7 Anak-Anak Pembunuh Berantai Paling Kejam




Bila mendengar kata pembunuhan saja sudah begitu mengerikan, maka akan lebih menyeramkan lagi bila hal itu dilakukan oleh anak-anak. Jangan tertipu dengan wajah polos dan lugu, karena beberapa kasus pembunuhan memang pernah dilakukan oleh pelaku anak-anak yang bahkan usianya belum genap 12 tahun.

Anak-anak ini cenderung memang memiliki jiwa psikopat dan senang untuk menyakiti orang atau hewanyang telah timbul sedari kecil. Sasaran mereka adalah orang-orang terdekat mulai dari orang tua, saudara, anggota keluarga, hingga teman-teman sekolahnya. Berikut ini adalah 7 anak-anak pelaku pembunuhan paling kejam yang tega menghabisi nyawa bukan hanya satu, namun juga memakan banyak korban.


1. David Brom


David Brom baru berusia 17 tahun saat membantai seluruh anggota keluarganya. Orang tua, kakak, dan adiknya dihabisi dengan menggunakan sebilah kapak pada Februari pagi di tahun 1988.

Pembunuhan itu terjadi setelah Brom terlibat pertengkaran hebat dengan ayahnya pada malam sebelumnya di kediaman mereka yang terletak dekat Rochester, Minnesota. Pagi hari setelah pembunuhan itu, Brom tak terlihat di sekolahnya. Polisi yang melakukan pencarian kemudian menemukan remaja ini sedang berada di sebuah telepon umum yang tak jauh dari kantor polisi.


2. Jesse Pomeroy


Jesse Pomeroy merupakan pembunuh berantai termuda dalam sejarah Massachusetts. Ia merupakan anak dengan usia termuda yang dihukum karena kasus pembunuhan. Lahir pada tahun 1859, ia telah membunuh banyak orang bahkan ketika usianya belum genap 12 tahun. Anak ini kerap dijuluki "The Boston Boy Fiend" atau "Anak Iblis dari Boston".

Jesse diduga telah membunuh 9 orang, dengan cara membujuk para korbannya untuk datang ke sebuah hutan di mana di sana Jesse akan memukulnya dengan tali pinggang dan terakhir menghabisi nyawa korbannya dengan pisau. Semua korban Jesse adalah anak-anak.

Salah satu kasus yang paling menyita perhatian adalah pembunuhan seorang anak perempuan berusia 10 tahun dari Boston Selatan yang ditemukan di sebuah ruang bawah tanah. Satu kasus lagi yang cukup sadis adalah kematian seorang anak laki-laki berusia 4 tahun yang ditemukan telah termutilasi di dekat rawa.


3. Mary Bell


Mary Bell dihukum penjara atas dua kasus pembunuhan yang telah dilakukannya. Pembunuhan pertama dilakukan Mary Bell sebelum usianya genap 11 tahun.

Pada Mei 1968, Mary mencekik seorang anak laki-laki berusia 4 tahun hingga tewas di sebuah rumah kosong. Hanya beberapa bulan kemudian ia kembali mengulangi perbuatannya. Kali ini korbannya adalah seorang anak laki-laki berusia 3 tahun. Ia mencekik anak tersebut di lokasi yang sama tempat ia membunuh korban pertamanya.

Mary tergolong sadis, karena ia tidak hanya mencekik korbannya hingga tewas, namun ia juga meninggalkan jejak di atas perut korbannya sebuah inisial huruf M. Ia juga meninggalkan cakaran di kaki korban, dan juga memutilasi kemaluan korbannya.


4. Peter Woodcock


Peter Woodcock sekilas tampak seperti anak lugu dan baik. Namun siapa yang dapat menyangka bahwa di balik kacamatanya itu ia menyimpan pikiran jahat dan sadis.

Peter adalah pemerkosa sekaligus pembunuh berantai yang melancarkan aksinya selama kurun waktu 1956-1957. Sejak masih kecil, Peter telah menunjukkan jiwa psikopat. Menggunakan sebuah sepeda, ia berkeliling di sekitar perbatasan Toronto dan di sana ia mulai mengamati calon korbannya.

Peter diduga telah melakukan penyerangan kepada anak-anak dan membunuh mereka yang rata-rata masih berusia di bawah 10 tahun. Peter biasanya mencekik, memukul, bahkan memasukkan benda ke dalam kemaluan korbannya. Saat diadili ia dinyatakan menderita gangguan kejiwaan, dan ditahan dengan penjagaan sangat ketat.


5. Craig Chandler Price


Craig dijuluki The Warwick Slasher. Saat baru berusia 13 tahun dirinyaa telah melakukan 4 pembunuhan. Dalam sebuah kasus, Craig membobol rumah korbnnya dan menikam seorang wanita berusia 27 tahun sebanyak 58x dengan menggunakan pisau dapur.

Ia menikam 3 tetangga lainnya yaitu seorang ibu berusia 40 tahun dan anak perempuannya yang berumur 15 tahun. Saat ditangkap, Craig sama sekali tak menunjukkan raut wajah penyesalan dan dengan tenang menhadapi pertanyaan-pertanyaan penyidik.


6. Jasmine Richardson


Pada April 2006, jasad pasangan Marc dan Debra Richardson beserta dengan anak laki-laki mereka yang berusia 8 tahun ditemukan di dalam rumah. Pembunuhnya tak lain adalah anak perempuan keluarga ini yang baru berusia 12 tahun, Jasmin Richardson.

Jasmine melakukan pembunuhan bersama dengan kekasihnya, Jeremy Steinke, 23 tahun. Keduanya bertemu di tahun yang sama dalam sebuah acara punk rock. Kedua orang ini memiliki obsesi yang aneh pada makhluk-makhluk horor macam vampir. Steinke bahkan mengklaim dirinya adalah seorang vampir berusia 300 tahun. Sebelum melakukan pembunuhan keduanya diketahui menonton "Natural Born Killers".


7. Graham Young


Graham Young dikenal juga dengan julukan "The Teacup Poisoner". Sejak kecil Graham telah terobsesi dengan racun. Ia lalu membunuh ayah, ibu tiri, adik perempuan, dan beberapa orang teman sekelasnya dengan menggunakan racun. Hal itu dilakukannya saat usianya 15 tahun.

Saat ditangkap, ia pernah dibawa ke seorang psikiater, namun tampaknya bakat psikopatnya memang telah tertanam sejak lama. Ia diketahui meracuni teman satu selnya dan juga staf penjara.


Referensi :

https://the-line-up.com/killer-children?utm_source=spotim&utm_medium=spotim_recirculation&spotim_referrer=recirculation


0 Response to "7 Anak-Anak Pembunuh Berantai Paling Kejam"

Posting Komentar