Misteri Hilangnya Awak Kapal Sarah Joe




Lima orang pria pergi memancing di Kepulauan Hawaii pada suatu hari yang cerah. Dengan sebuah kapal pinjaman, mereka kemudian bergegas berangkat tanpa sedikit pun firasat bahwa hari itu akan menjadi hari naas yang akan membuat mereka masuk dalam salah satu misteri sejarah dunia maritim yang tak terpecahkan hingga kini...

Dalam sejarah dunia maritim, ada beberapa kasus yang masih misterius. Mulai dari misteri menghilangnya awak kapal Mary Celeste, tenggelamnya kapal Titanic, kejadian aneh di kapal SS Ourang Medan , bahkan sampai desas-desus kemunculan kapal-kapal hantu yang legendaris.



Hari yang Naas

Hari itu tanggal 11 Februari 1979, lima orang pekerja konstruksi, Scott Moorman (27), Benjamin Kalama (38) pemasang ubin, Peter Hanchett (31) tukang ledeng, Patrick Woessner (26) tukang kebun, dan Ralph Malaiakini (27) bisnis pengangkutan baru saja menyelesaikan proyek pekerjaan mereka membangun sebuah rumah di Maui, Kepulauan Hawaii.

Awak kapal Sarah Joe yang menghilang

Hari yang cerah, langit biru, dan permukaan air yang tenang membuat mereka kemudian berencana untuk pergi memancing. Ralph Malaiakini kemudian mengusulkan untuk ke rumah saudara kembarnya, Robert, untuk meminjam sebuah kapal. 

Mereka kemudian berkendara sejauh 7 mil ke Teluk Hana untuk meminjam kapal penangkap paus milik Robert yang bernama Sarah Joe. Kapal itu panjangnya 17 kaki dengan mesin berkekuatan kuda 85. Tak lupa sebelum keberangkatan, rombongan ini menyiapkan perbekalan makanan dan minuman serta sebuah box pendingin besar untuk menyimpan ikan hasil pancingan.

Sekitar pukul 10 pagi, mereka kemudian berangkat. Tak ada seorang pun yang menyangka bahwa perjalanan mereka pagi itu akan menghantarkan mereka pada salah satu misteri maritim terbesar dalam sejarah modern.

Para awak kapal Sarah Joe

Setelah 2 jam perjalanan dan hari beranjak siang, cuaca tiba-tiba berubah buruk. Sialnya, di Teluk Hana tadi tak ada stasiun televisi dan mereka telah melakukan kesalahan fatal dengan hanya melihat cuaca sesaat hari itu tanpa mengecek prakiraan cuaca lokal.


Kapal Sarah Joe Beserta Para Penumpangnya Lenyap

Tak lama setelah itu badai dahsyat datang dan membawa banjir besar hingga menghancurkan kota Hana. Badai itu dilaporkan merupakan badai terburuk dalam kurun waktu 50 terakhir. Beberapa pemancing yang berada di pantai memutuskan kembali ke dermaga dan melaporkan ombak mencapai 40 kaki. Namun Sarah Joe tak kembali, tak ada yang tahu bagaimana nasib kelima pria yang pergi dengan kapal kecil itu.

Setelah badai reda, anggota keluarga termasuk di dalamnya ayah Peter, John Hanchett dan saudara kembar Ralph, Robert Malaiakini pemilik Sarah Joe, dan beberapa anggota keluarga lainnya melaporkan hilangnya Sarah Joe bersama dengan 5 awaknya kepada pihak Coast Guard.

John, Robert, beberapa rekan, mulai melakukan pencarian, mereka juga menanyai orang-orang di sekitar pulau kalau-kalau mereka melihat kru atau kapal Sarah Joe. Namun hasilnya nihil.



Keesokan harinya Coast Guard mulai operasi pencarian melibatkan 50 pesawat, helikopter, kapal, dan melakukan pencarian sejauh 73.000 mil persegi selama 5 hari. Burung-burung merpati yang biasa dilatih untuk pencarian korban terdampar juga dikerahkan mengitari seluruh pulau. 

Namun tampaknya pencarian itu hanya usaha sia-sia saja. Tak ada jejak kapal atau kru yang ditemukan. Mereka kemudian menyimpulkan bahwa Sarah Joe beserta awak kapal telah tersapu badai dan tenggelam.

Namun meskipun harapan tampaknya semakin kecil, namun keluarga dan rekan-rekan para awak Sarah Joe menolak menyerah. Mereka dibantu para sukarelawan terus melakukan pencarian selama berminggu-minggu. Anggota keluarga berpikir kelima orang itu sudah berpengalaman di lautan dan juga para perenang handal. Jadi mereka berpikir paling tidak beberapa di antara mereka masih selamat.

Bertahun-tahun pun berlalu tanpa ada hasil apa pun. Jejak kapal dan para awaknya menghilang. Sekarang tampaknya mereka harus menyadari kenyataan bahwa kelimanya mungkin memang tak selamat.

Kasus hilangnya kapal Sarah Joe beserta awaknya yang terdiri dari lima orang pria ini mungkin hanya akan menjadi kasus kecelakaan maritim biasa. Namun semuanya justru berubah menjadi membingungkan dan misterius setelah hampir 10 tahun kemudian.


Penemuan yang Mustahil

Tanggal 10 September 1988, John Naughton, seorang ahli biologi dari National Marine Fisheries Service melakukan ekspedisi pencarian kura-kura hijau di pulau karang Marshall Islands Taongi. Saat tengah melakukan pencarian itulah, tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah kapal yang terdampar.

Naughton mengenali bahwa itu adalah kapal Sarah Joe. Ia memastikan lewat nomor registrasi kapal. Ia mengenali kapal  motor kecil dengan panjang 16,5-17 kaki itu karena rupanya Naughton juga melakukan pencarian tahun 1979 saat kapal itu menghilang diterjang badai.

Kapal Sarah Joe

Namun tak ada apa pun di dalam kapal maupun di sekitarnya. Naughton dan rekan-rekannya mencari-cari kalau-kalau ada catatan atau barang-barang yang tertinggal di dalam kapal yang mungkin dapat dijadikan petunjuk. Namun tak ada apa pun yang dapat ditemukan di sana.

Naughton dan timnya kemudian memutuskan untuk melakukan pencarian di sekitar area. Sekitar beberapa ratus yard dari lokasi penemuan kapal Sarah Joe mereka menemukan sebuah tanda salib dari kayu apung tertancap di atas sebuah kuburan. Ditemukan pula tulang rahang bawah yang menonjol keluar dari tumpukan batu karang.

Dari cara pemakamannya, tampak bahwa prosesi penguburan itu dilakukan dengan asal-asalan dan kurang menghargai yang meninggal. Namun kerangka siapakah yang ditemukan itu?

Selain itu pula, saat mereka mengecek lebih dekat kuburan itu, mereka melihat kertas-kertas kosong berada di atas kerangka tadi. Semua kertas itu tercerai berai tapi ditumpuk layaknya sebuah buku. Di lembaran kertasnya terselip sebuah kertas timah kecil berbentuk persegi.

Sementara itu gigi-gigi tadi dibawa ke U.S. Army Central Identification Laboratory di Hawaii untuk dilakukan uji medis. Setelah dilakukan pengujian, dapat dipastikan bahwa tulang-tulang itu adalah milik Scott Moorman, salah satu penumpang kapal Sarah Joe yang menghilang tahun 1979.

Namun menurut juru bicara U.S. Army Central Identification Laboratory, Letnan Kolonel Tom Boyd, mereka tidak dapat memastikan kapan pastinya Scott Moorman meninggal dunia maupun apa penyebab kematiannya.

Sebuah batu memoriam 5 kru kapal Sarah Joe

Namun keluarga Moorman yakin bahwa ia mencapai pulau itu dengan selamat. Keluarga yakin karena pria itu adalah pria muda yang sehat dan juga mantan pemain basket profesional. Satu-satunya yang terpikir oleh keluarga adalah kemungkinan Moorman meninggal karena dehidrasi dan tidak adanya pertolongan. Keluarga juga merasa kecewa dan marah pada U.S Coast Guard karena menghentikan pencarian setelah hari ke 5 para korban dinyatakan menghilang.

Pada tahun 1984 atau 5 tahun setelah peristiwa menghilangnya Sarah Joe, rupanya ada tim pencari yang tiba di pulau di mana Naughton menemukan Sarah Joe. Namun tim itu melaporkan tak menemukan apa pun di sana. Jadi apakah kapal itu selama kurun waktu 1979-1984 terombang-ambing di samudera sebelum akhirnya terdampar di Taongi?


Teori Menghilangnya Sarah Joe

Setelah penemuan tulang Scott Moorman, kasus ini bukannya menemui titik terang namun justru semakin membingungkan. Bagaimana tidak, penemuan itu justru menimbulkan misteri-misteri lainnya.

Seperti telah disebutkan di atas, pada tahun 1984, sebuah tim pencari tiba di Taongi Kepulauan Marshall namun tak ada apa pun di sana baik kapal Sarah Joe atau pun makam, apa lagi tulang milik Scott Moorman. Lalu bagaimana bisa pada tahun 1988 kapal tersebut ditemukan beserta tulang Scott Moorman? Lalu siapa yang menguburkan Scott Moorman di sana?

Salah satu teori menyatakan bahwa empat orang penumpang kapal selain Scott Moorman telah meninggal dunia terbawa ombak, sementara Moorman sendiri berhasil selamat dan akhirnya tiba di Marshall Island. Namun dirinya meninggal dunia karena tak ada pertolongan yang datang sehingga ia menderita dehidrasi parah dan akhirnya meninggal dunia.

Sementara itu terkait pemakaman, sebuah mengatakan bahwa penguburan itu persis seperti pemakaman dalam tradisi China. Di mana ada lembaran kertas yang diletakkan atau dimasukkan ke dalam peti jenazah atau di dekat jasad. Selain itu di antara lembaran kertas tersebut juga ada kertas perak. Dalam tradisi China, tujuannya adalah untuk keberuntungan atau keselamatan hidup arwah di akhirat.

Jadi ada kemungkinan memang ada seseorang atau kelompok orang yang tiba di sana dan memakamkan Scott Moorman namun tak melaporkan hal ini.

Lalu apakah mungkin kapal itu menjelajah samudera selama 5 tahun lamanya yaitu dalam kurun waktu 1979-1984 sebelum akhirnya terdampar di Marshall Island?

Entahlah. Teori-teori itu tampaknya malah membuat kasus ini menjadi semakin tak masuk akal.


Referensi :

https://mysteriousuniverse.org/2016/01/the-strange-high-seas-mystery-of-the-sarah-joe/
https://www.historicmysteries.com/sarah-joe-mystery/
http://articles.latimes.com/1988-11-06/local/me-387_1_marshall-islands


0 Response to "Misteri Hilangnya Awak Kapal Sarah Joe"

Post a Comment