Misteri Hilangnya Awak Kapal Carroll A. Deering




Pada akhir Januari 1921, seorang penjaga pantai di Cape Hatteras melihat sebuah kapal layar 5 tiang. Kapal itu telah karam dan tampak ditinggalkan begitu saja. Kemudi hancur, kotak penunjuk arah rusak, navigasi menghilang dan yang paling misterius adalah raibnya 8 orang kru kapal tersebut. Tak ada yang tahu apa yang sebenarnya menimpa kapal tersebut, hingga suatu hari sebuah pesan dalam botol ditemukan....

Kapal itu bernama Carrol A. Deering, sesuai dengan nama anak laki-laki pemiliknya. Dibuat di Bath, Meine pada tahun 1919, Deering merupakan kapal layar 5 tiang yang memang diperuntukkan bagi kegiatan komersil. 


Kronologi Kejadian

Pada tanggal 19 Juli 1920, Deering berlayar dari Puerto Rico dan tiba di Newport News. Di sana kapal tersebut memuat barang-barang yang nantinya akan diantarkan ke Rio de Janeiro. Pelayaran dipimpin oleh kapten kapal berpengalaman, William H. Merritt. 

William H. Merritt sendiri adalah pejuang pada Perang Dunia I di mana dirinya dikisahkan dengan gagah berani berhasil menyelamatkan seluruh kru kapal saat kapal yang dinahkodainya, Dorothy Barrett ditenggelamkan oleh kapal selam Jerman U-117 di Cape May, tahun 1918.

Bersama dengan William Merritt, putranya yang bernama Sewall mendampinginya selama pelayaran. Bersama dengan mereka ada 8 orang kru kapal dari orang-orang Skandinavia.

Tanggal 26 Agustus 1920, Deering meninggalkan Virginia Capes menuju Rio de Janeiro. Namun mendadak sang kapten kapal, Merritt jatuh sakit. Mereka pun sepakat William akan diturunkan di Pelabuhan Lewes, Delaware bersama dengan putranya yang akan merawatnya Sementara itu mereka mencari kapten kapal yang baru.

Willis B. Wormell, seorang pensiunan kapten kapal berusia 66 tahun kemudian direkrut untuk menggantikan William Merritt menahkodai kapal. Sementara itu, seorang pria bernama Charles B. Wormell disewa sebagai pendamping kapten kapal yang baru.

Charles B. Wormell

Carroll Deering yang dipimpin oleh kapten kapal yang baru kemudian memulai pelayarannya ke Rio de Janeiro pada 8 September 1920. Kapal itu berlayar dengan selamat. Begitu sampai di sana dan kapal tengah membongkar muatannya, Wormell meninggalkan kapal untuk bertemu dengan teman lamanya, Goodwin, yang juga seorang kapten kapal. Kebetulan kapal Goodwin juga tengah bersandar di sana.

Wormell mengobrol panjang lebar dengan Goodwin. Ia menceritakan bagaimana kru kapal itu bekerja dengan agak mengecewakan. Tapi Wormell mengatakan ia mempercayai kinerja orang bagian mesin, Herbert Bate, yang sebelumnya juga telah dikenalkan pada Goodwin.


Kapal kemudian meninggalkan Rio pada 2 Desember 1920 dan berhenti di Barbados untuk mengisi perbekalan.

Pada saat tengah mengisi perbekalan itu, McLellan singgah di Continental Cafe hingga mabuk berat. Saat itulah ia meracau bahwa para awak kapal sangat sulit diatur dan ia juga mengeluhkan kinerja Wormell yang sudah tua. Ia mengatakan bagaimana ia harus bersusah payah mengamati semua navigasi karena penglihatan Wormell yang sudah buruk.

Carrol l A. Deering terakhir kali terlihat pada 28 Januari 1921

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Hampton Roads dan terakhir kalinya terlihat oleh menara pengawas di Cape Hatteras.

Pada 31 Januari 1921 dini hari, C.P. Brady salah satu penjaga pantai di Cape Hatteras melihat sebuah kapal karam di Cape Hatteras, North Carolina. Wilayah itu memang dikenal sebagai kuburan masal kapal selama berabad-abad. Namun karena cuaca yang sangat buruk, kapal penyelamat baru tiba pada 4 Februari.


Ketika kapal penyelamat mendekat ke Carroll Deering terlihat bahwa kapal itu telah ditinggalkan. Pada saat pemeriksaan mereka menemukan tak ada seorang pun awak kapal berada di sana. Barang-barang pribadi mereka juga tak ada. Selain itu, navigasi kapal juga hilang, kemudi hancur, dan kotak penunjuk arah rusak. Di bagian dapur, tim investigasi menemukan beberapa pasokan makanan untuk beberapa hari masih ada. 

Oleh karena kapal itu dianggap beresiko dan cukup berbahaya, maka kapal tersebut ditenggelamkan setelah sebelumnya diledakkan dengan dinamit pada tanggal 4 Maret 1921 atau satu bulan setelah kapal itu diinvestigasi. Puing-puing sisa kapal ditinggalkan di Pulau Ocracoke. Sementara kayu-kayu kapal yang masih bagus diambil oleh warga sekitar untuk membangun rumah.

Puing sisa kapal Carroll A. Deering

Investigasi

Pemerintah Amerika Serikat yang melakukan investigasi mengatakan bahwa di wilayah sekitar tempat Carroll Deering karam memang telah terkenal sebagai kuburan kapal, di mana kapal-kapal dari berbagai negara karam di sana. Kapal-kapal tersebut kemungkinan besar terkena badai, termasuk kapal Deering.

Namun investigasi tak berjalan  dengan hasil memuaskan. Seorang penyelidik yang tengah menyelidiki kapal lainnya yang karan di sekitra wilayah itu, kapal Monte San Michele mengkonfirmasi bahwa memang benar ada badai besar di sekitar wilayah itu yang kemungkinan telah menjadi penyebab utama mengapa banyak kapal yang karan di sana.


Namun hasil ini tak menghentikan timbulnya berbagai teori terkait hilangnya para awak kapal Carroll Deering. Beberapa teori menyatakan bahwa telah terjadi pemberontakan atau pembajakan di kapal tersebut. Investigasi pada kasus ini sendiri telah ditutup pada akhir tahun 1922 tanpa adanya penjelasan resmi mengenai insiden ini.


Spekulasi dan Teori-Teori

Pada tanggal 11 April 1921, atau beberapa hari setelah Carroll Deering ditenggelamkan, seorang nelayan lokal, Christopher Columbus Gray mengklaim bahwa dirinya telah menemukan sebuah pesan dalam botol. Pesan tersebut tertulis dalam secarik kertas bertuliskan tangan. Gray mengaku menemukan botol itu terapung-apung di air di kawasan pantai Buxton, North Carolina.


Gray kemudian menyerahkan penemuannya itu kepada pihak penyelidik. Pada kertas yang tersimpan di dalam botol tersebut berisikan pesan:

"Deering Captured by oil burning boat something like chaser. Taking off everything handcuffing crew. Crew hiding all over ship no chance to make escape. Finder please notify headquarters Deering".

Isi pesan itu sekiranya memberitahukan bahwa ada sebuah kapal yang mengejar Deering. Orang-orang dari kapal itu mengambil barang-barang yang ada di kapal kemudian mereka memborgol tangan para awak kapal. Para kru kapal tak dapat melarikan diri. 

Di akhir pesan tersebut tertulis permintaan untuk memberitahukan hal tersebut pada perwakilan perusahaan Deering.

Lonceng kapal Carroll A. Deering yang kini tersimpan di Graveyard of he Atlantic Museum, Hatteras

Tulisan itu kemudian diinvestigasi sebagai tulisan milik Bates dan botol yang digunakan untuk menyimpan kertas pesan tadi terbukti diproduksi di Brasil. Banyak yang meragukan pesan dalam botol tersebut dan belakangan diketahui bahwa pesan tersebut hanyalah tipuan. Gray mengakui telah membuatnya.

Sementara itu, ada berbagai teori yang berupaya menjelaskan tentang apa yang terjadi pada kapal Carroll Deering dan misteri menghilangnya para awak kapal tersebut. Teori-teori itu antara lain kapal itu terkena badai,  pembajakan kapal oleh Rusia, dan pemberontakan yang terjadi oleh para kru kapal sendiri. Selain itu, sebuah teori yang cukup terkenal mengaitkan bahwa kapal Carroll Deering telah masuk ke area Segitiga Bermuda.

Referensi:

https://en.wikipedia.org/wiki/Carroll_A._Deering


0 Response to "Misteri Hilangnya Awak Kapal Carroll A. Deering"

Post a Comment