Babur, Kaisar Ajaib Pendiri Kerajaan Mughal




Saat Utsmani tengah berada di puncak keemasannya, di waktu yang sama kerajaan Mughal yang berada di India tengah berjaya. Sang pendiri salah satu dinasti paling besar yang ada di dunia ini merupakan sosok yang ajaib. Dalam tubuhnya mengalir darah Timur Lenk dan Genghis Khan, dua penakluk yang legendaris nan kejam...

Zahiruddin Muhammad bin Omar Sheikh (1483-1530) memiliki nama panggilan Babur yang berarti "harimau". Ia merupakan penakluk dari Asia Tengah sekaligus pendiri imperium raksasa, Mughal di India. Babur disebut-sebut merupakan keurunan langsung Timur Lenk dari pihak ayahnya, dan darah Genghis Khan dari sebelah ibunya. Benar-benar perpaduan yang menarik, bukan?

Babur

Ayah Babur yang bernama Umar Shaikh Mirza II memerintah sebuah kerajaan kecil yang bernama Farghana, tepatnya di utara Afghanistan. Saat sang ayah wafat pada tahun 1495, Babur mewarisi tahta. Usianya baru 12 tahun kala itu.

Di usia yang masih begitu belia, maka tak heran hanya dalam waktu setahun, kerajaan yang diwariskan kepadanya hilang dari genggaman. Berkali-kali ia menaklukkan Samarkand yang legendaris dan berusaha merebut kembali Farghana, namun dengan hanya 240 orang tentara saja. Tentu saja hasilnya dapat ditebak. Ia gagal.

Bertahun-tahun Babur muda mengasah kemampuannya untuk melakukan penaklukan. Saat berusia 18 tahun dirinya melakukan pelarian bersama dengan ibu dan saudara perempuannya serta ratusan pengikutnya melalui pegunungan Afghanistan. Selama tiga tahun itu ia dan rombongan menjelajahi alam liar untuk mencari kerajaan baru untuk ditaklukkan.

Namun tahukah kalian bahwa Babur benar-benar sosok yang ajaib. Bagaimana tidak dengan usia yang masih remaja ia dapat menghimpun rombongan prajurit yang tentu saja terdiri dari laki-laki dewasa. Ia seperti memiliki suatu kekhususan yang membuat para pengikutnya begitu setia mendampinginya.

Babur bersama para pengikutnya

Salah satu hal yang membuatnya cukup unik adalah tidak seperti moyangnya yang merupakan penakluk tangguh dan kejam, Babur adalah sosok artistik, sensitif, dan romantis! 

Bayangkan saja ia adalah seorang penakluk yang hobi menuliskan catatan petualangannya dalam sebuah buku harian setiap hari. Ia juga memiliki kejujuran yang luar biasa. Misalnya saja, setelah sebuah kekalahan perang, ia mengaku tidak bisa menahan untuk menangis. Bayangkan penakluk mana yang akan mengakui hal semacam itu?

Dalam sebuah perjalanan petualangannya, ia menaiki sebuah bukit dan dari sana dirinya terpana dengan sebuah kota cantik yang terselip di celah sebuah lembah di bawahnya. Nama kota itu adalah Kabul. Ia jatuh cinta pada kota itu. Dan rupanya cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Warga kota Kabul begitu membenci penguasa mereka dan memohon agar Babur bersedia untuk menjadi raja bagi mereka.



Babur kemudian dinobatkan menjadi raja Kabul pada tahun 1504. Usianya 21 tahun saat itu. Rupanya alih-alih ingin kembali menaklukkan Samarkand, Babur lebih memilih menuju selatan dan memasuki India. Ia membawa serta sepuluh ribu pasukan. Sultan Delhi yang berkuasa saat itu, Ibrahim Lodi, tengah menunggunya di daratan Panipat. Maka meletuslah Perang Panipat I (Battle of Panipat) pada 21 April 1526.

Pertempuran ini begitu melegenda mirip Perang Badar yang terkenal dalam sejarah Islam. Apalagi jika bukan karena jumlah pasukan yang nyaris tak masuk akal. Jika pada Perang Badar, pasukan kecil muslim yang berjumlah 313 melawan pasukan Quraisy dengan armada 1000 orang, maka Perang Panipat kurang lebih hampir sama. Pasukan Babur hanya sepuluh ribu orang, sedangkan Sultan Delhi telah memperiapkan seratus ribu orang! Peluang satu banding sepuluh.

Perang Panipat I

Tak hanya itu saja Ibrahim Lodi juga mempersiapkan seribu gajah untuk pertempuran tersebut. Maka jika dilihat di atas kertas, maka sudah bisa dipastikan apa yang akan terjadi. Namun rupanya Babur sudah mempersiapkan senjata rahasianya yang akan melibas habis pasukan Sultan Delhi. Babur telah mempersiapkan teknologi senjata api untuk mempecundangi musuhnya. Ini adalah pertempuran pertama di tanah India yang melibatkan senjata api bubuk mesiu.

Babur meraih kemenangan mutlak atas pertempuran tersebut sekaligus menandai runtuhnya kesultanan Delhi dan permulaan kekaisaran Mughal di India. Mughal berada di bawah kekuasaan Babur tak begitu lama hanya 4 tahun. Pada 26 Desember 1530 di usia 47 tahun sang kaisar pertama Mughal ini meninggal dunia. 

Babur meninggal dunia

Setelah itu cucunya, Akbar Yang Agung akan membawa kerajaan ini pada masa emasnya dan juga kita tak akan lupa dinasti ke-5 Mughal, Shah Jahan yang nantinya akan mendirikan salah satu keajaiban dunia, Taj Mahal.

Referensi : 

Ansary, Tamim. 2017. Dari Puncak Baghdad. Jakarta : Serambi.
https://id.wikipedia.org/wiki/Babur
https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_Kaisar_Mughal
https://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/dunia/18/01/29/p3apm4313-sejarah-lahirnya-imperium-mughal


0 Response to "Babur, Kaisar Ajaib Pendiri Kerajaan Mughal"

Post a Comment