Misteri Insiden Mayerling




Jauh sebelum Franz Ferdinand, putra mahkota Austria Hongaria dibunuh pada 28 Juni 1914 yang kemudian menyebabkan pecahnya Perang Dunia I, Austria rupanya memiliki putra mahkota. Sang pangeran yang kelak akan mewarisi tahta ayahnya tersebut ditemukan meninggal dunia. Tak diketahui apakah dirinya dibunuh atau bunuh diri. Terlalu banyak spekulasi mengelilingi kematian sang pangeran, salah satunya menyangkut isu perselingkuhannya...

Rudolf, putra mahkota Austria merupakan putra tunggal dari Kaisar Franz Joseph I dan Elisabeth dari Bavaria. Ia digadang-gadang akan menggantikan posisi ayahnya sebagai penguasa Austria-Hongaria. Pada tahun 1881, Rudolf menikah dengan Putri Stephanie dari Belgia yang tak lain adalah putri King Leopold II.

Pangeran Rudolf dan Putri Stephanie

Tahun 1883, pasangan ini kemudian dikaruniai seorang putri bernama Elisabeth atau Erzsi. Namun tampaknya kehidupan pernikahan mereka tak berjalan mulus. Putri Stephanie menderita penyakit sifilis yang membuatnya tak dapat memiliki anak lagi. Pangeran Rudolf kemudian diketahui sering pergi minum dan juga memiliki selingkuhan. Ia bahkan sempat menulis surat pada Pope Leo XIII agar membatalkan pernikahannya dengan Stephanie.

Rudolf rupanya memiliki hubungan istimewa dengan putri Baron Albin Vetsera yang merupakan diplomat Austria. Wanita itu baru berusia 17 tahun, namanya Mary Vetsera.

Mary Vetsera

Insiden Mayerling

Tanggal 29 Januari 1889, Franz Joseph dan Elisabeth berangkat untuk menghadiri acara makan malam keluarga yang akan digelar tanggal 31 Januari di Hungaria. Sementara itu Rudolf beralasan bahwa dirinya telah memiliki rencana lain yaitu pergi menembak di pondok berburu di Mayerling tanggal 30 Januari.

Pagi hari tanggal 30 Januari, seorang pelayan bernama Loschek pergi memanggil Rudolf yang masih ada di kamar. Tetapi tak ada jawaban dari kamar yang telah berkali-kali diketuk. Count Joseph Hoyos, teman berburu Rudolf kemudian ikut pula mencoba memanggilnya dari pintu depan. Karena tak juga kunjung mendapat jawaban, mereka pun khawatir. Hoyos mencoba membuka pintu dengan kapak dan mendobraknya.

Saat pintu terbuka, kamar itu agak gelap. Terlihat Rudolf tengah terduduk (beberapa sumber mengatakan terbaring) dengan darah mengalir dari mulutnya. Tak jauh dari sana terdapat sebuah meja dengan sebuah gelas dan kaca. Sementara itu, di atas kasur terbaring jasad Mary Vetsera. Dugaan muncul bahwa Mary telah meracuni Rudolf dan ia kemudian bunuh diri.



Tak ada yang tahu apa yang sebenarnya terjadi. Keadaan menjadi sangat kacau. Namun Hoyos berasumsi bahwa Rudolf telah meminum racun strychnine karena darah yang mengalir di mulutnya. Kemudian diketahui bahwa pada keduanya ditemukan luka tembakan.

Hoyos segera bergegas menuju stasiun. Ia berangkat ke Vienna untuk menemui ajudan kaisar Count Paar. Berita ini akhirnya sampai juga ke telinga kaisar dan istrinya. Kepolisian kerajaan segera menutup lokasi perburuan yang terletak di Mayerling tersebut dan membawa kedua jenazah.

Pondok Berburu Mayerling, lokasi Pangeran Rudolf ditemukan meninggal dunia

Jasad Rudolf dimakamkan di Imperial Crypt di Capuchin Church, Vienna. Semenatara itu jenazah Mary dimakamkan pada tengah malam di sebuah makam rahasia di Heiligenkreuz. Ibu Mary bahkan dilarang untuk menghadiri pemakaman sang putri.

Kematian Rudolf secara langsung menyebabkan krisis bagi dinasti keluarga. Seperti telah disebutkan, Rudolf adalah putra semata wayang Franz Joseph. Tahta kemudian jatuh pada saudara Franz Joseph yaitu Karl Ludwig, yang merupakan ayah dari Franz Ferdinand.

Namun apa yang terjadi pada Rudolf dan Mary masih menimbulkan banyak spekulasi. Apakah keduanya memang melakukan bunuh diri? Seperti banyak dugaan beredar bahwa Mary membunuh Rudolf kemudian ia membunuh dirinya sendiri. Ataukah kemungkinan bahwa keduanya membunuh diri mereka sendiri. Atau kemungkinan lainnya yang tersisa, keduanya dibunuh.

Teori yang meyakini bahwa Rudolf memang bunuh diri cukup banyak dipercaya. Beberapa sejarawan percaya bahwa Rudolf menderita sifilis. Brigitte Hamann, dalam biografinya menuliskan bahwa Rudolf merasa bersalah karena telah menulari Stephanie dengan penyakit tersebut. Teori lainnya mengatakan bahwa Rudolf dan Mary bertengkar hebat di pondok berburu itu. Kemudian Rudolf membunuh Mary, selanjutnya Rudolf membunuh dirinya sendiri dengan meminum racun dan menembakkan kepalanya.

Teori lainnya berasal dari Gerd Holler dalam bukunya ia meyakini bahwa sebenarnya Mary tengah hamil saat insiden itu terjadi. Rudolf sengaja membawa Mary ke Mayerling untuk melakukan aborsi. Namun aborsi itu gagal menyebabkan Mary meninggal dunia. Rudolf kemudian memutuskan untuk membunuh dirinya.

Lalu apa yang dapat dilakukan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada hari itu di Mayerling? Baiklah, selama ini makam Rudolf tidak pernah dibongkar untuk menyelidiki kembali jasadnya. Tidak pernah ada izin untuk mengotopsi mayatnya dan menemukan fakta yang sebenarnya.

Sementara itu pada tahun 1992, jasad Mary diambil dari pemakaman Heiligenkreuz dan diperiksa di bawah Viennese Medical Institute. Pemeriksaan dan otopsi melaporkan bahwa identitas mayat itu memang benar Mary Vetsera dan tak ada sama sekali bekas lubang peluru di rangkanya. Namun ditemukan bukti bahwa ia mendapatkan kekerasan fisik terutama di kepala sebelum akhirnya meninggal dunia.

Laporan sementara juga mengatakan bahwa terdapat enam peluru yang ditembakkan di tempat kejadian namun peluru itu bukan berasal dari milik Rudolf.

Franz Joseph beberapa tahun setelah kematian Rudolf kemudian mengubah tempat perburuan Mayerling itu menjadi biara. Berharap untuk ketenangan arwah sang putra.

Referensi :

https://en.wikipedia.org/wiki/Mayerling_incident
https://coolinterestingstuff.com/the-mysterious-mayerling-incident


0 Response to "Misteri Insiden Mayerling"

Post a Comment