Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Misteri Nisan Ella Morse yang Berputar




Pada musim panas tahun 1981, Eastern Daily Press memuat sebuah artikel tentang sebuah nisan yang terletak di halaman gereja Swaffham. Nisan itu, menurut seorang pengurus gereja yang menemukannya, berputar hingga 90 derajat.

Beberapa pemakaman tua di Eropa biasanya akan ditemukan nisan-nisan dengan keadaan miring. Hal itu sebenarnya wajar saja. Ada beberapa faktor yang menyebabkan nisan sebuah makam menjadi miring, kebanyakan karena penggalian batu nisan yang tidak dalam atau pengerjaan yang buruk sehingga membuat tanah menjadi tidak stabil.

Faktor lainnya yang menyebabkan nisan miring atau runtuh salah satunya adalah peti mati di bawahnya yang amblas akibat usia yang sudah menua sehingga mempengaruhi tanah yang berada di atasnya. Kebanyakan peti mati yang amblas menyebabkan nisan akan miring ke depan. Sementara itu akar pohon yang terus tumbuh serta air di bawah tanah dapat pula menyebabkan nisan menjadi miring.

Keadaan nisan-nisan pada pemakaman tua

Sementara itu pemakaman tua yang terletak di perbukitan kondisinya bisa lebih memprihatinkan lagi. Pada beberapa kasus jika terjadi erosi yang diikuti oleh banjir besar, peti-peti mati itu akan mengapung di antara arus banjir.

Baca juga: Kisah Aneh Peti Mati Charles Coghlan

Lalu bagaimana jadinya bila ada nisan yang berputar hingga 90 derajat, sementara tak ada hujan atau air bawah tanah, serta longsor yang mampu mengikis lapisan tanah. Lagi pula nisan-nisan yang berada di sekelilingnya kondisinya normal?

Inilah yang terjadi pada sebuah makam yang terletak di halaman gereja Swaffham Parish Churchyard, Swaffham, Norfolk, Inggris, di mana makam seorang wanita bernama Ella Morse berada. Ella Morse sendiri meninggal dunia di usia 37 tahun pada 1852.

Batu nisan itu pertama kali ditemukan berubah posisi oleh seorang pengurus gereja bernama Frederick Sandell. Pemakaman itu sendiri terletak di antara gereja St.Paul and St.Peter dengan rumah pengurus gereja.

Foto nisan tersebut yang diambil pada Juni 1981

Sandell mengamati ketika perjalanannya dari rumah ke gereja. Pemakam itu sendiri berisikan makam-makam dengan banyak batu tua, namun tersusun rapi. Jadi nisan dengan posisi berbeda tentu saja sangat mencolok perhatian.

Baca juga: Neb-Sanu, Misteri Patung Mesir Kuno yang Bisa Bergerak

Sandell melihat kalau nisan itu sekarang telah menghadap ke arah selatan yang berarti telah berputar 90 derajat. Rumput di sekitar nisan itu  sendiri tampak rubuh menandakan adanya gerakan benda berat berputar di atasnya.

Sandell kemudian melaporkan adanya nisan yang berputar ini hingga dimuat dalam surat kabar Eastern Daily Press pada 10 Juni 1981.

Sandell mengatakan bahwa ia yakin ada penjelasan ilmiah di balik fenomena aneh tersebut. Ia sendiri adalah orang yang skeptis pada hal-hal berbau mistis dan hantu. Namun ia juga tak percaya jika ada seseorang yang telah sengaja melakukan hal iseng tersebut.

Nisan tersebut sangat berat dan telah tertanam berpulu-puluh tahun. Nyaris tidak mungkin bila ada seseorang yang memutarnya, apalagi perputaran itu tampak sangat rapi. Ia lalu memutuskan untuk menunggu dan melihat apa yang terjadi.

Namun sayangnya 3 hari setelah pemberitaan di surat kabar Eastern Daily Press, nisan tersebut telah dihancurkan oleh seseorang atau beberapa orang tak bertanggung jawab. Saat ini hanya tertinggal sisa-sisa dari nisan tersebut saja.


Siapa Sebenarnya Ella Morse?

Mr Reg Drake, seorang sejarawan lokal yang menaruh minat pada fenomena aneh ini kemudian mencoba mencari tahu siapa sebenarnya wanita yang berada di bawah nisan yang berubah posisi tersebut.

Wanita bernama Ella Morse tersebut adalah putri dari John Morse, seorang pembuat bir di Swaffham. Pada suatu ketika John membayar uang sebesar 400 poundsterling untuk jendela kaca yang kemudian diletakkan di mimbar gereja untuk mengenang putrinya yang telah tiada. Ia juga meletakkan kuningan yang harganya sangat mahal.

Uang sebesar 400 poundsterling pada masa itu sangat besar jumlahnya. Jadi bisa dibayangkan bagaimana John Morse sangat mencintai putrinya tersebut.

Sementara itu saudara laki-laki Reg Drake, Eric Drake mencium ada yang tak beres dengan keluarga tersebut. Menurutnya ada sesuatu yang tak biasa di balik pemberian John Morse ke gereja tersebut mengatas namakan untuk memperingati mendiang putrinya.

Dugaan yang paling populer adalah bahwa pemberian ke gereja itu bukanlah untuk mengenang Ella, namun bisa jadi keluarga itu mencoba untuk mengurangi dosa atas apa yang telah dilakukan Ella Morse. Misalnya saja wanita itu semasa hidupnya adalah seorang penyihir.

Meskipun tak ada bukti Ella Morse dahulunya adalah seorang penyihir, namun pada nisan makamnya tertera kata-kata yang tampak seolah-olah keluarga ini ingin melindungi diri mereka dari semacam gangguan roh jahat.

Pada nisan makam Ella Morse tertulis: "Ella Morse, September 8 MDCCLII, Aged XXXVII. By the Cross and Passion, By the precious Death, God Lord deliver us."

Meskipun demikian banyak sejarawan lokal dan orang-orang yang memiliki minat pada kasus ini menantikan agar ada penjelasan ilmiah mengapa nisan makam tersebut dapat berputar sedemikian rupa.

Referensi:

https://www.unmyst3.com/2019/05/mysterious-gravestone-of-ella-morse.html
https://mysteriousuniverse.org/2019/05/the-mysterious-story-of-the-turning-gravestone/
https://www.edp24.co.uk/news/weird-norfolk-swaffham-grave-haunted-1-6010373

Eya
Eya Mystery and World History Enthusiast

1 komentar untuk "Misteri Nisan Ella Morse yang Berputar"

  1. ella moore meninggal 1852, sementara fotonya tahun 1981. seharusnya rumput disekitarnya sudah amat tinggi (di fotonya pendek). jika rumputnya sering di potong/dirawat, mustahil 100 tahun lebih tidak ada yang melihat dan menyadari nisan yang berputar...

    BalasHapus