Kisah Pelarian 3 Tahanan Alcatraz




Sejak berdiri tahun 1930an, penjara Alcatraz sudah dikenal sebagai tempat tahanan paling horor bagi para pelaku kejahatan. Sudah banyak kisah para napi yang berusaha kabur dari pulau yang dikelilingi lautan ini. Kebanyakan dari mereka berhasil ditangkap dan sisanya tewas sebelum berhasil mencapai daratan. Namun ada sebuah kisah pelarian tiga tahanan yang melegenda selama bertahun-tahun, diduga ketiganya berhasil selamat dalam sebuah upaya pelarian yang dramatis.

Apakah kalian pernah menyaksikan film "Shawsank Redemption"? Film yang berada di puncak rating imdb ini mengisahkan seorang tahanan bernama Andy Dufresne yang dijatuhi hukuman seumur hidup di penjara Shawsank. Di sana ia berteman dengan pria bernama Red, seorang tahanan dan juga penyelundup. Melalui Red, Andy mendapatkan palu batu. Setiap malam tanpa diketahui siapa pun ia membuat lubang pelarian di dalam selnya yang ditutupinya dengan sebuah poster besar Rita Hayworth. Hingga pada suatu hari ia berhasil melarikan diri dari tahanan itu.

Nah, kisah pelarian ini hampir sama dengan kasus pelarian 3 orang tahanan Alcatraz yang terjadi pada tahun 1962. Kisah pelarian ini masih menyisakan misteri dan juga melegenda hingga hari ini. Dan inilah kisahnya.

Penjara Alcatraz terletak di Pulau Alcatraz atau biasa disebut pula "The Rock", sebuah pulau terpencil yang berlokasi di tengah teluk San Fransisco. Sejak tahun 1930an, penjara ini telah dikenal sebagai tempat yang mengerikan bagi para tahanan. 

Bagaimana tidak, penjara ini terletak di pulau terpencil yang dikelilingi oleh samudera Pasifik. Bagian dalam penjara telah didesain menggunakan peralatan canggih. Sejumlah tower pengamanan telah diletakkan di tempat-tempat paling strategis. Tak hanya itu, aturan ketat juga diberlakukan bagi setiap tahanan. Dalam sehari seiap napi bisa menjalani pemeriksaan hingga puluhan kali. Hal-hal inilah yang kemudian membuat upaya kabur dari penjara ini hampir-hampr mustahil. 

Bagian dalam penjara Alcatraz

Tahanan yang dibawa ke Alcatraz sendiri bukanlah tahanan biasa, mereka mayoritas adalah napi berbahaya dengan kasus-kasus berat. Salah satu tahanan terkenal yang pernah berada di penjara ini adalah Al Capone.

Selama tahun 1934 hingga ditutupnya penjara ini pada tahun 1963, asudah ada sekitar 36 kasus orang-orang yang berusaha melarikan diri. Hampir semua orang-orang itu berhasil ditangkap, sementara sisanya tewas mengenaskan sebelum berhasil mencapai daratan. Daratan yang paling terdekat adalah Angel Island dengan jarak 2,4 mil.

Jarak antara Alcatraz dengan Angel Island

Pada pagi hari tanggal 12 Juni 1962, seperti biasa para penjaga melakukan akivitas rutin memerikasa sel masing-masing tahanan. Namun saat pemeriksaanitu, ada 3 orang tahanan yang tidak berada di tempatnya. Ketiganya menghilang. Mereka adalah John Anglin, saudaranya Clarence Anglin, dan Frank Morris.

Tiga tahanan yang melarikan diri dari penjara Alcatraz

Di kasur ketiganya ditemukan kepala boneka palsu dengan rambut manusia asli yang berhasil mengelabui petugas keamanan penjara. 

Kepala boneka palsu

Petugas keamanan Alcatraz segera menghubungi kantor mereka di San Fransisco yang langsung menyebarkan kabar kaburnya tiga tahanan tersebut. Mereka jug segera menghubungi keluarga para tahanan kalau-kalau ketiganya kembali ke rumah. Tak lupa pula beberapa orang pengendara kapal boat yang lalu lalang di sekitar teluk San Fransisco ditanyai kalau-kalau ketiganya terlihat menyeberangi laut.

Tak kurang dari FBI, regu penyelamat, hingga pihak berwenang Bureau of Prison melakukan pencarian besar-besaran. Dua hari kemudian ditemukan dayung yang terbuat dari kayu di Angel Island. Dayung ini mirip dengan dayung ynag ditemukan di dalam penjara. Selain itu juga sebuah rompi keselamatan yang tampak dibuat sendiri ditemukan mengapung di Cronkhite Beach. Tapi tanda-tanda dari ketiga napi itu tak pernah ditemukan.

Dayung kayu

Pelampung buatan

Nasib apa yang menghampiri ketiga tahanan itu tak pernah diketahui. Apakah mereka berhasil menyeberangi teluk dan mencapai Angel Island? Apakah ketiganya berhasil selamat dari terjangan ombak samudera yang ganas?

Kasus pelarian tiga tahanan ini ditutup pada tanggal 31 Desember 1979. Selama 17 tahun tersebut tidak pernah ada laporan ataupun tanda-tanda ketiganya masih hidup. Hingga pada suatu hari sebuah surat yang dduga tulisan tangan John Anglin, salah satu dari napi yang kabur dari Alcatraz tahun 1962, muncul di publik tahun 2018. Surat itu dibuat pada tahun 2013.

Surat yang diduga ditulis John Anglin

Dalam surat tersebut John menceritakan kisah pelariannya bersama dengan dua rekannya, Clarence Anglin dan Frank Morris dan bagaimana mereka bisa berhasil selamat.

Anglin dan rekannya rupanya telah jauh-jauh hari merencanakan pelarian mereka. Seidaknya pada natal tahun 1961 ide itu muncul di otak mereka. Selama 6 bulan tersebut mereka melakukan banyak hal untuk persiapan, termasuk di antaranya memperlebar saluran ventilasi di sel mereka. Menurut John, mereka menggunakan pisau gergaji bekas, sendok curian, serta bor rakitan yang dibuat dari mesin penyedot debu bekas. Mereka melakukan semua itu di salah satu bagian atap loteng penjara.

Bagian atap tempat para tahanan membuat peralatan untuk melarikan diri

Dengan alat-alat sederhana itulah ketiganya memperbesar ventilasi. Untuk menyamarkan suara bising yang dibuat oleh mesin bor dan juga proses penggalian, secara pintar Frank Morris memainkan akordeonnya. 

Keadaan kamar salah satu tahanan

Ventilasi yang terus membesar dari hari ke hari itu berhasil ditutupi dengan karton dan cat. Mereka juga membuat jaket pelampung yang dibuat dari bekas jas hujan. Tak lupa pula dayung kayu dan rakit untuk keluar pulau. Dan sebagai penyempurna rencana, mereka meletakkan kepala boneka palsu yang dibuat dari plaster dan cat serta tambahan rambut manusia yang mereka dapatkan dari tukang cukur penjara.

Lubang ventilasi 

Pada malam hari tanggal 11 Juni 1962 mereka akhirnya melakukan pelarian. Rencananya setelah berhasil keluar dari tahanan, mereka akan menyeberangi teluk dengan menggunakan rakit dan dayung serta pelampung untuk berjaga-jaga. Setelah mencapai Angel Island, mereka akan menyeberang ke Selat Raccon dan menuju Marin County.

Maka di malam itu mereka memulai aksi. Di belakang sel rupanya ada koridor yang tak dijaga. Mereka kemudian melewati koridor itu dan memanjat atap. Bagian loteng memiliki ketinggian hingga 30 kaki dan berhasil dipanjat dengan pipa.

Pipa tempat memanjat

Mereka membuka pegangan ventilasi dan menuju bagian cerobong asap yang terletak di belakang sel. Kemudian setelah itu memanjat pagar dan menyelinap di bagian pantai utara pulau untuk selanjutnya kabur dengan rakit dan pelampung yang sudah disiapkan.



Para sipir penjara yang menyadari kaburnya ketiga tahanan rupanya sempat melakukan pengejaran. Namun saat itu ombak besar dan angin kencang menyapu di sekitar pulau. Petugas kehilangan jejak ketiganya. Potongan rakit yang telah hancur ditemukan terapung, ketiganya diklaim telah tewas tenggelam di lautan.

Menurut surat John, mereka berhasil mencapai daratan dan bertahan hidup. Ia juga mengatakan bahwa Frank Morris telah meninggal dunia tahun 2005 dan jasadnya dimakamkan di Alexandria dengan nama samaran. Sementara itu Clarence Anglin meninggal dunia tahun 2011. 

John Anglin sendiri saat surat itu ditulis tengah menderita sakit kanker dan tengah sekarat. Ia mengaku tak memiliki biaya untuk berobat. Ia juga mengatakan rela dirinya ditangkap asalkan setelah itu ia mendapatkan perawatan medis.

Menurut data yang dimiliki Alcatraz, tulisan tangan itu tidak mirip dengan milik John Anglin, namun FBI mengatakan bahwa surat itu kemungkinan asli dan memang ditulis oleh John Anglikan. Permasalahannya, di mana dirinya berada sekarang. Apakah ia masih hidup? Mengingat surat itu sudah ditulis sejak tahun 2013, lima tahun yang lalu.

Referensi :

http://www.tribunnews.com/internasional/2018/05/09/50-tahun-dikira-mati-usai-kabur-dari-penjara-alcatraz-napi-ini-bikin-penasaran-fbi-dengan-suratnya
https://www.britannica.com/place/Alcatraz-Island
https://www.fbi.gov/history/famous-cases/alcatraz-escape

0 Response to "Kisah Pelarian 3 Tahanan Alcatraz"

Post a Comment