Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Insiden Pembunuhan Mahatma Gandhi




Keluar masuk penjara selama masa perjuangannya sudah menjadi hal biasa bagi Gandhi. Bahkan ia sempat beberapa kali melakukan mogok makan yang menuai simpati dan menyedot perhatian dunia. Sampai akhirnya perjuangan tokoh yang menyuarakan perdamaian dan gerakan kemerdekaan tanpa kekerasan ini harus berakhir tatkala seorang pria menembakkan pistolnya dari jarak dekat pada pria yang disebut juga sebagai The Father of India Nation ini.


Mahatma Gandhi, Sang Tokoh Perdamaian India

Dunia mengenalnya sebagai Mahatma Gandhi, tetapi nama lahirnya adalah Mohandas Karamchand Gandhi. Nama "Mahatma" yang berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti "jiwa agung" didapatkannya pada sekitar tahun 1914 saat dirinya berada di Afrika Selatan.

Mahatma Gandhi yang lahir pada tahun 1869 merupakan putra dari pejabat pemerintah India bernama Karamchand Gandhi. Ibu Gandhi bernama Putlibai Gandhi yang merupakan penganut Janaisme yang sangat religius. Dari sang ibu inilah Gandhi banyak belajar tentang moralitas dan perdamaian.

Mahatma Gandhi

Gandhi yang dikemudian hari menjadi tokoh penting dalam gerakan kemerdekaan India lewat aksi damai sekaligus menjadi pemimpin spiritual dan politikus India termasyur dalam sejarah rupanya pernah mengenyam pendidikan ilmu hukum di Inggris pada tahun 1888. 

Pada tahun 1891, Gandhi muda kemudian kembali ke negaranya. Setelah sempat menganggur, ia kemudian berangkat ke Afrika Selatan pada tahun 1893 sebagai pekerja kontrak di sana.


Saat berada di Afrika Selatan inilah, Gandhi melihat betapa miris kehidupan orang India yang ada di sana. Di sana ada diskriminasi ras yang populer dengan sebutan apartheid. Hatinya tergerak untuk memperjuangkan nasib etnis India. Sejak saat itulah Gandhi mulai menyebarkan pesan perdamaian.

Meskipun kontrak kerjanya di Afrika Selatan berakhir setahun kemudian, tetapi Gandhi enggan pulang ke India. Ia memutuskan untuk tetap tinggal di sana sambil terus melakukan kemapanye melawan undang-undang di mana hak orang India atas pemilihan dicabut. Gandhi tak kehabisan akal. Ia kemudian membentuk India kongres yang dengan cepat menarik perhatian dunia internasional.



Pada tahun 1914, Gandhi kembali ke India. Pada saat meletusnya Perang Dunia I, ia sempat memberikan dukungannya pada Inggris, namun Gandhi kemudian berubah. Tokoh yang lekat dengan pakaian kain, kacamata, kepala botak, dan tongkat di tangan tersebut memprotes keharusan wajib militer terhadap India yang diberlakukan Inggris dan mulai mengajarkan "satyagraha" yang berarti "jalan yang benar" yang juga merupakan ajaran cinta damai.

Tahun 1920, gerakan Gandhi semakin membesar. Ia memimpin gerakan kemerdekaan negara India dan mengorganisasi Kongres Nasional India sebagai kekuatan politiknya. Secara luas ia melakukan pemboikotan terhadap produk-produk Inggris di India.

Akibat gerakannya ini, Gandhi ditangkap oleh pemerintah Inggris dan dengan tuduhan sebagai penghasut publik, ia lalu dimasukkan ke dalam penjara sebelum akhirnya dibebaskan.


Insiden Penembakan 30 Januari 1948

Bila kita membaca sejarah tokoh-tokoh dunia yang dikenal anti kekerasan yang menyuarakan perdamaian dan persamaan hak dalam setiap aksinya, entah mengapa orang-orang seperti itu biasanya akan berakhir dengan mati mengenaskan. 

Blog merinding.com ini sudah pernah membahas mengenai penembakan Presiden Amerika ke-16, Abraham Lincoln yang merupakan pahlawan perbudakan dan juga Martin Luther King Jr. yang menyuarakan persamaan hak warga kulit hitam, dan tentu kita tidak akan lupa dengan Malcolm X yang aktif berjuang dalam hal yang sama. Tetapi ketiganya harus meregang nyawa setelah ditembak, mereka juga mendapatkan sejumlah ancaman pembunuhan beberapa kali sebelumnya.





Hal yang sama juga menimpa Bapak India yang dikenal juga dengan panggilan "Bapu" yang berarti "Ayah" ini. Peristiwa memilukan ini terjadi pada tanggal 30 Januari 1948.

Hari itu sekitar pukul 17:17 menjelang doa malam, Gandhi berangkat ke tempat berdoa bersama dengan keluarga dan para pengikutnya. Saat itulah seorang pria bernama Nathuram Godse mendekat ke arah Gandhi. 



Pria yang merupakan pengacara nasionalis Hindu dari Pune, Maharashtra itu kemudian membungkuk ke arah Gandhi. Gandhi yang tengah diapit oleh dua gadis tak pernah berpikir bahwa pria itu telah merencanakan pembunuhan padanya. Saat salah satu gadis menyadari ada yang tidak beres, ia lalu berteriak "Kakak, Bapu". Tetapi sudah terlambat.

Di tengah keramaian itu Godse mengeluarkan pistol semi otomatis Baretta M1934 dan meletuskan tembakan ke arah dada Gandhi sebanyak 3 kali. Susana berubah menjadi kacau balau.

Berikut ini sebuah video yang diambil dari film The Gandhi Murder (2018) di mana terlihat bagaimana detik-detik Godse melakukan penembakan pada Gandhi dari jarak sangat dekat.



Herbert Reiner Jr. seorang wakil konsul muda dari kedutaan besar amerika yang baru di Delhi kemudian bergegas maju dan meraih pundak dan melucuti Godse. Reiner kemudian memegang leher dan bahu pria itu sampai militer dan polisi tiba. Sementara itu, Gandhi dibawa kembali ke kamarnya di Birla House (Gandhi Smriti), di mana ia menghembuskan nafas terakhirnya.





Latar Belakang Pembunuhan Gandhi

Nathuram Vinayak Godse (1910-1949) adalah simpatisan kelompok ekstremis Hindu Mahasabha. Godse melakukan pembunuhan dengan dalih karena dirinya tidak suka dengan sikap moderat Gandhi yang mendukung berpisahnya Pakistan dari India.


Godse dan kelompoknya geram dengan usaha damai Gandhi setelah perginya Inggris dari tanah India. Memang pada saat itu di India terjadi perang saudara antara Muslim dan Hindu yang akhirnya diselesaikan dengan Muslim yang memisahkan diri dan memulai negara sendiri yaitu Pakistan. Kerusuhan yang dipicu oleh agama memanas di seluruh India pada September 1947.

Nathuram Godse

Menurut pikiran Godse dan kelompoknya, Gandhi dianggap mendukung gagasan negara terpisah untuk kaum muslim yang berarti ia adalah orang yang harus bertanggung jawab atas terbentuknya negara Pakistan.

Gandhi yang memang membenci kekerasan dan perang bahkan kemudian sempat melakukan mogok makan untuk mempermalukan pihak-pihak yang memprovokasi perselisihan tersebut. Dukungan segera datang dari berbagai penjuru dunia bahkan hingga Jinnah, pimpinan Pakistan memuji kepedulian Gandhi terhadap perdamaian.

Kelompok radikal di India yang tidak menyukai gagasan Gandhi sempat melakukan ancaman pembunuhan hingga berkali-kali. Mereka bahkan sempat membom dekat kediaman Gandhi. 

Jasad Gandhi yang terbujur kaku dan pistol yang digunakan untuk membunuhnya

Godse kemudian bersama dengan Narayan Apte merencanakan pembunuhan bersama dengan 6 orang lainnya yang antara lain Vishnu Karkare, Gopal Godse, dan Madanlal Pahwa. Godse sendiri kemudian dijatuhi hukuman mati pada 8 November 1949 setelah melalui proses pengadilan lebih dari setahun lamanya. 

Sebenarnya dua putra Gandhi yaitu Manilal Gandhi dan Ramdas Gandhi sempat melakukan permohonan pergantian (meminta hukuman yang lebih ringan) untuk Godse. Tetapi permohonan itu ditolak oleh Perdana Menteri India Pandit Jawaharlal Nehru, wakil Perdana Menteri Vallabhbhai Patel, dan Gubernur Jenderal C. Rajagopalachari.

Pria yang sempat dipenjara di Punjab High Court, Peterhoff, Shimla ini akhirnya menjalani hukuman gantung di Ambala Jail pada 15 November 1949.

Referensi:

https://id.wikipedia.org/wiki/Mahatma_Gandhi
https://en.wikipedia.org/wiki/Assassination_of_Mahatma_Gandhi
https://en.wikipedia.org/wiki/Nathuram_Godse

Eya
Eya Mystery and World History Enthusiast

Post a comment for "Insiden Pembunuhan Mahatma Gandhi"