10 Tempat yang Terkenal Paling Misterius di Indonesia




Ada sejumlah tempat di Indonesia yang dikenal menyimpan misteri. Tempat-tempat ini dipercaya memiliki keangkeran, penuh dengan mitos, misteri zaman megalitikum, hingga tempat-tempat rahasia zaman kolonial. 

Mulai dari situs megalitikum Gunung Padang, segitiga bermuda Masalembo, Alas Purwo, hingga bunker bawah tanah di Batavia, inilah 10 tempat terkenal di Indonesia yang dianggap paling misterius.


1. Lawang Sewu


Lawang Sewu atau yang berarti seribu pintu adalah sebuah gedung bersejarah yang terletak di Semarang. Gedung yang dibangun pada tahun 1907 ini sebenarnya pada masa kolonial merupakan kantor Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS.

Meskipun tidak memiliki seribu pintu seperti namanya, bangunan Lawang Sewu pada kenyataannya memiliki banyak sekali pintu. Terletak di bundaran Tugu Muda yang dulunya dikenal sebagai Wilhelminaplein, Lawang Sewu memiliki dua lantai.

Gedung Lawang Sewu memiliki catatan sejarah yang panjang sejak dibangun. Gedung ini merupakan saksi bisu Pertempuran lima hari di Semarang (14 Oktober 1945-19 Oktober 1945). Gedung ini menjadi tempat bertempurna pemuda dari Angkatan Muda Kereta Api (AMKA) melawan Kempetei atau Kidobutai Jepang.

Selain memiliki catatan sejaran, Lawang Sewu seringkali dikaitkan dengan hal-hal yang berbau mistis, seperti penampakan hantu atau semacamnya. Hal ini menjadikan Lawang Sewu sebagai salah satu tujua wisata horor di Indonesia.


2. Segitiga Bermuda Masalembo



Kita pasti mengenal Segitiga Bermuda yang berada di wilayah Samudera Atlantik bukan? Ya, kawasan segitiga bermuda seluas 4 juta km2 itu membentuk garis segitiga yaitu antara Bermuda di utara, Puertorico di selatan, dan Miami di titik sebelah barat. Di lokasi inilah sering sekali terjadi kecelakaan pesawat dan kapal laut, beberapa bahkan menghilang dan tak pernah ditemukan.

Rupanya di Indonesia juga ada sebuah tempat yang dikenal memiliki keanehan dan kemisteriusan seperti Segitiga Bermuda di Samudera Atlantik. Tempat ini adalah Masalembo. Sisi segitiga dibentuk dengan menghubungkan antara Pulau Bawean, Kota Majene, dan juga Kepulauan Tengah yang berada di Laut Jawa. Kepulauan Masalembo sendiri masih termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Masalembo dan kabupaten Sumenep.

Di sinilah terjadi banyak kecelakaan. Dimulai dari awal tahun 1981, di mana MP Tampomas II tenggelam setelah sebelumnya terbakar. Kecelakaan ini kemudian diikuti dengan tenggelamnya kapal-kapal lainnya seperti Senopati Nusantara, KM Mutiara, KM Fajar Mas, KM Sumber Awal, dan KM Teratai. 

Selain itu, pesawat Adam Air yang terbang di atas lokasi ini pada 1 Januari 2007 mengalami kecelakaan dan hilang misterius. Sampai saat ini badan pesawat Adam Air bahkan tidak pernah ditemukan.

Rentetan peristiwa kecelakaan pesawat dan kapal laut ini membuat reputasi wilayah Masalembo menjadi terkenal di kalangan para nelayan dan masyarakat. Mereka biasanya akan menghindari daerah ini. Sejumlah masyarakat bahkan dilaporkan memberikan sejumlah sesajen ke lautan.


3. Situs Megalitikum Gunung Padang


Gunung Padang terletak di kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Situs megalitikum ini memiliki luas kompleks 900m2 dengan ketinggian mencapai 885 meter. Lokasi situs ini berbukit-bukit dan curam serta ditutupi bukit yang dibatasi oleh batuan andesit persegi yang berukuran besar.

Situs ini pertama kali dilaporkan tahun 1914 pada sebuah buletin dinas kepurbakalaan (Rapporten van de Oudheidkundigen Dienst). Situs Gunung Padang diduga merupaka salah satu situs tertua di dunia dan diperkirakan dibangun pada tahun 8000 SM.

Meskipun telah dilakukan serangkaian penelitian dan observasi oleh tim ahli, namun tak sepenuhnya dapat mengungkap asal usul dan berapa umur situs ini sebenarnya.

Selain itu, situs Gunung Padang ini sendiri membuat banyak sekali teori yang berkembang seputar asal usulnya. Beberapa meyakini kalau situs ini menyimpan harta karun yang sangat banyak di salah satu sudutnya yang belum ditemukan sampai saat ini meskipun sudah banyak para pemburu harta yang mencoba peruntungannya.

Tidak hanya dugaan bahwa tempat ini menyimpan harta karun, Gunung Padang seringkali dikaitkan dengan Atlantis yang hilang. Sebagian orang percaya bahwa peradaban Atlantis yang hilang itu dahulunya berada di lokasi sini.



4. Alas Purwo


Taman Nasional Alas Purwo yang terletak di Banyuwangi, Jawa Timur merupakan taman nasional yang menjadi kawasan bagi ratusan jenis flora dan fauna. Namun selain dikenal sebagai ekosistem hutan hujan di Pulau Jawa, Alas Purwo tampaknya lebih dikenal sebagai tempat yang menyimpan aura mistis dengan cerita-cerita horor yang tak pernah ada habisnya.

Alas Purwo sudah lama menjadi destinasi wisata horor di Pulau Jawa. Tempat ini juga diketahui menjadi tujuan bagi sejumlah orang untuk dijadikan tempat semedi, mencari ilmu hitam, hingga pesugihan. Dikabarkan ada banyak sekali orang yang hilang di tempat ini. Kebanyakan dari kasus orang hilag itu dikaitkan dengan makhluk halus.

Hal-hal inilah yang kemudian membuat Alas Purwo dianggap sebagai tempat keramat dan angker. Menurut desas-desus yang beredar bahkan menyebut lokasi ini sebagai kerajaan gaib tempat di mana seluruh jin berkumpul.

Bahkan salah satu mitos mengatakan bahwa jika sedang berada di sana dan ada seseorang yang memanggil, maka jangan langsung menengok ke belakang. Hal itu dipercaya akan membawa malapetaka. Biasanya orang-orang itu akan menghilang dan tak kembali lagi.


5. Gunung Salak


Gunung Salak terletak di dua wilayah yaitu Bogor dan Sukabumi, Jawa Barat. Gunung ini merupakan salah satu wilayah konservasi milik pemerintah yaitu Taman Nasional Gunung Halimun-Salak.

Nama Gunung Salak rupanya tak diambil dari nama buah, melainkan dari kata "salaka" dari bahasa Sansekerta yang berarti "perak". Jadi nama lain dari Gunung Salak adalah Gunung Perak.

Gunung Salak telah sejak lama dikenal sebagai salah satu gunung yang dikeramatkan. Menurut cerita yang beredar, gunung ini merupakan tempat hilangnay pendiri kerajaan Padjajaran, Prabu Siliwangi. Tidak hanya itu saja, menurut mitos Gunung Salak ini adalah tempat di mana para batara kayangan turun dan bersemayam.

Selain dihubungkan dengan Prabu Siliwangi, Gunung Salak juga memiliki kisah horor yang tak ada habisnya, sama seperti Alas Purwo. Apalagi setelah kejadian kecelakaan jatuhnya pesawat Sukhoi di tempat ini. Ada yang mengatakan sering mendengar jeritan wanita meminta tolong, sampai dengan suara gamelan yang kadang terdengar entah dari mana asalnya.

Salah satu puncak Gunung Salak yang disebut Manik dipercaya sebagai tempat kerajaan gaib Padjajaran berada. Di lokasi yang seringkali ditutupi kabut secara tiba-tiba inilah menurut mitos yang beredar para makhluk gaib berkumpul.


6. Pantai Selatan



Pesisir Pantai Selatan yang juga meliputi Pantai Parangtritis di Yogyakarta sudah lama dikenal menyimpan misteri. Tempat yang disebut-sebut telah banyak memakan korban jiwa ini kerap dikaitkan dengan salah satu sosok misterius Pantai Jawa yaitu Ratu Pantai Selatan Nyi Roro Kidul.

Ada banyak mitos yang beredar di lokasi ini salah satunya adalah larangan memakai baju berwarna hijau saat mengunjungi pantai. Menurut cerita, Nyi Roro Kidul suka sekali dengan warna hijau dan dia akan mengambil orang yang mengenakan pakaian berwarna hijau tersebut. Orang-orang itu biasanya akan terseret ombak dan dibawa oleh Ratu Pantai Selatan itu untuk dijadikan pengikutnya.

Mitos ini sudah lama dipercaya dan menyebar turun temurun. Namun ternyata mitos ini bisa dijelaskan secara ilmiah. Banyaknya korban di Pantai Parangtritis disebabkan karena terjadinya tarikan massa air yang kembali ke laut (Rip Current). Arus ini terjadi setiap hari dan dapat menyeret orang ke tengah lautan.


7. Museum Taman Prasasti



Museum Taman Prasasti adalah sebuah museum cagar budaya yang merupakan peninggalan pada masa penjajahan Belanda. Museum yang berlokasi di Jakarta Pusat ini memiliki koleksi prasasti nisan kuno dan kereta jenazah antik.

Museum Taman Prasasti yang dibuka untuk umum sejak 1977 ini sebenarnya dahulunya adalah pemakaman umum yang bernama Kebon Jahe Kober yang dibangun tahun 1795. Maka tak heran ada banyak sekali makan orang-orang Belanda zaman dahulu di lokasi ini. Mulai dari istri Thomas Raffles, Olivia Mariamme hingga H.F. Roll yang merupakan pendiri Sekolah Tinggi Dokter Indonesia, Stovia.

Bukan aura mistis yang berhubungan dengan horor yang membuat tempat ini menjadi misterius. Melainkan simbol-simbol khas Freemasonry yang tersebar di lokasi ini. Mulai dari simbol tangan memegang palu, simbol the eye seeing eye, hexagram, simbol ular naga, hingga tengkorak dan tulang yang saling bersilangan. Orang-orang yang dimakamkan di Museum Taman Prasasti ini disebut sebagai orang-orang penting yang punya level atas dalam organisasi Freemasonry.



8. Lubang Buaya


Lubang buaya menjadi saksi salah satu peristiwa bersejarah yang paling memilukan dalam sejarah Indonesia. Bertempat di kawasan Pondok Gede, tempat ini dahulunya merupakan lokasi pembuangan para jenderal pada Gerakan 30 September atau yang dikenal pula dengan G30S/PKI. Pada masa itu, Lubang Buaya ini merupakan pusat pelatihan milik Partai Komunis Indonesia.

Jenderal Ahmad Yani, Jenderal S. Parman, Jenderal Suprapto, Jenderal MT Haryono, Jenderal Sutoyo Siswomiharjo, Jenderal DI Panjaitan, dan Kapten Pierre Tendean adalah sederet nama tokoh Indonesia yang menjadi korban penyiksaan dan pembantaian keji di lokasi ini. Mereka dibunuh dan dimasukkan ke dalam sumur yang sekarang dikenal dengan Lubang Buaya.

Di tempat ini menurut para peziarah yang datang, seringkali terdengar suara menjerit pilu meminta tolong. Aura kesedihan dan suram juga menyelimuti wilayah ini. Ada perasaan getir dan kesedihan mendalam yang tak terjelaskan setiap kali melangkahkan kaki ke sini.


9. Desa Trunyan Bali


Trunyan atau Terunyan merupakan desa yang berada di Kecamatan Kintamani, Bangli, Bali. Desa yang terletak di dekat Danau Batur ini terkenal memiliki tradisi pemakaman yang tak biasa. 

Bila biasanya kita mengenal jenazah sebelum dimakamkan akan dikafani atau dipetikan terlebih dahulu, maka di Desa Trunyan jenazah akan diletakkan di atas batu besar yang memiliki 7 buah cekungan.

Uniknya lagi, di desa ini ada tiga jenis pemakaman berbeda yang diterapkan untuk tiga jenis kematian yang berbeda pula. Apabila seseorang meninggal secara wajar maka jenazahnya akan ditutup dengan kain putih, dilakukan upacara, lalu diletakkna tanpa proses dikubur di sebuah pohon besar yang disebut Taru Menyan di lokasi bernama Sema Wayah.


Tetapi untuk orang yang meninggal karena kecelakaan, bunuh diri, atau dibunuh orang, maka mayatnya akan diletakkan di lokasi yang disebut Sema Bantas. Sementara itu, jika yang meninggal adalah bayi atau anak kecil, atau warga yang sudah dewasa tetapi belum menikah maka jenazahnya akan diletakkan di Sema Muda.

Uniknya lagi meskipun jenazah-jenazah tersebut diletakkan begitu saja di dekat pohon, tetapi tidak menimbulkan bau. Hal ini disebabkan karena pohon Taru Menyan mengeluarkan bau harum yang dapat menetralisir bau busuk pada mayat. Anehnya, pohon Taru Menyan ini sendiri diketahui memang hanya tumbuh di wilayah ini.


10. Terowongan dan Bunker Bawah Tanah Batavia


Salah satu bangunan peninggalan Belanda di era kolonial yang mungkin belum banyak diketahui orang adalah terowongan dna bunker yang berada di bawah tanah, yang menghubungkan Menara Syahbandar dengan Museum Fatahillah dan juga Masjid Istiqlal.

Ruang bawah tanah yang tak terurus lagi di bawah Menara Syahbandar ini dahulunya pernah dijadikan sebagai penjara di awal kemerdekaan. Tempat ini dijadikan penjara karena saat itu belum ada bangunan yang memadai di dekat pelabuhan.

Tepat di bawah Menara Syahbandar yang juga disebut menara miring ini juga ada terowongan yang terhubung ke Benteng Frederik Hendrik di Taman Wilhelmina Park Out Fort dan benteng bawah tanah yang saat ini dibangun sebuah masjid yang kita kenal sebagai Istiqlal. Sejumlah tim peneliti dan arkeolog tengah mencoba menguak misteri terowongan dan bunker ini sebenarnya difungsikan sebagai apa pada masa lalu.

0 Response to "10 Tempat yang Terkenal Paling Misterius di Indonesia"

Post a Comment