



Referensi:

https://en.wikipedia.org/wiki/Violet_Jessop


Post a comment for "Kisah Violet Jessop, Wanita yang "Tidak Bisa Tenggelam""