Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Misteri Peti-Peti Gantung di China dan Musnahnya Orang-Orang Bo




Di sebuah tebing yang menghadap ke Sungai Yangtze ada sebuah pemandangan yang tak biasa. Pada tebing curam yang tingginya mencapai ratusan meter itu tergantung peti-peti mati berusia ribuan tahun. Peninggalan masa kuno dari orang-orang suku Bo itu menyimpan misteri yang tak terungkap sampai hari ini tentang bagaimana mereka bisa menempatkan peti-peti dengan berat ratusan pon itu di tempat yang begitu tinggi dan tak terjangkau dan apa tujuannya. Selain itu, bagaimana orang-orang Bo itu musnah dalam waktu sekejap, apa sebenarnya kisah di baliknya?

Wilayah China Selatan memiliki pemandangan yang sungguh menakjubkan. Hutan-hutan, sungai, gunung, serta tebing-tebing indah. Salah satu pemandangan alam yang indah itu adalah Sungai Yangtze yang merupakan sungai terpanjang di Asia. Di salah satu lekukan sungai itu terdapat tebing tinggi menjulang yang merupakan tempat peristirahatan terakhir alias makam. Namun makam ini bukan makam biasa.

Peti-peti mati berderet-deret di tebing curam dengan ketinggian ratusan meter dari atas tanah. Menurut catatan, peti-peti gantung itu merupakan peninggalan orang-orang Bo yang memulai tradisi pemakaman tersebut kira-kira 3000 tahun yang lalu.

Tebing curam yang menghadap Sungai Yangtze

Namun selama bertahun-tahun para ahli berdebat mengenai bagaimana orang-orang Bo bisa membawa peti-peti mati yang luar biasa berat tersebut ke atas sana dan apa tujuannya. Sementara itu bagaimana peradaban ini beserta orang-orangnya bisa lenyap membawa kita pada misteri yang tak terungkap hingga kini.


Tradisi Pemakaman yang Unik

Menurut catatan sejarah, tradisi menggantungkan peti mati di China sebenarnya telah berlangsung sejak 3000 tahun yang lalu di Fujian. Setelah itu budaya ini kemudian menyebar ke wilayah-wilayah Hubei, Sichuan, dan juga Yunnan.

Para ahli menduga bahwa orang-orang suku minoritas Bo yang telah membuat peti-peti tersebut. Kesimpulan ini didapatkan karena kebudayaan Bo muncul sekitar waktu yang sama dengan usia peti tersebut.

Lalu pertanyaannya mengapa orang-orang Bo memilih melakukan tradisi pemakaman di tempat yang begitu tinggi dan sulit dijangkau?Jawaban dari pertanyaan ini sayangnya tak diketahui dengan pasti. Namun ada banyak spekulasi dan teori dari para ahli yang barangkali dapat menjawabnya.

Teori pertama percaya bahwa alasan utama orang-orang Bo memakamkan orang yang mereka cintai di dinding tebing itu untuk menghormati jenazah. Semakin mereka menghormati jenazah tersebut, maka semakin kecil kemungkinan roh akan kembali ke bumi dan menghantui orang-orang yang hidup.

Peti-peti mati yang digantung di tebing curam

Selain itu juga, mereka percaya bahwa semakin tinggi mereka menempatkan peti maka mereka semakin menghormati jenazah. Jika orang-orang hidup membuat arwah-arwah itu bahagia, maka orang-orang yang hidup juga akan mendapatkan berkah. Begitulah kepercayaan mereka.

Selain itu pada masa lalu, orang-orang percaya bahwa jika ditempatkan di tempat tinggi maka akan roh-roh itu akan semakin dekat dengan surga. Pada masa kuno banyak manusia yang percaya bahwa ruh-ruh orang yang telah meninggal menempati entitas alam seperti batu, air, dan gunung. Puncak gunung dan tempat-tempat tinggi dipercaya dekat dengan surga.

Baca juga: Misteri Pipa-Pipa Baigong

Menurut kepala museum Yunnan, Guo Jing, ia menduga bahwa orang-orang Bo dulunya meyakini bahwa tebing merupakan representasi dari tangga menuju surga dan peti-peti tersebut merupakan jembatan menuju alam akhirat.

Bagaimana peti-peti mati digantungkan di atas tebing masih misteri

Sementara itu, teori lainnya percaya bahwa orang-orang Bo mungkin memilih tebing curam karena alasan keamanan. Dengan menempatkan jasad-jasad orang yang mereka cintai tersebut di atas sana maka akan terhindar dari segala gangguan. Misalnya saja orang-orang yang akan mencuri jenazah (apalagi menurut rumor di dalam peti-peti tersebut juga terdapat harta) atau kekhawatiran hewan buas yang dapat merusak.

Peti-peti mati yang diletakkan di tebing dalam kondisi lingkungan terbuka dan kering memungkinkan proses pembusukan jenazah akan berlangsung lambat. Mereka meyakini dengan melindungi jenazah-jenazah itu selama mungkin maka akan membuat keabadian roh di kehidupan selanjutnya.

Ada kesulitan luar biasa dan juga resiko besar untuk menggantung peti-peti berat itu pada dinding tebing yang curam. Karenanya pemakaman seperti ini hanya ditujukan bagi kaum bangsawan dan orang-orang kaya.

Profesor Lin Xiang dari Sichuan University mengambil sampel satu peti di Da'ning River pada tahun 1979. Peti itu memiliki panjang sekitar 7 kaki. Pada penelitiannya, ia mendapati kayu yang digunakan untuk membuat peti-peti itu adalah kayu yang istimewa. Namanua Nanmu. Kayu ini berasal dari pohon tinggi yang bisa mencapai ketinggian 40 meter. Kayunya sendiri berstruktur sangat padat dan rapat serta tahan akan kerusakan.

Peti mati orang Bo

Uniknya, pada saat membuat peti-peti mati tersebut, sang pembuat memotong pohon menjadi dua bagian dan melubangi salah satu bagiannya. Mereka menggunakan satu sisi sebagai peti memuat jenazah dan sisi lainnya sebagai tutup peti.


Bagaimana Peti-Peti Mati Itu Diletakkan di Atas Tebing?

Seperti telah disebutkan sebelumnya peti-peti itu berasal dari kayu padat dan berat. Sebuah peti beratnya bisa mencapai ratusan pon. Menggantungnya di tebing yang tinggi dan medan yang sangat sulit itu tentu bukanlah pekerjaan mudah. Lalu bagaimana bisa peti-peti mati itu berada di atas sana?

Baca juga: Derinkuyu, Misteri Peradaban Kuno di Bawah Tanah

Sebelumnya membahas bagaimana peti-peti itu digantungkan, kita lihat dulu bahwa ternyata ada 3 cara penempatan yang berbeda. Cara pertama yang paling terlihat adalah peti-peti mati ditempatkan di kayu-kayu pancang yang menonjol keluar di dinding batu vertikal. Cara kedua, beberapa peti mati tersebut ditempatkan di gua-gua atau celah-celah batu. Ketiga, beberapa jenazah ditempatkan duduk di proyeksi batu.

Sebuah peti mati yang diselipkan di dalam celah batu

Kembali lagi bagaimana cara orang-orang Bo dulu mengangkat peti-peti jenazah ke atas tebing. Sayangnya tak ada yang benar-benar tahu bagaimana peti mati itu diletakkan di atas sana. Hal ini pun telah lama menjadi perdebatan para peneliti.

Namun setidaknya ada 3 teori yang berusaha memecahkan misteri peti-peti gantung ini.

1. Lereng/Tanah Landai

Menurut teori ini, orang-orang Bo dahulu membangun tanah atau lereng landai sebagai tempat berpijak. Mereka membangunnya di sepanjang daerah itu menghadap ke tebing.Kemudian peti-peti itu dibawa. Namun meskipun demikian, banyak ahli yang meragukan teori ini. Pasalnya butuh banyak sekali orang untuk membangun lereng landai sebagai tempat pijakan. Sementara diketahui bahwa orang-orang Bo hanyalah kelompok masyarakat minoritas dengan populasi yang sangat kecil.

2. Perancah

Teori ini meyakini bahwa orang-orang yang menggantung peti sebenarnya menggunakan alat bantu memanjat yang ditempatkan pada tebing. Namun sayangnya tak ada bukti tentang adanya alat bantu ini.

3. Tali

Dari beberapa teori tampaknya teori menggunakan tali untuk mengangkat peti ke atas tebing adalah teori yang paling diterima. Pasalnya memang ditemukan adanya bekas tali di beberapa sisi tebing. Penemuan ini seolah menjadi bukti kuat bagaimana dulu orang-orang Bo melakukan pemakaman yang tak biasa ini.

Adanya bekas tali menunjukkan bagaimana orang-orang Bo membawa peti-peti hingga ke atas tebing

Para ahli dan peneliti bahkan menemukan tali-tali berusia tua di beberapa bagian gua dan beberapa tali lainnya masih terlihat di beberapa gua yang belum terjangkau. Pada beberapa kasus, orang-orang Bo menurunkan peti-peti pada beberapa titik yang sudah dirancang sebelumnya dari atas tebing. Namun beberapa peneliti meyakini orang-orang Bo sesungguhnya menarik peti-peti itu dari bawah ke atas.


Misteri Hilangnya Orang-Orang Bo

Kebudayaan orang-orang Bo di sekitar sugai Yangtze tampaknya telah berkembang dengan cepat dan juga hilang dengan cepat pula. Menurut beberapa catatan sejarah, orang-orang Bo menghilang pada sekitar 400 tahun lalu. Lalu mengapa mereka bisa hilang dalam sekejap? Apakah telah terjadi bencana alam yang sangat dahsyat pada saat itu? Atau mereka berpindah karena alasan tertentu?

Baca juga: Misteri Hilangnya Koloni Inggris di Pulau Roanoke

Menurut beberapa peneliti, orang-orang Bo tampaknya menghilang atau musnah menjelang akhir Dinasti Ming. Banyak yang percaya bahwa Dinasti Ming ada di balik lenyapnya orang-orang minoritas ini.

Referensi:

https://www.historicmysteries.com/hanging-coffins-china/
https://indoculture.wordpress.com/2011/11/22/peti-mati-gantung-sisa-sisa-peradaban-bo/

Eya
Eya Mystery and World History Enthusiast

1 komentar untuk "Misteri Peti-Peti Gantung di China dan Musnahnya Orang-Orang Bo"

  1. "jika diincar atau mudah terdeteksi, tindakan paling efektif adalah berbaur" terjadi pada suku indian, aborigin bahkan juga mata2, reserse dll.

    BalasHapus