Kasus Poltergeist Esther Cox (The Great Amherst Mystery)




Suara-suara aneh mulai dari ketukan, benda terbanting, suara gemerisik dan cakaran, terdengar di sebuah rumah di Amherst, Nova Scotia. Salah satu penghuni rumah, Esther Cox, tubuhnya membengkak dan mulai mengalami panas lalu kemudian berubah sedingin es dalam hitungan detik. Barang-barang di rumah itu terbang dan beberapa hilang dan muncul secara misterius. Inilah kasus The Great Amherst Mystery, salah satu kasus poltergeist paling terkenal yang pernah terjadi.

Apakah kalian pernah menyaksikan film The Conjuring 2, The Enfield Poltergeist? Film tersebut terinspirasi dari kisah nyata yang terjadi di Enfield, London Utara pada tahun 1977-1978. 

Peggy Hudgson, seorang single mother, tinggal di sebuah rumah sewaan bersama dengan 4 anaknya. Keluarga tersebut diganggu dengan berbagai kejadian aneh dan misterius mulai dari genangan air di lantai, barang-barang yang berpindah sendiri, ketukan di dinding, hingga mengalami serangan fisik. Dan yang paling parah mengalami semua teror tersebut adalah putri Peggy yang bernama Janet.

Janet Hudgson, fenomena poltergeist yang terjadi di Enfield, London Utara

Nah, rupanya jauh sebelum kasus yang terjadi di Enfield yang diinvestigasi oleh pasangan suami isri Ed dan Lorraine Warren tersebut, kasus yang nyaris serupa juga terjadi di sebuah keluarga di Kanada. Kasus ini dikenal dengan sebutan The Great Amherst Mystery.

Kasus ini terjadi di Amherst, sebuah kota kecil di Nove Scotia, Kanada, pada periode tahun 1878-1879. Kasus poltergeist paling nyata dan dilihat sendiri oleh banyak saksi mata ini berpusat pada seorang wanita muda berusia 18 tahun bernama Esther Cox.

Esther tinggal di sebuah rumah kecil bersama kakak perempuannya, Olive Teed bersama suaminya, Daniel dan 2 anak mereka. Selain itu adik Esther laki-laki dan perempuan juga tinggal di rumah tersebut bersama dengan seorang lagi adik Daniel yang bernama John Teed.

Esther Cox

Awal mula peristiwa ini terjadi pada akhir Agustus 1878. Esther Cox menjadi korban percobaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh teman prianya. Kejadian itu membuatnya trauma dan depresi. Berkali-kali ia terlihat menangis di kamarnya, namun Esther tak pernah menceritakan peristiwa yang dialaminya pada siapa pun.

Esther satu kamar dengan adiknya, Jane. Pada malam hari keduanya mulai mendengar suara aneh dari bawah tempat tidur dan atap kamar. Suara-suara itu lalu diikuti dengan suara cakaran, ketukan dan benda seperti dibanting. Awalnya mereka mengira itu adalah ulah tikus. Tetapi kemudian suara-suara itu makin besar dan mengganggu dan tak ada tikus seperti yang mereka kira selama ini.

Beberapa malam setelah itu tubuh Esther membengkak. Tubuhnya tiba-tiba panas lalu berubah menjadi sedingin es hanya dalam beberapa detik saja. Selimut dan bantal di ranjang tertarik dan melayang sendiri. Sebuah tulisan "Esther Cox, you are mine to kill" muncul begitu saja di tembok dekat ranjang Esther.


Fenomena dan teror ini terus berlanjut hingga beberapa bulan hingga dikenal dengan masyarakat setempat. Beberapa orang mengunjungi rumah tersebut termasuk pendeta dan juga para pemburu hantu yang tertarik dengan kasus ini. Mereka menyaksikan dengan mata kepala mereka sendiri mulai dari barang-barang yang berpindah dan terbang sendiri, suara ketukan, hingga benda yang dibanting.

Dr. Carritte melihat sendiri teror yang dialami keluarga tersebut. Ia melihat tulisan di dinding, suara-suara cakaran, ketukan, dan benda-benda yang dibanting. Suara-suara itu makin lama makin besar. Dr. Carritte bahkan mengatakan rumah tersebut seolah-olah dipukul menggunakan palu godam. 

Barang-barang yang terbang dengan sendirinya hingga api muncul secara misterius entah dari mana di beberapa sudut rumah. Kejadian-kejadian tersebut bukan hanya menakuti Esther tapi juga sampai menyakitinya secara fisik.

Ilustrasi fenomena Poltergeist

Pada Desember 1878, Esther menderita diphtheria. Tak ada fenomena aneh yang terjadi selama kurun waktu 2 minggu atau saat ia menghabiskan waktu memulihkan diri di Sackville, New Brunswick. Namun saat ia kembali ke Amherst, kejadian itu terulang lagi. Kali ini lebih parah dengan diikuti munculnya api secara misterius di berbagai tempat di rumah tersebut.

Dengan segala teror tersebut, pada Januari 1879, kemudian disepakati Esther harus pergi meninggalkan rumah tersebut untuk sementara waktu. Esther lalu pindah ke sebuah rumah milik keluarga baik hati yang mau menampung Esther dan juga mempekerjakannya di rumah mereka. 

Namun rupanya kejadian-kejadian aneh itu tetap saja mengikutinya. Bahkan sebuah pisau terbang di udara dan menikam punggung Esther. Saat pisau tersebut dicabut, pisau itu terbang lagi mengarah pada Esther.

Beberapa orang simpati pada kemalangan yang menimpa wanita muda tersebut, tetapi tak sedikit pula yang skeptis dan mengatakan bahwa Esther lah orang yang harus bertanggung jawab atas terjadinya fenomena tersebut.

Esther sempat diinvestigasi oleh beberapa orang yang tertarik pada fenomena ini, mulai dari paranormal hingga mereka yang tertarik pada sains. Pada saat investigasi tersebut, "hantu-hantu" tersebut mengklaim diri mereka dengan berbagai macam identitas, mulai dari Bob Nickle, seorang pembuat sepatu, Peter Cox yang mengaku sebagai saudara Esther, dan juga seorang wanita bernama Maggie Fisher.

Esther sempat pula menghabiskan waktu di sebuah pertanian dekat Amherst untuk menenangkan diri. Namun saat ia kembali lagi ke Amherst pada musim panas 1879, fenomena itu kembali terjadi lagi. Saat itulah, Walter Hubbell, seorang peneliti dan pengamat fenomena cenayang, yang mendengar tentang kasus ini datang ke rumah Esther dan melakukan investigasi.

Walter Hubbell

Tak tanggung-tanggung, Hubbell menumpang di rumah tersebut selama beberapa minggu dan menghabiskan waktu bersama Esther Cox. Ia menyaksikan sendiri apa yang dialami Esther selama beberapa waktu tinggal bersama keluarga tersebut. Dilaporkan bahwa ia menyaksikan sendiri benda-benda bergerak misterius, api yang tiba-tiba muncul entah dari mana. Ia juga menjadi saksi bagaimana Esther diserang oleh benda-benda tajam yang tiba-tiba bergerak dengan sendirinya. Ia juga sempat berkomunikasi dengan sosok-sosok yang diklaim mengganggu Esther, mulai dari Mary Fisher, Jane Nickle, dan Eliza McNeal.

Hubbell kemudian menuliskan catatan detail dan mendokumentasikan tentang apa yang terjadi di rumah tersebut. Ia mempublikasikan laporannya "The Haunted House: A True Ghost Story". Ia juga menerbitkan sebuah buku "The Great Amherst Mystery" disertai juga dengan pengalaman 13 orang saksi terpercaya lainnya yang mengungkapkan pengalaman mereka menyaksikan sendiri apa yang terjadi pada Esther Cox.

The Great Amherst Mystery, buku yang ditulis Walter Hubbell

Esther sempat beberapa kali mendapat tanggapan negatif dan dituduh telah berbohong oleh beberapa pihak. Setelah fenomena itu usai, ia pernah bekerja bersama seorang pria bernama Arthur Davison. Tapi setelah gudang pertanian milik Arthur terbakar, ia menuduh Esther telah sengaja melakukan pembakaran dan hal tersebut membuat Esther dihukum penjara selama 4 bulan. Namun Esther hanya menjalani hukuman selama 1 bulan saja, kemudian dibebaskan. 

Esther Cox menikah dua kali dan dikarunia 2 anak. Ia kemudian pindah ke Brockton, Massachusetts bersama suami keduanya. Esther meninggal dunia di usia 52 tahun pada 8 November 1912.


Apa itu Fenomena Poltergeist?

Poltergeist dalam bahasa Jerman berarti "arwah yang berisik" atau "hantu yang berisik". Para psikolog menyebut fenomena ini sebagai "Reccurent Spontaneous Psychokinesis".

Sebagian besar fenomena Poltergeist yang terjadi memiliki beberapa karakterisik yang hampir sama seperti misalnya benda-benda yang bergerak sendiri; adanya suara ketukan di dinding dan lantai, cakaran, suara benda jatuh; tempat tidur yang bergetar, gangguan alat listrik; kebakaran misterius; dan serangan fisik seperti pisau yang terbang menikam korban. Semuanya terjadi secara terang-terangan dan dilihat sendiri oleh banyak saksi mata.

Fenomena aneh dan misterius semacam ini barang kali nyaris tak pernah terjadi di Indonesia. Namun di luar sana, negara-negara Eropa dan Amerika, fenomena ini pernah beberapa kali terjadi. Seperti telah disebutkan di atas, di London Utara pada tahun 1970an kasus ini terjadi pada keluarga Peggy Hudgson. Kasus ini bahkan difilmkan oleh sineas Hollywood, Conjuring 2.

Jadi apa yang sebenarnya yang menjadi penyebab fenomena Poltergeist? Beberapa teori percaya bahwa fenomena ini tak lebih dari pengakuan palsu dan berlebihan. Meskipun teori ini berlaku pada beberapa kasus yang terbukti sebagai tipuan, namun tidak pada kasus lainnya.

Ilustrasi fenomena Poltergeist

Teori lainnya yang terkenal adalah bahwa fenomena ini terjadi terutama disebabkan oleh gadis remaja atau wanita muda. Para peneliti meyakini bahwa remaja-remaja tersebut secara tak sadar telah memanipulasi objek dengan menggunakan psikokinesis, sebuah energi yang dihasilkan oleh otak.

Menurut peneliti dari Pusat Penelitian Rhine Institut Parapsikologi di Duke University, aktivitas poltergeist sebenarnya adalah ekspresi fisik yang disebabkan oleh trauma psikologis. Namun teori ini tak dapat menjelaskan bagaimana bisa hal tersebut membuat benda-benda berat beterbangan hingga membuat benda menghilang dan muncul secara misterius. Lagi pula pada beberapa kasus, ada fenomena yang terjadi pada orang yang tak memiliki trauma psikologis sama sekali, sebagian kasus juga melibatkan keluarga yang bahkan tak memiliki anak remaja.

Sampai sekarang belum ditemukan penjelasan yang dapat menjawab terjadinya fenomena misterius ini. Meskipun hampir semua kasus menunjukkan gejala dan karakteristik yang serupa selama periode waktu yang lama.

Referensi:

https://en.wikipedia.org/wiki/Great_Amherst_Mystery
https://www.historicmysteries.com/great-amherst-mystery/
http://lunacyme.blogspot.com/2011/07/memahami-fenomena-poltergeist-gangguan.html

0 Response to "Kasus Poltergeist Esther Cox (The Great Amherst Mystery)"

Post a Comment