Sejarah Penyakit Berkeringat (Sweating Sickness), Epidemi Mematikan Abad Pertengahan




Kebanyakan orang pernah mendengar tentang wabah Black Death yang melanda Eropa pada abad Pertengahan, tetapi mungkin masih banyak yang kurang familiar dengan Sweating Sickness alias Penyakit Berkeringat. Penyakit menular ini melanda Inggris dan kemudian benua Eropa dalam serangkaian epidemi yang dimulai pada tahun 1485. Meskipun tidak memakan korban jiwa sebanyak Black Death, namun kebanyakan orang yang terkena penyakit ini akan tewas hanya dalam waktu 24 jam saja dengan berkeringat sampai mati.  

Sweating sickness yang juga disebut English sweat atau English sweating sickness adalah penyakit yang tidak diketahui penyebabnya yang muncul di Inggris. Epidemi ini pertama kali muncul pada tahun 1485 lalu kemudian berulang masing-masing pada tahun 1508, 1517, 1528, dan 1551. Epidemi ini awalnya hanya melanda Inggris, namun pada tahun 1528 menyebar ke Benua Eropa yaitu ke Hamburg, lalu ke timur Lituania, Polandia, Belanda, hingga Rusia.

Serangkaian epidemi yang terjadi pada setiap tahun-tahun tersebut memiliki tingkat kematian yang sangat tinggi. Penyakit ini dimulai dengan sakit kepala yang parah, lalu diikuti dengan dingin menggigil lalu sakit di bagian leher, bahu, dan seluruh anggota badan. Tahap kedinginan berlangsung sekitar setengah jam hingga tiga jam.



Setelah tubuh tidak lagi kedinginan, maka tubuh perlahan akan terasa panas hingga berkeringat hebat. Rasa panas ini diikuti dengan sakit kepala, mengigau, nadi cepat, dan rasa haus luar biasa disertai keringat. Palpitasi dan rasa sakit di jantung juga merupakan gejala yang sering terjadi. Kematian dapat terjadi dari 3 hingga 18 jam setelah timbulnya gejala pertama. Kuncinya adalah jika pasien dapat bertahan selama 24 jam, maka biasanya ia akan pulih.

Baca juga: Wabah The Black Death

Setiap epidemi hanya berlangsung beberapa miggu di wilayah tertentu. Penyakit ini biasanya cenderung terjadi pada musim panas dan awal musim gugur.

 
Awal Mula Penyakit Berkeringat Muncul

Tidak dapat diketahui dengan pasti penyebabnya titmbulnya epidemi penyakit berkeringat. Banyak teori yang mengatakan bahwa itu semua berasal dari limbah, sanitasi yang buruk, atau persediaan air yang terkontaminasi pada waktu itu, yang mungkin menjadi sumber infeksi dan pada akhirnya menyebabkan wabah ini terjadi. Namun anehnya penyakit ini kebanyakan menimpa kaum elit dan bangsawan.

Wabah pertama yang dikonfirmasi terjadi pada Agustus 1485 atau di akhir Perang Mawar. Maka tak heran kalau banyak spekulasi yang timbul bahwa itu mungkin dibawa dari Perancis oleh tentara bayaran Perancis yang digunakan Henry Tudor untuk mendapatkan tahta Inggris.

Perang Mawar (War of Roses) antara Richard III dan Henry VII

Penyakit berkeringat pertama kali menjadi perhatian dokter pada masa awal pemerintahan Henry VII pada tahun 1485. Tidak ada pernyataan pasti bahwa penyakit itu datang bersamaan dengan pendaratan pasukan di Milford Haven. Henry tiba di London pada 28 Agustus setelah Pertempuran Bosworth, dan epidemi penyakit berkeringat mulai mewabah pada 19 September 1485. Pada saat itu penyakit tersebut telah membunuh ribuan orang termasuk di antara yang tewas adalah dua walikota, enam aldermen, dan tiga sheriff.

Tujuh tahun kemudian, tahun 1492 wabah ini meledak lagi. Kali ini mencapai Irlandia. Annals of Ulster mencatat kematian James Fleming, Baron Slane ke-7, yang baru saja datang ke Irlandia. Setelah itu kembali penyakit berkeringat muncul di tahun 1502. Kali ini yang terkena adalah putra sulung Henry VII, Arthur, Pangeran Wales (kakak laki-laki Henry VIII dari Inggris) dan istrinya Catherine dari Aragon pada Maret 1502. Catherine selamat, namun Henry meninggal dunia pada 2 April 1502 di Ludlow Castle, yang membuat tahta otomatis bergeser pada adiknya yaitu Henry VIII.

Wabah yang kurang meluas terjadi pada 1507, diikuti oleh epidemi ketiga dan jauh lebih parah akhir tahun itu yang juga menyebar ke Calais. Separuh penduduknya tewas di beberapa daerah. Wabah ini pertama kali pecah di London pada akhir Mei 1528, di mana tingkat kematian sangat tinggi terjadi di London.

Pada masa inilah Henry VIII membubarkan pengadilan dan meninggalkan London. Ia juga terlihat sering berganti tempat tinggal terutama saat musim panas. Tampaknya sang raja dibayangi ketakutan setelah kematian kakaknya akibat penyakit misterius ini.

Henry VIII

Penyakit itu tiba-tiba muncul di Hamburg, menyebar begitu cepat sehinngga lebih dari seribu orang meninggal dalam beberapa minggu. Wabah ini juga melanda Eropa timur, kemudian tiba di Swiss pada bulan Desember, kemudian dibawa ke utara ke Denmark, Swedia, Norwegia, dan timur ke Lituania, Polandia, dan Rusia.

Henry Brandon, Adipati Suffolk ke-2 meninggal karena penyakit berkeringat beberapa jam sebelum saudaranya Charles Brandon, Adipati Suffolk ke-3 pada epidemi yang meledak tahun 1528.

Sulit untuk mengetahui apa sebenarnya penyakit berkeringat itu. Caius menghubungkannya dengan kotoran. Semua epidemi terjadi pada akhir musim semi atau musim panas, sehingga sangat mungkin telah disebarkan oleh serangga.



Penyakit ini anehnya tampaknya lebih parah menjangkiti di antara orang kaya daripada orang miskin, dan yang lebih anehnya lagi seringkali justru korbannya adalah orang yang masih muda dan relatif sehat.


Penelitian Modern

Beberapa peneliti telah mencatat bahwa gejala penyakit berkeringat ini tumpang tindih dengan sindrom paru hantavirus. Namun kritik terhadap hipotesis ini berpendapat bahwa penyakit berkeringat dianggap ditularkan dari manusia ke manusia, sedangkan hantavirus jarang menyebar seperti itu. 

Pada tahun 2004, ahli mikrobiologi Edward McSweegan menyarankan bahwa penyakit ini mungkin wabah keracunan antraks yang ada di wol mentah atau bangkai hewan yang terinfeksi, dan dia menyarankan penggalian korban untuk pengujian.

Baca juga: Wabah Menari (Dancing Plague)

Ilmu pengetahuan telah mengidentifikasi patogen yang menyebabkan wabah dan kasus saat ini dapat diobati dengan antibiotik, tetapi tidak ada yang tahu apa yang menyebabkan penyakit berkeringat.

Peneliti medis di Rumah Sakit Militer Queen  Astrid di Brussels telah meneliti laporan abad pertengahan dan membandingkannya dengan epidemiologi saat ini. Januari lalu, mereka menerbitkan artikel ulasan mereka di jurnal Virus.

Salah satu dari peneliti yaitu Dr Paul Heyman bersama rekan-rekannya menguraikan bagaimana wabah pertama mungkin terkait erat dengan kudeta Henry Tudor terhadap Richard III pada tahun 1485. Penyakit ini pertama kali dilaporkan pada pertempuran Bosworth, ketika Lord Stanley menggunakannya sebagai alasan yang mudah untuk menarik pasukannya, hanya untuk kemudian menghianati raja dan berpihak pada Henry. Penyakit berkeringat Inggris seolah-olah mengikuti orang-orang yang menang yaitu Henry VII saat mereka kembali ke London. Hanya dalam 6 minggu pertama saja telah membunuh 15.000 orang.



Meskipun penyakit ini pertama kali diketahui di Inggris, Heyman dan rekan-rekannya sedang mengeksplorasi bahwa mungkin penyakit itu tidak berasal dari sana. Ada yang menyebutkan kalau penyakit ini sebenarnya berasal dari Rhodes. Tentara bayaran Henry Tudor yang ditugaskan dari Perancis untuk kudeta itu mungkin tanpa sadar membawa penyakit itu ke Inggris, setelah memperolehnya selama kampanye melawan Kekaisaran Ottoman di Rhodes pada tahun 1480.

Setelah sebanyak 2.000 orang meninggal di London pada tahun 1528, penyakit ini kemudian mewabah pula ke Hamburg, Jerman, di mana lebih dari seribu kematian terjadi dalam sebulan, 3.000 orang meninggal di Danzig dan banyak lagi korban jatuh di wilayah Lubeck dan kota-kota lain. Penyakit ini  menyebar di sepanjang pantai Baltik ke Denmark, Skandinavia, hingga Rusia.

Referensi:

https://en.wikipedia.org/wiki/Sweating_sickness#:~:text=Sweating%20sickness%2C%20also%20known%20as,which%20the%20disease%20apparently%20vanished.
https://www.britannica.com/science/sweating-sickness
https://www.historytoday.com/dreaded-sweat-other-medieval-epidemic

0 Response to "Sejarah Penyakit Berkeringat (Sweating Sickness), Epidemi Mematikan Abad Pertengahan"

Post a Comment