Monster 21 Wajah (The Monster With 21 Faces)




Selama 17 bulan lamanya di pertengahan tahun 1980an, seorang/beberapa orang yang menamakan dirinya "The Monster with 21 Faces" meneror Jepang dengan serangkaian ancaman dan aksi kriminal. Meskipun telah melakukan penyelidikan, investigasi, dan pengejaran terhadap pelaku, namun Sang Monster tak pernah tertangkap dan identitasnya masih menyimpan misteri hingga kini.

Monster 21 Wajah/The Monster with 21 Faces (Kajin Nijuichi Menso) adalah julukan atau nama yang digunakan sebagai alias untuk seorang/beberapa orang yang bertanggung jawab atas sebuah kasus teror yang melanda Jepang pada pertengahan 1980an.

Nama ini sebenarnya berasal dari tokoh penjahat dalam novel detektif karangan Edogawa Rampo. Selain Monster 21 Wajah, nama lainnya yang seringkali digunakan adalah The Mystery Man with 21 Faces dan The Phantom with 21 Faces.

The Monster with 21 Faces

Teror ini dimulai pada 18 Maret 1984, dua orang bertopeng menculik seorang pria bernama Katsuhisa Ezaki yang tak lain merupakan CEO Glico, sebuah perusahaan manufaktur makanan ringan. Ezaki dibawa ke sebuah gudang dan penculiknya meminta uang tebusan sebesar 1 Miliar Yen. 

Pihak kepolisian segera bertindak. Pihak berwenang melakukan investigasi dan pengejaran terhadap Monster 21 Wajah (untuk selanjutnya pelaku akan disebut Monster) yang rupanya bukan hanya mengincar CEO Glico, namun juga para karyawannya. Pada April 1984, kendaraan-kendaraan yang terparkir di halaman kantor pusat Glico dibakar orang tak dikenal. 

Kantor Perusahaan Glico

Namun polisi tampaknya tak berhasil mengidentifikasi pelaku, apalagi menangkapnya. Mereka bahkan tak tahu apakah pelaku merupakan pemain tunggal atau berkelompok. Untungnya, sebelum uang tebusan yang diminta terhadap CEO Glico tersebut dibayarkan, Katsuhisa Ezaki berhasil melarikan diri.

Katsuhisa Ezaki

Tetapi ini barulah awal dari serangkaian teror yang akan ditebarkan pelaku di seluruh Jepang.

Tanggal 10 Mei 1984, untuk pertama kalinya Monster mengirimkan surat ancaman tertuju pada Glico. Dalam surat inilah untuk pertama kalinya pelaku menyebutkan nama "The Monster with 21 Faces". Dalam surat tersebut disebutkan bahwa Monster telah meracuni beberapa produk Glico yang beredar di toko-toko dengan racun sianida.


Tak ingin mengambil resiko dan menyebabkan korban jiwa, perusahaan kemudian menarik semua produk mereka yang berada di pasaran. Akibat aksi ini perusahaan menderita kerugian lebih dari 20 juta dollar dan membuat lebih dari 400 karyawannya diberhentikan.

Polisi yang tengah melakukan investigasi produk Glico

Selain itu pula, Monster mengirimkan surat ancaman ke berbagai media Jepang yang berisikan ejekan kepada kinerja polisi. Sebuah tulisan dari salah satu surat tersebu ditulis dalam tulisan Hiragana berdialek Osaka.

Sebuah petunjuk kemudian diperoleh. Dilaporkan sebuah kamera pengawas di sebuah toko yang memajang produk Glico memperlihatkan seorang pria tengah meletakkan produk-produk Glico di rak. Padahal pria tersebut bukan karyawan toko. 

Seorang pria mencurigakan meletakkan produk Glico pada sebuah rak

Di dalam rekaman itu terlihat sang pria misterius mengenakan topi baseball. Namun sulit untuk mengidentifikasi wajahnya.

Pada musim panas tahun 1984, ,Monster meminta uang tebusan yang lebih banyak. Kali ini bukan hanya produk-produk Glico yang menjadi target, namun juga menyasar pada produk-produk makanan dari perusahaan lainnya. Ketakutan seketika menyergap negeri sakura itu. 

Pada Juni 1984, Monster meminta uang tebusan sebesar 50 juta yen. Menurut instruksinya, uang tersebut nantinya harus dilemparkan keluar dari sebuah kereta yang tengah melaju menuju kota Kyoto. Lokasi di mana uang tersebut akan dijatuhkan telah ditandai dengan bendera putih. 

Polisi kemudian menuruti permintaan pelaku dan berharap dapat menangkap pelaku begitu uang tersebut dilemparkan keluar. Namun ketika uang telah dilemparkan, polisi bahkan tak menemukan bendera putih yang menandai tempat dijatuhkannya uang tadi. Uang beserta pelaku raib.

Menurut polisi mereka sempat meliha seorang pria mencurigakan di antara para penumpang. Pria itu digambarkan memiliki tubuh atletis, memiliki mata seperti rubah, dan bertingkah aneh. 

Pada bulan November di tahun yang sama, Monster kembali meminta uang tebusan, namun sama seperti sebelumnya setelah uang tebusan diletakkan di tempat yang telah ditentukan, polisi kembali kehilangan jejak.

Sebulan sebelumnya, Oktober 1984, sebuah surat dikirimkan ke agensi berita Osaka. Isinya berisikan ancaman serupa seperti yang diterima Glico. Dalam ancaman tersebut disebutkan bahwa sebanyak 20 kemasan paket permen Morinaga telah diracuni dengan sianida. 

Morinaga Angel Pie

Segera setelah surat tersebut diterima, polisi mencari toko-toko di seluruh kota mulai dari Tokyo hingga Jepang bagian barat. Polisi kemudian menemukan lebih dari selusin produk Morinaga Choco Balls dan Morinaga Angel Pie dengan label "Danger = Contains Toxins" tertera di kemasannya. Produk-produk lainnya kemudian ditemukan pada Februari 1985 sebelum produk-produk tersebut beredar di pasaran.

Kepolisian kemudian merilis poster gambar wajah terduga pelaku pada Januari 1985. Gambar wajah ini bersumber dari video rekaman kamera toko sebelumnya dan juga kesaksian dari petugas yang melihat pria mencurigakan di stasiun Kyoto. Namun tak ada seorang pun juga yang datang untuk mengidentifikasi tersangka.

Poster wajah terduga The Monster with 21 Faces

Pada Agustus 1985, sebuah kabar mengejutkan datang. Kepala kepolisian perfektur Shiga, Yamamoto meninggal dunia. Ia melakukan bunuh diri dengan membakar dirinya sendiri. Diduga hal ini disebabkan oleh tekanan kasus yang tak kunjung menemukan titik terang.

Lima hari setelah itu, 12 Agustus 1985, Monster mengirimkan suratnya pada media. Surat ini merupakan surat yang terakhir. Berikut ini adalah salah satu petikan surat tersebut:

"Yamamoto of Shiga Prefecture Police died. How stupid of him! We've got no friends or secret hidig place in Shiga. It's Yoshino or Shikata who should have died. What have they been doing for as long as one year and five months? Don't let bad guys like us get away with it......"

Dalam surat itu Monster juga menyebutkan bahwa ia/mereka akan mengakhiri teror dan itu merupakan surat terakhir. Bila ada yang melakukan hal serupa maka itu merupakan pekerjaan orang yang mencopy aksi terornya/mereka.

Setelah surat tersebut, Monster 21 Wajah tak pernah terdengar lagi. Tidak ada seorang pun yang ditahan atau ditangkap terkait aksi kriminal ini dan siapa orang di balik "The Monster with 21 Faces" masih terus menyimpan misteri.


Dugaan Tersangka


1. Pria dalam Rekaman Kamera 

Seorang pria mengenakan topi baseball Yomiuri Giants tertangkap kamera pengawas tengah meletakkan coklat-coklat Glico pada salah satu rak toko. Pria ini dipercaya merupakan orang di balik topeng "The Monster with 21 Faces". Foto dari rekaman kamera toko tersebut kemudian dipublikasikan setelah insiden. Poster wajah pelaku kemudian disebar di tempat-tempat umum. Namun sayangnya tak pernah ada seorang pun yang mengidentifikasi pelaku.


2. Pria di Kereta

Pada 28 Juni 1984, dua hari setelah pelaku setuju untuk menghentikan aksi mereka pada Marudai Ham sebagai imbalan atas dipenuhinya permintaan uang sebesar 50 juta yen, seorang polisi investigator menyamar menjadi karyawan Marudai dan pergi membawa uang tebusan. 

Saat ia naik kereta menuju tempat yang telah disepakati untuk bertransaksi, ia melihat seorang pria mencurigakan terus mengawasinya. Pria misterius itu digambarkan berbadan tinggi besar dengan potongan rambut pendek, serta memakai kacamata hitam.

Menurut investigator, pria tersebut terus membuntutinya dari kereta ke kereta, namun kemudian ia menghilang. Menurut para investigator lainnya, pria itu juga sempat muncul saat membayarkan uang tebusan untuk House Food Corporation. Namun lagi-lagi pria itu berhasil lolos.

Tokyo Metropolitan Police kemudian mengidentifikasi pria itu sebagai Manabu Miyazaki, seorang yakuza. Namun saat dilakukan penyelidikan dan investigasi lebih lanjut pada Miyazaki, pria itu dinyatakan bersih dan tak terlibat kasus ini.


Referensi :

https://en.wikipedia.org/wiki/The_Monster_with_21_Faces
https://www.historicmysteries.com/monster-21-faces/


1 Response to "Monster 21 Wajah (The Monster With 21 Faces)"

  1. Ada sesuatu yg janggal kenapa kepala polisinya bunuh diri dan teror berakhir setelahnya,
    apakah ada keterlibatan dengan kelompok yakuzanya? sehingga tidak dpt membantu kelancaran utk teror selanjutnya?

    ReplyDelete