7 Tragedi Kanibalisme Paling Mengerikan dalam Sejarah




Kanibalisme adalah suatu kasus di mana makhluk hidup memakan makhluk hidup yang sejenis, termasuk di dalamnya manusia memakan manusia. Nah, praktik yang juga disebut anthropophagus ini tentu saja dianggap sebagai sebuah budaya tabu. Meskipun pada kenyataannya, pada masa dahulu banyak dijumpai praktik semacam ini misalnya saja di Kepulauan Fiji hingga suku-suku di pedalaman Amazon.

Bagi orang awam pada umumnya, tidak pernah membayangkan untuk melakukan praktik semacam ini. Namun ada beberapa kasus yang pernah terjadi di dunia di mana orang-orang normal (bukan kriminal atau pun psikopat), rela memakan daging manusia yang bahkan terkadang temannya sendiri demi untuk bertahan hidup. Namun tetap saja kisah-kisah tentang manusia yang memakan manusia itu mengerikan dan tak dapat diterima akal sehat.

Berikut ini adalah 7 kasus kanibalisme paling mengerikan yang pernah terjadi dalam sejarah.


1. Donner Party


The Donner Party atau Donner-Reed Party adalah sekelompok perintis asal Amerika yang melakukan perjalanan ke California pada Mei 1846. Mereka berangkat dari Independence, Missouri, dengan menggunakan kereta wagon. Namun sepanjang perjalanan yang panjang tersebut mereka harus kerap kali berhenti karena serangkaian kecelakaan yang terjadi hingga masalah kesehatan. Puncaknya adalah musim dingin bersalju tahun 1846-1847 saat mereka berada di Sierra Nevada. Beberapa dari anggota kelompok akhirnya menjadi kanibal untuk tetap bertahan hidup.

Perjalana panjang itu seharusnya menghabiskan waktu 4-6 bulan. Namun kemudian menjadi lama dengan mengikuti sebuah rute baru yang dikenal dengan Hastings Cutoff. Rute ini menyeberangi Gunung Utah Wasatch dan Great Salt Lake Desert. Rombongan kemudian menemui halangan berat selama di Humboldt River (sekarang Nevada) yang menyebabkan rombongan menjadi terpisah-pisah dan hilangnya beberapa kereta wagon.

Akhirnya rombongan berhasil mencapai Sierra Nevada pada November 1846 dengan susah payah. Namun bukan wilayah nyaman yang mereka datangi, justru di tempat itu terjadi badai salju yang sangat dahsyat di dekat Danau Truckee (sekarang Donner).

Cadangan makanan yang mereka miliki semakin menipis. Pada pertengahan Desember 1846 beberapa dari anggota rombongan kemudian berjalan kaki meminta pertolongan. Para penyelamat dari California yang mendapatkan informasi ini segera bergerak untuk menyelamatkan mereka. Namun karena medan yang sangat berat, rombongan para penyelamat tersebut baru tiba pada Februari 1847.

Dari 87 orang anggota, hanya 48 orang yang berhasil selamat dan akhirnya mencapai California. Saat diinvestigasi barulah tersingkap fakta bahwa para anggota yang berhasil selamat rupanya memakan mayat temannya sendiri yang sudah tewas untuk bertahan hidup.



2. Andes Flight Disaster



Pada tanggal 13 Oktober 1972, Uruguayan Air Force Flight 571 melakukan penerbangan dengan membawa tim olahraga rugby, Stella Maris. Dalam penerbangan itu mereka membawa 45 orang termasuk di dalamnya para pemain, keluarga, suporter, hingga rekan-rekan mereka. Rencananya rombongan ini akan terbang dari Monevideo, Uruguay menuju Santiago, Chile.

Saat melewati Andes, co-pilot salah mengira bahwa mereka telah mencapai Curico, Chile. Kecelakaan pun tak dapat dihindarkan. Pesawat tersebut jatuh menabrak gletser di kawasan dingin Andes, dengan ketinggian 3.570 meter. 

Dari 45 orang penumpang yang berada dalam pesawat, hanya 28 orang yang berhasil selamat dalam kecelakaan tersebut. 3 orang kru dan seperempat penumpang tewas dalam kecelakaan. Namun bagi yang selamat pun harus menghadapi kenyataan bahwa mereka berada di tempat terpencil dengan udara ekstrim. Belum lagi ditambah dengan kondisi fisik mereka yang kebanyakan mengalami luka akibat kecelakaan.

Maka bisa ditebak bahwa mereka yang berhasil selamat menderita kedinginan dan kelaparan hebat. Dan kalian tahu apa yang terjadi kemudian? Ya, orang-orang yang berhasil selamat memakan bangkai teman-teman mereka yang telah tewas. Setelah 72 hari atau lebih dari 2 bulan setelah kecelakaan tersebut, pada tanggal 23 Desember 1972 akhirnya sebanyak 16 orang berhasil diselamatkan. 



3.  Alexander Pearce



Alexander Pearce adalah seorang narapidana Irlandia yang ditahan di Van Diemen's Land selama 7 tahun dengan kasus pencurian. 

Pada suatu hari di awal abad ke 19, ia bersama dengan beberapa tahanan lain (8 orang) memutuskan untuk melarikan diri dari penjara Australia tersebut. Para napi tersebut berhasil melarikan diri sesuai rencana dan pergi hingga melewati Tasmania. Namun malangnya mereka kemudian menyadari bahwa cadangan makanan tak cukup. 

Mereka lalu mengadakan undian dengan tujuan orang yang diundi akan dikorbankan. Pearce dan bersama beberapa tahanan yang tak terpilih untuk dikorbankan kemudian membunuh dan memakan teman narapidana mereka. Namun rupanya pelarian mereka tak lama karena mereka berhasil ditangkap dan dikembalikan lagi ke sel.

Beberapa waktu kemudian Pearce kemudian kembali melarikan diri dengan teman satu selnya. Coba tebak apa yang terjadi di perjalanan? Ya, kalian benar. Pearce membunuh temannya itu dan memakannya. 

Namun kali ini apa yang dilakukan Pearce ketahuan karena potongan salah satu bagian dari tubuh korbannya berada di saku Pearce. Pearce tak dapat mengelak. Ia dihukum mati. Pearce menjalani hukuman gantung di Hobart Town Gaol tanggal 19 Juli 1824 pukul 9 pagi. Sebelum dieksekusi ia mengucapkan, "Daging manusia sangat enak. Rasanya jauh lebih enak dari pada ikan atau daging babi."



4. Richard Parker



Kapal Mignonette dalam perjalanannya dari Southampton, Inggris menuju Australia pada tahun 1884. Kapal tersebut tiba-tiba kemasukan air dan tenggelam. Empat orang kru kapal selamat dan terapung-apung di atas perahu kecil di tengah samudera.

Setelah 19 hari terapung di atas laut dengan kondisi sangat haus dan lapar, mereka akhirnya nekad melakukan praktik kanibalisme. Yang menjadi korban tak lain adalah seorang anak muda berusia 17 tahun bernama Richard Parker. Ketiga pria itu kemudian membunuh Parker dan memakannya. 

Lima hari kemudian ketiga orang ini berhasil mencapai pantai dan mengakui pembunuhan dan kanibalisme yang telah mereka lakukan pada Parker. Meskipun mereka hanya mendapatkan hukuman 6 bulan kerja paksa, namun tampaknya mereka tak lolos dari hukuman sosial. Salah satu dari ketiga pria itu adalah Tom Dudley, seorang kapten kapal harus hidup menanggung malu seumur hidupnya. Masyarakat setempat bahkan menjulukinya Tom si Kanibal.

Kisah Richard Parker ini sungguh menarik karena rupanya memiliki banyak kesamaan dengan sebuah novel yang ditulis oleh Edgar Allan Poe beberapa tahun sebelum peristiwa ini terjadi.



5. Alferd Packer



Beberapa orang pencari emas dikirim ke wilayah barat pada akhir tahun 1800an. Salah satu dari pemburu emas itu adalah seorang pria bernama Alferd Packer. Packer bersama dengan 5 orang lainnya kemudian berada di Colorado untuk melakukan pencarian. Namun saat itu wilayah tersebut diterjang badai dahsyat.

Begitu badai berlalu, Packer kembali ke camp dan melaporkan bahwa teman-temannya yang pergi mencari makanan saat badai tadi belum juga kembali. Coba tebak apa yang terjadi pada orang-orang tersebut? Rupanya saat badai terjadi, Packer juga mencari makanan dan menemukannya yang tak lain berupa daging temannya sendiri.

Packer sempat melarikan diri selama 9 tahun sebelum akhirnya dipenjara dan dihukum selama 40 tahun. Packer keluar dari tahanan di tahun 1901. Rupanya selama berada di dalam penjara ia bertaubat bahkan ia telah menjadi seorang vegetarian.


6. Thomas Baker



Thomas Baker adalah salah satu dari misionaris yang datang ke kepulauan Fiki tahun 1800an. Begitu tiba di pulau tersebut, ia bersama dengan rekan-rekan misionarisnya yang lain terkejut bukan kepalang menyaksikan bahwa penduduk di sana, pria dan wanita terbiasa membunuh dan memakan daging manusia. Kadang-kadang orang yang dijadikan korban adalah mereka yang kalah dalam seuah pertarungan satu lawan satu.

Para misionaris tersebut kemudian meninggalkan pulau. Namun Thomas Baker dan beberapa orang misionaris kemudian kembali lagi beberapa bulan kemudian ke kepulauan Fiji wilayah pedalaman. Naasnya mereka kemudian ditangkap, dibunuh, dan kemudian menjadi korban kanibalisme orang-orang suku tersebut.

Rupanya setelah membunuh dan memakan para misionaris, suatu keanehan terjadi. Konon banyak penduduk yang kemudian mati dengan penyakit misterius, yang membuat mereka percaya bahwa hal tersebut adalah akibat dari membunuhi para misionaris.

Untuk melepaskan diri dari kutukan tersebut mereka melakukan berbagai cara, termasuk di dalamnya mengundang keluarga dan kerabat Thomas Baker untuk minta maaf. Selain itu mereka juga melakukan upacara tradisional permohonan ampunan.


7. Chief Ratu Udre Udre



Jika ada satu orang yang layak dijadikan raja kanibalisme maka dia adalah Chief Ratu Udre Udre. Kepala suku di kepulauan Fiji ini sungguh orang dengan korban kanibal paling banyak dalam sejarah.

Menurut anak laki-lakinya, sang ayah tak memakan apa pun kecuali daging manusia. Saat ia berhasil mendapatkan korbannya, maka ia akan memakannya seorang diri sampai habis. Mayat-mayat itu tak lain adalah prajurit-prajurit dan para tawanan perang. 

Sang kepala suku disebut menyimpan batu-batu sebagai pertanda berapa jumlah orang yang sudah dimakannya. Hingga kematiannya, ditemukan batu-batu itu yang berjumlah 872 buah batu.


0 Response to "7 Tragedi Kanibalisme Paling Mengerikan dalam Sejarah"

Post a Comment