Kisah Nomor Ponsel "Terkutuk" dari Bulgaria




Seorang CEO perusahaan telekomunikasi bergengsi asal Bulgaria meninggal dunia pada awal tahun 2000an. Pria yang memiliki nomor ponsel cantik tersebut menderita kanker hanya beberapa bulan sebelum kepergiannya. Tak ada sama sekali yang mengaitkan kematiannya dengan nomor telepon yang dimilikinya sampai ketika nomor tersebut berpindah tangan beberapa kali dan orang yang memilikinya selalu berakhir dengan tewas secara tragis...

Di berbagai belahan dunia terdapat angka-angka yang dianggap membawa keberuntungan, ada pula yang dianggap membawa petaka. Contohnya di China, angka 8 dianggap membawa keberuntungan. Namun ada kisah dari negara Bulgaria di mana deretan nomor ponsel dengan sembilan angka 8 di dalamnya justru dipercaya membawa sial.

Pada awal tahun 2000an, sebuah perusahaan telepon seluler Bulgaria bernama Mobitel mengeluarkan sebuah nomor cantik (+359) 0888 888 888. Meskipun nomor tersebut sangat mudah diingat dan terkesan sangat eksklusif bagi pemiliknya, namun tak ada yang menyangka bahwa nomor tersebu membawa kutukan.

Pada awal peluncuran nomor cantik tersebut, tak terhitung banyaknya orang yang tertarik untuk memilikinya. Bukan hanya itu, mereka juga rela merogoh kocek dalam untuk mengklaim kepemilikan nomor tersebut. 

Namun orang pertama yang memilikinya tak lain adalah CEO perusahaan itu sendiri, Vladimir Grashnov. Nomor tersebut baru saja dimilikinya kurang dari setahun saat ia kemudian terkena penyakit kanker dan meninggal pada 9 Oktober 2001. Padahal usianya masih relatif muda yaitu 48 tahun. Padahal pada tahun 2000 dilaporkan kesehatan sang CEO sangat baik.

Vladimir Grashnov

Rumor kemudian beredar. Kanker itu disebut-sebut berasal dari saingan bisnisnya yang mengirimkan material radioaktif. Pembunuhan dengan media racun radiasi telah digunakan sebagai metode pembunuhan khususnya di Eropa Timur dan Rusia.

Salah satu kasus pembunuhan yang menggunakan metode ini adalah kasus tewasnya Alexander Litvinenko, seorang agen federal Rusia yang kemudian menjadi mata-mata Inggris. Litvinenko meninggal karena radiasi isotope polonium-210 yang diduga didaftarkan oleh angkatan keamanan Rusia dengan tujuan pembunuhan.

Hal aneh dari kematian Vladimir Grashnov adalah pria itu diketahui tak memiliki musuh dan dikenal sebagai pelaku bisnis yang jujur. Saat Grashnov yang memiliki nomor tersebut meninggal dunia, tak ada seorang pun juga yang mengaitkannya dengan nomor ponsel yang dimilikinya. Namun hal tersebut seketika berubah ketika nomor tersebut berpindah-pindah kepemilikan dan semuanya berakhir dengan kematian yang tragis.

Tak lama setelah kematian Grashnov, nomor tersebut kemudian menjadi milik seorang bos kriminal Bulgaria bernama Konstantin Dimitrov. Pada akhir tahun 2003, Dimitrov dilaporkan berada di Amsterdam, Belanda bersama kekasihnya yang merupakan seorang model. Namun keberadaan Dimitrov di sana juga terkait bisnis haramnya, narkoba.

Konstantin Dimitrov

Malam hari tanggal 6 Desember 2003, Dimitrov tengah makan malam bersama kekasihnya di sebuah restoran mewah di Amsterdam. Tiba-tiba terdengar suara tembakan. Kekasih Dimitrov terluka sementara Dimitrov sendiri tewas terkena tembakan. 

Saat itu tangan Dimitrov tengah memegang ponsel seperti dia tengah mengirimkan pesan atau menelepon seseorang. Secara resmi disebutkan bahwa dugaan pelaku penembakan adalah saingan bisnisnya. Usianya baru menginjak 31 tahun saat itu.



Orang berikutnya yang memiliki nomor tersebut adalah seorang agen real estate bernama Konstantin Dishliev. Dishliev tampak di permukaan adalah seorang penjual properti, namun sebenarnya ia memiliki profesi ganda. Pada malam hari, Dishliev menjual kokain. 

Pada tahun 2005, Dishliev sedang akan meninggalkan restoran India di Sophia, Bulgaria, saat seorang penembak misterius menembaknya. Dishliev terkena tembakan yang fatal di kepalanya. Sang penembak pergi begitu saja meninggalkan pria itu berlumuran darah terkapar di jalan.


1 Response to "Kisah Nomor Ponsel "Terkutuk" dari Bulgaria"