7 Artefak Out of Place Paling Kontroversial




Artefak Out of Place atau Out of Place Artifacts (OOPArt) adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menyebut benda-benda arkeologi, paleontologi, hingga objek sejarah yang ditemukan dalam konteks yang terlihat mustahil atau tampak sangat janggal dengan beradaban masa itu. Jadi artefak-artefak ini dinilai memiliki teknologi yang terlalu maju bila dibandingkan dengan umur artefak tersebut. Dengan kata lain, artefak-artefak out of place ini seolah-olah ingin mematahkan anggapan bahwa orang-orang zaman dahulu itu sangat primitif.

Istilah Out of Place Artifacts ini sendiri pertama kali diciptakan oleh Ivan T. Sanderson, yang merupakan seorang cryptozoologist berkebangsaan Amerika Serikat. Penggunaan istilah ini artefak out of place melingkupi bidang cryptozoologist hingga teknologi kuno.

Berikut ini adalah 7 artefak yang dianggap Out of Place dan kontroversial serta menimbulkan perdebatan oleh para ahli dan tanda tanya besar mengenai keberadaannya.


1. Baterai Baghdad




Baterai Baghdad (Baghdad Battery) adalah sebuah artefak yang ditemukan di Desa Khuyut Rabbou'a dekat Baghdad, Irak. Artefak dengan diameter 3 cm dan tinggi 13,5 cm ini berbentuk silinder mirip guci. Diperkirakan berasal dari budaya Parthian, artefak ini diperkirakan telah berusia lebih dari 2000 tahun.

Awal penemuannya, artefak ini dikira hanyalah jambangan biasa dan diletakkan di musem. Hingga suatu hari seorang arkeolog Jerman bernama Wilhelm Konigh mendapati bahwa jambangan ini bukanlah jambagan biasa. Ditemukan tembaga besi berongga dan lapisan aspal di dasar jambangan serta cairan asam.

Saat dilakukan penelitian dan serangkaian uji coba, jambangan ini ternyata dapat menghasilkan tegangan listrik hingga 2 volt! Hal inilah yang kemudian menjadi perdebatan para ilmuwan apakah pada zaman dahulu memang telah ditemukan alat untuk menghasilkan tegangan listrik jauh sebelum abad modern berhasil menemukannya? Baca selengkapnya di sini.


2. Tengkorak Kristal




Seorang penjelajah asal Inggris bernama Frederich Albert Mitchell-Hedges menemukan tengkorak kristal pada tahun 1924. Tengkorak itu ditemukan di bekas reruntuhan peradaban suku Maya yang terletak di Lubaantun, Honduras. Tengkorak kristal ini berbentuk transparan dan sebera 5,4 kg dan menyerupai tengkorak sungguhan.

Tak lama setelah itu ditemukan pula tengkorak-tengkorak kristal lainnya di seluruh dunia. Menurut sebuah legenda, tengkorak-tengkorak ini mampu berbicara dan bernyanyi. Pada awal penemuannya, tengkorak ini diperkirakan berasal dari abad ke 16. Yang menjadi kontroversi adalah bagaimana mungkin pada abad 16 itu telah ditemukan teknologi yang mampu membuat tengkorak kristal dengan detail dan pengerjaan yang sangat rapi. Sedangkan teknologi itu baru ditemukan pada abad ke 19!

Namun seorang Smithsonian bernama Jane McLaren Walsh kemudian berhasil menemukan fakta yang mampu memecahkan misteri tengkorak kristal ini. Baca selengkapnya di sini.


3. Ukiran Helikoper dan Artefak Pesawat Terbang Modern





Pada tahun 1848 seorang arkeolog menemukan hierogliph aneh pada atap sebuah kuil kuno di Abydos, Mesir. Ukiran hieroglif tersebut menggambarkan alat-alat ransportasi modern seperti helikopter, pesawat, dan juga kapal selam. Anehnya, kuil itu sendiri didirikan oleh Firaun Seti I sekitar 3000 tahun yang lalu! Lalu bagaimana bisa peradaban yang begitu kuno memiliki ukiran alat transportasi yang bahkan baru ditemukan pada abad ke 20?!

Sekitar tahun 1990an, beberapa orang wisatawan asing kembali mengambil gambar hieroglif kuno ini yang segera menjadikannya kembali dikenal dan tentu saja menimbulkan pertanyaan dan perdebatan.

Sementara itu gambar kedua adalah artefak yang dikenal dengan nama Saqqara Bird. Artefak yang erbuat dari kayu ini ditemukan pada tahun 1898 di Saqqara, Mesir. Artefak yang diperkirakan berasal dari tahun 200 SM ini memiliki berat sekitar 39 gram dengan panjang 7,1 inci. Uniknya artefak ini benar-benar mempresentasikan prinsip penerbangan. Yang menjadi kontroversi adalah tentu saja bagaimana umngkin pada masa Mesir kuno, prinsip penerbangan telah ditemukan?


4. Lampu Dendera




Lampu listrik Mesir Kuno (Dendera Lamp) adalah sebuah ukiran hieroglif yang ditemukan di kuil Hathor, Mesir. Kuil ini dibangun pada masa kekuasaan Firaun Nectanebo II dan ditujukan untuk persembahan kepada Dewi Hathor.

Ukiran pada dinding itu menggambarkan enam buah lampu yang menyerupai lampu listrik modern yang berasal dari abad ke 19. Bagaimana sebuah ukiran yang datang dari tahun 1500 SM mampu memikirkan tentang lampu listrik. Baca selengkapnya di sini.


5. Antikythera Mechanism




Pada tahun 1900 sekelompok pencari harta karun mendatangi wilayah Antikythera, bagian selatan Yunani. Dalam ekspedisinya itu mereka menemukan sebuah bangkai kapal yang diperkirakan berasal dari 60 tahun sebelum masehi.

Di dalam bangkai kapal itu ditemukan bermacam-macam benda, salah satunya yang paling menarik dan juga misterius adalah sebuah benda berbahan perunggu berbentuk lingkaran dengan gerigi pada bagian ujungnya. Benda ini kemudian diduga adalah cikal bakal komputer dari zaman purbakala. 

Pada bagian belakang benda ini juga ditemukan serangkaian huruf-huruf Yunani kuno yang berisikan semacam petunujuk penggunaan. Tidak diketahui siapa yang membuat benda ini maupun untuk apa sebenarnya benda ini digunakan pada zaman dahulu. Baca selengkapnya di sini.



6. Peta Piri Reis



Pengamatan sebuah pulau dan samudera hingga menjadi sebuah peta membutuhkan akurasi yang tepat. Pada masa modern hal ini tentu saja mudah dilakukan mengingat teknologi penerbangan yang sudah sangat maju. Namun tahukah kalian bila pada tahun 1500an peta dengan ketepatan hampir sempurna telah ditemukan?

Peta itu bernama Piri Reis (Piri Reis Map). Peta ini disusun oleh Laksamana Turki Ustmani dan kartografer Piri Reis. Peta ini menggambarkan pantai barat Eropa, pantai Brasil, Afrika Utara, serta berbagai pulau di Atlantik termasuk Azores dan Canary dengan akurasi yang mengagumkan. Mengapa mengagumkan? Entah bagaimana mereka dulu membuatnya tanpa bantuan alat-alat yang mampu melihat dari ketinggian.

Peta ini kemudian digunakan oleh para penjelajah, termasuk penjelajah Eropa ketika melakukan penjelajahan dunia baru yang terkenal itu. Baca selengkapnya di sini.


7. Alumunium Wedge of Aiud


Alumunium ini ditemukan pada tahun 1974 oleh sekelompok pekerja yang sedang melakukan penggalian di tepi sungai Muses, wilayah Aiud, Rumania. Logam alumunium ini diperkirakan telah berusia ratusan ribu tahun dan diduga bukan berasal dari bumi.

Selain material yang membentuknya, alumunium Wedge of Aiud ini juga seringkali dikaitkan dengan makhluk luar angkasa. Banyak dugaan yang timbul mengatakan bahwa objek ini bisa jadi merupakan benda yang berasal dari UFO dan digunakan oleh alien untuk pendaratan di bumi. Sampai saat ini alumunium ini masih menimbulkan perdebatan dan masuk menjadi salah satu artefak out of place yang paling kontroversial. Selengkapnya bisa dibaca di sini.


0 Response to "7 Artefak Out of Place Paling Kontroversial"

Posting Komentar