Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Misteri Taman Gantung Babylonia




Pada sekitar abad 600 SM, sebuah taman yang megah dan indah dibangun di dekat Sungai Eufrat, Irak. Menurut beberapa teks kuno, taman ini memiliki teras-teras rumit, teknologi air yang sangat canggih dengan tanaman hidup yang ditanam berundak-undak persis seperti layaknya taman sungguhan. Taman ini dikenal juga dengan Taman Gantung Babylonia.

Taman Gantung Babylonia adalah salah satu dari 7 keajaiban dunia kuno yang termasyur. Taman Gantung Babylonia sejatinya memiliki kisah cinta di balik pembuatannya, sama seperti megahnya Taj Mahal di India yang sengaja dibuat oleh Kaisar Mughal Shah Jahan untuk istrinya Arjumand Banu Begum. Jika Taj Mahal dibangun sekitar tahun 1631-1648, maka kalian akan tercengang mengetahui bahwa

Taman Gantung Babylonia dibangun jauh sebelum itu. Penguasa Chaldean (juga dikenal dengan Babylonia baru), Nebukadnezzar II membangun taman ini di masa puncak kejayaannya dan mempersembahkannya bagi istrinya, Amytis (dalam beberapa literatur lain dikenal dengan nama Amuhia).

Taman Gantung Babylonia dipercaya dibangun sekitar tahun 600 SM. Pembuatannya atas perintah Nebukadnezzar II
Nebukadnezzar II

Sang Putri dari Persia itu begitu merindukan rumah dan tanah kelahirannya, di mana terdapat banyak pohon-pohon dan tanaman. Taman Gantung Babylonia (dikenal juga dengan nama Taman Gantung Semiramis) ini sendiri sebenarnya tidak benar-benar tergantung seperti terikat tali. Namanya berasal dari terjemahan kata Yunani "Kremastos" atau kata Latin "Pensilis" yang berarti "anjung". Jadi taman itu sebenarnya terletak di atas teras atau beranda.

Taman Gantung ini diperkirakan telah mengalami kehancuran pada sekitar abad ke SM. Kisahnya kemudian didokumentasikan oleh sejarawan Yunani bernama Diodorus Circulus dan Strabo. 

Namun tahukah kalian jika keberadaan Taman Gantung Babylonia ini masih misterius dan menimbulkan perdebatan. Apakah Taman Gantung Babylonia memang benar-benar ada ataukah hanya sebuah kisah dongeng belaka?

Ilustrasi Taman Gantung Babylonia

Misteri Keberadaan Taman Gantung Babylonia

Sudah sejak lama keberadaan Taman Gantung Babylonia menjadi perdebatan sengit di antara para peneliti dan sejarawan. Bagi penggemar situs kuno ini, kabar buruknya adalah Taman Gantung ini memang belum bisa dipastikan kebenarannya. Namun sebaliknya, tidak bisa juga dikatakan bahwa situs kuno ini hanyalah dongeng. 

Jika memang dahulunya Taman Gantung Babylonia ini benar-benar ada, banyak pendapat yang meyakini bahwa lokasinya terletak di Al-Hillah sekitar 50 km sebelah selatan Baghdad, Irak (sebelah tebing timur Sungai Eufrat).



Mari kita mundurkan waktunya, ke zaman Mesopotamia kuno dahulu.

Di kerajaan Babylonia Lama (sekitar 1790-1750 SM) berkuasalah Raja Hammurabi yang terkenal. Pada masa itu, percaya atau tidak, arsitektur dan teknologi pertamanan khas Mesopotamia telah dikenal. Bayangkan, 1700 SM!

Rakyat Mesopotamia telah mengenal bangunan-bangunan tinggi yang mencuat di atas permukaan tanah. Pada permukaan tanah tinggi itulah biasanya tanaman-tanaman indah ditanami. Model arsitektur inilah yang kemudian menginspirasi Nebukadnezzar II untuk membuat taman gantung yang megah dan indah untuk istri tercintanya.

Nebukadnezzar II merupakan putra tertua dari Nabopolassar, pendiri dinasti Babylonia baru. Di bawah pemerintahannya, Babylonia mencapai puncak kejayaan dan menjadi terkenal di seluruh penjuru dunia. Dalam catatan seorang penulis Yunani kuno yang bernama Herodotus, Raja Nebukadnezzar II telah menjadi Raja Babylonia pada sekitar 605-562 SM dan memerintahkan pembuatan taman gantung. Taman Gantung ini kemudian menjadi semacam monumen agung dan juga simbol begitu majunya peradaban di Mesopotamia dulu.

Taman Gantung Babylonia diperkirakan memiliki luas 4 acre (1 acre = 4046,86 m2). Bentuknya sangat unik karena bertingkat-tingkat dan juga dilengkapi berbagai tanaman dan pepohonan hijau. Taman ini berbentuk quadran gular dengan setiap sisi panjangnya 4 plethora. Terdapat pula arched vaults pada pondasinya.

Karena sebagian besar pohon dan tanaman tumbuh di atas bangunan, maka bagian akar melekat di teras, jadi bukan di dalam bumi. Seluruh massa tanaman didukung oleh kolam batuan. Air-air yang mengairi tanaman sekaligus tumpah ruah di kolam di tiap lantai taman dipompa ke aas dan dibiarkan mengalir menuruni lereng layaknya air alami di pegunungan.

Berikut ini saya mendapatkan ilustrasi 3D dari Taman Gantung Babylonia di Youtube (by Omixmax).




Meskipun Taman Gantung Babylonia ini dielu-elukan sebagai salah satu bukti betapa Babylonia dahulu memiliki peradaban dan sistem yang sudah sangat maju, namun anehnya dalam literatur Babylonia sendiri TIDAK ditemukan adanya rekaman sejarah mengenai taman gantung. Laporan mengenai bangunan ini berasal dari ahli sejarah bangsa Yunani.

Dalam sebuah lembaran tanah liat yang berasal dari masa Nebukadnezzar memang terdapat deskripsi dan kisah mengenai istananya, berikut dengan kota Babylonia. Tetapi anehnya tidak ada satu pun referensi yang mengarah pada keberadaan Taman Gantung Babylonia. Ditambah lagi selama berabad-abad lamanya tidak ada yang mampu menemukan bukti fisik keberadaan taman gantung ini.



Hal ini kemudian menimbulkan kecurigaan bahwa taman gantung hanyalah sebuah legenda yang berasal dari cerita campuran tentang tanaman palem di Mesopotamia, ditambah dengan deskripsi istana NebukadnezzaR, hingga Ziggurats yang dikisahkan kembali oleh para tentara Alexander dari Yunani ketika kembali ke negerinya.

Babylonia sendiri mengalami kemerosotan dan jatuh pada sekitar 1180 SM. Kemudian tumbuh dan berkembang sebagai negara bagian dari imperium Assyria setelah abad ke 9 SM.


Pencarian Taman Gantung Babylonia

Tidak ditemukannya sisa dan bukti fisik Taman Gantung ini membuat beberpa pakar menyimpulkan bahwa lokasi pencarian taman gantung ini selama ini salah. Menurut Dr. Stephanie Dalley dari Universitas Oxford, mengatakan bahwa taman itu sebenarnya terkubur di kOta kuno Niniveh yang terletak di kota Mosul, sekitar 350 mil dari Irak Utara.



Dalley mendapatkan petunjuk setelah mempelajari secara mendalam teks-teks yang dipenuhi dengan cuneiform (tulisan paku Mesopotamia) yang terdapat pada sebuah prisma yang tersimpan di British Museum, London. Cuneiform adalah bahasa kuno yang digunakan zaman Babylonia. Bahasa ini juga dipakai kerajaan Assyria.

Penggalian arkeologi terbaru berhasil menemukan pondasi yang diperkirakan merupakan bagian dari taman gantung. Selain itu pula ditemukan kolong bangunan serta dinding tebal dan sebuah irigasi dekat istana selatan. Jadi sampai saat ini para arkeolog tengah mengumpulkan bukti mengenai taman tersebut.

Mengenai lokasi taman gantung, ahli sejarah Yunani Strabo mengatakan bahwa taman gantung ini berada di dekat Sungai Eufrat. Sementara itu ahli lainnya berpendapat bahwa lokasi taman gantung sebenarnya jauh dari sungai tersebut. Sesuai dengan penemuan kolong bangunan yang berada ratusan yard dari Sungai Eufrat.

Eya
Eya Mystery and World History Enthusiast

Posting Komentar untuk "Misteri Taman Gantung Babylonia"