Mitologi Goblin




Dalam sebuah cerita drama dari negeri ginseng, Goblin digambarkan sebagai pria tampan yang memiliki kemampuan supranatural. Namun sebenarnya dalam beberapa kisah mitologi di dunia, khususnya di wilayah Eropa pada abad pertengahan, makhluk ini dikisahkan memiliki fisik yang amat buruk dan menakutkan, serta kerap mencuri bayi dan memangsa manusia.

Nama "goblin" berasal dari bahasa Yunani yaitu "kabalos" yang berarti penjahat. Kata "goblin" juga berasal dari bahasa Latin yaitu "kobalus", bahasa Jerman yakni "kobalt", dan bahasa Perancis yaitu "gobelin" dengan arti yang hampir sama yaitu jahat, roh jahat, atau bajingan. Nama "Goblin" yang saat ini dikenal secara luas merupakan nama dari bahasa Inggris.

Menurut beberapa literatur, makhluk ini berasal dari suku gnome tertentu. Gnome adalah makhluk kecil dan kerdil yang biasanya digambarkan memiliki fisik tua dengan janggut lebat. Nah, goblin ini menurut legenda dipanggil oleh bangsa gnome dengan sebutan "ghob-lings" dan biasanya diperintah oleh Ghob.

Goblin disebut pula "Duendes" dalam literatur Portugal, Spanyol, dan Amerika Selatan
Sumber gambar: Francisco Goya (1799)

Deskripsi Fisik, Karakter, dan Tempat Tinggal

Goblin dalam berbagai kisah mitologi dikatakan merupakan makhluk supranatural sebangsa peri yang sering kali muncul dalam berbagai dongeng dan kisah fiksi fantasi.

Makhluk ini digambarkan memiliki fisik yang agak seperti manusia namun tubuhnya berwarna hijau seperti daun. Beberapa referensi mengatakan tingginya tak lebih dari 30 cm dan nyaris tak terlihat oleh pandangan mata. Namun dalam mitologi bangsa Jerman, Goblin memiliki tinggi mencapai 2 meter.

Baca juga: Legenda Unicorn

Meskipun demikian, biasanya penggambaran goblin yang banyak diterima adalah makhluk ini memiliki tubuh kerdil dengan telinga lancip, hidung besar, dan kulit gelap, dan gigi yang sangat kotor. Secara umum penampilannnya dikatakan sangat mengerikan.

Gambaran bentuk fisik Goblin dari referensi abad ke-19

Goblin disebut-sebut sebagai makhluk yang usil dan suka mengganggu. Mereka dapat memasuki rumah penduduk dan mengganggu orang dengan mengetuk pintu atau dinding rumah kemudian menghilang. Mereka juga suka menghancurkan pot, menarik orang dari tempat tidur, sampai memindahkan barang-barang yang ada di dalam rumah. Semua itu mereka lakukan hanya untuk bersenang-senang.

Selain disebut sebagai makhluk yang suka mengganggu, makluk ini juga lekat dengan image sebagai makhluk buas dan ganas yang senang bertarung. Goblin diceritakan memiliki kekuatan untuk menciptakan dan mengendalikan api. Dalam berbagai kasus makhuk kerdil ini menculik bayi dan juga memangsa manusia yang biasanya adalah wanita.

Baca juga: Legenda Peri

Goblin seringkali berbuat usil dengan menculik bayi manusia lalu mengubahnya dengan bayi goblin. Tak hanya itu mereka juga kerap memberikan mantra pada seseorang untuk membuatnya mengalami mimpi buruk.

Selain itu pula mereka disebut memiliki sifat serakah dan suka pada perhiasan emas. Namun dalam mitologi lain ada pula yang menganggapnya sebagai makhluk  baik dan bijaksana.

Dalam berbagai mitologi disebutkan bahwa Goblin memiliki saudara atau bisa dikatakan jenis lain dalam ras yang sama yang disebut Hopgoblin. Berbeda dengan goblin, Hopgoblin dikenal memiliki karakter baik dan menyenangkan.

The Princess and The Goblins by George MacDonald (1920)

Goblin suka tinggal di tempat-tempat yang gelap dan lembab. Tempat-tempat favorit mereka biasanya adalah gua, akar pohon tua, atau celah-celah batu yang berada di tempat-tempat terpencil yang sekiranya tak terjamah oleh manusia. Namun makhluk ini tidak terbiasa tinggal di satu tempat dalam waktu lama. Mereka biasanya suka berpindah-pindah.

Baca juga: Legenda Kurcaci

Makhluk kerdil yang disebut-sebut pemalas ini senang bersantai dan tak melakukan apa-apa. Saat bahaya mengancam, para goblin lebih suka melarikan diri secepatnya dan bersembunyi.

Goblin tinggal di hutan-hutan
Sumber: Runic by Martin Eager

Goblin di Kalimantan

Di beberapa wilayah Kalimantan, orang menganggap makhluk ini adalah jiwa orang mati. Suku-suku tertentu dari Kalimantan percaya bahwa hutan mereka penuh dengan goblin dengan roh jahat. 

Kepercayaan kuno ini terus ada dan dipercaya secara turun temurun dan bertahan hingga kini. Maka dari itu masyarakat suku sering kali memperingatkan tentang bahayanya berjalan seorang diri di tengah hutan. Para goblin dapat mencuri jiwa seseorang dan membiarkan orang tersebut tidak menyadari bahwa mereka telah kehilangan jiwanya.

Referensi:

https://en.wikipedia.org/wiki/Goblin
https://id.wikipedia.org/wiki/Goblin
https://mythology.net/mythical-creatures/goblin/
http://www.ancientpages.com/2018/12/06/goblins-antisocial-grotesque-and-very-ugly-fairy-creatures-in-ancient-beliefs/


0 Response to "Mitologi Goblin "

Post a Comment