Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Insiden Khamar Daban (Buryatia Dyatlov Pass)



Halo Merrior..!!! Eya mohon maaf ya karena lama sekali baru bisa update ^^ Apa kabar kalian? Semoga sehat-sehat semua ya..^^ Artikel ini adalah jawaban dari artikel sebelumnya, "Tolong". 


Di balik alam pegunungan Rusia yang tertutup salju tebal, di antara batang-batang pohon yang meranggas tertiup angin musim dingin yang menggigit, tersimpan misteri kematian-kematian tak biasa para pendaki. Belum selesai dengan insiden kematian aneh 9 pendaki gunung tahun 1959 yang tak juga menemui titik terang, puluhan tahun berikutnya kejadian aneh yang hampir serupa kembali terulang...

Di suatu malam yang membeku di Kholat Syakl, 9 orang berlari ketakutan keluar dari tenda. Mengenakan pakaian seadanya, tanpa alas kaki, mereka berusaha setengah mati menyelamatkan diri. Beberapa hari kemudian kesembilan orang tersebut ditemukan dalam keadaan tewas. Tapi tidak cukup sampai di sana, hingga orang-orang menyadari bahwa jasad mereka seolah hendak menceritakan kengerian macam apa yang mereka alami menjelang ajal. Tapi apa? Tak ada yang tahu jawabannya sampai detik ini. 

Sepertinya saya tidak perlu lagi membahas Dyatlov Pass ya, kalian semua pasti sudah tahu tentang insiden tersebut. 

Namun rupanya ada kematian aneh pendaki lainnya yang juga terjadi di pegunungan Rusia. Meskipun bukan di lokasi yang sama, dan tidak sepopuler insiden Dyatlov Pass, namun keganjilan tewasnya para pendaki ini tak kalah misterius. Insiden ini dikenal juga dengan Khamar Daban atau Buryatia Dyatlov Pass.


Pendakian yang Berubah Menjadi Bencana

Pegunungan Khamar Daban (juga sering disebut Hamar Daban atau Chamar Daban) berada di wilayah Buryatia, Siberia selatan (dekat danau Baykal). Lokasi ini memang telah dikenal sebagai jalur hiking oleh para pendaki, terutama di musim panas. 

Pegunungan Khamar Daban

Kisah ini dimulai dari rencana pendakian oleh sekelompok orang yang dipimpin oleh seorang wanita bernama Lyudmila Korovina. Lyudmila adalah seorang pendaki profesional dan instruktur berpengalaman. Wanita 41 tahun tersebut adalah seorang survivor expert di alam bebas.

Pada musim panas tahun 1993, Lyudmila berencana melakukan pendakian bersama dengan 6 orang muridnya ke pegunungan Khamar Daban. 

Keenam murid Lyudmila itu adalah Alexander "Sacha" Krysin (23). Lyudmila dan Sacha sudah lama saling mengenal, bahkan Lyudmila sudah menganggapnya seperti putranya sendiri. Setelah itu ada Tatyana Filipenko (24), Denis Shvachkin (19), Valentina "Valya" Utochenko (17), Viktoriya Zalesova (16), dan Timur Bapanov (15).

Para pendaki dalam insiden Khamar Daban

Pendakian tersebut telah direncanakan dengan sangat matang. Bahkan untuk persiapannya saja telah dilakukan berbulan-bulan sebelumnya. Mereka juga membawa peralatan dan perlengkapan, serta persediaan makanan yang memadai. Rombongan tersebut kemudian berangkat pada tanggal 2 Agustus 1993 dan tiba di pegunungan kota Murino, untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke lokasi yang dituju, Khamar Daban. 

Hari itu cuaca sungguh cerah, tidak ada hambatan dan halangan yang berarti selama perjalanan. Ketujuh orang itu menikmati ekspedisi mereka. Sebenarnya ada 2 kelompok pendaki lainnya yang juga sama-sama melakukan pendakian. Salah satu dari kelompok tersebut diketuai oleh putri Lyudmila sendiri, Natalia. Jadi rencananya rombongan Lyudmila dan Natalia yang mengambil rute bersilangan akan bertemu 3 hari kemudian yaitu pada tanggal 5 di titik yang telah ditentukan.

Tanggal 2-3 Agustus atau dua hari pertama pendakian berjalan sangat lancar. Mereka bahkan sudah berhasil mencapai puncak Retranslyator jauh lebih cepat dari yang mereka perkiraan. Namun keesokan harinya, pada tanggal 4 segalanya berubah. Tiba-tiba datang hujan badai.

Puncak Retranslyator


Hujan badai tersebut benar-benar di luar perkiraan mereka. Menghadapi keadaan yang begitu sulit dan benar-benar di luar perkiraan mereka, rombongan ini dengan cepat kelelahan dan habis tenaga. Menjelang malam, Lyudmila memutuskan untuk segera mendirikan tenda di lapangan terbuka. Setelah tenda terpasang, sialnya mereka tidak dapat menyalakan api. Setelah semalaman berjibaku membuat api, barulah menjelang pagi api dapat dinyalakan. 

Baca juga: Kasus Misterius Yuba County Five

Pagi harinya rombongan ini membuat sarapan sebelum kembali melanjutkan perjalanan. Sesuai rencana hari itu mereka akan bertemu dengan rombongan Natalia di lokasi yang sudah ditentukan. Namun setelah lewat waktu yang dijanjikan, rombongan Natalia tidak juga bertemu dengan rombongan Lyudmila. Bahkan sampai lewat beberapa hari kemudian. 

Beberapa hari kemudian barulah terungkap bahwa pendakian itu telah berubah menjadi bencana tragis yang misterius.


Kesaksian Mengerikan Valya

Pada tanggal 10 Agustus, sekelompok pria yang tengah mengayuh kayak menyusuri sungai di kaki pegungungan Khamar Daban, melihat seorang gadis seorang diri tengah berdiri menatap mereka di tepi sungai. 

Rombongan itu segera menghampiri gadis tersebut. Namun setelah didekati mereka baru sadar kalau pada pakaiannya ada bekas lumuran darah yang sudah mengering. Dengan wajah bingung dan penuh ketakutan, gadis itu mencoba menceritakan apa yang terjadi. Namun belum sempat mengerti dengan apa yang hendak diceritakannya, gadis itu menjerit histeris.

Mereka kemudian segera membawanya ke kantor polisi terdekat. Diketahui bahwa gadis itu bernama Valentina Utochenko (Valya) dan mengatakan bahwa dia sebelumnya bersama dengan 6 pendaki lainnya. Tidak banyak detail peristiwa yang dikatakan Valya karena ia begitu syok dan trauma hingga tak bisa menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.

Valentina "Valya" Utochenko

Baru setelah beberapa tahun kemudian Valya perlahan bisa menceritakan tentang apa yang terjadi pada 6 orang lainnya. Tetapi ceritanya bukan hanya sangat membingungkan dan tak masuk akal, tapi juga sangat mengerikan.

Menurut Valya, rombongan mereka turun gunung setelah sarapan pagi itu, tetapi hanya berselang beberapa menit kemudian terjadi peristiwa aneh. Salah satu pendaki, Sacha, yang berjalan paling belakang tiba-tiba berteriak. Keenam orang lainnya kaget. Mata dan telinga gadis muda itu mengeluarkan darah segar. Tidak hanya itu saja, mulutnya mulai mengeluarkan busa. Belum hilang keterkejutan mereka, tubuh Sacha jatuh ke tanah dan mulai kejang-kejang hebat.

Ketua rombongan, Lyudmila segera berlari ke arah Sacha berusaha menolongnya. Namun hanya dalam hitungan detik, berganti Lyudmila yang  tiba-tiba berteriak histeris. Sama seperti Sacha, pada bagian mata dan hidungnya mengalir darah, dan mulutnya juga mengeluarkan busa. Wanita itu mengalami kejang-kejang dan beberapa saat kemudian ambruk di atas tubuh Sacha.

Tatyana berusaha menghampiri keduanya, tapi kemudian segera menemukan ada yang tidak beres dengan dirinya sendiri. Ia tiba-tiba mencengkram tenggorokannya seolah tidak dapat bernafas. Tatyana jatuh, lalu sambil merangkak perlahan menuju batu di dekatnya dan mulai membenturkan kepalanya sendiri.

Keempat orang yang tersisa segera menyadari kalau ada yang tidak beres. Mereka berusaha menyelamatkan diri. Denis bersembunyi di balik batu, sementara Viktoriya dan Timur berlari. Valya sendiri berdiri mematung menyaksikan ketiga orang sebelumnya tewas setelah meregang nyawa.

Beberapa detik kemudian Viktoriya dan Timur pingsan saatmencoba melarikan diri, dan tewas dengan cara yang sama dengan tiga orang sebelumnya. Bahkan sebelum meninggal, keduanya sempat memuntahkan darah dan mencakar tenggorokan dan juga merobek-robek pakaian mereka sendiri.

Denis dan Valya segera menyadari tinggal mereka berdualah yang tersisa. Keduanya segera lari dari tempat itu menyelamatkan diri. Tapi baru berlari beberapa meter, Denis ambruk lalu kejang-kejang. Namun Valya berhasil meninggalkan tempat itu. 

Seorang diri, Valya berlari menuruni gunung sampai dia yakin dia cukup jauh dari tempat di mana teman-temannya tewas mengerikan. Valya terus menuruni gunung. Beruntung ia memiliki persediaan makanan dan tenda yang ada di tas gendongnya. Ketika malam tiba, ia mendirikan tenda dan tertidur dan berusaha bertahan hidup sendirian di hutan belantara. Namun dengan apa yang dibawanya tidak akan cukup untuk bertahan hidup. Jadi dia memutuskan untuk kembali ke lokasi di mana teman-temannya tewas untuk mengambil persediaan makanan dan peralatan lain.

Valya kemudian kembali ke lokasi di mana teman-temannya yang lain tewas. Ketika sampai di sana, ia melihat tidak ada satu pun yang pindah dari tempat di mana mereka jatuh. Mengetahui mereka semua sudah meninggal, Valya dengan cepat mengambil persediaan yang dia butuhkan lalu pergi dari sana dan berjalan mengikuti kabel listrik.

Selama 4 hari berikutnya Valya mengikuti kabel listrik menuruni gunung, berharap ada seseorang yang akan menemukannya. Dia lalu menemukan sungai dan mulai mengikutinya. Pada hari keempat dia akhirnya ditemukan oleh rombongan kayak dan dibawa ke tempat aman.

Rute perjalanan dan lokasi tewasnya para pendaki

Meski sudah melapor ke polisi, namun tidak ada pencarian resmi yang dilakukan hingga tanggal 24 Agustus. Valya sendiri belum bisa menceritakan kejadian tersebut dengan detail karena syak. Polisi yang melakukan pencarian menggunakan helikopter sampai butuh waktu 2 hari untuk menemukan mayat keenam pendaki.

Jasad keenam orang tersebut kemudian diotopsi. Laporan otopsi menyimpulkan bahwa mereka semua meninggal karena hipotermia kecuali Lyudmila yang mengalami serangan jantung. Berdasarkan hasil pemeriksaan, mereka memiliki tanda-tanda paru-paru yang memar serta kekurangan gizi yang diakibatkan oleh kekurangan protein. Hal-hal itulah yang kemudian disimpulkan sebagai penyebab kematian mereka.  penyebab kematian mereka. 

Namun kesimpulan tersebut sangat aneh jika dibandingkan dengan kesaksian Valya. Karena itulah peristiwa ini banyak sekali menyedot perhatian massa dan memunculkan berbagai teori. 


Apa yang Sebenarnya Terjadi di Khamar Daban?


Dalam setiap peristiwa yang tak terungkap, seperti biasa akan ada banyak teori yang mencoba memecahkan teka-teki di balik kejadian tersebut. Nah, pada insiden Khamar Daban ini ada beberapa di antaranya. Teori-teori ini masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan, beberapa tampak berpotensi mendekati jawaban misteri insiden ini. Menurut kalian teori yang paling masuk akal dan mendekati kebenaran?

Eksperimen Militer Rusia

Teori ini percaya kalau para pendaki sebenarnya telah menjadi saksi mata sebuah eksperimen rahasia militer Rusia tanpa disengaja. Mereka lalu dibunuh dan kematian mereka ditutup-tutupi oleh paramedis, polisi, hingga pemerintah.

Teori tampak masuk akal karena memang rute yang dilewati rombongan yang dipimpin oleh Lyudmila tersebut memang diketahui telah menyimpang dari rute yang biasanya dilalui oleh para pendaki. Bisa jadi rombongan tersebut tidak menyadari kalau mereka telah masuk ke area terlarang di mana milter Rusia tengah melakukan percobaan rahasia mereka. Cukup masuk akal bukn? Tapi tunggu, teori ini punya kelemahan.

Pegunungan Khamar Daban sebenarnya adalah wilayah yang sangat umum bagi para pendaki dan juga wisatawan terutama di musim panas. Cukup aneh sebenarnya bila daerah di sekitar itu dijadikan tempat untuk eksperimen militer rahasia. Selain itu, sebenarnya area gunung di mana para pendaki ditemukan tewas adalah area terbuka yang mudah terlihat dari tempat tinggi maupun dari atas udara. Rasanya sangat aneh melakukan sebuah percobaan rahasia di tempat seperti pegunungan Khamar Daban.

Selain itu juga, sangat aneh mengapa Valya bisa melarikan diri dan selamat. Jika ini adalah eksperimen rahasia mengapa semua pendaki tidak dihabisi. Lagi pula akan sangat mudah membunuh semuanya karena lokasi mereka benar-benar tidak ada tempat untuk bersembunyi. 

Atau memang jika Valya memang bisa melarikan diri mengapa ia tidak dibungkam saja atau dibunuh setelah berhasil selamat? Mengapa dia justru seperti sengaja dibiarkan tetap hidup dan memberikan kesaksian yang begitu mengerikan yang justru membuat publik makin liar berspekulasi.




Racun Saraf Novichok

Novichok dalam bahasa Rusia berarti "pendatang baru". Novichok disebut dikembangkan mulai periode 1970 sampai tahun 1990an. Racun saraf ini disebut-sebut lebih kuat dibandingkan senjata kimia lain dan dapat menembus pakaian pelindung dan masker gas. 

Racun ini pulalah yang diduga digunakan untuk menghabisi nyawa pemimpin oposisi Rusia, Alexei Navalny. Novichok kabarnya merupakan racun saraf paling mematikan yang pernah dibuat, bahkan 10 kali lebih mematikan daripada VX dan 20 kali lebih mematikan daripada Sarin. Racun VX sendiri adalah racun saraf yang pernah dipakai untuk membunuh saudara tiri pimpinan Korea Selatan Kim Jong Un yaitu Kim Jong Nam pada 13 Februari 2017 silam di Malaysia.

Novichok dilaporkan diuji di daerah dekat wilayah Khamar Daban. Paparan oleh racun inilah yang diduga menyebabkan kematian yang sangat cepat, mirip dengan apa yang menimpa para pendaki.

Jika kita lihat lagi kesaksian Valya, maka sepertinya cocok, di mana keenam pendaki tewas dengan sangat cepat. Mata dan telinga mengeluarkan darah, tak lama kemudian mulut mereka mengeluarkan busa, lalu kejang-kejang dan tewas. Hasil otopsi para korban ini juga menyatakan hal yang sama, gangguan pernafasan dan memar pada paru-paru. Bahkan kematian Lyudmila yang disebut mendapatkan serangan jantung juga merupakan salah satu penyebab kematian yang cocok dengan racun saraf ini.

Lyudmila Korovina

Tapi teori ini juga memiliki kelemahan. Poinnya, lagi-lagi terletak pada Valya. Bila kematian para pendaki disebabkan oleh gas tersebut, mengapa Valya selamat, padahal dia berada di dekat teman-temannya yang lain ketika mereka tewas.

Sebuah teori yang sangat menarik dari situs medium. Situs tersebut menyebutkan sebenarnya ada sifat menarik dari gas saraf ini. Gas ini larut dalam air, butuh waktu hingga 4 bulan untuk menguap. Gas ini terbuat dari partikel berat yang sering mengapung di dekat tanah. Jadi hujan badai yang terjadi pada tanggal 4 Oktober malamsebelum peristiwa, berperan sangat vital menjadikan gas tersebut bekerja. 

Nah, saat matahari pagi menguapkan air dari badai hujan, beberapa sisa zat tadi yang masih berbahaya ikut menguap. Sacha, salah seorang pendaki berjalan di tempat yang sangat terkontamina. Sacha kemungkinan besar telah menyerap racun tersebut dengan menghirupnya atau masuk ke jaringan kulit. Kemudian ketika Lyudmila berlari ke arahnya, wanita itu lalu terkena racun yang sama.

Kemudian berturut-turut, Tatyana, Viktoriya, dan Timur yang berlari menghampiri Lyudmila juga mengalami hal yang sama. Tetapi Valya tidak mendekati Lyudmila. Denis memang tidak mendekati Lyudmila, tetapi keputusannya untuk bersembunyi dan berjongkok dekat tanah adalah kesalahan besar karena ia kemudian menghirup racun yang telah mengendap di tanah. 


Air yang Terkontaminasi

Menurut teori ini, para pendaki tanpa sengaja telah mengkonsumsi racun dari air yang mereka minum. Danau Baykal, yang terletak di atas pegunungan adalah tempat pembuangan limbah beracun yang terkenal. Jika limbah ini hanyut ke hilir dan masuk ke air, mereka bisa saja tanpa sengaja meminum racun tersebut saat sarapan pagi. Valya dapat bertahan mungkin karena ia meminum sangat sedikit dari air tersebut. 

Namun teori ini memiliki kelemahan. Jika memang penyebabnya adalah air yang terkontaminasi lalu sumber air tersebut seharusnya juga digunakan untuk minum para pendaki atau turis lainnya mengingat saat itu adalah musim panas dan banyak turis dan juga pendaki yang pergi ke tempat yang sama. Rasanya tidak masuk akal jika hanya rombongan Lyudmila saja yang terkena air yang terkontaminasi tersebut.


Kisah Valya yang Berlebihan

Mungkinkah apa yang diceritakan Valya sebenarnya tidak akurat? Atau bahkan dilebih-lebihkan? Bisa jadi. Saat seseorang mengalami pengalaman traumatis, mereka sering kali salah mengingat beberapa potongan kejadian tersebut, terutama ketika mereka menceritakan itu bertahun-tahun setelahnya, seperti yang dilakukan Valya. 

Bisa saja beberapa bagian cerita dibesar-besarkan oleh Valya sendiri. Tapi ini bukan kesalahannya atau sengaja dibuat olehnya. Sebenarnya ini sangat manusiawi. Menurut penelitian, ketidakakuratan pernyataan saksi mata tentang sebuah peristiwa memang kerap terjadi karena ingatan manusia terkadang membuat kesalahan.


Jamur

Teori terakhir sekaligus juga yang paling menarik. Mungkin saja salah seorang dari pendaki menemukan beberapa jamur untuk dikonsumsi saat sarapan pagi. Jamur yang sebenarnya beracun tersebut mulai memberikan efek tak lama setelah mereka selesai sarapan dan melanjutkan pendakian. Efek dari keracunan tersebut menyebabkan mereka berhalusinasi. 

Hal yang menarik adalah halusinasi yang disebabkan oleh psilocybin adalah melihat orang lain menangis darah. Over dosis psilocybin dapat menyebabkan psikosis, kejang, serangan jantung, bahkan membuat seseorang mengalami koma.

Valya bisa selamat mungkin karena ia makan paling sedikit jamur atau ia memiliki toleransi untuk tidak terpengaruh pada zat yang ada dalam jamur tersebut, atau bisa saja ia memang tidak mengkonsumsi jamur tersebut sama sekali sehingga bisa selamat. 

Bagaimana menurut kalian?

Referensi:

https://en.wikipedia.org/wiki/Khamar-Daban
https://medium.com/the-mystery-box/the-most-credible-theories-regarding-the-khamar-daban-incident-ae84d8a60be2
https://dyatlovpass.com/hamar-daban
https://www.kompas.com/global/read/2020/09/03/155705970/mengenal-novichok-racun-saraf-era-uni-soviet-yang-diduga-dipakai-meracuni


Kasih komentar yaa.. Tanpa kalian apalah arti aku menulis. Kalian adalah penyemangat setiap kalimat demi kalimat yang kutulis, setiap artikel yang kuposting.. ;)

Perhatian: Mohon hargai penulis dengan tidak mengambil atau copy paste artikel di blog ini untuk dijadikan postingan blog/website ataupun konten Youtube. Terima kasih.. ^^

Eya
Eya Mystery and World History Enthusiast

14 comments for "Insiden Khamar Daban (Buryatia Dyatlov Pass)"

  1. wah mbak eya aktif lagi postingnya, lagi sibuk ya mbak heheheeee

    ReplyDelete
  2. Kak.. update d YouTube merinding Chanel kak... Saya masih jadi subscriber merinding Chanel nih

    ReplyDelete
  3. Replies
    1. Iya Argani.. Sepertinya komentar perdana ya?

      Delete
  4. Apa gaada yang curiga sama Valya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin pertimbangannya yaitu hasil laporan otopsi dan juga motif

      Delete
  5. Misterius banget.... salam dari lampung.

    ReplyDelete