Misteri Lenyapnya Penduduk Anjikuni




Seorang pemburu melewati sebuah desa di tepi Danau Anjikuni yang biasa dilewatinya setiap akan berburu. Namun hari itu di bulan November 1930 ada sesuatu yang berbeda. Ia menyadari bahwa tak ada satu pun orang di desa itu. Anehnya, ia mendapati perapian yang masih menyala, persediaan makanan yang berlimpah, senjata yang masih tersimpan rapi, bahkan sebuah baju yang seperti tengah dijahit karena masih ada jarum yang menempel. Penduduk di desa itu seakan-akan lenyap begitu saja...

Salah satu misteri terbesar di dunia adalah hilangnya sekelompok orang secara misterius di suatu wilayah. Dan salah satu kasus yang paling terkenal terjadi pada tahun 1587 di mana sekelompok orang Inggris (meliputi pria, wanita, dan anak-anak) yang mendiami Pulau Roanoke (dikenal pula dengan Koloni Roanoake) dilaporkan menghilang tanpa jejak. Sampai saat ini misteri hilangnya koloni Roanoke masih tak terungkap.

Misteri hilangnya koloni Inggris di Pulau Roanoke

Rupanya pada abad ke 20 juga terjadi kasus yang hampir sama, di mana sekelompok suku Eskimo menghilang di wilayah mereka di Anjikuni.

Anjikuni atau Angikuni adalah nama sebuah desa yang terletak di tepi sungai Kazan, Kivalliq region, Nunavut, Kanada atau sekitar 50 mil dari kantor polisi Churchill, Kanada. Pada suatu hari, seluruh penduduk desa menghilang tanpa jejak. Salah satu hal yang sangat menarik dari kejadian aneh ini adalah bahkan setelah lebih dari 70 tahun berlalu, tidak pernah ditemukan jejak ke mana perginya para penduduk tersebut. Mereka seperti hilang begitu saja.



Hal menarik lainnya yang mungkin akan membuat kejadian bertambah misterius adalah HANYA orang-orang yang menghilang. Sementara semua peralatan rumah tangga, pakaian, senjata, bahkan makanan masih tersimpan rapi. Apa yang sebenarnya terjadi pada penduduk Anjikuni? Apakah mereka diculik alien atau semacamnya?

Kisah mengenai lenyapnya penduduk Anjikuni berawal dari laporan seorang pemburu bernama Joe Labelle pada September 1930. Labelle adalah seorang fur trapper (orang yang menjebak binatang liar dan mengambil bulunya), ia biasa melewati desa Anjikuni setiap kali akan pergi berburu.

Namun hari itu ia merasa ada yang janggal. Tak ada seorang pun warga lokal yang menyambutnya seperti biasa. Saat ia berteriak memanggil penduduk desa, tidak ada seorang pun yang menyahutnya. Desa itu diliputi keheningan bak desa mati. Namun Labelle menemukan sebuah perapian yang masih menyala.

Ia lalu memutuskan untuk masuk ke dalam tenda-tenda rumah penduduk. Anehnya, ia mendapati barang-barang penduduk masih ada dan tersimpan dengan baik. Ia juga menemukan kapak senjata yang biasa digunakan oleh masyarakat setempat. Begitu pula dengan makanan. Mereka tidak mungkin pergi begitu saja tanpa membawa makanan atau pun senjata bagaimana pun daruratnya situasi. Ini benar-benar situasi yang sangat tidak masuk akal.



Di salah satu tenda Labelle bahkan menemukan masakan yang sudah gosong seperti ditinggalkan begitu saja dan juga sebuah mantel kulit dengan jarum jahit yang masih tertancap. Penduduk di desa itu seperti menghilang saat sedang melakukan aktivitas.

Joe Labelle kemudian segera melaporkan penemuannya ini pada Royal Canadian Mounted Police (RCMP). RCMP kemudian segera melakukan pencarian orang hilang secara besar-besaran. Namun tak ada seorang pun yang berhasil ditemukan.

RCMP kemudian melakukan penyelidikan dan berasumsi bahwa mungkin saja para penduduk desa melakukan bunuh diri massal. Mereka lalu menggali pemakaman umum di sana. Namun sebuah keanehan kembali terjadi. Mereka tak menemukan apa pun di sana. Bahkan makam orang-orang yang telah dikuburkan lama di tempat itu juga ikut menghilang.

Setelah selama 2 minggu RCMP melakukan investigasi pada kasus ini, mereka menyimpulkan bahwa para penduduk sudah pergi meninggalkan desa itu dua minggu sebelumnya. Lalu pertanyaannya adalah jika para penduduk desa memang telah meninggalkan tempat itu dua minggu sebelumnya lalu siapa yang menyalakan api saat Labelle baru tiba di Anjikuni?


0 Response to "Misteri Lenyapnya Penduduk Anjikuni"

Posting Komentar