Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ted Bundy dan Petualangan Gila Sang Pembunuh Berantai




"Don't judge a book by its cover" tampaknya sesuai dengan pria yang satu ini. Berparas tampan bak bintang Hollywood, ketampanan Ted Bundy berbanding terbalik dengan perilakunya. Dalam petualangan gilanya ia berhasil menggaet para korban yang sebagian besar wanita cantik, tetapi bukan untuk dijadikan pacar atau istri, melainkan sebagai pelampiasan kebrutalannya dalam membunuh. Puluhan wanita meregang nyawa di tangannya. Inilah dia kisah salah satu pembunuh berantai paling menghebohkan Amerika, Ted Bundy.

Jika saja Ted Bundy punya pikiran yang waras, ia punya kesempatan untuk menjajal dunia seni peran dan menjadi selebriti Hollywood. Bagaimana tidak, berparas tampan dan penampilan necis yang membuat wanita langsung jatuh hati adalah modal yang sudah ada padanya. Tapi tampaknya jalan hidupnya berbeda.



Bermula pada musim semi tahun 1974. Beberapa mahasiswi dari Universitas di Washington dan Oregon menghilang misterius. Dalam jangka waktu 6 bulan, sudah ada sebanyak 6 wanita yang menghilang tak tahu rimbanya. Puncaknya adalah ketika 2 gadis muda yaitu Janice Ann Ott dan Denise Marie Naslund hilang tanpa jejak di siang hari yang ramai di Lake Sammamish State Park. Kepanikan dan ketakutan segera meluas.

Pada hari Janice Ott dan Denise Naslund menghilang, sejumlah wanita mengaku didekati oleh seorang pria misterius di hari yang sama. Pria itu dilaporkan mencoba mengobrol dan mendekati beberapa wanita dan meminta mereka masuk ke dalam mobil, tetapi wanita-wanita itu tidak memenuhi permintaan pria tersebut. Pria itu diceritakan mengendarai Volkswagen Beetle berwarna cokelat dan ia memperkenalkan dirinya sebagai Ted.



Setelah mendapatkan deskripsi terduga pelaku, polisi kemudian segera menyebarkannya. Tak lama setelah itu, ada 4 laporan masuk ke polisi yang mengindentifikasi seorang warga Seattle yang sama bernama Ted Bundy.

Keempat orang yang melapor tersebut ternyata adalah mantan pacar Ted, seorang teman dekatnya, rekan kerjanya, dan seorang profesor psikologi yang mengajar Ted Bundy.

Namun percaya atau tidak berkat penampilannya yang rapi dan tampak seperti pria muda yang baik, polisi sama sekali tidak menaruh curiga padanya. Apalagi Bundy merupakan mahasiswa hukum tanpa catatan kriminal sedikit pun. Pria itu sama sekali tidak tampak seperti orang jahat apalagi pembunuh berantai.

Berkat kepercayaan banyak orang padanya inilah, karirnya sebagai pembunuh berantai berjalan mulus selama bertahun-tahun. Ia berhasil membodohi orang-orang dan membuat mereka sama sekali tidak menaruh curiga padanya. Tak tanggung-tanggung, korbannya mencapai 30 orang yang tersebar di 7 negara bagian Amerika Serikat selama periode tahun 1970an.


Masa Kecil Ted Bundy 

Ted Bundy dilahirkan di Vermont pada 24 November 1946. Nama lengkapnya Theodore Robert Cowell. Ibunya bernama Eleanor Louise Cowell, tetapi identitas ayahnya tidak dikenal (beberapa sumber menyebutkan Jack Worthington).

Eleanor hamil di luar nikah dan setelah kelahiran putranya itu, ia tinggal di Philadelphia bersama orang tuanya. Ayah dan ibu Eleanor yang malu karena putrinya hamil di luar nikah, membesarkan Ted sebagai anak mereka. Sepanjang masa kecilnya, ia percaya bahwa Eleanor adalah kakak perempuannya.



Masa kecil Ted tidaklah bahagia, malah menyedihkan. Kakeknya kerap memukuli ia dan ibunya. Alhasil Eleanor membawa Ted pergi melarikan diri. Mereka lalu tinggal bersama seorang sepupu di Tacoma, Washington. Saat itu Ted Bundy berusia 5 tahun. Di sana, Eleanor kemudian bertemu dengan seorang juru masak rumah sakit bernama Johnnie Culpepper Bundy. Keduanya kemudian menikah. Ted lalu diberikan nama belakangnya.

Bundy tidak menyukai ayah tirinya itu. Dia seringkali menggambarkan sosok ayahnya itu pada pacarnya sebagai pria yang tidak terlalu cerdas dan tidak menghasilkan banyak uang. Namun tidak banyak yang diketahui pasti tentang masa kecil Ted Bundy. Ia juga seringkali memberikan kisah-kisah yang bertentangan pada beberapa penulis biografinya. Tetapi secara umum, ia menggambarkan dirinya memiliki kehidupan biasa yang diselingi fantasi gelap dan jahat yang mempengaruhi pikirannya dan menentukan tindakannya selama bertahun-tahun ke depan.

Anehnya laporan beberapa orang juga berbeda. Meskipun Bundy menggambarkan dirinya sebagai penyendiri, namun banyak yang mengingat Bundy dari semasa sekolahnya sebagai murid yang cukup terkenal dan disukai banyak orang.



Saat berada di sekolah menengah, Bundy sebenarnya pernah ditangkap karena kasus pencurian mobil. Namun ketika usianya mencapai 18 tahun, kasus ini dihapus dari catatannya, yang merupakan kebiasaan dalam hukum di Washington.


Keluar Masuk Universitas

Ted Bundy lulus dari sekolah menengah pada tahun 1965, ia kemudian mendaftar di University of Puget Sound. Namun ia hanya kuliah di sana selama setahun sebelum akhirnya pindah ke Universitas Washington untuk belajar Bahasa China.

Pada tahun 1968 ia keluar dari Universitas Washington dan segera mendaftar di jurusan psikologi. Pada masa inilah ia pertama kali mengetahui bahwa wanita yang ia yakini sebagai kakaknya sebenarnya adalah ibu kandungnya.



Di Universitas Washington, Bundy mulai berpacaran dengan wanita bernama Elizabeth Kloepfer. Kloepfer adalah seorang janda dari Utah yang bekerja sebagai sekretaris di School of Medicine di kampus tersebut. Kloepfer inilah nantinya yang melaporkan Bundy ke polisi sebagai tersangka dalam pembunuhan yang terjadi di Pasifik Barat Laut.

Pada tahun 1973, Bundy diterima di Fakultas Hukum Universitas Puget Sound, tetapi setelah beberapa bulan, ia berhenti menghadiri kelas-kelas. Kemudian pada Januari 1974, sejumlah wanita mulai menghilang misterius.


Ted Bundy Melakukan Pembunuhan Berantai Selama Bertahun-Tahun

Ted Bundy diketahui melakukan penyerangan pertamanya, tetapi bukan pembunuhan yang sebenarnya, terhadap Karen Sparks yang berusia 18 tahun, seorang mahasiswa dan juga penari di Universitas Washington.

Bundy masuk ke apartemen Karen dan memukulnya sampai pingsan dengan batang logam dari bingkai tempat tidurnya sebelum kemudian melakukan pelecehan seksual dengan benda yang sama. Serangan brutal tersebut membuat wanita itu terbaring koma 10 hari dan mengalami cacat tetap.

Korban Ted Bundy berikutnya sekaligus merupakan pembunuhan pertamanya yang dikonfirmasi adalah Lynda Ann Healy, mahasiswi yang juga belajar di Universitas Washington. Pembunuhan ini dilakukannya hanya sebulan setelah penyerangan terhadap Karen Sparks.

Lynda Ann Healy

Bundy masuk ke apartemen Healy di pagi hari lalu membuatnya tak sadarkan diri. Bundy kemudian membungkus tubuh wanita itu dan membawanya masuk ke mobilnya. Healy tidak pernah terlihat lagi sejak itu, tetapi bagian dari tengkoraknya ditemukan bertahun-tahun kemudian di salah satu lokasi di mana Bundy membuang mayatnya.

Setelah pembunuhan terhadap Healy berjalan dengan mulus, Bundy terus menargetkan mahasiswi di daerah tersebut.

Baca juga: Kasus Pembunuhan Berantai The Cleveland Torso Murder aka The Mad Butcher

Lalu bagaimana cara Bundy sampai berhasil memperdaya para korbannya? Bundy punya jurus jitu. Ia mendekati wanita calon korbannya sambil mengenakan gips dan terlihat cacat. Setelah itu ia kemudian akan meminta bantuan mereka untuk memasukkan sesuatu ke mobilnya. Saat korbannya lengah, ia langsung memukul mereka sampai pingsan lalu mengikat, memperkosa, dan membunuh mereka.

Jasad para korban Bundy kemudian dibuang di lokasi terpencil di hutan. Bundy mengaku sering mengunjungi kembali tempat-tempat ia membuang jasad-jasad tersebut untuk berhubungan seks dengan mayat mereka yang sudah membusuk. Dalam beberapa kasus Bundy akan memenggal korbannya dan menyimpan tengkorak mereka di apartemennya.

Selama 5 bulan berikutnya, Bundy menculik dan membunuh 5 mahasiswi di Pasifik Barat Laut yaitu: Donna Gail Manson, Susan Elaine Rancourt, Roberta Kathleen, Brenda Carol Ball, dan Georgann Hawkins.

Donna Gail Manson

Hilangnya sejumlah wanita kemudian membuat polisi melakukan penyelidikan besar-besaran, beberapa lembaga pemeritah juga turut membantu mencari wanita-wanita yang hilang tersebut.

Ironisnya, salah satu dari lembaga yang melakukan penyelidikan ini adalah Departemen Layanan Darurat Negara Bagian Washington, tempat di mana Bundy bekerja. Bekerja di tempat tersebut dan memiliki riwayat kriminal yang bersih membuatnya nyaris tak pernah dicurigai. Lagi pula siapa yang akan menuduh pria berpenampilan rapi dan terlihat sangat sopan itu sebagai predator pembunuh?

Di tempatnya bekerja itu pula, Bundy bertemu dengan Carole Ann Boone, seorang ibu dari 2 anak yang bercerai dua kali. Bundy mengencaninya selama bertahun-tahun selama ia melakukan sejumlah pembunuhan.

Ted Bundy bersama Carole Ann Boone dan putrinya

Bundy kemudian diketahui diterima di sekolah hukum di Utah dan pindah ke Salt Lake City. Ketika tinggal di sana, dia terus melakukan aksinya dengan memperkosa dan membunuh para gadis muda, termasuk seorang pejalan kaki di Idaho dan empat gadis remaja di Utah.

Kloepfer, mantan kekasih Bundy mengetahui beberapa pembunuhan di Utah dan menyadari ulah siapa itu sebenarnya. Dia kemudian menghubungi polisi untuk melaporkan kecurigaannya bahwa Bundy berada di balik pembunuhan tersebut. Namun sayangnya tidak ada cukup bukti yang menguatkan saat itu.

Bundy terus melakukan pembunuhan. Bahkan saat ia pindah dari Utah ke Colorado, lebih banyak wanita muda di sana yang menjadi korbannya.


Keluar Masuk Penjara dan Pelarian Ted Bundy

Pada Agustus 1975, mobil Bundy dihentikan polisi di pinggiran Salt Lake City. Alasannya karena ia melajukan mobilnya melebihi batas kecepatan yang diperbolehkan. Saat pemeriksaan, polisi menemukan topeng, borgol, dan benda tumpul di dalam mobil. Meskipun bukti ini tidak cukup untuk menangkapnya, seorang petugas polisi yang menyadari bahwa Bundy adalah terduga dalam kasus pembunuhan sebelumnya, menempatkannya di bawah pengawasan.

Mugshot Ted Bundy 1975

Para petugas kemudian menemukan Beetle milik Bundy yang telah dijualnya. Di dalam mobil tersebut, mereka menemukan rambut yang cocok dengan ketiga korban. Ditambah lagi identifikasi oleh seorang wanita yang pernah coba diculik oleh Bundy, dia kemudian dihukum karena penculikan dan penyerangan dna dikirim ke penjara. Sementara itu, polisi berusaha untuk mengungkap kasus pembunuhan yang dilakukannya.

Namun penangkapan itu tidak menghentikan Bundy dari pembunuhan. Dia melarikan diri dari tahanan pada tahun 1977. Saat itu Bundy ditempatkan di perpustakaan hukum di gedung pengadilan di Aspen, Colorado. Alasannya karena dia bertindak sebagai pengacara bagi dirinya sendiri. Bundy diizinkan masuk ke perpustakaan pada saat istirahat dalam sidang pendahuluan. Bundy yang saat itu tidak dibelenggu, segera mengambil kesempatan untuk melarikan diri.

Dia melompat dari jendela lantai dua perpustakaan dan menghilang di balik pepohonan sebelum penjaga kembali untuk memeriksanya.

Bundy kemudian menuju Aspen Mountain. Di sana ia mencuri mobil dengan tujuan untuk pergi sejauh-jauhnya dari sel penjara yang ia tinggalkan. Tetapi lagi-lagi karena mengemudi terlalu negbut membuatnya menjadi sangat mencolok. Petugas polisi yang melihatnya kemudian melakukan tilang dan saat disadari bahwa pria itu adalah tahanan yang melarikan diri, dia ditangkap kembali setelah 6 hari dalam pelarian.

Penangkapan Ted Bundy di Colorado 1977

Pelarian Bundy berikutnya dilakukannya 6 bulan kemudian. Kali ini saat dirinya sudah masuk sel penjara. Setelah mempelajari denah penjara, Bundy menyadari bahwa selnya berada tepat di bawah tempat tinggal kepala penjara.

Baca juga: Kisah Pelarian 3 Tahanan Alcatraz

Bundy bernegosiasi dengan narapidana lain untuk mendapatkan gergaji besi kecil. Ketika teman satu selnya berolahraga atau mandi, ia mulai melakukan pekerjaannya, mengikis lapisan demi lapisan plester hingga akhirnya terbentuklah sebuah ruangan yang sangat kecil untuknya melarikan diri. Untuk memudahkannya kabur dengan ruangan sempit itu, Bundy mulai mengurangi berat badannya.

Ruangan di mana Ted Bundy ditahan dan berhasil melarikan diri

Kali ini tampaknya rencana Bundy cukup matang. Tidak seperti pelarian terakhirnya, saat ia kekurangan uang, Bundy menyimpan setumpuk kecil uang yang diselundupkan kepadanya oleh Carole Ann Boone, wanita yang dinikahinya di penjara.

Ketika segalanya telah siap, Bundy merangkak ke kamar kepala penjara. Karena kamar itu kosong tak berpenghuni, ia kemudian mengganti pakaian penjara dengan pakaian biasa dan melenggang keluar dari pintu depan penjara.

Kali ini, Bundy tidak ingin membuang waktu, dia segera mencuri mobil dan keluar kota, menuju Florida. Awalnya Bundy ingin hidup secara sembunyi-sembunyi, tetapi ketika dia tidak mendapatkan pekerjaan, Bundy mulai mencuri uang.

Pada 15 Januari 1978, dua minggu setelah pelariannya, Bundy masuk ke sebuah rumah mahasiswi kampus Universitas Negeri Forida. Hanya dalam waktu 15 menit saja, dia melakukan pelecehan seksual dan kemudian membunuh Margaret Bowman dan Lisa Levy.

Lisa Levy dan Margaret Bowman

Kedua wanita muda itu dipukuli dengan kayu bakar dan mencekik keduanya menggunakan stocking. Tak selesai sampai di sana, Bundy kemudian menyerang Kathy Kleiner dan Karen Chandler. Keduanya menderita cedera parah termasuk patah rahang dan gigi yang hilang.

Baca juga: Zodiac Killer

Bundy makin menggila. Dia kemudian mendobrak masuk ke apartemen milik Cheryl Thomas yang tinggal hanya beberapa blok dari kediaman korban sebelumnya. Cheryl dipukuli dengan brutal sehingga dia kehilangan pendengarannya secara permanen.

Pada 8 Februari 1978, masih dalam pelariannya, Bundy menculik seorang remaja 12 tahun bernama Kimberly Diane Leach. Remaja itu diculik dari sekolah menengahnya. Bundy yang gelap mata kemudian membunuhnya dan menyembunyikan jasadnya di sebuah peternakan babi.

Kimberly Diane Leach

Setelah melakukan serangkaian penyerangan dan pembunuhan, Bundy sekali lagi, menyetir mobilnya dengan gegabah sehingga menarik perhatian polisi. Petugas segera menyadari bahwa itu mobil curian. Saat diperiksa mereka menemukan kartu identitas tiga wanita yang tewas sebelumnya.

"Kuharap kau membunuhku," kata Bundy pada petugas yang menangkapnya.


Pengadilan dan Eksekusi

Sepanjang persidangan berikutnya, Bundy menyabotase dirinya sendiri dengan mengabaikan nasihat pengacaranya dan mengambil alih pembelaan terhadap dirinya sendiri. Dia bahkan menakuti orang-orang yang ditugaskan untuk menjadi pengacaranya.



Bundy akhirnya dijatuhi hukuman mati di Penjara Raiford Florida, di mana ia menderita pelecehan dari tahanan lainnya. Menurut beberapa sumber termasuk pemerkosaan yang dilakukan oleh 4 pria.

Bundy akhirnya dieksekusi dengan kursi listrik pada 24 Januari 1989 dan dinyatakan meninggal pada pukul 7:16 pagi. Saat itu usianya 42 tahun. Ratusan orang berkumpul di luar gedung pengadilan untuk merayakan kematiannya. Mereka bersuka ria, menari, dan menyalakan kembang api di padang rumput di seberang jalan penjara. Mereka juga bersorak sorai ketika mobil jenazah putih berisikan  jenazah Bundy meninggalkan penjara.



Meskipun ia mengakui banyak pembunuhan sebelum kematiannya, jumlah sebenarnya korban Bundy tetap tidak diketahui dengan pasti. Dalam beberapa kasus, Bundy menyangkal pembunuhan tertentu, meskipun ditemukan beberapa bukti yang mengarah padanya.

Jasad Ted Bundy dikremasi di Gainesville, Florida. Abunya disebarkan di lokasi yang dirahasiakan di Cascade Range, Washington.

Pada akhirnya pihak berwenang memperkirakan bahwa Bundy telah membunuh setidaknya 30 hingga 40 orang wanita, menjadikannya sebagai salah satu pembunuh berantai paling terkenal dan menakutkan dalam sejarah Amerika.

Referensi:

https://en.wikipedia.org/wiki/Ted_Bundy
https://allthatsinteresting.com/ted-bundy


Eya
Eya Mystery and World History Enthusiast

1 comment for "Ted Bundy dan Petualangan Gila Sang Pembunuh Berantai"