Sekoci Misterius di Bouvet Island




Di sebuah pulau tak berpenghuni di Atlantik Selatan, ditemukan sebuah sekoci. Sekoci itu tampak separuh tenggelam dengan sepasang dayung di dalamnya. Mungkin ini akan menjadi pemandangan biasa seandainya penemuan ini terjadi di pulau lain. Tetapi yang membuatnya misterius adalah kenyataan bahwa tempat itu sangat mustahil untuk disinggahi, apalagi mengingat kapal tersebut berada di laguna yang letaknya di tengah pulau...

Foto yang kalian lihat di atas adalah foto yang diambil di sebuah pulau yang terletak di Samudera Atlantik selatan. Foto itu diambil pada tanggal 2 April 1964. Jika kalian cermati, kalian akan melihat sebuah sekoci dengan posisi agak miring dan terisi air pada bagian dalamnya. Di dalam sekoci tersebut terdapat sepasang dayung kayu.

Lalu apa yang aneh dari foto tersebut? Foto itu rupanya diambil di sebuah laguna yang terdapat di Bouvet Island, sebuah pulau tak berpenghuni, paling terisolasi dan terpencil di dunia.


Bouvet Island, Pulau Terpencil yang Tak Dihuni Manusia


Bouvet Island

Pulau Bouvet berada jauh di Atlantik Selatan. Begitu terpencilnya pulau ini bahkan pulau yang paling terdekat jaraknya mencapai 1.600 km yaitu Antartika. Tidak ada yang pernah menempati pulau tersebut. Tak ada tumbuhan dan vegetasi yang dapat hidup di sana.

Baca juga: Misteri Pulau Hybrasil

Pulau ini dikelilingi tebing tinggi, sehingga nyaris tak mungkin bisa mengunjunginya menggunakan perahu atau kapal. Selain itu cuaca di pulau ini sangat tak bersahabat, dengan temperatur suhu selalu berada di bawah nol derajat. 

Pulau ini juga tertutup es sepanjang waktu dan dikelilingi lautan terdingin di dunia. Belum lagi angin dan juga kabut yang selalu menutupi pulau ini, hingga terkadang pada saat tertentu membuatnya sulit ditemukan. Bila dilihat dari atas, pulau ini tampak seperti bola salju pipih berukuran raksasa.

Bouvet Island (dilihat dari atas), diselimuti es

Kedatangan Tim Ekspedisi Allan Crawford dan Dimulainya Misteri di Bouvet Island

Pada tahun 1964, seorang penjelajah Inggris bernama Letnan Allan Crawford memimpin sebuah tim peneliti untuk menjelajah Bouvet Island. Ia dikirim ke sana untuk melakukan penelitian dan juga mengumpulkan data tentang kondisi iklim dan cuaca di sana. Rencananya mereka akan membangun sebuah stasiun cuaca di sana.

Letnan Allan Crawford

Tapi untuk mencapai pulau itu bukanlah pekerjaan mudah. Seperti telah disebutkan sebelumnya, sebagian besar pulau tertutup es dan dikelilingi tebing tinggi dan curam. Belum lagi mereka harus menghadapi arus air yang sangat deras, yang pastinya sangat berbahaya untuk mencapai lokasi dengan kapal. Maka ekspedisi ini terbilang sangat berbahaya.

Jadi Crawford dan timnya akan berangkat menggunakan helikopter. Tapi ini juga sebenarnya cukup beresiko mengingat tempat itu sangat berangin dan badai dapat terjadi kapan saja. Selain itu mereka juga harus menghadapi kabut tebal yang menutupi hampir seluruh badan pulau.

Bouvet Island yang tertutup kabut

Crawford dan timnya harus menunggu selama berhari-hari untuk memastikan cuaca cukup baik untuk mereka dapat mendarat di sana. Helikopter yang membawa mereka akhirnya tiba di Bouvet Island pada tanggal 2 April 1964. Saat itu helikopter mendarat di sisi barat laut pulau.

Dengan cuaca yang sangat buruk dan juga suhu yang sangat rendah, tim dijadwalkan hanya akan berada di sana selama beberapa menit saja untuk melakukan penelitian dan segera meninggalkan tempat itu. Jadi mereka bisa menghindari bahaya yang mungkin mengancam nyawa.

Setelah menyelesaikan pekerjaan mereka, beberapa anggota tim mengumpulkan batu-batuan untuk diteliti nantinya. Saat itulah Letnan Crawford melihat-lihat ke sekeliling pulau. Ia lalu pergi ke laguna yang terletak di tengah pulau. Di sana ia menemukan pemandangan yang aneh. Ada sebuah kapal kecil yang separuh tenggelam di air.

Letnan Crawford lalu melihat ke sekeliling berharap menemukan jejak sesuatu atau mengapa kapal itu bisa ada di sana, di sebuah pulau terpencil tak berpeghuni. Tak jauh dari sekoci itu, Crawford menemukan sebuah tangki tembaga dan juga sebuah barel kayu yang biasanya digunakan sebagai tempat menampung air. 

Namun anehnya di sekitarnya sama sekali tak ada tanda-tanda bekas kehidupan. Tak ada bekas aktivitas manusia yang misalnya saja mendirikan tenda di sana untuk berlindung atau semacamnya. Sama sekali tak ada. Bila memang seeorang atau beberapa orang terdampar di sana seharusnya paling tidak ada bekas tenda atau pakaian. Tetapi hal-hal semacam itu sama sekali tak ditemukan.

Di dalam sekoci juga tak ditemukan apa pun selain sepasang dayung. Tak ada bekas makanan atau tanda dari perusahaan atau negara mana sekoci itu berasal.

Baca juga: Kejadian Misterius di Kapal SS Ourang Medan

Crawford yang keheranan kemudian mencoba untuk berdiskusi dengan anggota timnya, tetapi mereka sepertinya tak begitu menaruh perhatian pada sekoci itu. Mereka hanya fokus agar dapat menyelesaikan pekerjaan dan pergi dari sana. 

Crawford dan timnya memang hanya dijadwalkan berada di sana kurang dari satu jam. Sebelum meninggalkan pulau, Crawford mengambil foto sekoci tersebut dan foto itu adalah satu-satunya foto yang ada.

Foto kapal sekoci yang ada di laguna Bouvet Island, satu-satunya foto yang diambil oleh Letnan Crawford

Lalu bagaimana sekoci itu bisa sampai di sana? Apa penjelasan yang paling masuk akal? Sebelumnya ada baiknya kita melihat sejarah bagaimana awalnya pulau ini ditemukan.

Bouvet Island pertama kali ditemukan pada tahun 1739 oleh Jean Baptiste Charles Bouvet de Lozier, seorang penjelajah Norwegia. Selama beberapa tahun kemudian beberapa penjelajahan telah dilakukan untuk menginvestigasi pulau. Kebanyakan penjelajah merupakan bangsa Inggris dan Norwegia.

Jean Baptiste Charles Bouvet de Lozier

Ekspedisi terakhir yang mengunjungi pulau sebelum Crawford adalah ekspedisi dari Afrika Selatan tahun 1955 atau 9 tahun sebelum kedatangan Crawford dan timnya. Menurut mereka, saat mereka di sana, mereka tak menemukan adanya kapal di laguna.

Jadi bisa disimpulkan bahwa kapal itu muncul antara tahun 1955-1964.


Teori-Teori Kapal Misterius di Bouvet Island

Sebuah teori mengatakan bahwa kapal itu karam dan dibawa ombak hingga sampai ke pulau tersebut. Teori ini terdengar masuk akal. Tetapi perlu diketahui bahwa kapal itu kondisinya baik, sama sekali tak ada bekas karam atau kerusakan.

Lagi pula jika memang terdampar di sana, setidaknya mereka menggunakan kapal tersebut sebagai tempat berlindung. Hal ini pernah terjadi pada sebuah kapal karam tahun 1966 di Elephant Island yang letaknya dekat Antartika.

Sebuah kapal yang karan di Elephant Island

Para awak kapal menjadikannya sebagai atap tempat berlindung sambil menunggu tim penyelamat datang. Metode ini sebenarnya adalah metode dasar bertahan hidup bagi para pelaut. Tapi anehnya bila kapal itu karam mengapa ada sepasang dayung di dalamnya dan kapal tersebut kondisinya masih begitu baik.

Teori kedua mengatakan bahwa ada sebuah kapal besar yang karam, lalu kru kapal berperahu menggunakan sekoci ke pulau tersebut. Kapal itu lalu dibawa ke laguna, mereka kemudian mendirikan tenda di sana hingga diselamatkan kapal lain yang datang.

Baca juga: Misteri Kapal Mary Celeste

Tetapi teori ini hampir tidak mungkin. Nyaris tak ada kapal lain yang datang ke sana. Dan para awak kapal tersebut juga tak mungin dapat bertahan selama bahkan hingga beberapa hari mengingat iklim dan cuaca yang sangat buruk.

Teori lainnya yang cukup menarik mengatakan bahwa kapal itu mungkin saja terkubur di dalam es dan membeku di sana. Kapal itu disinyalir berasal dari ratusan tahun lalu atau dari masa penjelajahan abad ke 15.

Teori ini seolah mencoba menjawab mengapa tak ada tanda sama sekali di kapal tersebut, dari perusahaan atau negara mana. Jika memang kapal itu berasal dari penjelajahan kuno yang kemudian terdampar, kapal itu mungkin tenggelam di bawah es dan berada di sana selama ratusan tahun sebelum akhirnya muncul kembali.

Sebuah gunung berapi kecil yang ada di tengah pulau dilaporkan memang mengalami letusan sebanyak 2 kali pada tahun 1958. Letusan gunung berapi yang terjadi menyebabkan beberapa bagian es mencair. Insiden ini mungkin alasan mengapa kapal itu bisa muncul di laguna.

Tetapi teori ini juga tak begitu kuat. Alasannya jika sebuah kayu terkubur di bawah es, kayu itu akan berubah menjadi bongkahan kecil. Intinya bentuknya tidak akan sama seperti sebelumnya, meskipun ia membeku di dalam es.

Teori keempat percaya bahwa kapal itu adalah kapal penangkap paus yang lewat dan kru kapal memutuskan untuk melihat ke pulau dengan kapal yang lebih kecil dan saat menyadari kapal itu rusak dan tak dapat digunakan, mereka kemudian meninggalkannya di sana.

Pada tahun 1966 atau dua tahun setelah ekspedisi Crawford, kelompok penjelajah Afrika Selatan tiba di Bouvet Island. Mereka melaporkan tak menemukan perahu di laguna seperti kesaksian dan foto yang diambil Kolonel Crawford.




Misteri Kapal Sekoci di Bouvet Island Terungkap

Kapal atau sekoci di laguna Pulau Bouvet itu kemudian menjadi misteri yang tak terungkap selama puluhan tahun. Bagaimana sebuah sekoci dapat muncul dan hilang begitu saja di sebuah pulau terpencil dan tak berpenghuni, yang untuk ke mengunjunginya saja diperlukan usaha ekstra.

Hingga akhirnya seorang sejarawan London, Mike Dash yang mulai menyelidiki kasus tak terpecahkan selama hampir setengah abad lamanya. Dalam sebuah buku Rusia dari tahun 1960an "Transaction of the oceanographic pada halaman 129 disebutkan:

"The scientific reconnaissance vessel "Slava-9" began his regular 13th cruise with the "Slava" Antarctic whaling fleet on 22 October 1958. On 27 November she got to Bouvet Island. A group of sailors landed couldn't leave the island in time because of worsened weather and stayed on it about 3 days. The people were withdrawn only by helicopter on 29 November".

Jadi sebenarnya, ada kapal bernama Slava 9 yang berlayar pada tanggal 22 Oktober 1958 dan tiba di Bouvet Island pada 27 November 1958 (tahun yang sama ketika letusan gunung terjadi). Para awak kapal tak dapat pergi dari pulau tersebut sampai harus bertahan di sana selama 3 hari sampai akhirnya mereka dievakuasi oleh helikopter pada 29 November 1958.

Jadi saat evakuasi dilakukan, mereka meninggalkan sekoci di sana sehingga ditemukan oleh Letnan Allan Crawford dan timnya tahun 1964. Jadi wajar saja bila kapal itu kondisinya masih bagus. Lalu antara tahun 1964 hingga datangnya kapal ekspedisi dari Afrika Selatan tahun 1966 adalah masa di mana kapal itu dievakuasi dari Bouvet Island.


0 Response to "Sekoci Misterius di Bouvet Island"

Post a Comment