Archimedes dan Burning Mirror / Heat Ray




Penyerangan pasukan Romawi ke Syracusa mendapatkan perlawanan sengit. Meskipun jumlah pasukan pihak Romawi terbilang sangat besar, namun rupanya dapat dihalau dengan sebuah alat misterius yang mampu membakar kapal dari kejauhan. Alat ini konon merupakan ciptaan Archimedes yang dikenal juga dengan nama Archimedes Burning Mirror. Namun banyak dugaan bahwa kisah tentang senjata mematikan ini tak nyata.

Ada beberapa senjata mematikan legendaris dalam sejarah dunia. Misalnya saja Tesla Death Ray ciptaan Nikola Tesla atau Die Glocke milik Nazi Jerman yang dikenal memiliki kemampuan mematikan yang sangat dahsyat. 

Meskipun pada kenyataannya beberapa dari senjata-senjata itu hanyalah mitos belaka dan tak pernah terbukti keberadaannya hingga saat ini, tetap saja sangat menarik untuk membahasnya. Salah satu dari senjata mematikan legendaris yang masih diperdebatkan kebenarannya adalah Archimedes Burning Mirror atau Archimedes Solar Mirror atau Archimedes Heat Ray.

Archimedes adalah seorang ahli matematika dan penemu yang sangat terkenal dari Syracusa, Yunani. Pria yang menguasai bidang matematika, astronomi, hingga fisika ini tercatat hidup pada 287 SM - 212 SM. 

Archimedes

Kisah mengenai senjata mematikan Archimedes Burning Mirror sepertinya dimulai dari cerita yang dikisahkan oleh seorang penulis asal Yunani pada abad awal Masehi yang bernama Lucian. Konon dikisahkan armada Trimes Romawi sampai ke kota Syracuse dan melakukan penyerangan. Kota itu sendiri merupakan kota tempat Archimedes berasal. 

Serangan yang dilakukan pasukan Romawi sangat mendadak dengan mengerahkan pasukan berjumlah besar yang otomatis membuat Yunani kewalahan. Archimedes selaku orang yang dianggap jenius kemudian dimintai bantuan untuk menghalau serangan tersebut. Archimedes kemudian membuat sebuah senjata yang dapat membakar kapal-kapal perang musuh dari jarak jauh.

Ilustrasi penggunaan Archimedes Burning Mirror

Cara kerja alat ini sebenarnya sangat sederhana. Memanfaatkan sinar matahari, digunakanlah beberapa cermin yang memantulkan sinar tadi tepat ke arah kapal yang memang sebagian besar terbuat dari kayu. Sinar-sinar yang dipantulkan cermin tadi kemudian terfokus pada satu titik yang akhirnya menciptakan api yang membakar badan kapal. Berkat senjata buatan Archimedes tersebut, serangan dari pasukan Triremes pun dapat dihalau.

Cara kerja Archimedes Burning Mirror / Heat Ray

Namun sebenarnya kejayaan pasukan Yunani tersebut hanyalah sesaat dan banyak yang mengatakan hanya kemenangan setahun saja. Karena tak lama setelah kekalahan tersebut, pasukan Romawi rupanya mulai menyusun siasat yang lebih matang. Pasukan ini kembali ke kota Syracusa pada saat penduduk dan pasukan Yunani lengah, yaitu pada saat perayaan festival di Yunani berlangsung.

Di bawah pimpinan Jendral Romawi bernama Marcellus, pada tahun 212 SM  secara sembunyi-sembunyi pasukan Romawi melakukan pengepungan terhadap kota Syracusa yang akhirnya mampu membuat kota itu jatuh ke tangan Romawi. Pada saat itu seorang tentara Romawi mendobrak rumah Archimedes dan memaksanya menghadap Marcellus. Namun karena menolak, ia akhirnya dibunuh. Meskipun sebenarnya, Marcellus meminta untuk tak menyakiti Archimedes.

Lukisan The Death of Archimedes by E. Vimont

Menurut sejarawan abad 12, John Tzetzes, cermin yang digunakan pada saat menghalau serangan tentara Romawi adalah cermin hexagonal yang telah dipolesi oleh bahan perunggu dan dikelilingi oleh cermin-cermin persegi. Cermin itu kemudian memancarkan sinar matahari yang diarahkan pada kapal.

Senjata Archimedes Burning Mirror sendiri masih menuai perdebatan. Banyak yang mempercayai bahwa kisah Archimedes merancang alat ini hanyalah sebuah kisah mitos. Salah satu yang mempercayai teori ini adalah Descartes. Bahkan kebenaran kisahnya telah mulai diperdebatkan sejak zaman pertengahan. Namun tak sedikit pula para peneliti Eropa kala itu yang menganggapnya benar-benar ada.

George Louis LeClerc Comte de Buffon mungkin adalah salah satu tokoh yang mempercayai alat ini dan begitu terobsesi dengannya. Pada tahun 1747, ia bahkan mengklaim mampu membakar sebuah kapal yang terbuat dari kayu pinus sejauh 45 meter dengan menggunakan 128 cermin dengan menggunakan metode Archimedes Burning Mirror.

George de Buffon dan Archimedes Burning Mirror

Hal yang sama juga dilakukan oleh seorang peneliti Yunani bernama Dr. Ioannis Sakkas pada tahun 1975. Ia mengklaim berhasil membakar kapal dari kejauhan yaitu 48 meter dengan menggunakan 60 buah cermin.

Sementara itu eksperimen serupa yang telah dilakukan pada tahun 2000an itu yaitu eksperimen Archimedes Burning Mirror di Jerman tahun 2002 yang sukses dengan menggunakan 500 cermin. Tahun 2005 pelajar MIT melakukan eksperimen serupa dengan menggunakan cermin persegi berukuran 30 cm yang difokuskan untuk membakar sebuah replika kapal berbahan kayu dengan jarak 30 meter dan berhasil.

Sekumpulan pelajar MIT melakukan eksperimen Archimedes Burning Mirror

Pada tahun 2010, Mythbuster juga melakukan eksperimen yang hampir sama namun dengan menggunakan 500 buah cermin sejauh 120 meter ke arah objek yang akan dibakar. Namun eksperimen ini mengalami kegagalan karena faktor cuaca yang tak mendukung.

Eksperimen yang dilakukan Mythbuster tahun 2010

Lalu apakah Archimedes Burning Mirror ini memang sungguh-sungguh ada atau hanya mitos belaka? Sayangnya sampai saat ini tak diketahui dengan pasti kebenaran kisah senjata mematikan buatan Archimedes ini. Namun sejatinya Archimedes telah banyak berjasa pada ilmu pengetahuan yang terus berkembang hingga dewasa ini. Burning Mirror sendiri telah menginspirasi penemuan terhadap teleskop radio hingga antena TV satelit.

Referensi :

http://www.unmyst3.com/2011/12/archimedes-burning-mirror.html
http://vahn-saryu1.blogspot.com/2010/11/archimedes-death-ray-benarkah.html


0 Response to "Archimedes dan Burning Mirror / Heat Ray"

Posting Komentar