Misteri Punahnya Dinosaurus, Benarkah Dinosaurus Sebenarnya Tak Pernah Ada?




Dinosaurus disebut-sebut sebagai hewan purba raksasa yang pernah hidup di bumi jutaan tahun yang lalu. Namun hewan ini punah diakibatkan oleh faktor yang sampai saat ini masih diperdebatkan. Namun sebelum menguak apa yang sebenarnya terjadi pada makhluk raksasa ini sehingga mengalami kepunahan, sebuah teori mengatakan bahwa makhluk ini sebenarnya tak pernah ada alias fiktif!

Dinosaurus adalah kelompok binatang purbakala yang berasal dari klad Dinosauria. Dinosaurus diperkirakan hidup pada masa Mesozoikum (Zaman Pertengahan) yang berlangsung antara 250-65 juta tahun yang lalu.

Kelompok hewan purbakala ini mengalami kepunahan pada akhir Periode Kapur (Cretaceous) hingga awal Paleoson. Sampai saat ini para ilmuwan masih berselisih pendapat mengenai apa sebenarnya penyebab kepunahan makhluk ini.

Sebuah teori yang paling banyak dipercayai yaitu kepunahan akibat bencana besar, yang paling terkenal adalah teori meteor atau komet. Menurut teori ini punahnya dinosaurus karena terjadinya hantaman meteor atau komet ke bumi jutaan tahun lalu. Selain meteor, bencana besar lain yang dipercayai adalah adanya bencana gunung berapi dahsyat.



Selain teori bencana besar, sebagian ilmuwan meyakini punahnya dinosaurus merupakan hasil dari rangkaian perubahan iklim ekstrem yang terjadi di bumi. 

Teori lainnya yakni kepunahan disebabkan oleh hewan purbakala ini sendiri. Jadi dinosaurus dipercaya telah memutus mata rantai makanannya sendiri dengan menghabisi hewan pemakan tumbuhan. Namun teori-teori ini lemah mengingat hewan seperti ikan, kura-kura, mamalia, buaya, dan kodok masih dapat bertahan hidup.

Namun sebelum menguak apa yang sebenarnya terjadi pada dinosaurus sebelum mereka mengalami kepunahan, dunia dikejutkan dengan teori bahwa sesungguhnya dinosaurus justru tak pernah ada. Hewan ini disebut-sebut merupakan salah satu kebohongan sejarah ilmu pengetahuan paling besar.


Awal Mula Munculnya Teori Dinosaurus

Dinosaurus sebenarnya pertama kali diperkenalkan oleh Sir Richard Owen. Hal yang mengejutkan adalah Owen bukanlah seorang ilmuwan, arkeolog, atau sejarawan, tetapi seorang kepala museum! Ia merupakan kepala British Museum Natural History Departement tahun 1842.

Sir Richard Owen

Jika kalian tilik dari tahunnya, maka kalian akan menyadari bahwa pada masa itu sedang hangat-hangatnya teori yang dikemukakan oleh Charles Darwin : Teori Evolusi, yang mengatakan bahwa nenek moyang manusia berasal dari kera. Lalu apa hubungannya dengan Dinosaurus?

Baiklah, pada pertengahan abad ke 19 itu merupakan masa jaya bagi para evolusionisme. Di tengah hangatnya narasi tentang dinosaurus itu, pada tahun 1854 tiba-tiba tersiar kabar bahwa seorang geolog Amerika bernama Ferdinand Vandiveer Hayden menemukan beberapa fosil gigi yang diyakini merupakan gigi dinosaurus di Sungai Missouri. Penemuan yang seolah memperkuat bukti dari teori dinosaurus Owen ini kemudian diberitakan secara masif ke seluruh dunia.

Fosil gigi Trachodon

Ferdinand Vandeveer Hayden

Penemuan gigi-gigi tersebut kemudian dikirim pada seorang ahli paleontologi bernama Joseph Leidy. Beberapa tahun kemudian, Leidy menyatakan bahwa gigi-gigi yang ditemukan oleh Heyden berasal dari dinosaurus jenis Trachodon yang merupakan nenek moyang dari seluruh binatang yang ada saat ini.

Trachodon

Kejanggalan-Kejanggalan

Orang-orang yang tidak mendukung teori mengenai kebenaran akan keberadaan dinosaurus pun kemudian mulai mengungkapkan pendapat dan teori menreka terkait kejanggalan-kejanggalan makluk purbakala ini.

Pertama, jika dinosaurus telah ada jutaan tahun yang lalu, mengapa dinosaurus tidak pernah diketahui dan ditemukan dalam sejarah dan peradaban mana pun di seluruh dunia sebelum pertengahan tahun 1880an? Bahkan mengapa tidak ada keyakinan mengenai dinoasurus baik dalam agama maupun tradisi penduduk di dunia? Mengapa semua penemuan itu dimulai pada pertengahan tahun 1800an?

Misalnya saja tempat di mana Ferdinand Hayden menemukan fosil-fosil gigi di Sungai Missouri, Amerika. Mengapa penduduk di sana yang telah ada dan menetap bahkan selama ratusan hingga ribuan tahun di tanah itu tidak pernah ditemukan. 

Namun secara "tiba-tiba" tulang-tulang dinosaurus ditemukan di berbagai tempat di seluruh dunia seperti Amerika Utara dan Selatan, Asia, Afrika, Eropa, hingga Tanzania. Anehnya tempat-tempat ini merupakan tempat-tempat yang sudah ditinggali manusia dan dieksplorasi dengan baik selama ribuan tahun. Tapi anehnya mengapa tak pernah ada yang menemukannya.

Penggalian sebuah tulang dinosaurus

Kejanggalan kedua, penemuan serta penggalian dinosaurus tidak pernah dilakukan oleh orang awam. Biasanya benda-benda arkeologi ditemukan oleh orang awam, entah itu penggali tambang, petani, atau orang biasa lainnya yang secara tak sengaja ketika mereka menggali tanah menemukan benda-benda tersebut.

Anehnya, setiap kali ada penemuan fosil dinosaurus pasti dilakukan oleh orang yang memang berkepentingan, misalnya ilmuwan, profesor universitas, dan ahli paleontologi yang memang sengaja sedang mencari tulang dinosaurus dan berhasil menemukannya. Bukankah ini cukup ganjil?

Kejanggalan selanjutnya adalah tidak pernah ada kerangka dinosaurus yang ditemukan secara lengkap. Hal yang mengejutkan adalah bahkan dinosaurus yang kita temui di museum adalah hasil rekonstruksi, dengan sebagian besar bagian kerangka adalah palsu atau tipuan.

Pada periode tahun 1870an, dua orang paleontolog Amerika Serikat saling bersaing dalam perburuan kerangka dinosaurus yang dikenal juga dengan The Bone Wars. Dua pria itu adalah Edward Drinker Cope (Academy of Natural Sciences) dan Othniel Charles Marsh (Peabody Museum of Natural History). 

Othniel Marsh dan Edward Cope


Cope bahkan adalah orang pertama yang menampilkan dinosaurus secara utuh (rekonstruksi) kepada publik untuk pertama kalinya di Edward Drinker Cope's Academy of Natural Sciences di Philadelphia.

Edward Drinker Cope dan dinosaurus konstruksinya

Dalam persaingan sengit itu, Marsh disebut-sebut berhasil menemukan lebih dari 500 spesies kuno dan Cope menemukan 56 spesies. Dari ratusan tulang yang ditemukan dari keduanya itu, hanya 32 saja yang valid, sisanya terbukti palsu. Kedua paleontolog ini tak pernah mengklaim telah menemukan kerangka lengkap. Mereka bahkan mengakui bahwa pekerjaan mereka melibatkan proses rekonstruksi.

Kerangka yang dipamerkan di museum adalah hasil fabrikasi yang melibatkan perlengkapan seperti plester, serat kaca, eposi (lem perekat) dan beberapa tulang binatang lain.

Dalam sebuah artikel "A Fossil's Trail From Excavation to Exhibit" mengungkapkan tentang pembuatan kerangka ini. Melalui cetakan dan proses pengecoran, kerangka seperti anggota badan, tulang rusuk, hingga tulang belakang dapat dipalsukan. Adanya retakan kecil maupun besar dapat ditutupi dengan material yang terbuat dari kertas atau bubur kertas atau plester yang dicampur dengan dekstrin.

Kenyataannya, semua museum memang menampilkan rekonstruksi imajinatif berdasarkan kerangka-kerangka yang tak lengkap. Jadi seorang atau beberapa seniman visual sengaja disewa untuk menciptakan ini semua agar terlihat realistis. Semua museum yang memajang hewan purbakala ini dapat dipastikan menampilkan model yang sama seperti yang pernah dilihat orang dalam film hingga kartun televisi.

Mirisnya lagi adalah kerangka asli tak pernah ditampilkan terbuka untuk umum. Tulang-tulang yang disebut asli disimpan di ruangan khusus dengan penjagaan super ketat. Hanya orang-orang tertentu saja yang diperbolehkan untuk memeriksanya. Kemirisan lainnya adalah tak pernah ada peneliti atau paleontolog independen yang memeriksa itu semua. Jadi yang melakukan itu benar-benar hanya orang-orang yang berkepentingan.



Menurut data, hanya ada sekitar 2.100 set tulang dinosaurus yang ditemukan di seluruh dunia. Padahal jika ribuan reptil raksasa itu memang pernah benar-benar ada dan hidup di bumi, maka seharusnya kita tidak hanya menemukan 2.100 set tulang dinosaurus melainkan jutaan, dengan orang-orang awam yang pada suatu hari tersandung tulang dinosaurus saat tengah menggali petak tanah sayuran di halaman rumah.


Mengapa Mereka Melakukan Itu?

Sekarang pertanyaan besarnya adalah jika dinosaurus itu hanyalah sebuah kebohongan, lalu apa sebenarnya tujuannya?

Kemungkinan pertama alasannya adalah uang. Kalian mungkin tak pernah membayangkan bahwa kerangka dinosaurus bisa terjual sangat mahal. Ya, di sebuah situs lelang asing, tulang-tulang dinosaurus jenis T-Rex laku hingga US$12 juta! Jadi, bisnis perburuan tulang dinosaurus bukan bisnis main-main kan?!

Kenyataannya memang tulang-tulang dinosaurus yang banyak dijumpai di situs pelelangan adalah bisnis yang sangat menggiurkan dan museum ambil bagian dalam membuat tampilan dinosaurus itu kian menarik dan juga populer.

Tak main-main bahkan di provinsi Sichuan, China telah ada pemasok dinosaurus palsu. Perusahaan itu bernama Zigong Dino Ocean Art Company. Perusahaan ini menyediakan berbagai kerangka dinosaurus yang dibuat serealistis mungkin dengan bahan-bahan dari tulang-tulang hewan seperti anjing, ayam, kucing, kuda, dan babi.

Monolophosaurus dari Zigong Dino Ocean Art Company

Tulang hewan-hewan tersebut dilelehkan untuk kemudian dicampur dengan lem, plester, resin. Selanjutnya campuran itu digunakan sebagai bahan dasar untuk pengecoran tulang dinosaurus. 

Lucunya, sempat beberapa kali ditemukan fosil bulu yang disebut-sebut berasal dari dinosaurus pada tahun 1990an. Bagian mencurigakan adalah penemuan itu terjadi di wilayah itu yang tak jauh dari tempat produksi kerangka-kerangka palsu dinosaurus yaitu pabrik Zigong Dino Ocean Art Company.

Kemungkinan kedua mengapa mereka sengaja melakukan pemalsuan sejarah adanya dinosaurus adalah menyangkut Teori Evolusi. Teori keberadaan Dinosaurus dapat menjawab celah dan masalah yang ada dalam teori evolusi.

Para paleontolog mempromosikan berbagai bentuk dinosaurus seperti misalnya dinosaurus reptil yang menjadi hewan burung masa kini atau dinosaurus reptil menjadi hewan mamalia. Jadi teori ini menjadi jembatan dalam menutupi celah teori evolusi.

Parahnya lagi, dinosaurus saat ini telah benar-benar diyakini keberadaannya pada masa lalu. Hewan ini bahkan bukan hanya dimasukkan dalam film-film Hollywood seperti Jurasic Park, The Land Before Time, hingga Ice Age, namun juga sampai pada buku teks sekolah. 

Salah satu adegan dalam film Jurasic Park

Hal ini menyebabkan semacam pemrograman otak sejak dini. Anak-anak menjadi percaya bahwa Dinosaurus adalah bagian dari science dan benar-benar pernah ada sebelum akhirnya mengalami kepunahan.

"Penetapan paleontologis dapat mengendalikan hipotesis mana yang akan dibangun melalui buku teks dan kurikulum. Dengan cara ini, siswa dicuci otak ke dalam pseudo-reality (kenyataan nyata yang sebenarnya adalah khayalan) yang dikendalikan oleh bahan ajar teks dan otoritas guru di sekolah. Seluruh bidang dinosaurian dari program paleontologis adalah tipuan"
(Robin Koefoed -"The Dinosaurs Never Existed).

Jadi bagaimana menurut kalian?

Referensi :

https://id.wikipedia.org/wiki/Dinosaurus
https://www.unmyst3.com/2008/08/extinction-of-dinosaurs.html
http://www.atlanteanconspiracy.com/2015/09/dinosaur-hoax-dinosaurs-never-existed.html
https://www.melinweb.com/dinosaurus-tidak-pernah-ada/


0 Response to "Misteri Punahnya Dinosaurus, Benarkah Dinosaurus Sebenarnya Tak Pernah Ada?"

Post a Comment