Kematian Tragis Cleopatra dan Makamnya yang Misterius




Oktavianus beserta bala tentaranya masuk ke kota Alexandria, merayakan kemenangan mereka atas Mark Antony dalam Pertempuran Aktion. Dalam pertempuran sengit itu, Mark Antony mengakhiri hidupnya dengan tragis. Mengetahui dirinya akan dibawa ke Roma oleh Oktavianus, Cleopatra memutuskan untuk bunuh diri...


Siapa Sebenarnya Cleopatra?

Banyak orang mengenal Cleopatra dalam karya-karya seni rupa baik kuno maupun modern. Dalam sejarah, ia dikenal sebagai wanita sempurna dengan kecantikan yang begitu melegenda yang mampu menaklukkan para pria. Bahkan seorang Julius Caesar sekalipun. Sementara itu, Elizabeth Taylor melalui film "Cleopatra" (1963) telah membentuk image sang ratu Mesir sedemikian rupa. Benarkah sosok asli Cleopatra sama seperti yang digambarkan selama ini?

Cleopatra memiliki nama asli Cleopatra VII Philopator. Ia berasal dari dinasti Ptolemaic yang asalnya dari Yunani-Macedonia. Jadi ia sama sekali bukan berasal dari Mesir seperti yang banyak dikira orang. Sejarah awal bagaimana dinasti yang berasal dari Yunani tersebut berkuasa di Mesir berawal dari kakek buyut Cleopatra, Ptolemy atau Ptolemaios I Soter.

Ptolemy I Soter

Ptolemy I adalah seorang jenderal Yunani Macedonia sekaligus sahabat dekat Alexander The Great atau Alexander Agung. Saat perang perebutan kekuasaan di wilayah Persia dan Mesir, Ptolemy bersama-sama dengan Alexander berjibaku di medan perang. Tak lama setelah Alexander mangkat, Ptolemy yang telah dianggap sebagai orang kepercayaan Alexander, kemudian diberikan wewenang untuk memerintah di Mesir, dengan syarat kekuasaan itu berjalan atas nama keturunan Alexander.

Namun tak lama setelah berkuasa di Mesir, Ptolemy kemudian mengangkat dirinya sebagai raja. Ia berkuasa di Mesir pada 323 SM - 283 SM dan mendapatkan gelar sebagai Firaun pada 305-304 SM. Ptolemy berhasil mendirikan kerajaan Ptolemaik sekaligus mendirikan dinasti Ptolemaik yang mampu bertahan hingga 300 tahun lamanya.

Baca juga: Menguak Misteri Sosok Firaun yang Tenggelam di Laut Merah

Darah keturunan Ptolemy hingga ke Cleopatra sangat terjaga. Mereka memiliki tradisi menikahi sepupu atau kakak adik mereka sendiri dengan tujuan agar tak ada setetes darah orang asing pun dalam silsilah dinasti mereka.

Tak seperti dalam film "Cleopatra" yang diperankan oleh Elizabeth Taylor, penampilan fisik Cleopatra yang asli berdasarkan pada koin dan patung wajahnya sungguh berbeda.

Elizabeth Taylor dalam "Cleopatra" (1963)

Cleopatra yang asli memiliki kulit putih pucat dengan rambut pirang atau kecoklatan yang biasanya diikat ke belakang dengan gaya Yunani kuno. Hidungnya mancung dan bengkok. Rambutnya juga bergelombang dan tak begitu cantik seperti penggambaran selama ini. Wajahnya biasa-biasa saja. Bahkan ia digambarkan sebagai wanita yang agak gemuk.

Rekonstruksi wajah Cleopatra

Namun yang istimewa dari sosok ini hingga namanya melegenda rupanya adalah karisma dan kecerdasannya. Cleopatra adalah sosok terpelajar yang memiliki kemampuan politik dan kenegarawanan yang mumpuni. Ia juga merupakan seorang polyglot yang menguasai 5-9 bahasa termasuk di dalamnya Arabic, Hebrew, dan Parthian.

Gambaran wajah Cleopatra dalam patung wajah

Sejarah Singkat Cleopatra

Cleopatra adalah putri dari Ptolemaios XII. Pada saat ayahnya mangkat tahun 51 SM, Cleopatra naik tahta menjadi penguasa Mesir bersama dengan adiknya Ptolemaios XIII. Di saat yang sama, meletus perang saudara antara Julius Caesar dengan Pompeyus dalam pertempuran Farsalos. Pompeyus yang kalah kemudian melarikan diri ke Mesir. Sementara itu Ptolemaios XIII memerintahkan untuk membunuh Pompeyus saat Julius Caesar menduduki Alexandria.

Ptolemaios rupanya berseteru dengan Cleopatra dan Julius Caesar berusaha mendamaikan keduanya selaku konsul Republik Romawi. Namun karena syarat perdamaian itu dirasa Ptolemaios lebih memihak kepada Cleoptra, maka ia segera memerintahkan pengepungan terhadap saudara perempuannya itu dan Julius Caesar.

Julius Caesar

Maka pecahlah Pertempuran Sungai Nil. Dalam perang tersebut, Ptolemaios XIII tewas. Setelah itu, Cleopatra bersama adiknya Ptolemaios XIV ditetapkan menjadi penguasa Mesir.

Rupanya Cleopatra dan Julius Caesar mempunyai hubungan asmara yang kemudian menghasilkan seorang anak laki-laki bernama Kaisarion (Ptolemaios XV). Julius Caesar terbunuh pada tahun 44 SM tepat pada saat Cleopatra mengunjungi Roma dan tinggal di vila Julius Caesar.

Baca juga: Kasus Reinkarnasi Dorothy Eady

Akibat peristiwa itu, Cleopatra berusaha agar putranya Kaisarion mendapatkan hak waris sebagai putra Julius. Sayangnya, yang diakui sebagai ahli waris justru Oktavianus, putra dari keponakan Julius Caesar. Oktavianus kemudian dikenal sebagai Agustus setelah dinobatkan menjadi Kaisar Romawi pada 27 SM.

Setelah kegagalannya menempatkan putranya sebagai penguasa Romawi, Cleopatra kemudian berupaya agar putranya itu menempati singgasana raja Mesir yang diduduki oleh Ptolemaios XIV dengan cara membunuh raja.

Tiga tahun setelah kematian Julius Caesar, Cleopatra bertemu dengan Mark Antony (Markus Antonius) di Tarsos. Mark Antony sendiri adalah politikus dan jendral Romawi kuno yang dekat dengan Julius Caesar.

Mark Antony

Cleopatra dan Mark Antony menjalin hubungan asamara yang kemudian menghasilkan 3 orang anak, Alexandros Helios, Cleopatra Selene II, dan Ptolemaois Filadelfos. Cleopatra memberikan dukungan yang sangat besar kepada Mark Antony termasuk memberikan bantuan dana hingga bala tentara dalam usahanya menaklukkan Kekaisaran Partia dan Kerajaan Armenia.

Namun rupanya Mark Antony menikahi Cleopatra setelah menceraikan istrinya, Oktavia, yang tak lain adalah kakak Oktavianus. Keputusan Mark Antony itu kemudian menyulut perang Aktion pada 31 SM yang dimenangkan oleh Oktavianus. Dalam pertempuran itu Mark Antony tewas bunuh diri dengan menusuk perutnya sendiri dengan pedang.

Baca juga: Kutukan Firaun Tutankhamun

Pada tahun 30 SM, pasukan Oktavianus menginvasi Mesir. Begitu tahu dirinya akan dibawa oleh Oktavianus ke Roma dan dipertontonkan dalam pawai kemenangan tentara Romawi, Cleopatra memutuskan untuk bunuh diri. Ia tak ingin apa yang dialami adiknya, Arsinoe IV menimpa dirinya.

Cleopatra bunuh diri pada Agustus tahun 30 SM, pada usia 39 tahun. Tidak diketahui pasti di mana Ratu Mesir itu mengakhiri hidupnya. Konon ia bunuh diri di istananya di Alexandria ditemani oleh 2 orang kepercayaannya, Eiras dan Karmion.

Lukisan tewasnya Cleopatra dan 2 orang kepercayaannya

Oktavianus yang dikabari tentang kematian Cleopatra amat murka. Namun ia tetap memerintahkan pemakaman Cleopatra sesuai dengan adat. Makamnya ditempatkan bersebelahan dengan Mark Antony.

Cleopatra memanfaatkan saat terakhir hidupnya dengan mengungsikan putranya, Kaisarion ke daerah Mesir Hulu. Namun tak lama setelah kematian Cleopatra, Kaisarion diperdaya untuk kembali ke Mesir dengan jaminan bahwa ia akan diangkat menjadi raja. Kaisarion memang merasakan kursi raja sebagai Firaun Ptolemaios XV. Namun ia hanya berkuasa selama 18 hari saja. Atas perintah Oktavianus, Kaisarion dieksekusi mati pada 29 Agustus tahun 30 SM.


Kematian Cleopatra yang Misterius

Menurut sejarah, Cleopatra meninggal dunia karena bunuh diri. Namun bagaimana ia melakukan bunuh diri masih simpang siur. Menurut keyakinan umum, sang ratu Mesir tewas setelah membiarkan dirinya dipatuk seekor aspis alias ular kobra Mesir. Meskipun demikian, Olimpos, tabib pribadi Cleopatra tidak menjelaskan sebab kematiannya.

Ploutarkos mengungkapkan dugaan bahwa Cleopatra sebenarnya bukan meninggal digigit ular. Ia memasukkan racun ke dalam tubuhnya dengan cara membuat goresan luka dengan sebuah alat. Sementara itu menurut Kasius Dio, Cleoptra memasukkan racun dengan jarum.



Menurut catatan sejarah, memang tak ditemukan bekas gigitan ular pada jenazah Cleopatra, tetapi ditemukan bekas luka kecil di bagian lengannya yang kemungkinan besar akibat dari tusukan jarum.

Christoph Schaefer, seorang profesor sejarah kuno dari University of Trier mengatakan bahwa Cleopatra diduga bunuh diri dengan menggunakan racun. Hal ini mengingat pengetahuannya yang mendalam soal racun. Jadi tak mungkin ia melakukan bunuh diri dengan menggunakan ular. Faktanya, kebanyakan gigitan ular, termasuk kobra adalah gigitan kering yang hanya berpotensi membunuh sebesar 10% saja.


Di Mana Cleopatra Dimakamkan?

Diduga kuat Cleopatra melakukan bunuh diri di istananya di Alexandria. Tempat itu sendiri sekarang telah tenggelam ke dasar lautan. Jika ia dimakamkan di istananya atau tak jauh dari istananya tersebut, maka besar kemungkinan besar makam itu telah lenyap selamanya, kecuali jika dibangun artefak yang sangat kokoh yang mampu bertahan ribuan tahun di dalam air.

Koin bergambar wajah Cleopatra yang ditemukan di Abusir

Dr. Zahi Hawass, seorang ahli Mesir kuno dan beberapa arkeolog lainnya terus melakukan pencarian. Mereka berfokus pada pencarian makam yang hilang di Abusir, Taosiris Magnus. Mengapa di sini? Karena rupanya beberapa peninggalan zaman Cleopatra ditemukan di situs ini. Beberapa di antaranya adalah koin-koin bergambar wajah Cleopatra.

Referensi:

https://id.wikipedia.org/wiki/Kleopatra
https://updatesejarah.blogspot.com/2017/06/cleopatra-ratu-mesir-terakhir.html
https://www.ancient-origins.net/history-important-events/dramatic-death-cleopatra-was-it-really-suicide-002117
http://penelope.uchicago.edu/~grout/encyclopaedia_romana/miscellanea/cleopatra/rixens.html


0 Response to "Kematian Tragis Cleopatra dan Makamnya yang Misterius"

Post a Comment